1

Video Kajian

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-25 dalam seri Buku Prinsip Hidupku yang membahas tentang dipekerjakan allah (buku prinsip hidupku). Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Dipekerjakan Allah

Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى

🗓️ Selasa, 6 Mei 202

🏢 Masjid Al Furqon, Godean, Yogyakarta

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Melanjutkan pembahasan buku Prinsip Hidupku, pada bab tentang perbaiki di sisa usia, yakni perihal dipekerjakan oleh Allah, maknanya dijelaskan dalam hadits berikut:

عن عمر الجمعي رضي الله عنه : أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «إذا أراد اللهُ بعبدٍ خيرًا استعملَه قبل موتِه» فسأله رجلٌ من القوم: ما استعملَه؟ قال: «يهديه اللهُ عزَّ وجلَّ إلى العمل الصالح قبل موتِه، ثم يقبضه على ذلك».

[صحيح]

  • [رواه أحمد]
  • Dari Umar Al-Juma'iyyu-raḍiyallāhu 'anhu-, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seseorang, maka Allah memanfaatkannya sebelum kematiannya.” Seseorang bertanya kepada beliau, “Bagaimana Allah akan memanfaatkannya?” Rasulullah menjawab, “Allah 'Azza wa Jalla akan memberinya petunjuk untuk beramal saleh sebelum meninggal, kemudian mewafatkannya di atas amalan tersebut."

    [Hadis sahih]

  • [Diriwayatkan oleh Ahmad]
  • Dari hadits tersebut dapat kita ambil faidah bahwasanya seorang hamba dapat beramal shalih karena sebab taufik dari Allah bahkan hingga menjelang kematiannya, sehingga diharapkan wafat dalam keadaan husnul khatimah. Seorang hamba akan mendapatkan upah dari pekerjaannya, termasuk ketika beramal shalih akan mendapatkan pahala

    إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّلِحَٰتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ

    Artinya: Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.[At-Tin Ayat 6]

    Hamba diberikan mandat (taufik) untuk melakukan pekerjaan namun kondisi hamba ada 3:

    1. Diberi taufik, berarti diantarkan kepada kemuliaan

    2. Tidak diberi taufik, malas untuk bekerja

    3. Dijauhkan dari taufik & dibiarkan dengan nafsunya, tenggelam dalam maksiat

    Allah tidak memberikan taufik kepada hamba karena Allah tidak suka dengannya hadir di barisan orang-orang yang beribadah, sehingga tidak melakukan ketaatan, sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى

    ۞ وَلَوْ أَرَادُوا۟ ٱلْخُرُوجَ لَأَعَدُّوا۟ لَهُۥ عُدَّةً وَلَٰكِن كَرِهَ ٱللَّهُ ٱنۢبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ وَقِيلَ ٱقْعُدُوا۟ مَعَ ٱلْقَٰعِدِينَ

    Artinya: Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka. dan dikatakan kepada mereka: "Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu".[At-Taubah Ayat 46]

    Wallahu'alam

    Mutiara Hari Ini

    Abu Zubair Hawaary

    "Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

    QS. Al-Jumu'ah (62:10)

    "Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."