/
Adab di Kota Madinah (Kitab Shahih Adab Islamiyyah)| Ustadz Muhammad Rezki Hr, ST, M.Eng., Ph.D
Kitab Shahih Adab Islamiyyah - Ustadz Muhammad Rezki Hr, Spesialis Productive Muslim Hafidzahullahu Ta'ala
Video Kajian
Tentang Kajian Ini
Kajian pertemuan ke-1 dalam seri Kitab Shahih Adab Islamiyyah yang membahas tentang adab di kota madinah (kitab shahih adab islamiyyah)| ustadz muhammad rezki hr, st, m.eng., ph.d. Ustadz Muhammad Rezki Hr, Spesialis Productive Muslim memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.
Isi Ceramah Lengkap
Dan saya kira ini pas momennya sebagian Bapak Ibu mungkin ada yang mau berangkat umroh ini akhir tahun puncak musim orang itu umroh itu biasanya akhir tahun akhir Desember awal Januari ini jamaah umroh luar biasa bahkan bisa mengalahkan haji ramai ya kita akan bahas mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi kita semua meskipun belum mau berangkat umroh belum ada rencana berangkat umroh Insya Allah suatu saat akan bermanfaat yang pertama Al istiadatul haji persiapan untuk haji dengan taubat yang tulus maka ini diantara fiqih haji dan umroh Bapak Ibu sekalian saya kalau membimbing umroh selalu ini yang kami tekankan pak sebelum berangkat itu taubat perbanyak istighfar di antara alasannya adalah tobat dan istighfar itulah yang akan menjadi sebab bagi kita mendapatkan kemudahan dari Allah subhanahu wa ta'ala kenapa karena Bapak Ibu perlu ketahui bisnis ya bukan hanya bisnisnya tapi ibadah haji dan umroh itu adalah ibadah haji adalah ibadah yang sangat banyak ketidakpastiannya begitu banyak begitu besar ketidakpastian makanya kalau dalam sudut pandang bisnis risiko bisnis umur itu sangat besar resikonya sangat besar memang demikian hukumnya dalam ilmu ekonomi semakin besar resiko maka semakin besar keuntungan makanya kalau orang punya travel umroh itu memang besar untungnya tapi resikonya juga sangat-sangat besar makanya di sana banyak sekali kita di travel misalnya sudah berupaya sedemikian mungkin supaya lancar sudah disiapkan tiba-tiba Saya pernah satu keberangkatan tapi bukan grup saya ikuti pesawatnya diadakan bukan delay tapi tidak ada penerbangan ketika Islam karena pesawatnya rusak bayangkan bagaimana kemudiannya belum lagi ketika sudah sampai di sana tiba-tiba hotelnya pihak manajemen hotel mengatakan belum lagi ketika pelaksanaannya banyak sekali faktor-faktor yang di luar kendali kita makanya orang berangkat haji berangkat umroh dalam satu kloter 1 kelompok pengalaman yang didapatkan itu berbeda-beda kenapa bisa berbeda-beda seperti itu tadi diantaranya adalah orang-orang yang Allah mudahkan dalam perjalanan haji adalah orang-orang itu mudah lancar dari awal sampai akhirnya saya katakan kepada jamaah ini berkat istigfar Bapak Ibu sekalian tapi sebagian kita mendapatkan kendala-kendala yang dikeluarkan beberapa dalil tentang anjuran untuk bertobat kita baca hadisnya saja di situ di mana Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda Ya ayyuhannas wahai sekalian manusia bertaubatlah kepada Allah Karena sesungguhnya aku baru taubat kepada Allah sebanyak 100 kali dalam satu hari dalam satu hari para ulama berbeda pendapat tentang bilangan 100 ini apakah memang ini yang diinginkan oleh Nabi ataukah hanya nabi ingin menunjukkan jumlahnya banyak jadi kalau kita melihat ayat atau hadis dalam Alquran kalau di situ disebutkan angka tertentu maka kita harus hati-hati memahami angka tersebut terkadang Allah dan rasulnya tidak menginginkan angkanya tapi ini untuk menunjukkan banyaknya saja bisa kata Allah
Meskipun engkau memintakan ampunan untuk mereka 70 kali pada Allah subhanahu wa ta'ala
Taubah ayat 80 astaghfirullah astaghfirullah engkau memohonkan ampunan untuk mereka itu atau engkau tidak memakan ampunan sama saja meskipun engkau memohonkan ampunan 70 kali kata Allah subhanahu wa ta'ala Allah tidak akan mengampuni mereka 70 kali waktu di situ apakah kemudian kita memahami ayat ini kalau Nabi kemudian memohon ampunan 71 kali Allah akan mengampuni mereka jawabannya tidak 70 di sini hanya untuk menunjukkan sebanyak apapun nabi memintakan ampunan untuk orang-orang munafik ini tidak akan diampuni oleh Allah subhanahu wa ta'ala sehingga prinsipnya bukan angkanya yang diinginkan nah maka kembali lagi ke pelajarannya tadi ketika Nabi mengatakan aku bertaubat kepada Allah 100 kali dalam sehari semalam para ulama berbeda pendapat apakah memang dibatasi 100 kali ataukah nabi ingin menunjukkan begitu banyaknya Ya allahualam kembali kepada hukum asalnya tidak ada dalil yang memalingkan ini dari anak-anak asal 100 sehingga sebagaimana fikih yang disampaikan oleh syekh saat ini 100 kali di situ adalah kita berdzikir dalam satu hari satu malam kita beristighfar itu batasnya 100 kali ya misalnya Bapak Ibu mau duduk di pagi hari misalnya beristighfar itu 100 kali Rasulullah seperti itu maka batasnya 100 kali demikian sehingga ini angkanya kita anggap angkanya kita hitung dalam artian istighfar dalam satu hari itu dianjurkan untuk sebanyak 100 kali mengucapkan dapat istighfar namun kembali lagi yang menjadi pelajaran kita adalah di antara adat haji dan umroh sebelum berangkat hendaknya bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta'ala ada yang kedua di antara pelajaran atau adat terkait haji dan umrah adalah mengembalikan hak-hak yang di tahun ini masih berkaitan dengan poin yang pertama sebetulnya Bapak Ibu sekalian perlu diketahui kalau kita mau bertaubat dari dosa-dosa yang berkaitan sesama manusia maka diantara cara taubatnya yang harus ditempuh adalah mengembalikan hak yang dizalimi tersebut makanya ini yang disebutkan oleh para ulama urusan dosa dengan Allah subhanahu wa ta'ala itu lebih lapang dibandingkan urusan sesama hamba ini lebih ketat apa maksudnya yang saya kira sudah pernah kita bahas di sini maksudnya kita kalau tobat atas dosa-dosa yang ini merupakan hak Allah obat sudah selesai Allah ampuni sudah selesai tidak salat tidak puasa tidak bayar zakat ini hak Allah subhanahu wa ta'ala kalau kita bertobat sudah selesai adapun dosa sesama hamba kalau ini tidak diselesaikan sama hamba tersebut belum selesai urusan obatnya masih bisa tertahan nanti di hari kiamat ketika pengadilan hari kiamat makanya dosa yang
Mutiara Hari Ini
"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."