بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
🗓️ Senin, 25 Agustus 2025
🏢 Studio ANB Channel, Krajan, Sleman
Pembahasan kajian pagi melanjutkan Kitab Bahjatu Qulūbul Abrār karya Syaikh Abdurrahmān ibn Nāshir As Sa’dī رحمه الله tentang Lima Keistimewaan Nabi ﷺ, kita sudah sampai hadīts ke-26, yaitu hadīts yang diriwayatkan oleh Jābir bin Abdillāh radhiyallāhu ta’āla ‘anhumā.
Beliau mengatakan, Rasūlullāh ﷺ bersabda:
عْطِيتُ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ أَحَدٌ قَبْلِي: نُصِرْتُ بِالرُّعْبِ مَسِيرَةَ شَهْرٍ، وَجُعِلَتْ لِيَ الأَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُورًا، فَأَيُّمَا رَجُلٍ مِنْ أُمَّتِي أَدْرَكَتْهُ الصَّلاَةُ فَلْيُصَلِّ، وَأُحِلَّتْ لِيَ الغَنَائِمُ وَلَمْ تَحِلَّ لِأَحَدٍ قَبْلِي، وَأُعْطِيتُ الشَّفَاعَةَ، وَكَانَ النَّبِيُّ يُبْعَثُ إِلَى قَوْمِهِ خَاصَّةً وَبُعِثْتُ إِلَى النَّاسِ عَامَّةً
“Aku diberikan lima hal yang belum pernah diberikan kepada seorangpun dari kalangan para nabi sebelumku.
⑴ Aku ditolong oleh Allāh dengan adanya rasa takut (dikalangan musuh-musuh Beliau) sejauh sebulan perjalanan.
⑵ Dijadikan bagiku bumi sebagai masjid dan sebagai alat untuk bersuci.
Maka barangsiapa dari kalangan umatku ini mendapati waktu shalāt (di manapun dia berada) maka hendaklah dia shalāt.
⑶ Dihalalkan bagiku ghanimah-ghanimah perang dan sebelumnya tidak dihalalkan bagi nabi-nabi sebelumku.
⑷ Aku diberikan syafā’at.
⑸ Dan para nabi terdahulu diutus kepada umatnya secara khusus sedangkan aku diutus kepada seluruh manusia. (Hadīts riwayat Imām Bukhāri dan Muslim)
Bukti peperangan ini terjadi ketika Nabi ﷺ menjalani perang tabuk, faktor penentu kemenangan kaum muslimin adalah karena musuh telah takut terlebih dahulu. Selain itu Nabi sebelum Nabi ﷺ diutus hanya untuk kaum tertentu, sehingga Nabi Khidir bukanlah umatnya Nabi Musa 'alaihissalam.
Hal ini menunjukkan bahwa Nabi & Rasul itu bertingkat-tingkat keutamaannya, sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى dalam Surat Al-Baqarah Ayat 253;
۞ تِلْكَ ٱلرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۘ مِّنْهُم مَّن كَلَّمَ ٱللَّهُ ۖ وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجَٰتٍ ۚ وَءَاتَيْنَا عِيسَى ٱبْنَ مَرْيَمَ ٱلْبَيِّنَٰتِ وَأَيَّدْنَٰهُ بِرُوحِ ٱلْقُدُسِ ۗ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ مَا ٱقْتَتَلَ ٱلَّذِينَ مِنۢ بَعْدِهِم مِّنۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُمُ ٱلْبَيِّنَٰتُ وَلَٰكِنِ ٱخْتَلَفُوا۟ فَمِنْهُم مَّنْ ءَامَنَ وَمِنْهُم مَّن كَفَرَ ۚ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ مَا ٱقْتَتَلُوا۟ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ
Artinya: Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat. Dan Kami berikan kepada Isa putera Maryam beberapa mukjizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya.
Keistimewaan Nabi ﷺ dibandingkan umatnya adalah ada hukum khusus bagi beliau ﷺ, semisal boleh menikah lebih dari 4, menikah tanpa mahar, menikah tanpa wali, boleh puasa wishal tanpa makan sahur & tanpa berbuka, dll. Nabi ﷺ diberi ilmu yang paling afdhal dan amal yang paling sempurna. Allah سبحانه و تعالى berfirman dalam Surat Al-An’am Ayat 90;
و۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ هَدَى ٱللَّهُ ۖ فَبِهُدَىٰهُمُ ٱقْتَدِهْ ۗ قُل لَّآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا ۖ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرَىٰ لِلْعَٰلَمِينَ
Artinya: Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah: "Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al-Quran)". Al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan untuk seluruh ummat.
Wallahu 'alam