1

Video Kajian

Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-1 dalam seri Kitab Nahwu Wadhih yang membahas tentang tanda muannats dalam fiil dan isim. Ustadz Ratno Abu Muhammad, Pendakwah memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan Kajian

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Kajian ini membahas tentang tanda-tanda muannats (perempuan) pada kata kerja (fi'il) dan kata benda (isim) dalam bahasa Arab berdasarkan Kitab Nahwu Wadhih.

1. Tanda Muannats pada Fi'il

* Fi'il Madhi: Ditandai dengan adanya Ta Sukun (تْ) di akhir kata.
Contoh: La'ibat (لَعِبَتْ), Akalat* (أَكَلَتْ).
* Fi'il Mudhori': Ditandai dengan adanya Ta berharakat di awal kata.
Contoh: Tal'abu (تَلْعَبُ), Takulu* (تَأْكُلُ).

2. Tanda Muannats pada Isim

Terdapat tiga tanda utama muannats pada isim, yaitu:
Ta Marbutah (ة): Ta yang berbentuk bulat di akhir kata. Contoh: Khadijatu* (خَدِيْجَةُ).
Alif Maqsurah (ى): Alif yang berbentuk seperti huruf ya tanpa titik. Contoh: Laila (لَيْلَى), Salma* (سَلْمَى).
Alif Mamdudah (اء): Alif yang diikuti hamzah di akhir kata. Contoh: Asma'u (أَسْمَاءُ), Samro'u* (سَمْرَاءُ).

Selain itu, terdapat pula isim yang tidak memiliki tanda fisik di atas namun secara makna termasuk muannats (Muannats Maknawi), seperti Zainab, Maryam, atau Su'ad.

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."