1

Video Kajian

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-19 dalam seri Buku Prinsip Hidupku yang membahas tentang jangan ujub! siapa yang jamin amalmu diterima. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan Kajian

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

PERANG HUNAIN Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى 🗓️ Selasa, 11 Februari 2025 🏢 Masjid Al Furqon, Godean, Sleman بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم Melanjutkan pembahasan Buku Prinsip Hidupku, pada bab tentang jangan ujub siapa yang jamin amalmu diterima, ada kisah yang akan kita angkat oleh sebab ujub dimana kaum muslimin mengalami kekalahan ketika perang Hunain. Jika dalam perkara dunia bisa kalah maka apalagi dalam perkara akhirat maka sangat bisa terjadi. Allah سبحانه و تعالى berfirman لَقَدْ نَصَرَكُمُ ٱللَّهُ فِى مَوَاطِنَ كَثِيرَةٍ ۙ وَيَوْمَ حُنَيْنٍ ۙ إِذْ أَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنكُمْ شَيْـًٔا وَضَاقَتْ عَلَيْكُمُ ٱلْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ ثُمَّ وَلَّيْتُم مُّدْبِرِينَ Artinya: Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai para mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu diwaktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah(mu), maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai.[At-Taubah Ayat 25] Kaum muslimin rata-rata ketika perang melawan kaum musyrikin dalam jumlah pasukan yang lebih kecil namun Allah berikan kemenangan, namun kemudian di perang hunain merasa ujub dengan jumlah yang banyak sehingga Allah berikan kekalahan. Allah memberikan anugerah kepada hamba dalam bentuk ilmu, rahmat, maupun pertolonganNya, semakin tawadhu hamba maka akan mendapatkan kebaikan yang lebih banyak dari Allah. Hamba yang tawadhu akan lebih mudah menerima hidayah daripada hamba yang sombong. Jiwa ini rakus dengan yang namanya pujian, sehingga hasrat untuk mendapatkannya baik itu ujub (memuji diri sendiri), riya (pujian orang lain), dan sumu'ah (pujian orang lain). Ujub menyebabkan orang merasa lebih tinggi dan tidak tawadhu'. Sikap ujub juga dijelaskan dalam firman Allah سبحانه و تعالى وَدَخَلَ جَنَّتَهُۥ وَهُوَ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهِۦ قَالَ مَآ أَظُنُّ أَن تَبِيدَ هَٰذِهِۦٓ أَبَدًا Artinya: Dan dia memasuki kebunnya sedang dia zalim terhadap dirinya sendiri; ia berkata: "Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya,[Al-Kahfi Ayat 35] وَمَآ أَظُنُّ ٱلسَّاعَةَ قَآئِمَةً وَلَئِن رُّدِدتُّ إِلَىٰ رَبِّى لَأَجِدَنَّ خَيْرًا مِّنْهَا مُنقَلَبًا Artinya: Dan aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang, dan jika sekiranya aku kembalikan kepada Tuhanku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik dari pada kebun-kebun itu".[Al-Kahfi Ayat 36] wallahu'alam

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."