1

Video Kajian

Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-3 dalam seri Kajian Menjelang Berbuka yang membahas tentang bahaya hasad. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan Kajian

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Materi ini menjelaskan tentang hasad, yaitu penyakit hati berupa rasa tidak suka terhadap nikmat yang Allah berikan kepada orang lain, bahkan berharap nikmat tersebut hilang. Hasad berbeda dengan ghibthah, yaitu keinginan memiliki nikmat yang sama tanpa mengharapkan hilangnya nikmat orang lain (ini dibolehkan).

Hasad termasuk dosa besar dan sangat berbahaya. Contohnya terlihat pada:

Iblis yang hasad kepada Nabi Adam sehingga menolak perintah Allah dan menjadi musuh manusia.
Qabil yang hasad kepada Habil hingga membunuh saudaranya.
Kaum Yahudi yang hasad kepada kaum muslimin karena keutamaan agama Islam.

Ciri orang hasad adalah tidak suka melihat orang lain bahagia, tidak mau belajar dari kesuksesan orang lain, dan justru berharap orang lain gagal. Penyakit ini sering muncul di lingkungan dekat seperti tetangga, teman, bahkan keluarga, terkadang dipicu oleh kebiasaan membanding-bandingkan.

Dampak hasad sangat merusak, bisa menimbulkan kebencian, permusuhan, hingga kezaliman. Karena itu, Islam mengajarkan untuk:

Ikut bahagia saat orang lain bahagia dan ikut sedih saat orang lain susah.
Melihat ke bawah dalam urusan dunia agar lebih bersyukur.
Bersikap qanaah (menerima dan merasa cukup dengan pemberian Allah).
Jika sudah terlanjur hasad, mengobatinya dengan mendoakan kebaikan bagi orang yang dihasadi dan meminta kepada Allah kebaikan untuk diri sendiri.

Kesimpulannya, hasad adalah penyakit hati yang berbahaya dan menghilangkan kebahagiaan. Obatnya adalah memperbaiki hati dengan syukur, qanaah, dan doa, agar tercipta kehidupan yang damai dan penuh keberkahan.

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."