1

Video Kajian

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-8 dalam seri Kitab Bahjatu Qulubil Abrar yang membahas tentang mengobati was was akan iman (kitab bahjatu qulubil abrar). Ustadz Feri Septianto, Dosen PUTM & Anggota Majelis Tabligh PP Muhammadiyah memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Kitab Bahjatu Qulubil Abrar

Ustadz Feri Setianto حَفِظَهُ الله تعالى

🗓️ Rabu ,16 Juli 2025

🏢 Masjid Al Jamalah, Jl, Kabupaten, Sleman, Yogyakarta

Mengobati Was Was Akan Iman

Pertemuan sebelumnya membahas hadits ketujuh: Sifat sifat orang munadik

Faedah mengetahui sifat orang munafik supaya kita bisa menghindari nya.

Siapa yang tidak mengetahui mana yang benar mana yang salah maka bisa jatuh dalam kesalahan.

Munafik artinya tidak terlihat/tersembunyi.

Beberapa jenis munafik itu adalah sifat munafik dalam sifat amalan.

Ada juga kemunafikan yang sifatnya keyakinan (i'tiqodi) seperti halnya Abdullah bin Ubay bin Salul

Amanah terbesar yang Allah bebankan kepada kita adalah beribadah kepada Allah, mentauhidkan Allah.

Bahkan sebelum kita dilahirkan ke dunia.

Amanah pada akhirnya akan diminta pertanggungjawaban nya di akhir waktu.

Kita lanjutkan hadits yang kedelapan.

Obat Was-was Dalam Keimanan Kepada Allah

Was-was maknanya ragu-ragu/tidak yakin.

Dan keimanan itu adalah keyakinan.

Dari Abi Hurairah: berkata Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, setan itu datang (dan akan terus datang) kepada salah satu diantara kalian lalu mengatakan siapa yang menciptakan matahari, lautan, dst, dalam hati manusia mengatakan Allah tapi apabila iman manusia sudah lemah maka setan akan mengatakan siapa yang menciptakan Allah? Maka anjuran Nabi: mintalah perlindungan kepada Allah. Lalu berhenti jangan dilanjutkan.

Dalam hadits yang lain Nabi berkata ucapkanlah amantu billah.

Jadi ada 3 cara:

1. Mintalah perlindungan kepada Allah

2. Berhenti jangan lanjutkan

3. Beriman lah kepada Allah.

Setan bisa dari kalangan jin dan manusia.

Janganlah mengikuti khuthuwa (langkah-langkah) setan, artinya setan menggoda manusia secara bertahap.

Cara menghindari was-was cukup mudah yaitu dengan:

1. Perkuat iman

2. Perbanyak baca Qur'an

Segala penyakit bisa diobati dengan memperbanyak keimanan kepada Allah.

Orang yang memurnikan tauhid nya maka itulah orang yang mendapatkan ketenangan dan hidayah.

Salah satunya cara memperkuat keimanan adalah dengan majelis ilmu.

Orang orang yang lemah imannya sangat rentan sekali digoda oleh setan.

Jadilah orang beriman sehingga akan dijauh oleh setan.

Orang yang beriman bukan artinya tidak akan diuji tapi yakinlah ujian yang datang dari Allah tidak akan menghancurkan nya.

Insya Allah akan dijaga dan ditolong Allah subhanahu wa ta'ala ketika menjaga keimanan kepada Allah.

Ibnu Qoyyim mengatakan penyakit ada 2 yaitu penyakit fisik dan hati. Efek yang paling parah adalah penyakit hati yang efek sangat panjang sampai akherat.

Di dalam hadits yang lain: aku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya

(Hadits muttafaqun 'alaih)

Dalam hadits yang lain disebutkan; Manusia akan senantiasa bertanya terus sampai pada titik dia bertanya siapakah yang menciptakan Allah.

Diantara kesempurnaan iman seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."