1

Video Kajian

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-13 dalam seri Kitab Bahjatu Qulubil Abrar yang membahas tentang posisikan manusia sesuai kedudukan (kitab bahjatu qulubil abrar). Ustadz Feri Septianto, Dosen PUTM & Anggota Majelis Tabligh PP Muhammadiyah memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Kitab Bahjatu Qulubil Abrar

Ustadz Feri Setianto حَفِظَهُ الله تعالى

🗓️ Rabu, 27 Agustus 2025

🏢 Masjid Al Jamalah, Jl. Kabupaten, Sleman

Hadits ke-14

Dari Abi Musa Al Asy'ari bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam apabila didatangi peminta minta maka Nabi akan mengatakan bantulah maka kalian akan mendapatkan pahala dari Allah subhanahu wa ta'ala.

Abi Musa Al Asy'ari nama aslinya adalah Abdullah bin Qois yang dianugerahkan Allah kepada nya suara yang merdu dalam membaca Al Qur'an, bahkan Nabi pun memujinya.

Nabi setiap kali ada yang meminta maka akan memberi.

Nabi memerintahkan shadaqah dan juga melakukan nya.

Perantara Kebaikan

Hanya dengan menunjukkan kepada kebaikan saja maka kita sudah termasuk dalam kebaikan yang dimaksud pada hadits ini.

Siapa yang memberi tahu kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala kebaikan yang dilakukan orang tersebut.

Kita lanjutkan dengan hadits yang ke-15

Hadits yang berbicara tentang bagaimana berinteraksi dengan sesama manusia.

Dari Aisyah rodhiyallahu anha, perlakukan lah manusia sesuai dengan kedudukannya masing-masing.

Aisyah dibahas dalam Al-Quran pembelaan oleh Allah pada surat An Nuur.

Ada orang orang yang tidak bisa menempatkan sesuai dengan kedudukannya.

Kata Nabi, bukan dari golongan kita orang yang tidak menghormati orang tua nya.

Ada contoh dari Nabi bagaimana memperlakukan orang yang awam, kisah orang Baduy yang datang ke mesjid kemudian kencing di mesjid.

Contoh kejadian yang kedua pada sahabat Nabi yaitu Muadz bin Jabal, orang yang paling paham tentang halal dan haram. Suatu ketika pada shalat malam beliau shalat bersama Nabi lalu pulang kepada kampungnya untuk menjadi imam.

Begitu contoh yang dilakukan oleh Nabi Musa dan Nabi Harun ketika disuruh Allah untuk pergi kepada Fir'aun yang sudah melampaui batas (QS Toha 43-44), ucapkanlah kepada Fir'aun perkataan yang lembut, padahal yang didatangi adalah orang yang paling dholim (Fir'aun)

Itulah contoh contoh menempatkan hadits tersebut.

Mari kita perlakukan setiap manusia dengan kadar kedudukannya.

Insya Allah pada pertemuan selanjutnya kita akan membahas hadits ke-16 yaitu tentang: Balasan sesuai dengan perbuatan kita.

Wallahu Alam

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."