1

Video Kajian

Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-23 dalam seri Kitab Khudz Aqidatak yang membahas tentang pertanyaan macam. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

🗓️ Rabu, 16 Juli 2025

🏢 Masjid Al Hidayah, Purwosari, Sleman

Melanjutkan pembahasan kitab Khudz Aqidataka karya Syaikh Muhammad Jamil Zainu رَحِمَهُ الله تعالى, tentang Pertanyaan Macam-Macam Syirik Akbar,

Soal: Apakah boleh kita menyembelih bukan karena Allah?

Jawaban: Tidak boleh. Dalilnya adalah firman Allah سبحانه و تعالى :

صَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنۡحَرۡ

Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berkorbanlah. (QS. Al-Kautsar : 2)

Rasulullah ﷺ bersabda: Allah melaknat orang yang menyembelih bukan karena Allah. (HR. Muslim)

Termasuk bentuk ibadah adalah menyembelih, sehingga menyembelih yang ditujukan kepada selain Allah statusnya syirik akbar, menyebabkan pelakunya keluar dari islam. Dilihat dari tujuannya, dibagi menjadi 2 :

1. Untuk memanfaatkan dagingnya, syarat halalnya wajib diperhatikan yakni perihal tata cara menyembelihnya

2. Untuk persembahan disebut sesajen, inilah sembelih ibadah, ada syarat kesempurnaan hewan, bagi yang berkurban dan mereka yang sesajen semua perhatian dengan kesempurnaan hewan. Dalam ritual sajen acara intinya adalah kegiatan menyembelihnya bukan pada pemanfaatan dagingnya.

Menyembelih untuk selain Allah ada 2 yakni ;

1. Menyebut nama selain Allah saat menyembelih

2. Menyebut nama Allah saat menyembelih namun tujuannya untuk pengagungan selain Allah, semisal ; menyebut bismillah ketika menyembelih namun kepalanya dilarung ke laut/ditanam untuk sedekah bumi.

Thariq bin Syihab menuturkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: "Ada seseorang yang masuk surga karena seekor lalat, dan ada lagi yang masuk neraka karena seekor lalat pula.” Para sahabat bertanya: “Bagaimana itu bisa terjadi ya Rasulullah?”

Rasulullah ﷺ menjawab: “Ada dua orang berjalan melewati sekelompok orang (suku) yang memiliki berhala, yang mana tidak boleh seorang pun melewatinya kecuali dengan mempersembahkan sembelihan binatang untuknya terlebih dahulu.

Maka mereka berkata kepada salah satu di antara kedua orang tadi: ‘Persembahkanlah sesuatu untuknya!’ Ia menjawab: ‘Aku tidak mempunyai apapun yang akan aku persembahkan untuknya.’ Mereka berkata lagi: ‘Persembahkan untuknya walaupun seekor lalat!’ Maka ia pun mempersembahkan untuknya seekor lalat. Mereka pun melepaskannya untuk meneruskan perjalanannya, dan ia pun masuk ke dalam neraka karena hal itu.

Kemudian mereka berkata lagi kepada seseorang yang lain: ‘Persembahkalah untuknya sesuatu!’ Ia menjawab: ‘Aku tidak akan mempersembahkan sesuatu apapun untuk selain Allah.’ Maka mereka pun memenggal lehernya, dan ia pun masuk ke dalam surga.’” (HR. Ahmad dalam az Zuhd: 84, Ibnu Abi Syaibah:33028)

Wallahu 'alam

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."