بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
🗓️ Rabu, 30 April 2025
🏢 Masjid Al Hidayah, Purwosari, Sleman
Melanjutkan pembahasan kitab Khudz Aqidataka karya Syaikh Muhammad Jamil Zainu رَحِمَهُ الله تعالى, perihal Kerangka Tauhid Asma Wa Sifat. Sebagian orang beranggapan bahwasanya pembagian tauhid itu merupakan perkara baru, namun sebenarnya pembagian tauhid menjadi 3 telah dijelaskan oleh para ulama salaf, diantaranya oleh Ibnu Bathah (wafat 304H) rahimahullah yang mengatakan,
Iman kepada Allah yang wajib diyakini oleh para makhluk ada tiga macam:
- Pertama, menyakini rabbaniyah Allah, yang ini membedakan diri kita dengan madzhab ahlut ta’thil (ateis) yang tidak meyakini adanya pencipta.
- Kedua, meyakini wahdaniyah Allah, yang ini membedakan diri kita dengan madzhab pelaku kesyirikan yang meyakini adanya pencipta namun menyekutukan-Nya dalam ibadah.
awaban Meng-esa-kan Allah dalam ibadah seperti berdoa, menyembelih, dan bernadzar.
Allah سبحانه و تعالى berfirman;
إِلَـٰهُكُمۡ إِلَـٰهٌ۬ وَٲحِدٌ۬ۖ لَّآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلرَّحۡمَـٰنُ ٱلرَّحِيمُ
Dan sesembahanmu adalah sesembahan yang Maha Esa. Tidak ada sesembahan yang haq melainkan Dia yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Baqarah 163)
Rasulullah ﷺ bersabda Maka jadikan dakwahmu pertama kali kepada mereka tentang syahadat Laa Ilaha Illallah. (HR. Bukhari dan Muslim)
Di dalam riwayat Bukhari dengan redaksi agar mereka mentauhidkan Allah.
Berikut istilah tauhid ibadah ;
1. Tauhid uluhiyah ; dilihat dari sisi hak Allah untuk dipertuhankan
2. Tauhid ubudiyah ; dilihat dari kewajiban makhluk mengesakan Allah dalam ibadah kepadaNya.
Prinsip tauhid ibadah adalah ;
1. Menjauhi amalan syirik
2. Menjauhi perbuatan tidak sopan dihadapan Allah
Syirik ada 3 macam ;
1. Batin ; keyakinan ada zat selain Allah yang mengatur alam semesta, bergantungnya hati kepada selain Allah
2. Perbuatan ; menyembelih untuk selain Allah, sujud kepada selain Allah
3. Ucapan ; sumpah dengan nama selain Allah, mengandengkan Allah bersama selain Allah dengan kata dan
Wallahu 'alam