بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Makna Sabar dan Hakekat Sabar
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
🗓️ Rabu, 7 Mei 2025
🏢 Studio ANB Channel, Krajan, Yogyakarta
Melanjutkan pembahasan kitab Tazkiyatun Nafs, pada bab tentang makna sabar dan hakikat sabar, secara makna bahasa adalah mencegah atau menahan, secara istilah adalah menahan jiwa untuk tidak mengeluh menahan lisan untuk tidak mengucapkan keluhan menahan anggota badan untuk tidak menampar pipi, merobek baju atau semacamnya.
Sabar termasuk akhlak mulia diantara akhlak yang ada pada jiwa manusia, yang menghalangi seseorang dari perbuatan tidak baik, sabar termasuk kekuatan batin yang dengannya maka urusan hamba akan menjadi baik.
Sebagian ulama berpendapat tentang makna sabar, yakni sabar adalah menjauh dari penyimpangan dan tetap tenang ketika sedang tersedak, dan menampakkan cukup padahal sedang dalam kondisi membutuhkan, ketika menghadapi ujian dihadapi dengan adab yang baik, merasa cukup dengan ujian tanpa menampakkan keluh kesah.
Ketika hamba sedang mendapatkan ujian dari Allah, kemudian hamba tersebut mengadu kepada orang lain, padahal apa yang terjadi pada hamba tersebut adalah atas kehendak Allah, dipahami oleh para ulama bahwa hamba tersebut mengadukan perbuatan Allah kepada makhlukNya yang lain, maka ini sikap yang tidak sopan.
“Mengadu ada 2 ;
1. Kepada Allah, ini tidak bertentangan dengan sabar
الَ إِنَّمَآ أَشْكُوا۟ بَثِّى وَحُزْنِىٓ إِلَى ٱللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Artinya: Ya'qub menjawab Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya.[Surat Yusuf Ayat 86]
2. Mengadu dengan sikap atau ucapan & perbuatan, ini bertentangan dengan sabar dan membatalkan bentuk sabar
Hakikat ujian adalah kebaikan untuk hamba karena apabila bersabar akan mengugurkan dosa-dosanya
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ مِنْ عَطَاءٍ خَيْرٌ وَأَوْسَعُ مِنْ الصَّبْرِ
Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudriy radhiyallahu ’anhu bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda“Dan tidakklah seseorang diberi sesuatu (oleh Allah –pent) yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.” (HR. Al-Bukhari, no. 1376 dan Muslim, no. 1745)
Wallahu 'alam