Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
alhamdulillahiabbil alamin wasalatu wassalamu ala asrofil mursalin nabiina wa Maulana Muhammadin wa ala alihi wasohbihi
ajmain wa Ashadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa asadu Anna muhammadan abduhu asul shallallallahu Alaihi wa ala alihi
wasahbih waman tabiahum biihsanin Il yaumiddin
Alhamdulillah puji syukur kita haturkan kehadirat Allah subhanahu wa
taala, pagi ini kembali kita melanjutkan kajian rutin dengan membaca buku prinsip
hidupku walaupun berat rasanya untuk ke masjid kalau lagi hujan
ya, dan Masyaallah jemaah tetap semangat meskipun jumlahnya agak
berkurang. ini sama yang kemarin banyak mana Pak? banyak kemarin ya! Iya!
Baik, memang kalau sudah dengar suara
hujan nempel genteng Pak k apalagi kalau baru bangun tidur ya
rasanya pengin Kemulan padahal hujannya tidak
deres tapi ini urusan nyambut gawe, mbok udan, mbok panas tetap mangkat, urusan
nyambut gawe Pak, sehingga untuk urusan duit mau ke pasar seperti ini bukan
tantangan yang berarti. berbeda dengan mau
ibadah, maka Alhamdulillah ketika Allah memberikan kita semangat dan terjaga
semangatnya untuk belajar semoga Allah subhanahu wa taala memberikan keberkahan
bagi umur kita.
kita mau bahas ini
judulnya Jangan lewatkan Sehari Tanpa nambah
ilmu
jadi untuk usia yang Allah berikan kepada
kita selama sekian tahun, ada yang 70 tahun ke atas, 80 tahun,
80 tahun wonten boten? yang 80 tahun belum sampai ya, belum sampai 70.
Insyaallah kathah nggih 70, ada dengan usia yang panjang itu semuanya nanti akan
ditanya oleh Allah, dikii umur panjang ngg opo? Ya karena umur itu sama dengan
waktu.
Nabi Sallallahu wasam pernah
bersabda, 'yaumamah kaki seorang hamba tidak akan geser besok di hari
kiamat Hatta yusal sampai dia ditanya salah satu pertanyaannya adalah
wa Umri fna Allah akan bertanya tentang umur
hamba, untuk apa umur itu dihabiskan? sehingga kita diberi umur
oleh Allah yang umur itu sama dengan waktu, nanti Allah akan mempertanyakan
kepada kita, kamu diberi waktu yang panjang, diberi umur panjang kau gunakan
untuk apa?
nah salah satu di antara tugas hamba
adalah mempelajari Wahyu yang Allah turunkan, mempelajari al-qur'an,
mempelajari hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan belajar Wahyu yang Allah
turunkan, maka waktu-waktu yang mengalir terus
seperti ini kita miliki prinsip Jangan sampai kita lewatkan Sehari Tanpa
menambah ilmu.
ketika kita dilahirkan kita dalam
kondisi tidak mengetahui apapun, Lalu Allah Taala membukakan untuk
kita ilmu dan pengetahuan, setahap demi setahap sebagaimana firman
allahaumum Allah mengeluarkan kalian dari rahim ibu kalian dalam keadaan
kalian tidak mengetahui apapun.
AB dan Allah memberikan kepada kalian Allah jadikan padai kalian pendengaran
dan penglihatan Wal Afidah dan fuadah.
kemarin sudah kita Jelaskan hati yang dia bisa
memahami laallakum taskurun, Agar kalian
bersyukur. kita semuanya dilahirkan dari rahim ibu dalam kondisi mulai dari nol,
or ngerti popo gitu, mungkin ada di antara Bapak Ibu yang waktu lahir sudah hafal al-fatihah,
ada? ada enggak? enggak ada! ada enggak manusia yang ketika lahir dia sudah
hafal surat al-fatihah? sekalipun dia ulama yang Khibar, ulama yang kita akui sangat
cerdas, sangat pintar, ilmunya banyak. misalnya Imam Syafi'i, Imam Syafi'i waktu
lahir gimana pak? ya sama seperti ketika kita lahir, sama-sama dimulai dari nol.
Imam Ahmad bin hambal yang beliau hafal 1 juta hadis, waktu beliau
lahir apakah beliau sudah hafal? satu mungkin atau dua hadis, tidak juga!
dimulai dari nol.
maka semua hamba ketika lahir dimulai dari nol, cuman ada yang cepat
melesat sehingga walaupun dimulai dari nol tapi ilmunya banyak,
ada yang seperti jalan di tempat walaupun sudah bertahun-tahun
belajar kok yo ora pintar-pintar, pancet koy nisik sama saja.
seperti dulu karena kita punya banyak kekurangan
jemaah, maka walaupun kita sering belajar terkadang banyak yang kita pelajari
hilang, tampungan bocor sehingga mungkin di sini ngerti,
paham, dong, mantuk-mantuk karo ngantuk Nggih. Begitu keluar masjid lali kabeh,
ada kayak gitu Pak? banyak ya!
Nah kalau ulama dulu Pak, jadi misalnya dia dapatkan pagi ini dia dapat ilmu, dia
pagi ini dapat, malam nanti dicatat ulang itu bisa dia dan hafal dari apa yang dia
dengarkan pagi tadi itu ulama dulu. maka
mereka itu punya daya tampung yang kuat, yang besar dan tidak bocor sehingga
menyerap ilmu, itu mereka tidak ada yang lupa. qatadah bin
diamah ini ulama tabiin ya, beliau itu akmah akmah itu buta sejak lahir enggak
punya bola mata tapi qatadah bin
diamah ini hafalannya
luar biasa sekali, dengar hafal sampai Anas bin Malik radhiallahu
Anhu itu punya dua majelis majelis pagi dan majelis sore,
qotadah ikut majelis pagi dan beliau buta. bisa nyatat enggak
orang buta itu pak? ya orang buta kan gak bisa nyatat, ya nyatatnya pakai
apa? dihafalkan! sehingga beliau mendengarkan hadis dari Anas di waktu pagi, penjelasan
dari Anas di waktu pagi, di waktu sorenya disampaikan oleh qotada dan enggak hilang ini contoh
kehebatan ulama masa silam.
Allah subhanahu wa taala
menjelaskan walakumal ABS Allah jadikan kalian punya
pendengaran dan penglihatan. Kenapa dua ini yang dipakai? karena dua
ini adalah sumber orang bisa mendengarkan dan mendapatkan
ilmu Wal af'idah dan Fuad ini tempat
menampung ilmu dan memahami ilmu sehingga kalau misalnya
kita buat ee ilustrasi ya,
kita buat ilustrasi ini ada kabel Pak, Lalu ini
ada saklar kemudian di sini ada
aki, ini ada aki wis koy iniini W ya
Aki kemudian di sini ada
lampu nah ini lampu
aki ini apa Pak ini aki dia
sebagai sumber Lampu ini
seperti batin kabel ini
seperti pendengaran atau penglihatan
ya saklar ini mata nek wonge merem saklare buka ya
Sehingga meskipun akinya sehat lampunya sehat tapi kalau orangnya
turu mungkin krungu tapi karena merem
jadinya lampunya nyala enggak tidak listrik itu tidak sampai ke
lampu karena itu orang belajar empat unsur ini harus
ada.
Allah subhanahu wa taala menjelaskan ee di al-qur'an coba kita buka kalau
enggak surah qaf ya surah azzariat ya
Lia lahubun di surat Q Allah Taala
mengatakan innaikaikanaahubun
auq wahuaahid
sesungguhnyaika dalam peringatan itu merupakan
dalam keterangan di atas merupakan peringatan liuun bagi orang yang
punyabun punya hati alq dan dia mendengarkan dengan
baik wahua Syahid dan dia menyaksikan kebenaran
itu berdasarkan satu ayat ini kata Ibnu qayim
rahimahullah syarat ilmu itu bisa menyebab hati menyala
jika syarat syarat
belajar bisa membuat hati
menyala bisa membuat hati menyala
jika satu apa pak di situ Pak hatinya
terbuka hati
terbuka yang di sini diwakili oleh lampunya lampunya
sehat atau Lampunya masih berfungsi lampunya
normal kalau lampunya sudah enggak normal lampunya rusak walaupun akinya
bagus gimana kira-kira tetap akan
mati.
yang kedua akinya
bagus akinya Masih normal artinya sumber
ilmu sumber ilmu yang
baik Kalau sumbernya rusak misalnya yang dijadikan sebagai guru adalah orang yang
mengajarkan keburukan maka tidak akan bisa berfungsi
ini digambarkan oleh aki yang
baik karena itu yang namanya aki Pak dia mengalirkan apa Pak?
listrik kok aki mengalirkan air misalnyaoh kok ini malah mentu
banyune misalnya ya kira-kira berfungsi enggak tidak malah justru ngerusak
alak dan namanya sumber listrik itu dia harus tepat
dayanya arusnya benar dayanya benar ini lampu misalnya lampu DC dialiri listrik
AC gimana kira-kira pedot enggak fungsi atau sebaliknya
lampu AC dikasih listrik DC gimana kira-kira Enggak fungsi lampu 5 watt
Lampu 5 watt ngih 110 Volt dikasih 220
Volt gimana kira-kira nanti akan bunyi tus nah gitu Kenapa rusak meletus maka seperti
itulah aki ini berfungsi dia sebagai sumber dan dia harus menyesuaikan
kondisi lampu maka aki bisa mengenali ini orang di depan
saya apakah masyarakat awam ataukah masyarakat mahasiswa ataukah orang yang
sudah punya pengetahuan tentang agama yang mau dikembangkan dia bisa
menyesuaikan sehingga saat dia menyampaikan dia sampaikan sesuai kemampuan
voltasenya Wah masyarakat kayak gini nih masyarakat tegangan tinggi ini maka dia
naikkan voltasenya ini masyarakat tegangan rendah dia turunkan voltasenya kurang
lebih seperti itu demikianlah seorang guru yang baik seperti aki yang sehat
yang dia bisa menyesuaikan dengan kondisi dan keadaan
mad'u maka seorang guru yang baik ketika ngajar itu bukan kembali kepada dirinya
tapi kembali kepada masyarakat nya Walaupun dia misalnya pintar Profesor
tapi yang diajari mulai dari nol dia bisa menyesuaikan Ya sudah ini jangan
diajari terlalu tinggi orang nandak diajari yang lebih rendah dan demikian
seterusnya.
sudah, kemudian yang ketiga,
yang ketiga saluran
saluran yang baik mungkin lebih tepatnya saya
ungkapkan pendengaran dan
penglihatan yang berfungsi dengan
baik dan itu diwakili oleh saluran yang
baik artinya apa? dalam hal ini kabelnya nyambung
sehingga pendengarannya penglihatannya
digunakan. Mungkin ada orang yang dia hadir di tempat
kajian tapi dia tidak mau mendengarkan kajian. Apa yang dia lakukan nonton pakai
headset, nah yang seperti ini walaupun diceramahi dalam jumlah yang banyak
tidak akan ada yang masuk karena salurannya tidak, tidak baik.
dan yang keempat
yang keempat fokus dalam hal ini digambarkan oleh
saklar yang nutup kalau saklarnya
buka mikir yang ada di sana tidak fokus dengan yang ada di sini orangnya ada di
sini pendengarannya berfungsi penglihatannya berfungsi tapi yang dipikir yang ada di
rumah ohoh pas Udan ya jokjok omahku banjir jokjok nanti bocor dan seterusnya
mikir terh seperti itu maka walaupun dia ada di sini ibarat saklarnya bu buka ya
termasuk juga ketika datang di sini merem G itu seperti saklarnya
buka Kenapa karena dia menjadi pemutus
pendengaran yang sehat penglihatan yang sehat dengan hatinya makanya Bapak Ibu kalau belajar
dan ini berfungsi.
Insyaallah Nanti lampu anda akan menyala maka nyalakan lampu kita dengan
cara fungsikan semua yang tadi kita bahas ada enggak pak orang yang ar tapi
hatinya tidak terbuka banyak ya jadi dia datang bukan
dalam rangka untuk mencari ilmu tapi dia datang dalam rangka untuk golek-golek
masalah itu ya Ada saya mau datang di kajian ini tak golei sing salah sing Ii kok Angel ya
golei sing salah sehingga dia datang tujuannya
bukan dalam rangka untuk mencari ilmu tapi dalam rangka untuk mencari kesalahan yang
lain makanya cari ilmu dalam kegiatan debat itu Mungkin enggak
dapat karena debat itu tujuannya adalah mengalahkan
lawan termasuk yang nonton kadang juga enggak dapat karena yang nonton ini
digiring untuk kamu mendukung yang mana sehingga nonton debat terkadang
orang enggak dapat ilmu sama sekali. ilmu itu datang dari Allah dan Allah tidak
akan berikan ilmu ini dengan cara yang salah karena itu ada sebuah
pernyataan yang disampaikan oleh Imam waqi' bin jarrah, Beliau pernah
mengatakan. Imam waki Ibnu jarrah mengatakan, alilmu
Nurun waurullahi la yuhda lilasi
ilmu itu cahaya dan cahaya dariAllah tidak diberikan kepada tukang maksiat.
Baik sekarang kita
lanjutkan laakum taskurun agar kalian bersyukur artinya agar kalian sadar
bahwa pendengaran penglihatan dan Fuad ini wajib
disyukuri Allah mengatakan dalam al-qur'an
in absidah
au masula
sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan Fuad semua itu akanditanya oleh Allah. sehingga hamba akan dimintai pertanggung jawaban, pendengaranmu sehat dipakai
apa, penglihatanmu sehat dipakai apa, hatimu hati yang berfungsi dipakai mikir
apa, itu nanti akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat.
baik, sekarang saya
tanya Pak! Allah kasih kita pendengaran lebih banyak mana Pak? kita
mendengarkan sesuatu yang bermanfaat dengan sesuatu yang tidak
bermanfaat? saya ganti pertanyaannya, baik kalau terlalu fokus ya merem
ya! lebih banyak mana kita mendengarkan kajian atau Mendengarkan
gerenengan? Hah? lebih banyak mana?
gerenengan! sehingga banyak yang kita dengarkan itu mayoritas adalah sesuatu
yang kurang baik atau minimal sesuatu yang mubah. kita ke mana-mana mendengarkan
aneka suara dan ternyata suara-suara yang kita dengarkan itu sifatnya hanya
suara yang tidak baik atau suara yang sama sekali tidak ada nilai manfaatnya
maka yang perlu kita pikirkan bahwa pendengaran itu nanti akan dimintai
pertanggung jawaban oleh Allah.
baik, demikian pula
penglihatan yang kita lihat antara yang benar sama yang salah b
namanya melihat aurat sama lihat Quran sering mana? Wah jangan dibandingkan
Pak! karena aurat terjajar di mana-mana sementara kita buka mushaf itu ja
jarang. karena itu mungkin kita nanti akan lebih banyak menanggung bebandosa disebabkan pendengaran dan penglihatan yang tidak kita fungsikan dengan
maksimal. demikian pula Fuad, Fuad ini nanti akan ditanya oleh Allah, lebih
banyak mikir apa? mikir masalah politik atau mikir masalah ilmu?
apalagi nek pas musim pilkada dan pilihan-pilihan yang
lain itu nuansa politik terkadang jadi bahan pikiran utama manusia dengan lihat
berita Oh ini berantem sama ini ini debat sama ini Iki padu karo iki dan
seterusnya sampai membuat Fuad Kita jadi rusak kenapa Fuad itu rusak terlalu
sering diajak mikir sesuatu yang enggak ada manfaatnya itu membuat Fuad jadi
rusak jengkel sama yang lain padu karo wong Lio itu
ganggua karena itu Kenapa anak kecil Kalau belajar itu lebih lancar
misalnya anak SD SMP disuruh menghafalkan Cepat enggak Pak cepat nek
sing tua W angele nempel Pang
hilang.
anak kecil Kalau dia menghafalkan sesuatu cepat karena dia belum punya beban
pikiran seperti ini belum mikir nyambut gawe durung Mikir utang Belum mikir
ini tapi ketika anak kecil itu melihat di keluarganya enggak cocok misalnya pakne mbokne padu anaknya kepikiran
enggak kepikiran jadi beban itu anak dia enggak bisa belajar itu dia nanti enggak bisa maksimal
ketika menghafal Quran karena kepikiran orang orang tuanya sehingga emosi dia jadi terganggu
Nah itulah yang bisa mengganggu Fuad Maka jangan terlalu sering ganggu Fuad
disebabkan karena kita mikir sesuatu yang enggak manfaat coba ini
Pak mikir ada dua
satu mikir ilmu belajar itu perlu mikir enggak
perlu ya perlu menghafal perlu memahami dan seterusnya untuk mikir seperti
ini diperbanyak silakan perbanyak mikir
seperti ini gunakan waktu untuk belajar untuk menghafal untuk memahami
inilah mikir yang dianjurkan dan diperintahkan untuk
diperbanyak dengan kita diperintahkan untuk banyak belajar yang
kedua mikir masalah
dunia mikir masalah dunia Lek n masalah kepikiran terus Nah untuk yang kedua ini
dianjurkan agar
dikurangi.
Bagaimana cara mengurangi yang kedua ini caranya yang pertama
jangan sering bermasalah jangan sering
bermasalah yang kedua jika punya masalah jika punya
masalah tawakal Sudahlah kata orang disalehne
mawon masalah disalehne sakit moten Pak Nggih yang dimaksud disalehne niku nopo
Apa sih makna masalah itu disalehne jangan terlalu dipikir ya dadi
wong II sing semeleh wis to timbangane Pok pikir ora bakalan Dadi
selehne sehingga kita diajarkan tawakal agar beban pikiran yang luar biasa tadi
tidak mengganggu dahlah selah dah selehne aja
misalnya kita punya masalah di keluarga k nwe masalah opo to Bojoku koy iniene
koy ini k yang ini lah sekarang yang kamu usahakan apa saya sudah melakukan ini terus tapi aku masih kepikiran terus
WS toh salehne dah ketika disalehne dia bisa fokus untuk yang lain
dia bisa fokus untuk yang lain maka orang ketika dia terlalu memikirkan apa
yang menjadi masalahnya akan jadi beban tumpukan beban tumpukan beban sampai
ketika enggak kuat jebol nek wis jebol
stres lebih parah lagi ketika stres stres stres tumpuk jadi
gila. kenapa karena dia tidak bisa bertawakal orang kalau gagal tawakal itu
rawan hilang akal, maka kita perlu belajar untuk
tawakal. sebab hidup ini penuh ujian, Tidak ada manusia yang hidup yang
tidak pernah sakit badan maupun sakit hati karena kita pasti pernah mengalami
itu. contoh ya orang sakit terus dipikir terus kepikiran
sakitnya terus kira-kira sakitnya hilang enggak Pak? tidak! tambah
sakit kan sering kayak gitu ya ini kapan to Marine kok yo ora mari-mari dosoku
opo Salahku Opo kok or mari-mari, ada kayak gitu banyak ora mau ada ngih
sehingga rata-rata orang sakit dia kepikiran dengan sakitnya Kapan sembuh Kapan sembuh kepikiran terus dengan
sakitnya akhirnya sakit fisik terus dipikir Jadi beban pikiran banyak orang
yang sakit stres itu banyak makanya ada orang sakit yang bunuh diri wonten boten banyak ada orang
yang sakit lalu stres kemudian menyendiri banyak dia stres dengan
sakitnya terlalu banyak memikirkan sakitnya maka Islam mengajarkan kalau
kamu punya beban pikiran seperti ini salelehni sudah lepaskan dalam arti
serahkan kepada Allah subhanahu wa taala dan itulah kunci tawakal.
baik. cuman masalahnya orang kalau diajak mikir, yang
pertama malas ayo ngaji engko piye ono ujiane
ora ah nek ono ujiane malas aku nek ono ujiane ora sanggup diajak mikir ilmu
enggak gelem dia malas dia padahal mikir ilmu ini
progresif dia akan bisa lebih berkualitas naik kekuatan mentalnya
lebih bagus pikirannya dan seterusnya mikir seperti ini akan
membuat dia semakin maju mikir ilmu tapi ini dikon belajar
ora Gelam ketika dia enggak mau mikir ilmu Allah kasih beban mikir masalah podo
mikir toh Pak yang ini menyebabkan orang bahagia
mikir ilmu itu bahagia yang ini maron senep kebanyakan pikiran maronan apa
senep tapi kalau belajar bagi mereka yang selera dengan ilmu
menyenangkan hari ini tahu hal yang baru hari besok tahu hal yang baru lagi hari besok tahu baru lagi terus seperti itu
akan membuat dia jadi bahagia dan menyenangkan
makanya coba kita alihkan ya kebiasaan yang hanya mikir masalah kita ganti
dengan mikir ilmu sehingga yang biasanya hanya sibuk
gesekan dengan orang lain malah marak noloro hati dan seterusnya itu kan mikir
masalah kita ganti dengan aktivitas mikir ilmu sinau
belajar Insyaallah dengan itu akan membuat mental Kita jadi semakin semakin
kuat karena itu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menyarankan tholabul Ilmi faridatun ala
kulli muslim belajar ilmu itu kewajiban bagi setiap muslim dan beliau juga menyarankan agar
kita memperbanyak untuk belajar agar fokus kita itu lebih kepada mikir
ilmu daripada mikir masalah hidup karena masalah itu pasti akan ada cuman kita
hindari dengan cara jangan terlalu banyak dipikir serahkan kepada Allah
lakukanlah tawakal sakat boten ngat Niki Pak Berat
ya saya mohon maaf ya Terkadang ada banyak orang yang
curhat dan rata-rata orang yang curhat itu kan masyarakat awam yang agamanya kurang sing dicurhati
Sinten Ustaz ya datang ke ustaz mau curhat orang kedua datang lagi mau curhat ini
datang lagi mau curhat berarti kan ustaznya Kean kebebanan apao banyak
masalah itu akan menjadi beban masalah nah yang curhat enggak tahu kalau
ustaznya juga punya banyak masalah cuman ini Ustaz mau curhat
mana wong semua curhat ke dia pripun dicurhati
ganti.
tapi bagi mereka yang paham tentang konsep tawakal dia curhatnya kepada Allah innama asqu BII wa Husni
ilallah aku hanya akan mengadukan Kesedihanku mengadukan keresahanku
kepada Allah sehingga orang yang
berilmu terkadang dia jadi tempat curhat orang lain agar digantikanlah masalah ini
dengan penjelasan ilmu karena ketika ilmu itu mendominasi
suasana batin orang akan lebih turun tensi untuk
memikirkan masalah dunia bapak bisa buktikan ya Makanya belajar ilmu ini kalau bisa
diperbanyak Pak dengan cara saya tak memberanikan diri aku tak sinau sing
Serius pak carane piye toh Pak sinau sing Serius pak mulai dari belajar bahasa Arab wis tua KY iniene belajar
bahasa Arab Pak kon belajar Nahwu kon belajar Soro opo yang nyandak tekati Pak
bismillah maju Insyaallah dapat ada banyak sekali
Nggih orang-orang yang sudah senior usianya Tapi beliau tidak pernah berhenti untuk
belajar dan bagi beliau senang dengan Belajar seperti itu mungkin pernah saya ceritakan ya usia Beliau mungkin
sekarang sudah 85 atau di atas itu dan beliau belajar ke saya itu sejak sebelum
saya punya anak sampai anak saya SD kelas 5 atau SD
Kelas berapa itu ya mungkin 6 atau 7 tahun
beliau tinggalnya di Kuncen dekat Rumah Sakit Ludiro Husodo
itu apa ya Kuncen ya dekat daerah situ datang ke Krajan
wedo Martani naik motor perpisahan kita sudah tidak lagi
belajar saat beliau kecelakaan jatuh dari kamar mandi sampai tulang
pinggangnya itu letak sudah sudah setelah itu beliau putus sudah enggak
pernah belajar lagi Saya menjenguk beliau waktu itu belum bisa jalan dan beliau sampai bingung aku wis
ra iso Neng ieng II sehingga hanya bisa membaca buku sampai beliau beli buku-buku
terjemah itu penuh dengan oret-oretan beliau enggak bisa ngomong bahasa Arab tidak bisa nulis Bahasa Arab Bahasa
Indonesia bisanya tapi belajar Nahwu ya dan kita masih sering berhubungan
Saya kadang jenguk beliau dalam posisi beliau sudah enggak bisa ke mana-mana selain ke masjid itu pun pakai kursi
roda awal-awalnya tapi sekarang alhamdulillah Katanya sudah bisa ee pakai
tongkat Nah itu contoh sebenarnya orang bisa sibuk dengan mikir
seperti ini sampai anaknya itu komentar Bapak
koy ngene kebebanan kitab gitu ya karena beliau rajin beli buku dan
bukunya banyak beliau itu orang awam Pak awalnya enggak ngerti apa enggak bisa bahasa
Arab bukan latar belakang Pesantren bukan orang awam baru pyadari pengin
rajin belajar di usia 70-an tahun
dan saya melihat beliau itu enggak begitu banyak mikir masalah keluarga
beliau sempat cerita Saya punya masalah dengan anak jadi
anaknya cerai dengan istrinya atau apa itu ada masalah tapi bagi beliau santai saja wis kap I ono sing ngatur
Insyaallah nanti akan ada jalan keluar malah sibuk mikir Nahwu begitu ya jadi ada tipe orang
seperti itu ya punya masalah enggak terlalu dipikir tapi dia lebih sibuk
mikir pelajaran karena mikir masalah menurunkan kualitas batin tapi kalau
mikir pelajaran menaikkan kualitas batin jenengan mau pilih yang mana sama-sama
Mi mikir dan Insyaallah kalau mikir yang kedua ini
berpahala mikir ilmu berpahala Enggak berpahala karena diperintahkan oleh
Allah untuk banyak belajar sebagaimana pula yang diperintahkan oleh Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam dengan belajar kita seperti mengurangi potensi kebodohan yang ada
pada diri kita mengingat pelajaran agama itu sangat banyak maka dalam belajar ilmu ini perlu
kita Cicil setiap hari sehingga kalau bisa setiap hari kita nambah sesuatu yang tidak kita
ketahui setiap hari...