1

Video Kajian

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-15 dalam seri Kitab Khudz Aqidatak yang membahas tentang penyimpangan dalam tauhid asma wa sifat #2 (kitab khudz aqidatak). Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

🗓️ Rabu ,17 Mei 2025

🏢 Masjid Al Hidayah, Purwosari, Sleman

Melanjutkan pembahasan kitab Khudz Aqidataka karya Syaikh Muhammad Jamil Zainu رَحِمَهُ الله تعالى, perihal Penyimpangan Dalam Tauhid Asma Wa Sifat #2

Soal Apakah tauhid asma’ dan sifat Allah itu?

Jawaban Menetapkan apa yang Allah sifatkan tentang diri-Nya di dalam Al-Qur’an atau yang disifati Rasul-Nya di dalam hadits-hadits yang shahih sesuai dengan hakikatnya tanpa ditakwil, tanpa diserahkan (maknanya kepada Allah), tanpa diserupakan (dengan makhluk), dan tanpa dinafikan. Seperti sifat istiwa’ (tinggi), turun, tangan, dan selainnya sesuai dengan kesempurnaan-Nya.

Allah سبحانه و تعالى berfirman;

يۡسَ كَمِثۡلِهِۦ شَىۡءٌ۬‌ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ

إِلَـٰهُكُمۡ إِلَـٰهٌ۬ وَٲحِدٌ۬‌ۖ لَّآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلرَّحۡمَـٰنُ ٱلرَّحِيمُ

Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha mendengar dan Maha melihat. (QS. Asy-Syuura 11)

Rasulullah ﷺ bersabda Allah turun setiap malam ke langit dunia. (HR. Muslim)

Yaitu turun sesuai dengan kebesaran-Nya yang tidak menyerupai seorang pun dari makhluk-Nya.

Berkaitan dengan tauhid asma wa sifat pada dasarnya semua teks yang tertulis dalam Al Quran & Hadits dipahami sesuai makna zhahirnya, namun terdapat penyimpangan sebagian orang yang melakukan ;

1. Takwil ; tidak sesuai makna zhahir, semisal takwil atas tangan Allah menjadi kekuasaan, takwil atas turunnya Allah menjadi malaikatrahmat yang turun

2. Tafwid (pasrah) ; mengimani teks tapi tidak memberi makna karena maknanya diserahkan kepada Allah.

3. Tamtsil ; menyamakan

4. Ta'thil ; menolak (tidak mau mengimani), bisa menolak teks (kufur kepada Al Quran) atau menolak makna yang benar.

Prinsip Ahlus sunnah dalam memahami asma wa sifat ;

1. Allah تَعَالَى berfirman tentang diri-Nya,

يْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ

“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Asy-Syuura 11)

2. Imam Malik rahimahullah mengatakan

لاستواء معلوم، والكيف مجهول، والإيمانُ به واجِب، والسؤالُ عنه بدعة.

“Istiwa’ itu maknanya diketahui, bagaimana istiwa’nya tidak diketahui, mengimaninya wajib, menanyakan tentang kaifiyahnya suatu perkara yang bid’ah (karena tidak pernah ditanyakan oleh para sahabat kepada Nabi).”

Wallahu 'alam

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."