/
Al
Kitab Lumatul Itiqad - Ustadz Muhammad Rezki Hr, Spesialis Productive Muslim Hafidzahullahu Ta'ala
Video Kajian
Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.
Tentang Kajian Ini
Kajian pertemuan ke-2 dalam seri Kitab Lumatul Itiqad yang membahas tentang al. Ustadz Muhammad Rezki Hr, Spesialis Productive Muslim memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.
Isi Ceramah Lengkap
Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Wasallallahu ala Nabina Muhammad wa ala alihi wasahbihi wasallam subhanakallahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaikalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh waalaikums
s Alhamdulillah Alhamdulillahi wa Kafa asalatu wasalamu ala rasulil Mustofa wa
ala alihi wasohbihi waman tabiahum biihsanin Ila Yaumil Wafa allahummaimna
Ma yanfauna wfana bimaamtana waidna Ilma ikhwani fillah wa akhwati fiddin
bapak-bapak ibu-ibu para pemirsa di manapun Anda berada
Azani Allah waakum Jamian Alhamdulillah di malam hari ini
kembali kita bisa bertemu di masjid ini dalam rangka kita melanjutkan pelajaran kita membaca kitab lum'atul tikad karya
Ibnu qudamah almaqdisi rahimahullahu taala dan langsung saja kita akan
lanjutkan pembahasan kita mengenai
al-qur'an bahwasanya di antara keyakinan ahlusunah Wal Jamaah adalah al-qur'an
merupakan kalamullah Apa itu kalamullah yaitu firman Allah subhanahu wa taala
al-qur'an bukanlah makhluk Allah al-qur'an bukan makhluk namun al-qur'an
adalah kalamullah artinya al-qur'an merupakan
di antara sifat Allah subhanahu wa taala di antara sifat Allah adalah
kalam ya sifat kalam ya kalam adalah di antara sifat Allah subhanahu wa taala
Allah berbicara sehingga al-qur'an adalah di antara contoh Apa yang dibicarakan apa
yang difirmankan oleh Allah subhanahu wa taala dan dia bukan makhluk bukan makhluk yang berdiri
sendiri dan kita akan mulai membaca di sini
Bapak Ibu sekalian beberapa paragraf yang dibawakan oleh penulis tentang
keyakinan sebagaimana mestinya atau seperti apa harusnya kita berkeyakinan
terkait al-qur'an barangkali nanti ada sebagian kita ketika mendengarnya atau ketika
membacanya sedikit merasa bingung namun ketahuilah Bapak Ibu sekalian apa yang
disampaikan oleh penulis di sini mayoritasnya ada
tujuannya apaud maksudnya tujuannya Ibnu qudamah menyebutkan poin-poin tertentu
terkait al-qur'an untuk menunjukkan bahwasanya yang benar harusnya seperti ini karena ada sebagian orang yang
berkeyakinan yang bertolak belakang dengan hal tersebut nanti sebagiannya akan saya
Sebutkan Kenapa Ibnu qudamah menjelaskan seperti itu akidah yang benar dan akidah yang keliru yang dimiliki oleh sebagian
orang seperti apa namun tidak semuanya akan saya Sebutkan karena saya khawatir nanti akan membuat ee sebagian jemaah
akan kebingungan Saya akan sebutkan sebagiannya saja namun yang penting bagi kita adalah untuk meyakini yang benar
harusnya Seperti apa kalau kita bahas satu persatu yang keliru Seperti apa nanti saya khawatirkan akan makan waktu
dan akan menyebabkan kebiungan di sebagian jemaah nanti namun demikianlah tipikalnya Pak dalam
pembahasan akidah termasuk jadi dulu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengajarkan akidah
kepada para sahabat itu mudah Pak pembahasannya tidak banyak
seluk-beluknya nabi sampaikan apa kemudian para sahabat samna waana mereka
mendengar dan mereka taat mereka beriman secara Zahir apa yang disampaikan oleh Nabi Sallallahu wasallam tidak banyak
pikiran-pikiran jelimetnya tidak banyak berputar-putar bermain
kata-kata baru Kemudian datang zaman belakangan orang-orang kemudian membuat
segala sesuatunya itu menjadi ribet
diputar-putar mencoba mencari penakwilan sana dan sini
mencoba membahas tentang kaifiat sifat Allah subhanahu wa taala sebagaimana
sudah kita bahas dulu para sahabat tidak ada bertanya kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Bagaimana istiwanya
Allah Seperti apa tidak pernah muncul di zamannya Imam Malik orang
bertanya kepada Imam Malik Bagaimana Allah itu beristiwa baru kemudian muncul kaidah-kaidah yang sudah kita baca
istiwaun ma'lum waifu majhul ya waifu giriru maquul dan seterusnya itu jadi
poinnya ingin saya sampaikan Bapak Ibu sekalian Kenapa pembahasan Akidah itu
semakin ke sini semakin rinci sebabnya karena penyimpangan-penyimpangan dalam
hal akidah itu semakin banyak sehingga para ulama mereka memiliki tanggung jawab ketika mulai
muncul pemikiran yang baru dijelaskan harusnya tidak seperti itu
harusnya yang benar demikian di zaman Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak pernah nabi menjelaskan kepada para
sahabat pembahasan khusus al-qur'an adalah kalamullah bukan makhluk tidak ada kalimat seperti itu di zaman Nabi
karena para sahabat mereka sudah paham yang namanya al-qur'an kalamullah firman Allah baru muncul kemudian pemahaman
belakangan pemahaman muktazilah al-qur'an adalah makhluk baru kemudian
para ulama mereka muncul mereka menjelaskan di dalam kitab-kitab mereka secara detail untuk membantah pemahaman
yang keliru tersebut oleh karena itulah ini contohnya Pak Kenapa Ibnu qudamah nanti rinci sekali menyebutkan tentang
al-qur'an ada beberapa poin Ibnu qudamah menyebutkan hal tersebut ada tujuannya untuk membantah beberapa pemikiran yang
keliru terkait al-qur'an paragraf yang pertama sudah kita baca
kita baca sedikit lagi kita ulangi lagi secara ringkas Wamin kalamillahi Subhanahu
alquranul Aim di antara firman Allah subhanahu wa taala di antara bentuk kalamullah adalah al-quranul
azim ya Sehingga ingat di sana Bapak Ibu sekalian di antara firman Allah
subhanahu wa taala itu tidak terbatas Allah berfirman sesuai dengan
kehendaknya kapanpun Allah berkehendak untuk berbicara untuk berfirman maka
Allah mampu untuk berfirman makanya Alquran itu hanya salah satu firman Allah subhanahu wa
taala sedangkan firman Allah Subhanahu Wa taal jumlahnya tidak terhingga itulah
yang Allah sebutkan di dalam surah alkahfi yang kita baca setiap hari
Jumat coba perhatikan kata Allah subhanahu wa
taala Katakanlah seandainya lautan itu dijadikan sebagai tinta untuk mencatat
firman-firman Allah subhanahu wa taala maka sungguh akan habis lautan tersebut
sebelum habisnya ditulis firman-firman Allah subhanahu wa taala laut dijadikan tinta ada penanya
untuk menuliskan firman Allah subhanahu wa taala kata kata Allah subhanahu wa taala akan habis laut tersebut sebelum
selesai menuliskan firman Allah subhanahu wa taala Wada meskipun kami datangkan tambahan
sebanyak itu pula didatangkan laut yang lainnya tetap tidak cukup untuk menulis
firman Allah subhanahu wa taala karena firman Allah subhanahu wa taala jumlahnya sangat banyak tidak terbatas
oleh karena itulah sekali lagi al-qur'an itu di antara firman Allah subhanahu wa
taala k Alquran itu adalah kitabullahin Alquran adalah kitab Allah
yang jelas hablu
Alin talinya yang kokoh jalannya yang lurus
watanilulamin yang diturunkan oleh RAB semesta alam Nai Rul Amin yang dibawa
turun oleh ruh yang amanah Apa itu roh
yang Amanah itulah Malaikat Jibril alaihalam sehingga Bapak Ibu sekalian
Allah bukannya tidak ada tujuannya Kenapa Allah memberikan gelar kepada
Jibril sebagai Ruhul Amin ada hikmahnya Allah memberikan
gelar Ruhul Amin kepada Malaikat Jibril hikmahnya adalah Allah ingin menekankan
bahwasanya jibril tidak mungkin salah dalam menyampaikan wahyu
baik di antaranya apa yang diturunkan oleh Jibril sekarang kita bahas Pekan lalu
yang saya saya janjikan Bagaimana proses
diturunkannya al-qur'an al-qur'an itu difirmankan oleh
Allah subhanahu wa taala al-qur'an difirmankan oleh Allah subhanahu wa taala didengarkan oleh
Jibril Jibril mendengar langsung firman Allah subhanahu wa taala ada kata-katanya ada
huruf-hurufnya ya setelah Jibril mendengarkannya
kemudian Jibril pun menyampaikan apa yang didengarkannya
kepada nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dalam proses pengajaran kepada
Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam inilah yang Allah firmankan di dalam surah al-qiyamah
dari surat dari ayat 16 sampai ayat 19 kata Allah subhanahu wa
taala wahai Muhammad Jangan engkau jangan engkau Muhammad gerakkan lidahmu
untuk membaca Alquran karena hendak cepat-cepat menguasainya jadi nabi sahu wasallam
saking bersemangatnya ya beliau lebih duluan menggerakkan lisan beliau daripada
malaikat Jibril harusnya Jibril terlebih dahulu membacakan sampai selesai kepada nabi
kita Muhammad sahu wasallam baru setelah itu diikuti oleh Nabi Muhammad was ya jadi Jibril itu dia mengajarkan
Alquran secara talaqi ya Secara tatap muka Jibril membacakan kepada nabi kita
Muhammad lalu diikuti hleh Nabi Muhammad wasam
in kata Allah subhahu wa taala kamilah yang mengumpulkanquran itu di dalam dadamu dan
membacakannya apabila kami telah selesai membacakannya maka Ikutilah
bacaannya in kemudian sesungguhnya kamilah yang
menjelaskannya jadi prosesnya setelah Jibril mendengar Allah berfirman Jibril
turun datang kepada nabi kita Muhammad Sallahu alaii wasallam dikumpulkan di dada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Alquran baru setelah itu dibacakan oleh
Jibril dijelaskan cara membacanya setelah dibaca oleh Jibril barulah
kemudian diikuti oleh nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam diikuti nah
dalam proses inilah Nabi Muhammad ditegur oleh Allah jangan tergesa-gesa untuk mengikutinya terkadang Nabi
Muhammad belum Jibril selesai membaca tapi sudah membacanya duluan ditegur
oleh Allah subhanahu wa taala biarkan Jibril selesai membacanya terlebih dahulu baru ikuti maka Jibril kemudian
membacakan al-quran kepada Nabi Muhammad Lalu setelah itu diikuti oleh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam
setelah tahu cara membacanya baru diberikan bayannya diberikan penjelasannya sehingga Jibril
menjelaskan maksud ayat ini seperti ini dan seperti itu inilah proses
diturunkannya al-qur'an kepada nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam setelah itu barulah para sahabat
mendengar langsung al-qur'an tersebut dari nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam melalui lisan Nabi
Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian kata Ibnu
qudamah dibawa turun oleh Ruhul Amin yaitu Jibril kepada hati penghulu para
rasul yaitu hati Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dengan bahasa Arab yang
jelas ini contohnya ada hikmahnya Kenapa Ibnu qudamah menyebutkan bahwasanya
al-qur'an itu diturunkan dengan berbahasa Arab ditegaskan oleh Ibnu qudamah karena ada sebagian orang yang
mereka beranggapan Allah tidak berfirman dengan menggunakan bahasa arab Allah
berfirman dengan bahasa jiwa Ya Allah berfirman dengan
bahasa jiwa tapi kemudian Jibril yang membahasakan bahasa tersebut dengan bahasa
Arab ini bukan Jibril yang membahasakan namun memang firman Allah subhanahu wa taala ketika Allah berfirman menggunakan
bahasa arab Allah berfirman menggunakan bahasa apapun yang dikehendaki olehnya
ini hak Allah subhanahu wa taala makanya Ibnu qudamah menjelaskan di sana dengan bahasa Arab yang jelas ada hikmahnya
Kenapa Ibnu qudamah menjelaskan al-qur'an itu diturunkan oleh Jibril
menggunakan bahasa Arab yang jelas dan yang diturunkan bukan
makhluk diturunkan bukan
makhluk darinya dia berawal Minu bada
waaihiudu baik ini juga ada p kenapa Ibnu qudamah menyebutkan minhu
bada untuk membantah akidah sebagian orang ya Jadi
maksud Ibnu qudamah minhu bada Alquran itu bermula dari Allah subhanahu wa
taala al-quran difirmankan oleh Allah subhanahu wa taala didengar oleh Jibril
disampaikan kepada Nabi Muhammad makanya disebut Alquran itu bermula dari Allah
Allah yang pertama kali memfirmankannya Kenapa disebut seperti itu karena
ada anggapan sebagian orang-orang jahmiyah mereka memiliki
anggapan Allah menciptakan makhluk di dalam Lauhul mahfuz Allah ciptakan
al-qur'an Allah tempatkan di dalam Lauhul mahfuz kata mereka ini makhluk ya
al-qur'an itu adalah makhluk Allah tempatkan dalam Lauhul mahfuz kemudian Jibril melihat apa yang ada di dalam
Lauhul Mahfud baru kemudian disampaikan baru kemudian disampaikan kepada nabi kita Muhammad Sallallahu
Alaihi Wasallam tidak demikian akidah kita ahlusunah Wal Jamaah akidah kita Allah subhanahu wa taala berfirman
langsung didengar oleh Jibril dibawa oleh Jibril disampaikan kepada Nabi Muhammad bukan prosesnya Allah
menciptakan makhluk diletakkan di lauhil mahfuz itulah yang Kemudian dilihat oleh Jibril bukan seperti itu makanya penulis
menyebutkan di di berawal al-qur'an tersebut dari Allah subhanahu wa taala wa ilaihi yaud dan kepada Allahlah
al-qur'an tersebut akan dikembalikan apa maksudnya akan dikembalikan perlu diketahui di akhir zaman nanti al-quran
itu akan terhapus Pak akan diangkat oleh Allah subhanahu wa taala terhapus dari lembaran lembaran tidak ada lagi
huruf-huruf di mushaf-mushaf al-quran di lembaran-lembaran al-quran pada hari kiamat nanti sudah tidak ada lagi yang
bisa dibaca dan juga Allah akan menghapusnya mengat mengangkat nya dari
dada-dada para hamb-nya sehingga pada hari kiamat menjelang ditegakkannya hari
kiamat tidak ada lagi al-qur'an yang tertulis dan tidak ada lagi al-qur'an
yang dihafalkan itulah maksud penulis bahwasanya al-qur'an itu akan dikembalikan kepada Allah subhanahu wa
taala Ia adalah kumpulan surat-surat yang muhkamat ayat-ayat yang jelas dan
huruf-hurufnya maupun kalimat-kalimatnya
baik sampai di sana kita membaca pada pertemuan yang lalu kita baca kalimat berikutnya yang disampaikan oleh Ibnu
quamah almaqisi di dalam pada halaman
41
Fi muhkamun
waasabihunun waun warun wa
nahyuniladai w filat 42
at Ar Mak
diaendnya
ak
di datanginya dari depan dan tidak pula dari belakang ia diturunkan dari Yang
Maha bijaksana dan maha terpuji baik ini di antara rincian terkait al-qur'an
Bagaimana harusnya kita beriman kepada al-qur'an poin yang berikutnya yang disampaikan oleh Ibnu qudamah dan di
sana sebenarnya juga sangat syarat akan ee faedah Bapak Ibu sekalian Maksudnya
masing-masing apa yang diucapkan oleh Ibnu qudamah Di sana ada tujuannya sebenarnya Namun kita tidak akan
membahasnya secara detail satu persatu kita akan lihat sebagiannya saja kita baca terlebih dahulu dari awal kata Ibnu
qudamah Siapa yang membaca al-qur'an dengan RAB Yaitu sesuai dengan kaidah bahasa Arab maka dia akan mendapat 10
kebaikan pada setiap hurufnya Ia memiliki awal dan akhir al-qur'an itu
berjuz-juz dan terbagi-bagi ada bagian-bagiannya yang terbaca dengan
lisan terjaga di hati didengar di telinga tertulis di
mushaf kita ambil contoh di sini apa hikmahnya Ibnu qudamah al-maqdisi
menyebutkan bahwasanya al-qur'an itu dia terbaca dengan lisan terjaga di hati
didengar di telinga tertulis di mushaf ada hikmahnya Ibnu qudamah ingin
mengajarkan kepada kita bahwasanya meskipun al-qur'an itu dia tertulis di
mushaf di lembaran-lembaran meskipun dia
meskipun dia dibaca oleh orang-orang meskipun dia didengarkan oleh telinga
meskipun dia terhafal di dalam hati-hati manusia tidak mengubah status al-qur'an
yang merupakan kalamullah tidak kemudian berubah menjadi makhluk tidak meskipun
dia posisinya tertulis di mushaf al-qur'an meskipun dia diucapkan oleh orang lain meskipun dia didengarkan oleh
telinga tetap itu semua yang tertulis yang dibaca yang didengar itu semua
statusnya tetap kalamullah itu semua tetap firman Allah subhanahu wa taala
tidak kemudian berubahnya media mengubah statusnya menjadi makhluk Allah subhanahu wa taala maksud penulis adalah
seperti itu makanya ada ungkapan yang disebutkan oleh para ulama asutuutul Qi
Wal kalamu kalamul Bari kalau ada orang membaca
al-qur'an ada orang yang membaca al-qur'an
suara yang kita dengar itu adalah suaranya si pembaca al-qur'an ini bukan suara Allah subhanahu wa taala ya ini
adalah suara yang membaca al-qur'an namun Firman tersebut adalah Firman
Allah subhanahu wa taala Dia sedang membaca firman Allah subhanahu wa taala suara yang kita dengar itu suara si
pembaca namun yang dia baca adalah Firman Allah subhanahu wa taala ya Sehingga demikian asutuutul khi Wal
kalamu kalamul Bari kemudian di dalam al-qur'an tersebut ada
ayat-ayat ayat-ayat muhkam dan ada ayat-ayat mutasyabihat ada Nasikh dan mansuk nah
ini saya sebutkan contohnya lagi kenapa Ibnu qudamah menjelaskan Nasik dan mansuk ada hikmahnya Jadi Bapak Ibu
sekalian perlu diketahui ada istilah Nasikh dan mansuk apa itu Nasik Nasik
itu adalah ayat yang menghapus berlakunya ayat yang lainnya
mansuk itu adalah ayat yang terhapus hukumnya hukumnya tidak lagi berlaku ya
maka ada ayat di dalam al-qur'an yang demikian turun ayat ini sehingga ayat yang sebelumnya tidak lagi berlaku ini
namanya Nasik dan mansuk di antara keyakinan kita ahlusunah Wal Jamaah ada ayat yang seperti itu Pak Ayat Dia turun
menghapus ayat yang lainnya tidak lagi berlaku ayat yang lainnya tersebut karena ada sebagian orang yang mereka
tidak berkeyakinan adanya Nasih dan mansuk kata mereka tidak ada yang
terhapus dari al-qur'an ya Ada hukum dari al-quran itu ada yang terhapus saya sebutkan contohnya di sini disebutkan
oleh Syekh Muhammad bin shh alusimin contoh ayat yang terhapus itu adalah masalah
iddah wanita masa iddah ya masa iddah adalah masa di mana seorang wanita itu tidak boleh menikah
iddah wanita yang ditinggal wafat oleh suaminya pertama kalinya Allah tetapkan
S tahun kalau suami meninggal seorang wanita tidak boleh menikah setelahnya
selama S tahun Allah firmankan hal tersebut Di dalam surah
albaqah orang-orang yang meninggalunia diaraalian
daninggalkanend wasiat kepada istri-istrinya yaitu diberi nafkah
hingga setahun lamanya dan tidak disuruh pindah dari rumahnya Ya intinya di sana
iddah wanita ditinggal wafat oleh suaminya pertama kalinya berdasarkan surah Albaqarah 240 tadi wanita masa
Idahnya 1 tahun ini hukum awalnya demikian kemudian Ayat tersebut dinask dihapus
tidak lagi berlaku dengan dengan Allah menurunkan Albaqarah 234 ya Albaqarah ayat 234 lihat Pak tadi
yang pertama turun apa Albaqarah 240 yang belakangan turun 234 sehingga
perlu kita ketahui sebagian banyak sebagian orang yang tidak paham terkait hal ini urutan ayat itu tidak menunjukkan
urutan diturunkannya urutan masa diturunkannya Ayat tersebut Paham maksud saya Pak
ayat 240 kan lebih di belakang daripada ayat 234
Namun ternyata yang lebih duluan turun adalah ayat Albaqarah 240 ayat 234
al-baqarah 234 yang turunnya belakangan malah ditempatkan lebih awal ya Sehingga
belum tentu ayat di dalam al-qur'an itu ketika dia tempatnya lebih di belakang itu turunnya lebih lama bukan bisa jadi
itu termasuk ayat yang awal-awal turun maka demikian ee bagaimana kita memahami
urutan dalam al-qur'an ya kalau kita mau tahu bagaimana al-qur'an disusun sesuai
dengan urutan turunnya maka ada kitab sendiri ya Sebagian ulama mereka
menyusun kitab-kitab tafsir menyusun kitab asbabun nuzul itu sesuai timeline turunnya ayat al-quran disusun ayat-ayat
al-quran tersebut berdasarkan waktu turunnya kapan yang mana yang paling pertama setelah itu turun ayat apa
setelah itu turun ayat apa sampai yang terakhir turun ayat apa Nanti kita akan dapati hasilnya tidak seperti al-qur'an
yang kita pegang ya Namun kita kembali lagi ke pelajarannya adalah tadi pada awalnya turun ayat 240 menjelaskan masa
idah wanita 1 tahun kemudian Allah Hapuskan dengan turun Albaqarah 2 3 4 Allah ubah masa
idah wanita menjadi 4 bulan 10 hari
berubah ini contoh nask dan mansuk GU Pak ada ayat yang menghapus dan ada ayat
yang dihapus keberlakuannya tidak lagi berlaku maka itulah yang disebutkan oleh Ibnu qudamah Kenapa beliau menjelaskan
seperti itu karena ada orang-orang yang tidak berkeyakinan demikian mereka Menolak adanya nask dan masuk di dalam
al-qur'an kemudian ada pembahasan tentang ayat yang khas ada yang am ini kita lewati terlebih dahulu dan ada
ayat-ayat yang berupa perintah dan larangan lalu Beliau mengutipkan firman Allah subhanahu wa taala dari surah
fusilat ayat 42 bahwasanya kebatilan tidak mendatangi Alquran tersebut dari
depan dan tidak pula dari belakang ia diturunkan dari Yang Maha bijaksana dan
maha terpuji baik
berikutnyaran
atyat 88 juga firmannyaaknya manus dan
J Seran mereka tidak akan du yang ser
dengan dia sekipun sebag Mere menjadiembantu seb yangin baik ini di
anara sifat Alquran ya bahwasanya Alquran itu tidak bisa ditandingi Allah
dalam beberapa ayat di dalam al-qur'an membuat semacam tantangan membuat
semacam sayembara Barang siapa yang bisa mendatangkan sesuatu semisal dengan
al-qur'an maka silakan datangkan Inilah dia yang disebut ya dengan tantangan
yang abadi Pak tantangan ini berlaku sampai hari kiamat Barang siapa yang dia
bisa membuat sesuatu dengan al-quran silakan datangkan tidak akan ada yang yang mampu maka ini di antara bentuk
mukjizat al-qur'an ya para ulama mereka berbeda pendapat tentang apa esensi dari mukjizat
al-qur'an ya al-qur'an kita beriman al-qur'an itu adalah mukjizat namun letak kemukjizatan al-quran itu ada di
mana Sebagian ulama berpendapat bentuk kemukjizatan dari al-qur'an adalah tidak
akan ada yang pernah menyamai al-qur'an seberapapun manusia mereka
berkumpul S untuk membuat sesuatu yang semisal dengan Alquran tidak akan bisa ya
makanya dulu pernah ada Musailamah alkazzab nabi palsu
dia sama dia mengklaim diturunkan kitab kepada dia ketika ada salah seorang
sahabat meminta kepada Musailamah alkazzab bukan salah seorang sahabat ada seseorang ya dia dia tidak beriman
ketika itu bukan orang Islam bukan orang beriman dia meminta kepada Musa lamah al-kazzab bacakan kalau kamu benar
Seorang nabi bacakan apa yang Allah turunkan kepadamu ya kemudian dia
membacakan sebuah surat yang dia klaim sebagai firman Allah subhanahu wa taala
dari Allah subhanahu wa taala
ya yang dia beri nama surah al-wabr ya alwabr alwabr Ya saya cuma ingat dua
ayat pertamanya ayat Berikutnya saya tidak ingat Apa itu alwabr alwabr yaitu ee semacam kelinci ya E kelinci-kelinci
seperti itu lalu dia membacakan ayat-ayat berikutnya maka kata orang yang mendengar demi Allah saya tahu itu
cuma buat-buatan kamu Ya saya tahu demi Allah itu cuma akal-akalanmu dari segi
bahasa dari keindahan bahasa orang sudah bisa merasakan bahwasanya itu bukan berasal dari Allah subhanahu wa taala
adapun al-qur'an dalam banyak ee buku Sirah kita mempelajari kita membaca Bagaimana dulu banyak orang-orang kafir
mereka mengakui ini bukan bahasa Manusia Biasa Ini bukan bahasanya Muhammad ya ini sesuatu yang
berbeda kata mereka bahkan mereka dalam kondisi kafir pun ikut menangis ketika mendengar al-qur'an ikut bersujud ketika
mendengarkan al-qur'an mereka mengatakan ini sihir ini sihir ini bukan perkataan
biasa demikian di antara bentuk kemukjizatan al-qur'an makanya sekali
lagi al-qur'an Allah tantang manusia seluruhnya berkumpul kalian membuat
sesuatu yang semisal dengan Alquran ini kalian tidak akan mampu baik yang
berikutnyaabiadzi Q Fina
kafarual Quran waq bauhum in
illaqahu subhahu wa taa
il kit Arab yang
kafir
dan akannyaera
sebk
bahiringatan dan yang jel
berik
Sir dan menetapkannya sebagai bacaan maka tidak ada lagi kesamaran bagi yang
memiliki akal cerdas bahwa Alquran adalah kalamullah berbahasa Arab yang
kata-katanya huruf-hurufnya dan ayat-ayatnya karena jika benar bukan
seperti itu tentu tidak ada yang mengatakannya syair baik di sini Sebenarnya Bapak Ibu sekalian
pembahasannya cukup butuh mikir agak keras sebenarnya
karena ini untuk membantah syubhat sebenarnya sebagian orang-orang yang
terpengaruh dengan ilmu filsafat Mereka kemudian punya keyakinan
bahwasanya al-quran itu adalah kalam Nafsi istilahnya Apa itu kalam Nafsi
bahasa jiwa Allah subhanahu wa taala Allah berfirman tidak bisa didengar
tidak ada kalimatnya tidak ada kata-katanya mereka berkeyakinan seperti
itu lalu muncullah para ulama mereka membantah keyakinan disebut Allah berfirman bisa didengar dan kata-katanya
itu ada hurufnya itu ada ya itu sebenarnya yang ingin dituju
oleh Ibnu qudamah dalam dua paragraf terakhir dan beberapa paragraf e sebelumnya namun saya sampaikan terlebih
dahulu bahwasanya ada sebagian
orang yang mereka terpengaruh oleh ilmu filsafat yang ini juga diyakini dalam
ee akinan asyairah dalam akidah asyairah saya bacakan di antaranya perkataan
terkait hal ini para ulama
asyairah baik di anaranya dikatakan oleh Al Imam alghazali kata Al Imam alghazali
kami berkeyakinan bahwasanya mustahil adanya suara dalam zat Allah subhanahu
wa taala Imam Gazali dalam kitabqad mengatakan kami berkeyakinan
mustahil ada suara dari zat Allah subhanahu wa taala dan mustahil Allah Taala berbicara dengan sifat semacam ini
Adapun huruf-huruf maka huruf adalah sesuatu yang muhdas sesuatu yang baru
sehingga sifat kalam adalah sifat kalam qadim yang ada pada zat Allah subhanahu
wa taala bukan huruf dan bukan pula suara jadi kalau keyakinan Imam
al-ghazali dalam kitab alqad fil altisad filqad kata kata beliau Allah
berfirman namun tidak ada suaranya namun tidak ada kata-katanya tidak ada
huruf-hurufnya beliau tidak berkeyakinan seperti itu ya beliau berkeyakinan seperti itu tidak ada kata-kata dan
tidak ada suara pada firman Allah subhanahu wa taala contoh lainnya adalah saya
kutipkan
perkataan Fakhruddin arazzi ya salah seorang ulama
dalam mazhab asyairah kata Fakhruddin arazzi kalau ada yang bertanya Bagaimanakah Jibril mendengar kalamullah
sedangkan kalamullah itu tidak berupa huruf dan tidak ada suaranya demikian
perkataan rozizi pendapat arrazi keyakinan dia firman Allah itu tidak ada hurufnya tidak ada kata-katanya dan
tidak ada suaranya Lalu bagaimana caranya Jibril Mendengar hal tersebut kata ada dua ada berapa peluang peluang
yang pertama Allah menciptakan bagi Jibril pendengaran untuk mendengar kalam
Nafsi untuk mendengar kalam Nafsi tadi bahasa jiwa Allah subhanahu wa taala Allah ciptakan Jibril memiliki kemampuan
dengan pendengaran tertentu sehingga Jibril bisa paham apa yang diinginkanh Allah subhanahu wa taala ini peluang
pertama kata peluang yang kedu Allah cakan di dalam Lauhul mahfuz sebuah
kitab dengan susunan yang khusus seperti al-qur'an Lalu
Allah lalu Jibril membaca apa yang ada di dalam Lauhul mahfuz lalu dihafalnya
disampaikan kepada Nabi Muhammad ini peluang yang kedua kata arrazi bisa jadi caranya seperti itu Allah ciptakan
sesuatu dalam lahul mahfuz yang semisal dengan al-qur'an dibaca oleh Jibril dihafal disampaikan kepada Nabi Muhammad
atau peluang yang ketiga Allah menciptakan suara yang terpisah-pisah dengan susunan yang khusus pada jisim
tertentu kemudian diambil atau ditangkap oleh Jibril Allah Taala ciptakan untuk Jibril berupa ilmu bahwa hal tersebut
adalah ibarah adalah ee ungkapan yang mengungkapkan kalam Nafsi yang qadim
dari Allah subhanahu wa taala demikian Pak sulit bagi kita pak ya sulit bagi
kita untuk memahami hal tersebut ya makanya kita pak kalau
datang kepada orang awam yang jauh dari agama Pak kita mengajar akidah kita
sebutkan Allah subhanahu wa taala beristiwa di atas Arsy mudah bagi mereka untuk menerima Pak kita sampaikan Allah
subhanahu wa taala berfirman firman Allah bisa didengar oleh malaikat Jibril
Jibril menyampaikan kepada Nabi Muhammad mudah untuk diterima sesuai dengan fitrah orang Pak Tapi kalau kemudian
kita sampaikan kepada orang awam Allah caranya Allah menurunkan al-qur'an Allah
berbicara dengan Bahasa jiwa kemudian Jibril memiliki kemampuan tertentu untuk mendengar lalu Jibril menjelaskan
mengungkapkan dengan bahasanya itulah bahasa Arab kemudian bahasa Arab tersebut disampaikan kepada nabi kita
Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam bingung orang atau dengan dua penjelasan lainnya yang disampaikan oleh
arrazi tersebut akan membuat orang kebingungan untuk memahami akidah Islamiyah itu seperti apa seharusnya ya
oleh karena itulah ya tadi akidahnya pun kita sulit untuk memahami makanya kita
juga memahami bantahannya juga agak sulit Sebenarnya ya sebenarnya yang disampaikan oleh Ibnu qudamah di sini
adalah bantahan-bantahan untuk keyakinan-keyakinan tersebut ya kita tidak mendetail membahasnya di sana Saya
khawatir nanti akan menyebabkan e kebingungan pada jemaah sekalian namun
intinya adalah bahwasanya Alquran adalah kalamullah Allah memfirmankan Alquran
didengar oleh Jibril sampaikan oleh Jibril kepada nabi kita Muhammad sallallahu alaii wasallam sudah sampai situ saja ya mudah bagi kita untuk
memahaminya karena memang demikianlah yang diajarkan oleh nabi kita Muhammad sallallahu alaii Wasallam kepada para sahabat beliau radhiallahu anhum kita
cukupkan demikian Insyaallah kita lebih Eh detailkan lagi pada pertemuan yang
berikutnya pembahasan yang lebih lanjut masih terkait hal ini lebih kurangnya mohon maaf wasallallahu ala Nabina
Muhammad waa alihi wasbihi Wasallam subhanakallahumma wabihamdika
amualaikum warahmatullah wabarakatuh
wasallallahu ala Nabina Muhammad wa
ala alihi wasahbihi wasallam subhanakallahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa
atubu ilaik su asalamualaikum warahmatullahi mwabarakatuh
Mutiara Hari Ini
"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."