بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Teori Agar Tidak Ujub Ketika Menderma
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
🗓️ Selasa, 18 Februari 2025
🏢 Masjid Nurul Ashri, Deresan, Sleman
Melanjutkan pembahasan Buku Kode Etik Pengusaha Muslim, pada bab tentang teori agar tidak ujub ketika menderma, kita sebut teori karena sifatnya pendapat semoga bisa diterapkan dalam kehidupan nyata. Ketika kita memberikan sebagian harta jangan berpikir bahwa berarti kita sedangkan memberikan rizki kepada orang itu, itu keliru, bisa jadi ini su'udzon kepada Allah, karena Allah yang memberikan rizki, seperti halnya isteri yang mendapatkan nafkah dari suaminya, bukan berarti suami memberi rizki kepada isterinya padahal hakikatnya rizki itu dari Allah. Allahسبحانه و تعالى berfirman;
وَنَادَىٰ فِرْعَوْنُ فِى قَوْمِهِۦ قَالَ يَٰقَوْمِ أَلَيْسَ لِى مُلْكُ مِصْرَ وَهَٰذِهِ ٱلْأَنْهَٰرُ تَجْرِى مِن تَحْتِىٓ ۖ أَفَلَا تُبْصِرُونَ
Artinya: Dan Fir'aun berseru kepada kaumnya (seraya) berkata Hai kaumku, bukankah kerajaan Mesir ini kepunyaanku dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku; maka apakah kamu tidak melihat(nya)[Az-Zukhruf Ayat 51]
Jangan dipahami, ketika kita memberikan kepada orang lain bahwa kita merasa berada diatas orang tersebut, karena ini memicu perasaan ujub, yakni merasa memiliki kelebihan yang tidak ada pujian dari orang lain sehingga dia memuji dirinya sendiri.
Memang benar tangan di atas atau yang memberi itu lebih baik dari tangan yang di bawah
نْ حَكِيْمِ بْنِ حِزَامٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اَلْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى، وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُوْلُ، وَخَيْرُ الصَّدَقَةِ عَنْ ظَهْرِ غِنًى، وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللهُ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللهُ
Dari Hakîm bin Hizâm Radhiyallahu anhu, dari Nabi ﷺ , Beliau ﷺ bersabda Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu. Dan sebaik-sebaik sedekah adalah yang dikeluarkan dari orang yang tidak membutuhkannya. Barangsiapa menjaga kehormatan dirinya maka Allâh akan menjaganya dan barangsiapa yang merasa cukup maka Allâh akan memberikan kecukupan kepadanya.”[Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhâri (no. 1427) dan Muslim no.1053 (124)]
Namun ketika sedang berbuat kebaikan kepada orang lain itu jangan merasa lebih baik daripada orang yang menerimanya, terkadang orang yang menerima bisa lebih baik daripada yang memberi.
Ada 2 tips agar tidak ujub ketika menderma ;
1. Hadirkan perasaan kita yang lebih butuh kepada orang itu, karena kita memiliki kesempatan untuk mendapatkan pahala sedekah.
2. Hadirkan perasaan bahwa sejatinya kita sedang bermuamalah dengan Allah, sehingga mengharapkan pahala dari Allah.
Diantara cara agar mendapatkan kebahagiaan adalah jangan terlalu berharap apresiasi dari orang lain, kemudian tanamkan harapan untuk mendapatkan apresiasi dari Allah karena hal itu akan lebih membuat hati tenang. Allah سبحانه و تعالى berfirman;
نَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ ٱللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَآءً وَلَا شُكُورًا
Artinya: Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.[Al-Insan Ayat 9]
Wallahu 'alam