بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Keliling Syurga & Neraka
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
🗓️ Kamis, 23 Mei 2024
🏢 Masjid As Salam, Minomartani, Yogyakarta
Allah dengan keadilan Nya menyediakan balasan bagi hamba sesuai amalnya, surga begitu indah tidak sebanding dengan amal kita, neraka demikian menakutkan sehingga sudah selayaknya manusia takut pada adzab Allah.
ن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «قَارِبُوا وسَدِّدُوا، واعلَمُوا أَنَّه لَن يَنجُو أَحَد مِنكُم بِعَمَلِهِ» قالوا: ولا أنت يا رسول الله؟ قال: «ولاَ أَنَا إِلاَّ أَن يَتَغَمَدَنِي الله بِرَحمَة مِنْه وَفَضل».
[صحيح] - [متفق عليه]
Dari Abu Hurairah raḍiyallāhu 'anhu-, dia berkata, Rasulullah -ﷺ bersabda, "Bersikaplah yang lurus (moderat) dan tetaplah dalam kebenaran. Ketahuilah, bahwasanya tidak ada seorang pun dari kalian yang selamat karena amalannya”. Para sahabat bertanya, "Tidak pula Engkau wahai Rasulullah? Beliau menjawab, "Tidak pula aku, kecuali Allah meliputi diriku dengan rahmat dan karunia-Nya."(Hadis shahih - Muttafaq 'alaih)
"Ketahuilah, bahwasanya tidak seorang pun dari kalian yang selamat karena amalnya." Artinya, ia tidak akan selamat dari neraka lantaran amalnya. Sementara dalam Al Quran, Allah berfirman dalam Surat Al-A’raf Ayat 43;
نَزَعْنَا مَا فِى صُدُورِهِم مِّنْ غِلٍّ تَجْرِى مِن تَحْتِهِمُ ٱلْأَنْهَٰرُ ۖ وَقَالُوا۟ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى هَدَىٰنَا لِهَٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِىَ لَوْلَآ أَنْ هَدَىٰنَا ٱللَّهُ ۖ لَقَدْ جَآءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِٱلْحَقِّ ۖ وَنُودُوٓا۟ أَن تِلْكُمُ ٱلْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Artinya: Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata: "Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran". Dan diserukan kepada mereka: "ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan".
Maka komprominya adalah amal kita tidak sebanding dengan surga, dan apabila ingin masuk surga maka melakukan sebab berupa amal lahir dan batin. Iman itu ada 3 unsur yakni keyakinan batin, ucapan lisan, dan amalan anggota badan. Maka keimanan & amal shalih menjadi sebab untuk masuk ke surga, karena jika tidak beriman akan binasa, sebagaimana firman Allah dalam Surat An-Naml Ayat 14;
جَحَدُوا۟ بِهَا وَٱسْتَيْقَنَتْهَآ أَنفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا ۚ فَٱنظُرْ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلْمُفْسِدِينَ
Artinya: Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan.
Kunci dari iman adalah tunduk dengan syariat Allah baik lahir maupun batin. Untuk mendapatkan surga butuh perjuangan sebagaimana menghindari neraka butuh perjuangan
101 - السابع: عَنْهُ: أنَّ رَسُول الله - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: «حُجِبَتِ النَّارُ بالشَّهَواتِ، وَحُجِبَتِ الجَنَّةُ بِالمَكَارِهِ». مُتَّفَقٌ عَلَيهِ. وفي رواية لمسلم: «حُفَّتْ» بدل «حُجِبَتْ» وَهُوَ بمعناه: أي بينه وبينها هَذَا الحجاب فإذا فعله دخلها.
101. Ketujuh: Dari Abu Hurairah raḍiyallāhu 'anhu- pula bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda: "Ditutupilah dinaungi neraka dengan berbagai kesyahwatan keinginan dan ditutupilah dinaungi syurga itu dengan berbagai hal yang tidak disenangi." (Muttafaq 'alaih). Dalam sebuah riwayat, dari Muslim disebutkan dengan menggunakan kata huffat sebagai ganti kata hujibat, sedang artinya adalah sama, yaitu bahwa antara seorang dengan neraka (atau syurga) itu ada tabirnya, maka jikalau tabir ini dilakukannya, tentulah ia masuk ke dalamnya.
Wallahu 'alam