1

Video Kajian

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-101 dalam seri Kitab Bulughul Maram 2 yang membahas tentang berlari menuju masjid. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Berlari Menuju Masjid

Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى

🗓️ Selasa, 4 Juni 2024

🏢 Masjid Ulil Albab UII Yogyakarta

Dalam islam ada adab setelah melaksanakan ibadah namun diajarkan juga adab sebelum ibadah, diantaranya adalah tentang adab menuju ke masjid sebelum melaksanakan shalat berjamaah, sebagaimana hadits berikut tentang berlari menuju masjid dalam Kitab Bulughul Maram

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنْ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ( إِذَا سَمِعْتُمْ اَلْإِقَامَةَ فَامْشُوا إِلَى اَلصَّلَاةِ, وَعَلَيْكُمْ اَلسَّكِينَةُ وَالْوَقَارُ, وَلَا تُسْرِعُوا, فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا, وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ, وَاللَّفْظُ لِلْبُخَارِيِّ

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda Apabila engkau telah mendengar iqomat, maka berjalanlah menuju sholat dengan tenang dan sabar, dan jangan terburu-buru. Apa yang engkau dapatkan (bersama imam) kerjakan dan apa yang tertinggal darimu sempurnakan. (Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut riwayat Bukhari.)

Hadits ini menjadi dalil bahwa iqomah itu juga dikeraskan sebagaimana adzan karena terdengar oleh orang yang sedang berjalan diluar masjid. Maka tidak mengapa ketika seseorang tertinggal rakaat dalam shalat karena bisa menyusul sesuai dengan apa yang didapatkannya bersama imam lantas kemudian menyempurnakan kekurangannya. Ketika berjalan menuju masjid saat iqomah dikumandangkan tidak perlu terburu-buru namun berjalan dengan tenang. Makmum yang terlambat langsung takbiratul ihram dalam posisi berdiri sempurna (tidak boleh bergerak rukuk atau sujud) kemudian takbir lagi untuk segera mengikuti posisi imam, apakah sedang rukuk, sujud, i'tidal atau kondisi lainnya tanpa harus menunggu imam berdiri sempurna.

Hikmah kenapa ketika mengejar shalat tanpa berlari adalah agar orang tidak terengah-engah saat melaksanakan shalat, sehingga bacaan al fatihahnya tidak sempurna. Maka menjaga kesempurnaan shalat lebih ditekankan daripada ketepatan waktu, karena tergesa-gesa ketika mengejar waktu malah justru mengurangi kesempurnaan shalat. Hal lainnya semisal ketika shalat di atas kereta api atau shalat di tempat tujuan, maka diutamakan shalat di tempat tujuan selama waktunya masih ada karena akan menjaga kesempurnaan shalatnya.

Ketika berjalan tenang menuju masjid maka setiap langkahnya akan dihitung pahala baginya, sebagaimana hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,

نْ تَطَهَّرَ فِى بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِىَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa bersuci di rumahnya lalu dia berjalan menuju salah satu dari rumah Allah (yaitu masjid) untuk menunaikan kewajiban yang telah Allah wajibkan, maka salah satu langkah kakinya akan menghapuskan dosa dan langkah kaki lainnya akan meninggikan derajatnya.” (HR. Muslim, no. 666)

Dianjurkan untuk berada di dalam masjid sebelum iqomah dikumandangkan dalam rangka penghormatan hamba terhadap shalat.

Wallahu 'alam

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."