بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Muqoddimah Khutbah Pemurnian Syariat
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
🗓️ Kamis, 3 Juli 2025
🏢 Masjid As Salam, Minomartani, Yogyakarta
Melanjutkan pembahasan kitab Riyadhus Shalihin, bab Larangan Terhadap Kebid'ahan-kebid'ahan & Perkara-perkara Yang Diada-adakan, perihal muqoddimah khutbah pemurnian syariat, berikut sabda Nabi ﷺ
;
dari Jabir radhiyallahu'anhu, katanya Rasulullah ﷺ itu apabila berkhutbah maka merah padamlah kedua matanya, keras suaranya, sangat marahnya, sehingga seolah-olah beliau itu seorang komandan tentara yang menakut-nakuti, sabdanya Pagi-pagi ini musuh akan menyerang engkau semua, atau sore ini musuh akan menyerang engkau semua. Beliau bersabda pula Saya diutus sedang jarak terutusku dengan tibanya hari kiamat itu bagaikan dua jari ini. Beliau merapatkan antara jari telunjuk dan jari tengah. Beliau bersabda pula Amma ba'd. Maka sesungguhnya sebaik-baik uraian adalah Kitabullah - al-Quran - dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad ﷺ, sedang seburuk-buruk perkara -agama - ialah hal-hal yang diada-adakan sendiri dan semua kebid'ahan itu adalah sesat.Selanjutnya beliau ﷺ bersabda Saya adalah lebih berhak terhadap setiap orang mu'min daripada dirinya sendiri. Barangsiapa meninggalkan harta, maka itu adalah hak dari keluarganya, tetapi barangsiapa yang meninggalkan hutang atau tanggungan - keluarga dan anak-anak yang ditinggalkan, maka itu adalah kepadaku atau menjadi tanggunganku.(Riwayat Muslim)
Penyampaian khutbah yang serius oleh Rasulullah ﷺ berbeda dengan para khatib hari ini, apabila ketika kita menyampaikan sesuatu yang serius kemudian ditanggapi dengan guyon maka itu tanda kebodohan sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى
إِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِۦٓ إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تَذْبَحُوا۟ بَقَرَةً قَالُوٓا۟ أَتَتَّخِذُنَا هُزُوًا قَالَ أَعُوذُ بِٱللَّهِ أَنْ أَكُونَ مِنَ ٱلْجَٰهِلِينَ
Artinya Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina. Mereka berkata Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan Musa menjawab Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil.[Surat Al-Baqarah Ayat 67]
Makna hadits dalam Al Quran adalah pembicaraan sebagaimana dijelaskan firman Allah سبحانه و تعالى
لَعَلَّكَ بَٰخِعٌ نَّفْسَكَ عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِمْ إِن لَّمْ يُؤْمِنُوا۟ بِهَٰذَا ٱلْحَدِيثِ أَسَفًا
Artinya Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Quran).[Surat Al-Kahfi Ayat 6]
Muqoddimah khutbah dalam hadits ini sering disampaikan Nabi ﷺ secara berulang-ulang, sehingga termasuk perkara yang prinsip dalam agama ini karena berbeda antara perkara yang diulang-ulang dengan perkara yang dikerjakan sesekali.
Wallahu 'alam