1

Video Kajian

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-16 dalam seri Buku Prinsip Hidupku yang membahas tentang tawakal dalam urusan rezeki. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan Kajian

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Tawakal dalam Urusan Rezeki

🗓️ Selasa, 21 Januari 2025
🏢 Masjid Al Furqon, Godean, Sleman

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Melanjutkan pembahasan Buku Prinsip Hidupku, pada bab tentang Tawakal dalam urusan rezeki, intinya ada 2 hal:
1. Pasrah ketika proses mencari rezeki
2. Pasrah terhadap hasil agar manusia tidak terbebani dengan kegagalan

Banyak kejadian manusia mengalami stres, depresi bahkan bunuh diri oleh sebab urusan harta, obat mujarabnya adalah tawakal sehingga lebih tenang hatinya, tidak kemrungsung dalam mencari rezeki.

Hasan al Basri rahimahullah mengatakan:
"Aku membaca pada 90 tempat dalam al Quran bahwa Allah telah menetapkan rezeki dan menjaminnya bagi makhlukNya. Aku pun membaca 1 ayat:
{ الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ }
"Dan syaitan itu menjanjikan kefakiran" (al Baqarah: 268)

Bagaimana bisa kita ragu dengan perkataan Yang Maha Benar di 90 tempat, namun kita meyakini janji sang pendusta yang hanya ada di 1 tempat."

Setan menjanjikan manusia dengan kefakiran yakni membuat manusia selalu merasa butuh, sehingga diberi ketakutan akan kekurangan & kekhawatiran kebutuhannya tidak terpenuhi, walaupun sudah kaya namun selalu cari tambahan selalu merasa kurang, gaji sudah ratusan juta namun masih berambisi dengan harta milik orang lain inilah hakikat fakir.

وَيَأْمُرُكُم بِٱلْفَحْشَآءِ ۖ

Artinya: ... dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); [Al-Baqarah Ayat 268]

Seorang hamba ditakuti-takuti setan untuk butuh rumah sehingga harus segera beli rumah saat ini khawatir jika ditunda harga tanah & rumah akan naik di kemudian hari, padahal uang tabungannya belum mencukupi, sehingga akhirnya nekad harus berhutang riba di bank. Ini adalah godaan setan yang berawal dari menakuti-nakuti manusia dengan kefakiran kemudian menyuruh kepada perbuatan haram untuk memenuhi kebutuhannya.

wallahu'alam

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."