بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Rahasia Belajar Ilmu
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
🗓️ Rabu, 11 September 2024
🏢 Studio ANB Channel, Krajan, Yogyakarta
Kegiatan belajar mengajar adalah kegiatan yang mulia baik dalam ilmu agama dan ilmu dunia, sehingga banyak kegiatan manusia mendukung kegiatan pendidikan diantaranya dengan pemberian beasiswa-beasiswa pendidikan dari perusahaan-perusahaan besar. Maka lebih utama lagi jika yang dipelajari ilmu agama, karena islam memberikan apresiasi bagi siapa yang mempelajari ilmu agama.
Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah mengatakan, “Tidak ada keutamaan yang setara dengan keutamaan ilmu (agama) bagi siapa saja yang niatnya benar”.
Murid-murid beliau bertanya, “lalu bagaimana caranya agar niat menjadi benar, wahai Abu Abdillah”
Beliau menjawab, “Dalam menuntut ilmu hendaknya seseorang meniatkan untuk menghilangkan kebodohan dari dirinya sendiri dan juga dari orang lain”.
Dalil-dalil bahwasanya ilmu memiliki keutamaan yang besar diantaranya firman Allah سبحانه و تعالى dalam Surat Al-Mujadalah Ayat 11
ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Artinya Dan apabila dikatakan Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Orang yang berilmu dimuliakan oleh Allah dan dimuliakan oleh orang-orang di dunia, Rasulullah ﷺ bersabda:
ن الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ، إِنَّ اْلأَنْبِياَءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْناَرًا وَلاَ دِرْهَماً إِنَّمَا
رَّثُوْا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ
“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah mengatakan “Haditsnya shahih.” Lihat kitab Shahih Sunan Abu Dawud no. 3096, Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 2159, Shahih Sunan Ibnu Majah no. 182, dan Shahih At-Targhib, 13368)
Berikutnya firman Allah سبحانه و تعالى dalam Surat Az-Zumar Ayat 9;
ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ
Artinya Katakanlah Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.
Kemudian dari hadits yang diriwayatkan Abdullah bin ‘Amr ibnul ‘Ash, katanya Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعاً يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِباَدِ، وَلَكِنْ بِقَبْضِ الْعُلَماَءِ.
تَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عاَلِماً اتَّخَذَ النَّاسُ رُؤُوْساً جُهَّالاً فَسُأِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا
“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari hamba-hamba. Akan tetapi Dia mencabutnya dengan diwafatkannya para ulama sehingga jika Allah tidak menyisakan seorang alim pun, maka orang-orang mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Kemudian mereka ditanya, mereka pun berfatwa tanpa dasar ilmu. Mereka sesat dan menyesatkan.” (HR. Al-Bukhari no. 100 dan Muslim no. 2673)
Dari Mu’awiyah radhiallahu’anhu, beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:
ن يُرِدِ اللهُ به خيرًا يُفَقِّهْه في الدينِ
“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, niscaya Allah akan jadikan ia faham dalam agama” (Muttafaqun ‘alaihi).
Wallahu 'alam