بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
🗓️ Rabu, 6 Agustus 2025
🏢 Masjid Al Hidayah, Purwosari, Sleman
سْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Melanjutkan pembahasan kitab Khudz Aqidataka karya Syaikh Muhammad Jamil Zainu رَحِمَهُ الله تعالى, tentang Membedah Ilmu Ghaib
▪️ Soal: Apakah ada seseorang yang tahu hal ghaib?
Jawaban: Tidak ada seorang pun yang tahu hal ghaib melainkan para Rasul yang telah Allah tampakkan kepadanya.
Allah سبحانه و تعالى berfirman:
ـٰلِمُ ٱلۡغَيۡبِ فَلَا يُظۡهِرُ عَلَىٰ غَيۡبِهِۦۤ أَحَدًا
لَّا مَنِ ٱرۡتَضَىٰ مِن رَّسُولٍ۬
Dialah Allah yang mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu kecuali kepada Rasul yang diridhai-Nya. (QS. Al-Jin : 26-27)
Hanya orang-orang pilihan Allah yang mengetahui perkara yang ghaib. Mengetahui hal ghaib termasuk ilmu yang diajarkan sehingga sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى
الُوا۟ سُبْحَٰنَكَ لَا عِلْمَ لَنَآ إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْحَكِيمُ
Artinya: Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana".[Surat Al-Baqarah Ayat 32]
Allah سبحانه و تعالى mengajarkan manusia melalui :
1. Wahyu yang diturunkan
2. Diberitahu secara langsung, dialami oleh para Nabi, semisal ditampakannya surga neraka
Pengetahuan tentang hal ghaib ditegaskan dalam firman Allah سبحانه و تعالى
ل لَّا يَعْلَمُ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ٱلْغَيْبَ إِلَّا ٱللَّهُ ۚ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ
Artinya: Katakanlah: "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah", dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.[Surat An-Naml Ayat 65]
Allah pilih Nabi Isa 'alaihissalam untuk mengetahui hal ghaib
وَرَسُولًا إِلَىٰ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ أَنِّى قَدْ جِئْتُكُم بِـَٔايَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ ۖ أَنِّىٓ أَخْلُقُ لَكُم مِّنَ ٱلطِّينِ كَهَيْـَٔةِ ٱلطَّيْرِ فَأَنفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًۢا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۖ وَأُبْرِئُ ٱلْأَكْمَهَ وَٱلْأَبْرَصَ وَأُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۖ وَأُنَبِّئُكُم بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِى بُيُوتِكُمْ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
Artinya: Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.[Surat Ali ‘Imran Ayat 49]
Pelanggaran terkait hal ghaib
1. Tidak meyakini hal ghaib yang disebutkan dalam dalil
2. Menebak nebak hal ghaib tanpa dalil
Padahal iman kepada hal ghaib adalah asas iman
لَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِٱلْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ
Artinya: (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.[Surat Al-Baqarah Ayat 3]
Wallahu 'alam