1

Video Kajian

Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-68 dalam seri Kitab Riyadhus Shalihin yang membahas tentang ngegas dalam beragama. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Ngegas Dalam Beragama

Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى

🗓️ Kamis, 18 April Juni 2024

🏢 Masjid As Salam, Minomartani, Yogyakarta

Bersungguh-sungguh untuk mendapatkan surga karena untuk mendapatkannya butuh perjuangan, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda

« مَنْ خَافَ أَدْلَجَ وَمَنْ أَدْلَجَ بَلَغَ الْمَنْزِلَ أَلاَ إِنَّ سِلْعَةَ اللَّهِ غَالِيَةٌ أَلاَ إِنَّ سِلْعَةَ اللَّهِ الْجَنَّةُ »

“Barangsiapa yang takut, maka hendaknya dia berjalan di awal malam, dan barangsiapa yang berjalan di awal malam maka dia akan sampai kepada yang diinginkan, ingatlah sesungguhnya barang dagangan Allah itu mahal dan ketauhilah bahwa sesungguhnya barang dagangan Allah adalah surga”.(HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, no 954.)

Dalam mencapai tujuan yakni surga yang baik maka harus terpenuhi 2 keseimbangan dalam beragama yakni Targhib (atau pemberian motivasi) dan Tarhib (pemberian ancaman) supaya manusia tidak berlebihan dan tidak meremehkan syariat ini.

Allah سبحانه و تعالى berfirman dalam Surat Al-Hijr Ayat 49;

۞ نَبِّئْ عِبَادِىٓ أَنِّىٓ أَنَا ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

Artinya Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,

kemudian berikutnya dalam Surat Al-Hijr Ayat 50'

أَنَّ عَذَابِى هُوَ ٱلْعَذَابُ ٱلْأَلِيمُ

Artinya: Dan bahwa sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih.

Abdullah Ibnul Mubarak رحمه الله berkata “Tidaklah dirusak agama Islam ini melainkan oleh tiga golongan Pemimpin Curang, Ulama Sesat dan Ahli Ibadah yang Tersesat.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir 2351 dan Tafsir Al-Qurthubi 8120)

Kenapa harus sungguh-sungguh dalam beragamakarena ada ujian dalam beragama, ada halal haram, maupun ada perintah dan larangan. Ada 2 macam bersungguh-sungguh dalam beragama

Ghuluw yang tercela, seperti orang-orang khawarij

Sesuai aturan yang terpuji

Allah سبحانه و تعالى berfirman dalam Surat Al-‘Ankabut Ayat 69;

وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلْمُحْسِنِينَ

Artinya: Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.

Wallahu 'alam

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."