1

Video Kajian

Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-45 dalam seri Kitab Riyadhus Shalihin yang membahas tentang kehebatan ibnu abbas. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Kehebatan Ibnu Abbas

Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى

🗓️ Kamis, 1 Agustus 2024

🏢 Masjid As Salam, Minomartani, Yogyakarta

Melanjutkan pembahasan hadits dalam kitab Riyadhus Shalihin pada bab Motivasi Menambah Kebaikan di Penghujung Usia sebagai berikut;

113. Kedua Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma, katanya Umar radhiallahu 'anhu memasukkan diriku [11] dalam barisan sahabat-sahabat tua yang pernah mengikuti perang Badar. Maka sebagian orang-orang tua itu seolah-olah ada yang merasakan tidak enak dalam jiwanya, lalu berkata Mengapa orang ini masuk beserta kita, sedangkan kita mempunyai anak-anak yang sebaya umurnya dengan dia Umar kemudian menjawab Sebenarnya dia itu sebagaimana yang engkau semua ketahui. - maksudnya bahwa Ibnu Abbas itu diasuh dalam rumah kenabian dan ia adalah sumber ilmu pengetahuan dan berbagai pendapat yang tepat-. Selanjutnya pada suatu hari Umar memanggil saya, lalu memasukkan saya bersama-sama dengan para orang tua di atas. Saya tidak mengerti bahwa Umar memanggil saya pada hari itu, melainkan hanya untuk memperlihatkan keadaan saya kepada mereka itu. Umar itu berkata Bagaimanakah pendapat saudara-saudara mengenai firman Allah -yang artinya Jikalau telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Maka sebagian para sahabat tua-tua itu berkata Maksudnya ialah kita diperintah supaya memuji kepada Allah serta memohonkan pengampunan daripadaNya jikalau kita diberi pertolongan serta kemenangan. Sebagian mereka yang lain diam saja dan tidak mengucapkan sepatah katapun. Umar lalu berkata kepadaku Adakah demikian itu pula pendapatmu, hai Ibnu Abbas Saya lalu menjawab Tidak. Umar bertanya lagi Jadi bagaimanakah pendapatmu Saya menjawab Itu adalah menunjukkan tentang ajal Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam, Allah telah memberitahukan pada beliau tentang dekat tibanya ajal itu. Jadi Allah berfirman -yang artinya Jikalau telah datang pertolongan dari Allah serta kemenangan, maka yang sedemikian itu adalah sebagai tanda datangnya ajalmu. Oleh sebab itu maka memaha sucikanlah dengan mengucapkan puji-pujian kepada Tuhanmu dan mohonlah pengampunan padaNya, sesungguhnya Allah adalah Maha Penerima taubat. Umar lalu berkata Memang, saya sendiri tidak mempunyai pendapat selain daripada seperti apa yang telah engkau ucapkan itu. (Riwayat Bukhari)

Dalam menafsirkan Al Quran hukum asal kalimat dipahami sesuai makna zhahirnya (teks) kecuali apabila tidak memungkinkan maka dengan makna muawwal yang berlandaskan dalil maupun atsar sahabat.

Wallahu 'alam

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."