1

Video Kajian

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-24 dalam seri Buku Prinsip Hidupku yang membahas tentang perbaiki sisa umurmu, berbuat baiklah di sisa usia. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

PERBAIKI SISA USIAMU

Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى

🗓️ Selasa, 29 April 2025

🏢 Masjid Al Furqon, Godean, Yogyakarta

>Melanjutkan pembahasan Buku Prinsip Hidupku, pada bab berbuat baiklah di sisa usia, tidak ada satu manusia pun yang tahu kapan akan meninggal dunia, maka sisa usia adalah apa yang kita alami saat ini, tidak ada jaminan yang muda matinya lebih lama begitupun sebaliknya, serta tidak ada satu manusia pun yang tahu akan meninggal dalam kondisi husnul khatimah atau tidak, yang bisa dilakukan adalah perbanyak berdoa kepada Allah semoga amalan terbaik ada di ujung usia kita, sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى

إِنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥ عِلْمُ ٱلسَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ ٱلْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِى نَفْسٌۢ بِأَىِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۢ

Artinya: Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. [Surat Luqman Ayat 34]

Manusia tidak tahu dimana akan mati, jika tempat saja tidak tahu terlebih lagi masalah waktunya. OIeh karena itu hakikat sisa usia adalah apa yang kita jalani saat ini. Perkara yang paling penting kita persiapkan adalah siaga kematian tidak melihat berapa usianya, ada bagian yang tidak boleh lepas yakni:

1. Iman, karena syarat seseorang itu selamat. Dari Abu Said Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: أُخْرِجُوا مِنَ النَّارِ مَن كانَ في قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ إيمَانٍ

“Keluarlah dari neraka siapa saja yang dalam hatinya masih ada iman seberat biji sawi.” (HR. Bukhari, no. 22)

2. Mengkondisikan dalam ketaatan, maka minta kepada Allah agar dimudahkan dalam ketaatan.

3. Menjaga tauhid

يَٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. [Ali ‘Imran Ayat 102]

4. Hindari sengketa yang belum tuntas تِلْكَ ٱلدَّارُ ٱلْءَاخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا وَٱلْعَٰقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

Artinya: Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa. [Al-Qashash Ayat 83]

Wallahu'alam

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."