بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Semangat Berqurban
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
🗓️ Selasa, 20 Mei 2025
🏢 Masjid Nurul Ashri, Deresan, Sleman
Pembahasan kajian pagi adalah tentang semangat berqurban, terkait afdhaliyah dalam berqurban maka urutannya adalah ;
1. Unta
2. Sapi
3. Kambing
Urutan keutamaan tersebut berdasarkan hadits,
ن أبي هريرة رضي الله عنه قال قال النبي صلى الله عليه وسلم «إذا كان يوم الجمعة وقَفَتِ الملائكةُ على باب المسجد يَكْتُبون الأوّلَ فالأوّلَ، ومَثَلُ المُهَجِّر كمثل الذي يُهْدي بَدَنةً، ثم كالذي يُهْدي بقرة، ثم كَبْشا، ثم دَجاجة، ثم بَيضة، فإذا خرج الإمام طَوَوُا صُحُفَهم، ويسْتَمعون الذِّكرَ».
[صحيح] - [متفق عليه]
Dari Abu Hurairah raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, Nabi -ﷺ bersabda, Jika hari Jumat tiba, para malaikat berdiri di pintu masjid untuk mencatat orang yang pertama datang dan seterusnya. Orang yang pertama kali datang laksana orang yang berkurban dengan seekor unta, kemudian setelahnya seperti orang yang berkurban dengan seekor sapi, kemudian seekor domba, kemudian seekor ayam, kemudian sebutir telur. Jika imam sudah menuju mimbar maka para malaikat melipat catatan mereka kemudian mendengarkan zikir (khotbah).[Hadis sahih] - [Muttafaq 'alaih]
Jika patungan hewan qurban ada khilaf diantara ulama terkait urutan keutamaannya ;
1. Onta, Sapi, Kambing, kemudian Patungan - Madzhab Hambali
2. Jika urunannya kurang dari 7 orang maka lebih afdhal daripada seekor kambing - Pendapat Madzhab Syafi'i
Esensi kita berqurban adalah karena ada perintah dari Allah, karena Allah سبحانه و تعالى telah berfirman
صَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ
Artinya: Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.[Al-Kautsar Ayat 2]
Hukum asal ibadah itu karena ada perintah dan dalil. Sementara untuk hikmah dari ibadah tidak semua ibadah itu manusia mengetahui hikmahnya terkadang ada yang diketahui namun terkadang tidak diketahui, ini sifatnya ijtihadi.
Hikmah dari qurban adalah dalam rangka menegakkan dzikrullah dan meraih ketakwaan, karena Allah سبحانه و تعالى berfirman;
ن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقْوَىٰ مِنكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُحْسِنِينَ
AArtinya: Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.[Al-Hajj Ayat 37]
Wallahu 'alam