1

Video Kajian

Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-9 dalam seri Kitab Bahjatu Qulubil Abrar yang membahas tentang niat dan ikhlas. Ustadz Feri Septianto, Dosen PUTM & Anggota Majelis Tabligh PP Muhammadiyah memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Kitab Bahjatu Qulubil Abrar

Ustadz Feri Setianto حَفِظَهُ الله تعالى

🗓️ Rabu, 21 Mei 2025

🏢 Masjid Al Jamalah, Panggungan, Sleman

kita semuanya insyaallah akan melanjutkan kembali pembahasan dari kitab lain yaitu kitab Bahjatu Qulubil Abrar Syarhu Jawamiil Akhyar Syekh Ass'di atau lebih lengkapnya Syekh Abdurrahman Man bin Nasir Assa'di beliau adalah salah satu ulama yang cukup produktif ya dengan beberapa karya-karya tulisnya dan hampir setiap karya tulisnya meskipun itu hanya buku yang tipis tapi manfaat dan faedah yang bisa kita ambil adalah faedah yang sangat banyak sekali

bahjah itu artinya keindahan qulub itu artinya hati, al-abrar artinya orang-orang salih. jadi ini sebagai keindahan, sebagai hiasan bagi hati orang-orang yang salih. kitab Bahjatul Qulubil Abrar adalah kitab yang membahas hadis-hadis Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dan jumlahnya ada 99 hadis yang banyak tema, ada tema tentang akidah, ada tema tentang ibadah, ada tema tentang akhlak, ada tema tentang hukum, dan lain sebagainya.

jadi insyaallah dengan berdoa dan memohon kepada Allah subhanahu wa taala kita semoga dimudahkan dalam membaca ataupun memahami kitab jatu qulubil abrar karya As Syekh Assa'di rahimahullahu taala

allah berpesan dalam Al-Qur'an ini di penghujung atau di akhir-akhir ayat surah Al-Insyirah faidza faragta fanshab, kalau kita selesai dengan sebuah aktivitas misalnya amal saleh maka fanshab kerjakan amal saleh yang lainnya.

beberapa waktu yang lalu kita memulai kitab Fadl atau Fadil alkalimat al-arba keutamaan empat zikir alhamdulillah sudah selesai maka kalau kita mengamalkan firman Allah Subhanahu wa taala fa maka kita berusaha untuk terus ya memulai kembali apa yang sudah kita selesaikan dan kita lanjutkan ke beberapa kitab yang lainnya.

kita langsung saja memulai hadis yang pertama.

hadis yang pertama, niat dan ikhlas

dalam segala aktivitas itu kita bukan hanya mengerjakan sesuai dengan apa yang kita inginkan tapi ibadah yang kita kerjakan harus kita mulai dengan yang namanya niat dan keikhlasan hanya kepada Allah Subhanahu wa taala, agar jangan sampai aktivitas ataupun amal yang kita kerjakan itu ya sia-sia tidak ada hasil dan ganjaran atau pahalanya.

Hadits ini diriwayatkan oleh sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam yang bernama Umar bin Khattab.

beliau pernah menjadi khalifah setelah Abu Bakar As-Siddiq.

lahir di kota Makkah dari kabilah yang bernama Bani Ali.

beliau lahir 13 tahun setelah Nabi sallallahu alaihi wasallam lahir berarti, jaraknya atau bedanya 13 tahun. kalau Nabi sallallahu alaihi wasallam dengan Abu Bakar Assiddiq itu bedanya cuma 2 tahun. sedangkan Nabi sallallahu alaihi wasallam dengan Umar bin Khattab maka Rasulullah itu lebih tua 13 tahun daripada Umar bin Khattab berarti jaraknya adalah 13 tahun.

lahir 13 tahun setelah peristiwa pasukan gajahnya Abrahah.

terlahir dari keluarga yang waktu itu kebanyakan masyarakatnya adalah masyarakat jahiliah mereka menyembah selain Allah Subhanahu wa taala begitu juga dengan Umar bin Khattab terlahir dari keluarga yang menyembah selain Allah Subhanahu wa taala.

sampai pada usia 27 tahun, jadi sejak lahir sampai usia 27 tahun Umar bin Khattab itu masih dalam keadaan jahiliah.

Masuk islam pada tahun keenam kenabian, jadi Umar bin Khattab ini bukan bagian dari asabiqunal awalun bukan orang-orang yang pertama-tama masuk Islam seperti Abu Bakar Assiddiq ,seperti Khadijah, seperti Ali bin Abi Thalib, seperti Bilal bin Rabah, Abdullah bin Mas'ud, dan lain sebagainya. pada tahun keenam kenabian itu maksudnya adalah 6 tahun setelah turunnya wahyu iqra 6 tahun setelah itu barulah Umar bin Khattab menyatakan keislamannya.

kehidupan Umar bin Khattab adalah orang yang kuat orang yang sangat ditakuti namun ternyata Umar bin Khattab ini memiliki hati yang sangat lembut sekali.
Umar bin Khattab ini wafat pada tahun ke-23 Hijriah. dan wafatnya di setelah ditikam ketika salat subuh, beliau imamkemudian ada seorang majusi orang majusi ini dari dari Persia persia budaknya Al-Mughirah bin Sy'bah kemudian menikam perutnya Umar bin Khattab saat Umar sedang salat dan Abu Luluah Almajusi ya itu yang menikam Umar bin Khattab membawa senjata yang bernama khonjar khonjar itu pisau tapi memiliki dua mata pisau. jadi kalau kita pegang tengahnya sebelah sini yang tajam sebelah sini juga tajam itu yang digunakan oleh Abu Luluah Almajusi untuk menikam Umar bin Khattab pas salat subuh setelah menikam Umar bin Khattab Abu Lulu Almajusi ini kemudian mundur dan sambil lari nikam kanan kiri sampai 13 sahabat terluka jemaah dan dari 13 sahabat itu wafat pada saat itu juga sebab khanjar atau pisau yang digunakan oleh Abu Lullu Almajusi itu pisau yang tajam dan sudah diolesi dengan racun yang sangat mematikan tapi Allah Subhanahu wa taala menjaga Umar bin Khattab beliau tidak langsung wafat pada saat itu tetapi beliau sempat dirawat beberapa hari

ikhlas
maka mari kita memulai dengan ikhlas sebab ikhlas dan niat itu bukan hanya di awal saja bahkan di tengah-tengah perjalanan kita juga perlu untuk menjaga keikhlasan kita kepada Allah bahkan di akhir pun juga sama karena setan selalu mengganggu kita merusak keikhlasan kita merusak keikhlasan kita dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wa taala dan berkaitan dengan niat ini adalah tujuan kita melakukan suatu amal ibadah dan ini adalah salah satu syarat amal ibadah kita diterima oleh Allah subhanahu wa taala yang pertama adalah harus niat karena Allah yang kedua amal saleh diterima ketika itu mutabaah ya sesuai dengan petunjuk Nabi sallallahu alaihi wasallam dan niat inilah yang nanti akan membedakan antara satu amal dengan amal.

niat inilah yang membedakan antara satu amalan dengan amalan yang yang lain niat inilah yang membedakan antara satu amalan dengan yang lain.

ikhlas
karena Allah subhanahu wa taala hanya mengharapkan rida dari Allah tapi yang lain ternyata ada orang salat tapi dia hanya sebatas apa riak ingin dipuji
orang inilah yang membedakan atau fungsi dari niat.

memulai segala sesuatu itu perlu dengan niat artinya kita perlu untuk niatkan kepada Allah Subhanahu wa taala bukan yang lain apalagi ikhlas itu artinya memurnikan ikhlas artinya memurnikan ibadah hanya untuk Allah Subhanahu wa taala dan orang yang ikhlas itu ketika beribadah dia tidak akan pernah lelah dan capek

para ulama menyebutkan ketika seseorang itu meniatkan untuk mendapatkan dunia maka dia akan diberikan dunia itu sesuai dengan apa yang dia inginkan tapi siapa yang dia berharap kepada akhirat kepada Allah subhanahu wa taala balasan yang ada di akhirat maka dia akan mendapatkan dua kebahagiaan di dunia maupun di akhirat

maka siapa yang dia itu hanya menginginkan kehidupan duniawi Allah kasih kontan tapi nanti di akhirat tidak memiliki bagian karena Allah sudah berikan sekarang. namun orang yang berharap kepada Allah maka Allah akan berikan kebaikan itu di akhirat maupun di dunia

Wallahu 'alam

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."