Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil alamin.
Wasshalatu wasalamul atammanil akmalani alal mabuti rahmatanil alamin.
"Wa asyhadu alla ilaha illallah. Wahdahu la syarikalah wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh.
Artinya: Aku bersaksi bahwasanya tiada sesembahan yang benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwasanya Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya"
Sholawatu robbi wa salamuhu ‘alaih, wa ‘ala alihi wa ashabihi, wa man saro ‘ala nahjihi wastanna bisunnatihi ila yaumiddin.
Artinya: "Shalawat dan salam dari Tuhanku semoga tercurah kepadanya (Nabi Muhammad SAW), juga kepada keluarganya, sahabatnya, dan siapa saja yang berjalan di atas jalannya dan mengikuti sunnahnya hingga hari kiamat."
Alhamdulillah puji syukur kita haturkan kehadirat Allah. Allah memberikan kita cuaca yang sangat nyaman untuk berpuasa. Sehingga selama Ramadan sampai hari ini sering diguyur hujan.
Jenengan senang adem nopo panas?
Senang adem.
Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Ashsumu fisyita ganimatun baridah."- Poso sakjerone musim rendeng atau musim bediding di waktu musim dingin itu adalah gonimah. Ghonimah yang mudah. disebut sebagai gonimah, karena ketika orang itu berpuasa di musim dan cuaca yang adem, dia bisa menyelesaikan puasanya dengan baik. tidak harus sampai mengeluarkan tenaga yang banyak, tidak harus sampai ngelak,
tapi pahalanya sama sebagaimana ketika mereka berpuasa di musim yang panas. Walhamdulillah.
Dan sekarang rata-rata hampir di semua belahan bumi puasanya dalam cuaca yang baik. Di Saudi musim dingin, subuh setengah enam, Magrib jam 06.00. Jadi selisih pinten jam niku? dengan kita selisih 1 jam lebih pendek. Sementara di daerah selatan memang musim panas tapi banyak diguyur hujan, sehingga walhamdulillah cuacanya sangat nyaman.
Nah, selanjutnya Bapak, Ibu yang kami hormati, di kesempatan sore ini insyaallah kita akan bersama-sama membahas tentang sebuah penyakit batin yang disebut dalam Al-Qur'an dengan penyakit hasad.
Hasad niku nopo, Pak?
Drengki.
Drengki niku nopo?
Ora seneng nyawang wong sing seneng. Senep nyawang seneng. SNS. Seneng nyawang wong senep. Senep nyawang wong seneng.
Nek duwe tonggo kok sedang mengalami musibah, jenengan seneng nopo senep?
Senang nopo? punya tangga yang sedang mengalami musibah ikut susah atau gembira?
Susah!
kalau duwe tonggo lagi dapat kenikmatan,
lagi gembira. Jenengan seneng nopo senep?
Kadang ada sebagian orang nek tonggone seneng awake dewe seneng. Nek tonggone lagi susah awake denge senang. Sehingga dia berkebalikan. Makanya seorang mukmin diajarkan sebagai bukti kalau dia memiliki ukhuwah islamiah, punya rasa cinta kepada saudaranya sesama mukmin. Maka kita diajarkan senang ketika ada orang mukmin yang lain senang dan ikut sedih ketika ada orang mukmin yang lain sedih.
Karena itu kita ketika diundang, diperintahkan untuk datang ke undangan dalam rangka mengayu bagio, nderek bahagia ketika ada orang lain sedang berbahagia agar tidak ada unsur permusuhan apapun
di batin kita.Nah, penyakit yang berbahaya ini namanya penyakit hasad. Penyakit ini sampai Allah ajarkan kepada para hamba agar berlindung kepada Allah Subhanahu wa taala dari keadaan orang yang hasad.
Seperti yang Allah sebutkan di surat Al-Falaq. Wamin syarri hasidin idza hasad. Kita berlindung kepada Allah, Rabbul Falaq dari setiap orang yang hasad. indza hasada, nalikane sedang hasad.
Berarti nek awake dewe termasuk di antara orang yang hasad, maka kita termasuk di antara orang yang di mana seluruh manusia sedunia ini diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa taala untuk berlindung dari kejahatan kita. Wamin syarri hasidin idza hasad.
Selanjutnya, jemaah yang dimuliakan Allah, kita akan lihat pengertian dari hasad itu sendiri. Jadi Allah Subhanahu wa taala membagi nikmat kepada para hambanya sesuai dengan apa yang dia kehendaki. Allah bagi nikmat kepada para hamba-Nya sesuai dengan apa yang dia kehendaki. Ada orang yang terkadang dia tidak memiliki nikmat itu. Allah tidak ngasih nikmat itu. Nah, ketika dia tidak mendapatkan nikmat itu, maka kondisi manusia di sini ada dua;
Pertama,
dia ingin mendapatkan nikmat seperti yang dimiliki oleh orang lain, tapi tidak ada harapan nikmat itu hilang dari pemiliknya.
Misale nggih, si A karo si B tonggonan. Si B diberi oleh Allah nikmat rezekine lancar iso tuku mobil. si A rezekine rodok seret durung iso tuku sepeda motor. Sepeda motor durung iso tuku apa meneh mobil.
Lalu si A punya keinginan andaikan saya punya harta saya akan beli mobil seperti si B.
Ini kondisi yang pertama.
Kondisi yang kedua,
ada orang yang dia punya keinginan terhadap nikmat orang lain, tapi dia juga ingin agar nikmat dari pemiliknya itu hilang.
Contoh nggih, C dengan D, tonggonan. D lebih sukses daripada si C. Lalu si C ini enggak terima. nesu. Akhirnya dia berharap mugo-mogo dunyane hilang. Muga-mugo dunyane rusak, muga-mugo hancur, keluargane hancur sehingga dia menghendaki agar apa yang ada pada tangan orang lain itu binasa.
Nah, pertanyaannya yang termasuk hasad itu yang mana? Yang pertama atau yang kedua?
Yang disebut hasad itu yang pertama atau yang kedua?
Jawabannya yang kedua.
Yang pertama ingin bisa memiliki nikmat yang dimiliki oleh orang lain, tapi tidak sampai ada harapan agar nikmat itu hilang dari pemiliknya. Meniko disebut dengan Ghibthah seperti ini disebut apa? Ghibthah.
Ghibthah adalah untuk bisa mendapatkan nikmat seperti yang dimiliki oleh orang lain.
Misal nggih, jenengan duwe konco, kok koncone iku sukses. Lalu kita berharap semoga nanti saya juga bisa sukses seperti teman saya tanpa ada keinginan agar teman saya ini, teman kita ini gagal ketika berusaha. Nah, maka harapan seperti ini namanya Ghibthah, berharap terhadap nikmat yang dimiliki oleh orang lain.
Sedangkan hasad, orang itu berangan-angan agar nikmat yang ada pada orang lain hilang.
Misalnya orang hasad dengan orang lain yang punya mobil, dia berang-angan. Moga-mogo mobile kecelakaan, mugo-mugo mobile hilang. Muga-mugo mobile rusak. Nah, angan-angan seperti ini namanya apa? Hasad.
Maka hasad itu tidak terima ketika Allah memberi nikmat kepada orang lain.
Kulo balani nggih. Hasad itu bentuknya gimana? Tidak terima ketika Allah memberikan nikmat kepada orang lain.
Terus nek ono koncone nopo tonggone atau siapapun yang ada di sekitarnya yang dia kenal kok luwih sukses, luwih berhasil, Ora nerimo. pokoke kudu aku sing luwih duwur timbangane de'e. Pokoknya harus saya yang lebih tinggi, yang lebih kaya, lebih sukses, lebih Nah, kondisi tidak terima seperti ini
disebut dengan hasad. Maka kalau sebatas punya keinginan seperti nikmat yang dimiliki oleh orang lain, hukumnya boleh.
Sebutannya apa tadi? Ghibthah . Tapi kalau hasad, berharap berangan-angan agar nikmat yang ada pada orang lain itu hilang. Seperti ini hukumnya dosa besar.
Baik, sekarang kita akan lihat bagaimana peringatan Al-Qur'an terkait hasad. Al-Qur'an banyak memberikan peringatan tentang bahaya hasad. Dan makhluk yang menjadi pemimpin para tukang hasad adalah iblis.
Hasade iblis itu hasad sama siapa?
Kepada Nabi Adam.
Sehingga ketika Allah Subhanahu wa taala berikan kelebihan kepada Adam.
Rupane nopo, Pak? Kelebihannya Adam.
Adam itu lebih berilmu daripada Iblis.
Maka dia lebih dimuliakan timbangan iblis dan malaikat. Sehingga Allah subhanahu wa taala perintahkan mereka semuanya untuk sujud kepada Adam.
Fasajadal malaikatu kulluhum ajmaun, Mako poro malaikat semuanya sujud. Illa iblisa aba ayakuna minas sajidin, Kejobo iblis.
Iblis tidak mau, enggan untuk ikut sujud bersama para malaikat.
Maka Allah Subhanahu wa taala tanya sama iblis.
Qala, ya iblis ma mana tasjuda id amartuk? Hei iblis apa yang menghalangimu untuk sujud ketika aku perintahkan kamu?
Jawaban iblis nopo? Qala ana khairum minhu khalaqtani min narin waqtahu minin, Dia mengatakan aku luwih apik timbangane Adam. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan Kau ciptakan Adam dari tanah.
Ora terimo. Akhirnya ketika iblis dia merasa sombong, diusir oleh Allah Subhanahu wa taala dari surga.
Lalu iblis ini bersumpah, Ya Allah, disebabkan Engkau telah menuduhku, ngecap aku sebagai makhluk yang sesat, akan aku sesatkan mereka semuanya dari jalanMu yang lurus.
Sehingga ora terimo iblis, akhirnya piye carane Adam bisa diusir dari surga.
Dendamnya iblis tidak hanya terjadi pada Nabi Adam, tapi juga terjadi pada seluruh keturunannya.
Termasuk kita semuanya jadi sasaran kejahatan.
Iblis disebabkan apa, Pak? Hasad.
Sehingga kita menjadi sasaran kejahatan iblis disebabkan karena hasad.
Nah, anehnya wong hasad niku ngeten, Pak.
Orang hasad itu intinya, cita-citanya adalah piye carane nikmat yang ada pada diri orang lain itu hilang. Sehingga yang dilakukan oleh orang hasad itu bukan belajar gimana caranya untuk dapat nikmat itu. Misal nggih A hasad sama B. Kowe kok iso usahamu berhasil. Usahane bisa menguntungkan banyak. A kalau hasad dia enggak tanya sama B. Mbok B aku diajari piye toh carane biar usaha saya itu berhasil, biar untungnya banyak, biar dagangannya laris. Enggak kayak gitu, Pak. Tapi yang jadi harapan A adalah benci sama B. Terus dia berangan-angan. Piye carane nikmat yang ada pada B ini hilang.
Sehingga iblis itu tidak tanya sama Adam. Dam piye toh Dam carane kok iso dadi pintar? Mbok aku diajari ilmu yang telah Allah ajarkan kepadamu. Men aku pintar koy awakmu sehingga aku punya ilmu seperti yang kamu punya. Iblis enggak tanya tentang itu. Tapi iblis benci sama Adam, emosi sama Adam, dan dia hasad dengan Adam. Sehingga dalam pikiran iblis, piye caranya Adam ini bisa keluar dari surga dan gimana caranya agar keturunannya juga nanti tidak masuk surga?
Itulah yang menjadi cita-cita iblis.
Maka, wong nek hasad itu enggak terima orang lain sukses. Sehingga yang dia lakukan bukan bertanya bagaimana cara untuk belajar ketularan sukses. Bukan tapi piye caranya kesuksesan orang ini hilang.
Beda dengan Ghibthah tadi. Kalau gibtoh misalnya ono wong sing luwih sukses, luwih berhasil, maka dia tanya, "Piye toh carane kok iso berhasil koyo ngono? Carane piye? Biar anakku iki iso apik koyo anakmu.
Kadang kan ada orang itu hasad perkoro nopo? Anak tonggone kok duwe anak berprestasi anake berhasil kabeh iso sukses anake. Sing kene anake meling-beling duugal-dugal.
Kadang tiba-tiba muncul hasad. Wong tuane hasad bukan karena keberhasilan sesama orang tua, tapi karena keberhasilan anaknya. Nah, yang hasad ini dalam bayangan dia wis moga-moga anake cepat mati, moga-mugo anake kecelakaan ya. sehingga dia tidak tanya, "Mbok aku di uruhi piye carane didik anak sing apik men anakku iso berprestasi seperti anakmu enggak seperti itu. Itulah keajaiban penyakit ha hasad." Baik.
Nah, hasad yang tertinggi tadi hasadnya iblis. Di antara hasad yang lain adalah hasade wong Yahudi. Wong Yahudi niku hasad marang wong muslim. Kenapa orang muslim ini punya syariat yang lebih lengkap dan lebih sempurna dibandingkan dengan syariat yang mereka miliki? Seperti yang Allah ceritakan di surat Albaqarah ayat 109. Wadda katirum min ahlil kitabi lau yaruddunakum mim ba'di imanikum kuffaro, Wong kafir di kalangan ahli kitab, di kalangan Yahudi, mereka itu berkeinginan, piye carane wong muslim itu iso murtad keluar dari agamanya.
Kenapa? Hasadan min indi anfusihim, Karena mereka hasad yang muncul dari hatinya.
Dados wong Yahudi niku punya cita-cita, punya keinginan, piye carane wong muslim niku murtad?
Kenapa, Pak, mereka berkeinginan wong muslim itu murtad? Karena mereka hasad dengan pengetahuan agama yang dimiliki oleh muslim.
Sehingga Yahudi itu ketika hasad mereka tidak belajar kepada kaum muslimin. Wei wong muslim, mbok saya itu diberitahu tentang syariat kalian. Kenapa kok kalian bisa memiliki syariat yang lengkap? Terus isi syariat kalian itu apa saja? Enggak seperti itu. Tapi yang dilakukan oleh orang Yahudi ini piye carane wong muslim ini bisa meninggalkan syariatnya.
Karena itu Nabi sallallahu alaihi wasallam pernah mengatakan,
"Ma hasadatkumul yahud ala saaiin ma hasadatkum alas salami wat tammin." - Tidak ada nikmat agama yang membuat Yahudi itu lebih parah hasadnya kepada kalian wahai kaum muslimin. Melebihi hasadnya mereka terhadap syariat salam dan bacaan amin nalikane salat berjamaah.
Dados wong Yahudi nek nyawang wong muslim kok ketika ketemu asalamualaikum itu mereka hasad.
Dalam syariat kami enggak ada kayak gitu.
Wong Yahudi kok lihat kaum muslimin ketika salat jamaah sak rampunge imam moco waladholin.
Makmum moco nopo? Amin. Wong Yahudi niku hasad.
dalam syariat kami tidak ada seperti itu.
Nah, sehingga mereka hasad terhadap kaum muslimin yang punya ajaran yang sempurna.
Baik.
Kemudian contoh hasad yang ketiga,
Hasad yang sampai menimbulkan terjadinya pembunuhan.
niku hasade sinten? Qobil kepada Habil.
Allah Subhanahu wa taala berfirman dalam Alqur'an, watlu alaihim nababnai adama bilhaqqi qurbanan fatuqbila min ahadihima walam yutaqobbal minal ak qala laqtulan qala innama yataqobbalullahu minal muttaqin, - Ceritakan kepada mereka wahai Muhammad tentang dua putra Adam yang keduanya diperintahkan untuk berkorban.
Fatuqubila min ahadihima - Salah sijine korbane ditompok.
Walam yutaqobbal minal akr - Sementara yang kedua tidak diterima.
Maka yang tidak diterima ini mengatakan qala laqtulannak, Tak pateni awakmu. Aku akan membunuhmu.
Sehingga yang kurbannya tidak diterima pripun?
Hasad.
Saat dia hasad, coba lihat yang terjadi gimana. Bukan dia tanya si Qabil, ini enggak tanya sama Habil. Wahai Habil, mbok saya itu diajari gimana caranya biar kurban itu bisa diterima. Dia enggak kayak gitu. Tapi ketika dia hasad yang dia lakukan apa? Aku ora terimo. Tak pateni awakmu. Sehingga saat kurban dia tidak diterima, dia marah, dia emosi, dia nesu lalu ingin melampiaskan kemarahannya itu dengan cara mau membunuh saudaranya.
Nah, saat Habil mendapatkan ancaman mau dibunuh, Habil mengatakan bagaimana?
Qola innama yataqobbalullahu minal muttaqin, Loh salahku iki opo? Kok aku arep dipateni.
Nek kurbanku ditompo, yang menerima kan Allah. Bukan karena pengaruh dariku, bukan karena kesalahanku. Dan Allah itu menerima amal dari orang yang bertakwa. Maka kamu jangan nyalahkan aku ketika kurbanku diterima. Kurbanku diterima kan karena Allah menerima kurbannya orang yang bertakwa. Aku enggak salah dalam hal ini.
Tapi tetap terimo.
Kemudian Habil mengingatkan, lain basta ilaiya yadakaqulani ma ana bibasiti yad ilaika liaktulak, Nek awakmu tetap arep mateni aku dengan cara mengacungkan senjata ke arahku, aku tidak akan membalas dengan mengacungkan senjataku kepadamu.
Inni uridu an tabua biitmi waika fatakuna min ashabinar, Aku ingin agar seluruh dosaku diborong sama kamu sehingga nanti kamu jadi penduduk neraka.
Ini komunikasi sebelum terjadinya pembunuhan.
Jadi saat wis podo nesu, sing siji wis mbulat-mbulat pengin mateni dulure,
diingatkan sama saudaranya, "Nek sampeyan arep mateni aku, aku tidak akan balas. Nanti seluruh dosaku akan ditanggung sama kamu dan nanti kamu akan jadi penduduk neraka."
Fat lahu nafsuhu qla akhi faqatala faasbaha minanadimin, Tapi dia tetap menuruti kemauan hawa nafsunya sampai akhirnya dia berhasil membunuh saudaranya. Lalu dia menyesal.
Kata Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam wonten hadis riwayat Muslim;
'"Ma qutila muslimun dulman illa waana libni adam awal kiflun min damihi, Setiap ada jiwa yang terbunuh maka anak Adam pertama yang membunuh saudaranya dia bertanggung jawab terhadap darahnya. Dia turut nanggung dosanya.
Kira-kira berapa jumlah nyawa yang terbunuh karena kezaliman sepanjang perjalanan sejarah manusia?
Tidak ada yang tahu kecuali Allah.
Banyak sekali. qabil itu turut nanggung dosanya.
Sehingga termasuk di antara orang yang punya dosa yang numpuknya besar sekali, tumpukannya besar sekali adalah Qabil yang membunuh Habil.
Sebabnya apa, Pak? Hasad.
Makanya hasad ini kalau dirawati bisa sampai menyebabkan orang itu membunuh orang lain. Rebutan warisan sampai paten-patenan. Rebutan patok tanah sampai paten-patenan, rebutan galengan sampai pacul-paculan
dan seterusnya. Dan itu disebabkan karena penyakit hasad tadi.
Ibnu Abbas mengatakan, "Alyahudu hasadun nabiya shallallahu alaihi wasallam alan nubuwah wa ashabahu alal imani bihi," - Para Yahudi niku hasad dumateng Nabi sallallahu alaihi wasallam. Yahudi hasad marang Nabi sallallahu alaihi wasallam karena beliau diutus jadi Nabi.
Dan para Yahudi juga hasad kepada para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Alal imani bihi. Karena para sahabat mengimani Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Baik. Dan masih banyak dalil yang lain yang disebutkan dalam Al-Qur'an tentang bahayanya penyakit hasad.
Ya, nyuwun sewu dibaleni malih. Pengertian hasad tadi apa, Pak?
Berangan-angan agar nikmat yang ada pada orang lain hilang karena tidak terima dengan nikmat yang Allah berikan kepadanya.
dibalini malih, berangan-angan agar nikmat yang ada pada orang lain hilang karena dia tidak terima ketika Allah memberikan nikmat kepada orang lain.
Nah, karakter wong hasad niku pripun?
Benci kepada sasaran hasad. Bukan caranya dapat nikmat.
Sehingga kalau orang itu hasad kepada orang sukses, dia enggak belajar sama orang sukses.
Ini mbok saya dikasih tahu gimana caranya sukses.
Enggak kayak gitu.
Tapi yang muncul apa?
Pokoke sing penting aku ora terimo. Piye carane wong iki kudu gagal, hartanya rusak dan seterusnya.
Nah, yang menarik hasad itu biasanya terjadi di antara manusia yang punya latar belakang yang sama. Wong tani hasad karo wong tani. Bakul hasad karo bakul. PNS hasad karo PNS. Ustadz hasade karo ustadz. Ustadz nopo nggih hasad to Pak? Oh, nggih wonten.
Makanya sampai ada ungkapan zallatul ulama al hasad. Ketergelinciran ulama adalah hasad.
Sebab hasad ini bisa muncul dalam hati seorang hamba tanpa diundang. Ngerti-ngerti tiba-tiba muncul.
Dan mohon maaf, terkadang pemicunya itu datang dari anggota keluarganya sendiri.
Contoh nggih, Si A karo si B tonggonan, terus si B tuku sepeda anyar. Ya awalnya si A dan si B ini akrab konconan bareng, jadi panitia kajian bareng. Kadang melu laden ketika pas buka bersama bareng, awalnya akrab enggak ada masalah. Tapi tiba-tiba istrinya si A mulai ngutik-ngutik. Pak mbok kae lho Pak deloken Pak.
Tonggone wis iso nukokno pit motor kanggo bojone Pak. Iso nukokno nopo bojone loh Pak. Iso nukokno mobil kanggo bojone iso nukno kulkas nukokno iki dari siapa itu istrinya.
Istrinya pengin dibelikan yang sama tapi dengan cara membandingkan dengan tetangganya.
Kae lo Pak iso nukokno pit motor kanggo bojone kae, sayang istri Pak.
Akhirnya mulai suaminya ikut terbakar mak dek. Loh, kok koy ngene?
Sehingga ketika ada seperti itu, A mulai jaga jarak dengan B karena enggak terima dibanding-bandingannya dengan si B.
Sehingga pada asalnya biasa-biasa saja, tidak ada masalah. Mereka akur tapi karena sentilan dari sang istri akhire muncul hasad.
Sehingga gimana? Sampai akhirnya si A sama si B jadi enggak akur. Awalnya si B enggak keroso.
Lama-lama kok si A nek ono aku kok tiba-tiba rodo ngadoh, tiba-tiba menjauh.
Nek tak salami jawabe kok ora enak.
Anggere ketemu salaman kok rodok merengut saik iki ono opo?
Karena kan biasanya yang dihasti ini enggak ngerti Pak ya. Sing hasad wis loro hati sing dihasati gak ngerti. lama-lama tahu.
Makanya nyuwun sewu nggih, ibu-ibu tolong jaga baik-baik hati suaminya. Karena terkadang yang namanya hasad itu muncul dari siapa? Anggota keluarga. Jenengan nek pengin nopo-nopo wis ora usah banding-bandingno. Pengin yo njaluk mawon, Pak. Mbok aku ditukokno sepeda toh, Pak. Nek dituruti walhamdulillah. Nek mboten dituruti yo naluk meneh. Ngoten wong kalek njaluk bapake iki ngoten nggih.
Misale nggih toh. Bapake nyawang,
Bu kae i deloken kae Bu. Bojone kae lho Bu. Oh deloken to.
Oh, wis pinter dandan to, Bu
Sampeyan kok durung pinter dandan?
Mbok rodo pinter toh, Bu?
Dan seterusnya.
Terus pripun sing wedok ra terimo loh. Kok sampeyan banding-banding? Wah, meskipun dia enggak ngomong, meskipun dia bisa jadi enggak protes, tapi atine dongkol. Atine dongkol. Wah, aku kok wis dibanding-bandingno karo tonggoku, karo koncoku, karo iki, karo iki. Akhirnya apa? Muncul hasad dengan temannya, dengan tetangganya, dengan yang lain. Padahal biasanya pas pengajian nyengkuyung gruduk-gruduk bareng. Saiki nek dijak bareng ora gelem, ayo bareng.
Gak wis aku tak mangkat dewe.
Loh, kok saiki ora tau digelem dijak bareng.
Nah, itu bisa jadi karena muncul apa tadi? Bibit-bibit hasad ya.
Sehingga waspadalah dengan potensi seperti ini. Karena terkadang bisa jadi itu muncul disebabkan karena pasangan kita, mbuh sing lanang, mbuh sing wedok membandingkan suaminya atau membandingkan istrinya dengan suami atau istri tetangganya, temannya. dan seterusnya.
Karena itulah Allah Subhanahu wa taala menjadikan penduduk surga sifat hasad itu dihilangkan dalam hati sehingga antaranya penduduk surga dengan penduduk surga yang lain tidak ada penyakit hasad.
Allah Subhanahu wa taala berfirman, "Wazna ma fi sudurihim min gillin ikhwanan ala sururin mutaqabilin." Kami cabut dalam hati penduduk surga rasa dengki, rasa hasad, ikhwanan
sehingga mereka bersaudara, ala sururin di atas dipan-dipan mutaqobilin, saling beradab-hadapan semuanya bahagia. Sampai dikatakan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Quubuhunbun wahid, Hati seluruh penduduk surga itu seperti satu hati.
Padahal antara penduduk surga dengan penduduk surga yang lain itu bertingkat. Dan selisih tingkatannya itu lebih jauh daripada langit dan bumi. Lebih jauh daripada langit dan bumi.
Koyo opo, Pak? Gedene surgo, Pak.
Goede tidak bisa di gambarkan oleh manusia.
Andaikan langit dan bumi iki dilebokno suargo iso melebu.
Wa jannatun arduha kaardis samawati wal ard, Suargo sing luasnya melebihi luasnya langit dan bumi.
Andaikan langit dan bumi itu jadi penduduk surga itu bisa. Jangankan cuman manusia, langit dan bumi jadi penduduk surga itu bisa.
Berarti surga lebih luas daripada langit dan bumi.
Dan Allah Subhanahu wa taala jadikan penduduk surga itu hasadnya hilang. Maka kata Ibnu Jauzi rahimahullah, Allah subhanahu wa taala menyempurnakan nikmat bagi penduduk surga.
Hina nuzi anhum al hasad, Ketika Allah Subhanahu wa taala mencabut penyakit hasad dalam hati mereka. Walaula nuzia, Andaikan penyakit hasad di kalangan penduduk surga itu tidak dicabut, tahasadu walanu aisuhum, tentu mereka akan saling hasad dan hidup mereka tidak akan bisa bahagia. Sehingga antaranya penduduk surga yang di bawah dengan yang di atas,
woh sing duwur kok bidadari ini luwih oke yo. Heeh. Hasad.
Akhirnya dia tidak bisa menikmati apa yang dia miliki karena hasad kepada yang lain.
Makanya penduduk surga wong lanang besok dikasih berapa istri?
Wong lanang penduduk surga dikasih berapa istri?
Minimal dua. Dua bidadari. Masyaallah.
Lah terus nasibku dadi opo, Pak Ustaz?
Nek dibandingno bidadari yo ibarate langit dan bumi.
Tenang saja ibu-ibu akan jadi ratu bidadari.
Apao enggak cemburu, Pak Ustaz?
Ndak ada istilah cemburu di dalam surga.
Dados Bapak-bapak sabar nggih, Pak. Nek siki dereng saget nambah bojo, rasah nesu, Pak. Insyaallah mangke teng suargo diparingi pinten? minimal dua.
Pak RW pengin gada pinten? Pak RT pengin gak ada Pak RWi Pak RW
pengin gada pinten Pak?
sak oke-okehe. masyaallah
Baik, selanjutnya bagaimana caranya untuk bisa mengobati hasad agar kita tidak hasad kepada orang lain:
-- Yang pertama Nabi sallallahu alaihi wasallam mengajarkan dalam urusan dunia lihatlah kepada orang yang lebih rendah.
Dalam urusan dunia lihatlah kepada yang lebih rendah. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Unduru ilaman hua asfala minkum wala tanduru il man fauqokum fahua ajdaru alla tazdaru nikmatallahi alaikum. Lihatlah kepada yang lebih rendah dibandingkan kalian. Jangan lihat kepada yang lebih atas.
Nek masalah dunyo ojo ndak nyawang sing ngisor. Tujuannya apa? Fahua ajdaru alla tazdaru nikmatallahi alaikum, Agar kau tidak meremehkan nikmat yang telah Allah berikan kepada kalian.
Nggih. Contoh, nggih.
Ada orang belum bisa beli sepeda motor, terus nyambut gawe alhamdulillah iso tuku sepeda motor bekas R5 juta ya. Selang 1 bulan tonggone tuku sepeda motor anyar nggih toh. Nah, pada saat dia beli sepeda motor pertama walaupun bekas seneng mboten Pak?
Seneng, didusi. Sing duwe durung adus sepeda motore wis didusi, dirawati dilap-lapi karena baru pertama kali punya walaupun bekas. sampai sepeda motore dilebokno kamar nggih dikeloni pas turu, saking senengnya dengan sepeda motor.
Saya itu punya tetangga, Pak. Saking senangnya dengan sepeda motor, sepeda motor dimasukkan kamar, dipanasi ning jero kamar, wonge turu, kamare ditutup, mati.
Kenapa? menghirup racun yang keluar dari knalpot karena kamarnya ditutup, sampai mati orangnya.
Nah, itu kesalahan karena saking cintanya terhadap dunia. Oh, dipanasi kok ning jero kamar.
Nah, sambil tidur ya mungkin matinya enggak terasa sambil tidur ngerti-ngerti dia keracunan mati.
Baik.
Nah, pada saat dia pertama kali punya sepeda motor senang dilap-lapi, tonggone tuku sepeda motor anyar. Ketika dia melihat kepada nikmat tetangganya tadi, delokan ko, Pak. Sepeda motore kono anyar wekmu mong otak watuk, Pak. Sepeda motor kok watuk-watukan.
Pertama kali dia bersyukur, tapi karena dia melihat tetangganya sepeda motornya lebih bagus, akhirnya pripun? meremehkan sepeda motor dia.
Dia akan apa? Meremehkan sepeda motornya. Itu disebabkan karena melihat kepada yang atas.
Nikmat itu jadi hilang rasa, gara-gara Anda melihat yang lebih atas.
Makanya kalau pengin mempertahankan agar nikmat ini bertahan bisa kita nikmati, lihatlah kepada yang lebih bawah.
-- Yang kedua, belajar untuk qanaah.
Qonaah niku nopo?
Nerimo ing pandum.
Ngendikane Imam Syafi'i rahimahullah,
idza ma kunta dza qolbin qonu faantta waikud dunya sawa, Nek awakmu duwe hati sing qanaah, kalau kamu punya hati yang qanaah, maka kamu dan raja dunia sama saja.
Latihan qanaah niku pripun, Pak?
Latihan qanaah adalah dia merasa apa yang dia miliki ini anugerah terbaik yang Allah berikan kepadanya. Nggih.
-- Kemudian yang ketiga, agar kita tidak hasad. Tapi, Pak, nek wis kadung hasad pripun, Pak? Tadi kan tips agar tidak hasad. Nek wis kadung hasad, pripun? Kadang kan ngerti-ngerti hasad. Ono koncone lebih sukses.
Pertamanya biasa saja tapi begitu lihat hasilnya, woh kok kayak gini dia ya?
Ternyata kaya sekali dia. Langsung muncul deg hasad. Mak dek hasad itu kadang lihat saja dia enggak suka. Kalau sudah terlanjur hasad obate pripun, Pak?
Saya kasih obat bagi yang sudah terlanjur hasad.
obatnya adalah memaksa hati untuk tidak hasad. Lah niku carane pripun memaksa hati tidak hasad?
Doakan orang yang kau hasadi.
dongane pripun, Pak?
Coba sampeyan doakan,
duwe tonggo mboten sing dihasadi? Kulo nggih ada, Pak. Kulo niku hasad sama si A, hasad karo si B, hasad karo si C.
Baik,
sekarang jenengan doakan. Pripun doongane?
Ya Allah tambahkanlah kesuksesan dan keberhasilan keberkahan bagi si A.
Ra kuat, Pak.
Wong aku iki hasad karo si A, kok dongane malah koyo ngono.
Belum tentu dia bisa berdoa seperti itu.
Sehingga orang kalau lagi hasad karo dulure, hasad karo tonggone, "Ya Allah tambahkanlah keberkahan dan keberhasilan bagi tetanggaku."
Wah aku ora kuat e kon dongo koyo ngono.
Pokoke kudu didongakno.
Nggih pun kulo pekso
Allahumma zid lahu fadla, Ya Allah tambahkanlah anugerah-Mu, keberkahanmu kepada saudaraku.
Nah bagian akhir dari doa ini penawarnya wattini khairom minha - dan berikanlah aku yang lebih baik darinya. Dan berikanlah aku yang lebih baik darinya.
Sehingga kalau misalnya jenengan hasad dengan siapapun, sebut namanya dalam doa baik jenengan.
Siapa namanya? Kulo niku hasad karo Pak Paijo ya, Ya Allah tambahkanlah keberkahan dan kebaikan bagi Pak Paijo dan berikanlah aku yang lebih baik daripada apa yang kau berikan kepada Pak Paijo.
Bagian akhir ini sebagai apa? penawar.
Sehingga di bagian awal memaksa hati kita untuk tidak hasad kepada Paijo di bagian akhir kita menawar, kita memberikan penawar biar hati ini bisa lebih tenang. Berikanlah aku yang lebih baik daripada Pak Paijo.
Sehingga kalau kita ingin dengan nikmat orang lain, mintalah kepada Allah.
Wala tatamannau ma fadolallahu bihi ba'dahum ala ba', Janganlah kalian berangan-angan dengan nikmat yang Allah berikan kepada orang lain. Minta kepada Allah subhanahu wa taala. Was'allaha min fadli.
Walhamdulillahiabbil alamin.
Nggih pun cekap nggih. Mugi-mugi manfaat dan kita mohon kepada Allah semoga Allah
subhanahu wa taala dari akhlak-akhlak yang tercela dan kita mohon kepada Allah agar Allah
memberikan petunjuk kita untuk bisa memiliki akhlak yang baik.
Allahumma inna nas'aluka makarimal akhlaq. Allahummahdina li-ahsanil akhlaq, la yahdiina li-ahsaniha illa anta, wash-rif 'anna sayyi-aha, la yash-rifu 'anna sayyi-aha illa anta. Allahumma inna nas'aluka fi'lal-khayrāt, wa tarkal-munkarāt, wa hubbal-masākīn, wa idzā aradta bi-'ibādika fitnatan, faqbiḍnī ilaika ghayra maftūn.
Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina 'adzabannar
Wasallallahu 'ala nabiyyina Muhammadin wa 'ala alihi wa sahbihi wasallam, wa akhiru da'wana anilhamdulillahi robbil 'alamiin. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh."
Artinya:
"Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya. Dan akhir seruan kami adalah segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan keberkahan-Nya tercurah kepada kalian."