1

Video Kajian

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-21 dalam seri Buku Bahjah Qulubil Abrar yang membahas tentang hukum asal air. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

🗓️ Senin, 25 November 2024

🏢 Studio ANB Channel, Krajan, Sleman

Melanjutkan pembahasan hadits tentang hukum asal air

ن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه أنه قيل لرسول الله صلى الله عليه وسلم : أنتوضأ من بِئر بُضَاعَةَ وهي بئر يُطرحُ فيها الحَيضُ ولحم الكلاب والنَّتَنُ؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «الماء طهور لا ينجسه شيء».

[صحيح]

  • [رواه أبو داود والنسائي وأحمد]
  • Dari Abu Sa'īd Al-Khudri bahwasanya seseorang bertanya kepada Rasulullah ﷺ-, "Bolehkan kita berwudu dari sumur Buḍā'ah, yaitu sumur tempat dilemparkannya darah haid, daging anjing dan sesuatu yang busuk?" Rasulullah -ﷺ menjawab, " Air itu suci, tidak bisa menjadi najis oleh apa pun."[Hadis sahih]
  • [Diriwayatkan oleh Nasā`i - Diriwayatkan oleh Abu Daud - Diriwayatkan oleh Ahmad]
  • Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa air suci tidak menjadi najis hanya sekedar dilempari najis kepadanya, selama tidak berubah warnanya atau rasanya atau baunya (aromanya). Para ulama sepakat air yang berubah disebabkan karena najis maka najis, berdalil dengan firman Allah Surat An-Nahl Ayat 115;

    نَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ ٱلْمَيْتَةَ وَٱلدَّمَ وَلَحْمَ ٱلْخِنزِيرِ وَمَآ أُهِلَّ لِغَيْرِ ٱللَّهِ بِهِۦ ۖ فَمَنِ ٱضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

    Artinya: Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

    Air yang berubah rasa, bau, dan warna karena sesuatu yang suci maka statusnya suci dan bisa untuk bersuci.

    Ada beberapa macam jenis air ;

    1. Air najis, air yang berubah salah satu sifatnya karena najis baik sedikit atau banyak

    2. Air suci, tidak tercampur najis yang tidak berubah bau, warna, dan rasanya

    3. Air suci namun tidak bisa untuk bersuci

    Jika terjadi keraguan, selama tidak menemukan penyebab najis, maka kembalikan kepada hukum asal air yakni suci.

    Bersuci ada beberapa macam :

    1. Non fisik ; dari dosa

    2. Fisik ; suci dari najis dan hadats

    Suci dari hadats diantaranya; thaharah ashliyah (dengan air, mandi & wudhu), & thaharah badaliyah (dengan tanah, dilakukan jika ada sebab) jika tanpa sebab thaharahnya batal, ini bisa menggantikan wudhu & mandi.

    Bedakan antara air dan zat cair, karena 2 hal yang berbeda, tidak semua zat cair itu air, tapi air itu pasti zat cair. Zat cair yang bukan air tidak boleh digunakan untuk bersuci, contohnya ; susu, kuah lodeh, bensin, dll

    Air mutlak yang dicampuri zat cair lainnya sehingga menjadi sesuatu yang bukan air maka tidak boleh untuk bersuci, contohnya ; kopi susu, kopi, teh susu

    Macam-macam air dalam Madzhab Hambali ;

    1. Air suci dan mensucikan ; hukum asal air

    2. Najis dan tidak mensucikan

    Kaidah ;

    1. air suci + benda suci ; ada 2 keadaan, yakni benda suci itu dari air (lumut, ganggang) maka tetap suci mensucikan meskipun berubah sifatnya, berikutnya benda suci dari selain air ada 2 keadaan ; mengubah status menjadi zat cair (tidak boleh untuk bersuci, contohnya ; kopi, susu, teh); tidak mengubah status sebagai zat cair (contoh; air mawar, air bunga, abate) maka boleh untuk bersuci.

    2. air suci + benda najis ; ada 2 keadaan, yakni mengubah salah satu dari 3 sifatnya maka jadi najis, berikutnya tidak mengubah 3 sifatnya maka tidak najis.

    Wallahu 'alam

    Mutiara Hari Ini

    Abu Zubair Hawaary

    "Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

    QS. Al-Jumu'ah (62:10)

    "Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."