/
Sifat Kalam (Kitab Lum'atul I'tiqad)| Ustadz Muhammad Rezki Hr, ST, M.Eng., Ph.D
Kitab Lumatul Itiqad - Ustadz Muhammad Rezki Hr, Spesialis Productive Muslim Hafidzahullahu Ta'ala
Video Kajian
Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.
Tentang Kajian Ini
Kajian pertemuan ke-7 dalam seri Kitab Lumatul Itiqad yang membahas tentang sifat kalam (kitab lum'atul i'tiqad)| ustadz muhammad rezki hr, st, m.eng., ph.d. Ustadz Muhammad Rezki Hr, Spesialis Productive Muslim memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.
Isi Ceramah Lengkap
Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Wasallallahu ala Nabina Muhammad wa ala alihi wasahbihi wasallam subhanakallahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaikalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
wa asadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahiman wa asadu Anna muhammadan
abduhu wa rasuluh Ila ridwani Allahumma shli Alaihi waa alihi wasahbihi wa
ikhwani hadirin dan hadirat bapak-bapak ibu-ibu ikhwan dan akhwat para pemirsa
di mana pun anda berada rahimani waahimakumullahu Jamian Alhamdulillah
kita kembali bisa bertemu di masjid yang Semoga senantiasa diberkahi oleh Allah
ini dalam rangka kita melanjutkan kembali pelajaran kita membaca kitab
lumatulqad karya Ibnu qudamah al-maqdisi rahimahullahu taala rahmatan
wasiatan dan langsung saja di malam hari ini kita akan melanjutkan pembahasan
kita tentang sifat-sifat Allah subhanahu wa taala
yang mana pada malam hari ini kita akan berfokus membahas tentang Salah satu sifat Allah yaitu sifat
Kalam Di antara keimanan kita adalah wajib bagi kita untuk beriman Allah
memiliki sifat kalam kalam yaitu berfirman atau
berbicara hal tersebut bisa kita simpulkan dari Alquran Quran menyebutkan Allah memiliki
sifat kalam yaitu berbicara hadis-hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam juga mengatakan Allah subhanahuwataala
memiliki sifat berbicara bahkan ini adalah ijmak adalah kesepakatan generasi
awal Islam Bahwasanya Allah Subhanahu taala memiliki sifat
berbicara dan perlu kita
ketahui sebagaimana sudah kita sampaikan kita menyaksikan sendiri di
dalam tubuh umat Islam banyak kelompok-kelompoknya banyak pemahaman-pemahamannya Bagaimana
memahami sifat-sifat Allah subhanahu wa taala sudah kita bahas di antara yang
paling banyak menjadi titik perdebatan adalah masalah sifat istiwa Allah beristiwa di atas arasy
mengenai di mana Allah subhanahu wa taala ini menjadi perdebatan di kalangan
kaum muslimin termasuk di antaranya yang selalu
menjadi perdebatan yang selalu menjadi bahan diskusi oleh banyak kelompok di
dalam tubuh umat Islam adalah masalah sifat kalam ada beberapa kelompok
Bagaimana kaum muslimin memahami sifat kalam nanti akan kita
bahas mengambil Pelajaran apa yang disampaikan oleh Ibnu qudamah almaqdisi
Di dalam kitab ini kita akan melihat di sini ini
panduan-panduan yang disampaikan oleh Ibnu qudamah almaqdisi tentang bagaimana seharusnya kita memahami sifat
kalamullah ya sifat kalam sifat berbicaranya Allah subhanahu wa taala berdasarkan panduan al-qur'an dan asunah
baik langsung saja kita baca di halaman 35 bagi yang menyimak bukunya
silakan Wam sifatillahi taala annahu mutakallimun bikalamin qimin
berbara dengan Kal atauahu yangeng sia yang Diend nya dari makhlukNya Musa
alaih salam mendengarnya tanpa perantara Jibril alaih salam mendengarnya juga
siapa yang diizinkan dari para malaikatnya dan rasul-rasulnya baik ini pengantar yang
diberikan oleh ibnuudamah almaqdisi tentang bagaimana seharusnya kita memahami sifat kalamullah Bahwasanya
Allah berfirman Allah berbicara dimulai dari kaidah seperti ini nanti di
poin-poin berikutnya atau di paragraf-paragraf berikutnya Ibam akan membawakan hadis ayat-ayat dan
hadis-hadis yang mendukung apa yang beliau sampaikan di awal ini kita baca sekali lagi kata Ibnu qudamah di antara
sifat Allah adalah berbicara maka wajib bagi kita untuk beriman Allah memiliki sifat berbicara
wajib bagi kita untuk menetapkannya dan tidak boleh bagi kita untuk menolak tidak Allah tidak memiliki sifat kalam
haram hukumnya namun tentunya sebagaimana kaidah-kaidah yang sebelumnya n kita
sampaikan kita tegaskan kita garis bawahi ketika kita menetapkan Allah subhanahu wa taala memiliki sifat
berbicara Allah memiliki sifat kalam jangan sekali-kali kita membayangkan kalamnya Allah seperti kalam makhluk
kalam Allah berbeda dengan kalam kita berbicaranya Allah pasti berbeda dengan
berbicaranya kita berbicaranya Allah bagaimana kaifiatnya kita tidak tahu persis namun tentunya sesuai dengan
kadar keagungan dan kesempurnaan Allah subhanahu wa taala kita beriman Allah berbicara Namun kita
tetapkan juga kita katakan Allah berbicaranya tidak sama dengan berbicaranya para makhluk maka yang
pertama wajib bagi kita untuk mengimani Allah berbicara Allah berfirman yang
kedua kata Ibnu qudamah tadi Allah berbicara dengan kalam qadim kalam
terdahulu Apa maksudnya kalam qadim maksudnya Allah memiliki sifat berbicara
sudah sejak terdahulu Pak sudah sejak dahulu kala tanpa awalan
ya Apa maksud qadim qadim itu ya Bahasanya Sebagian ulama qadim itu
adalah Allah itu ada sebelum kata itu ada maaf Allah itu ada sebelum kata ada
itu ada bisa dipahami ada kata kata
ada secara bahasa ada kata ada Nah maka yang namanya qadim
terdahulu ada sebelum kata ada itu ada
bisa dipahami Ya intinya Allah subhanahu wa taala itu bersifat
qadim sudah ada tanpa awalan ya Ada tanpa awalan maka sifat
kalam sudah ada sejak terdahulu Allah tidak mampu maksudnya
sifat Allah kalam itu bukanlah sifat yang hadis lawan dari qadim adalah hadis Apa
maksudnya jadi seperti ini Allah memiliki sifat kalam itu sudah sejak dulu kala tanpa awal sejak dulu kala
Allah sudah memiliki sifat kalam qadim istilahnya seperti itu qadim adapun
Susunan kalimat yang Allah firmankan ini sifatnya hadis Pak sifatnya baru hadis
itu sesuatu yang baru sifat Allah kalam itu sudah sejak
dulu Adapun apa yang Allah firmankan apa yang Allah bicarakan susunan kalimatnya
itu adalah sesuatu yang hadis sesuatu yang baru Maka inilah yang dimaksud oleh
para ulama Allah subhanahu wa taala memiliki sifat kalam qadim berbicaranya
Allah subhanahu wa taala sudah sejak dahulu kala
kemudian kata Ibnu qudamah kalam Allah itu yasmau minhuya Min khqi kalam Allah
subhanahu wa taala itu bisa didengar oleh siapa saja yang dikehendaki oleh
Allah subhanahu wa taala dari kalangan makhlukNya jadi ini rincian berikutnya
terkait sifat kalam wajib bagi kita untuk beriman yang namanya kalam Allah
bisa didengar kalam Allah itu bisa didengar namun bagi siapa-siapa saja
yang diizinkan oleh Allah subhanahu wa taala kita lihat disebutkan oleh penulis
di sana di antara makhluk Allah yang Allah izinkan pernah mendengar firman
Allah kalam Allah secara langsung adalah musa alaih salam bahkan Musa mendengar
firman Allah tanpa perantara tidak ada medianya tidak ada perantaranya langsung
mendengar perkataan Allah subhanahu wa taala makanya di antara gelar Musa
adalah kalimullah Apa itu kalimullah yaitu makhluk atau manusia yang pernah
berbicara dengan Allah secara langsung Kita lihat nanti Banyak sekali hadisnya banyak sekali ayatnya banyak sekali
ayatnya yang mengisahkan bahwasanya Musa pernah berbicara secara langsung dengan Allah subhanahu wa
taala di antara makhluk Allah yang pernah mendengar firman Allah subhanahu wa taala secara langsung adalah malaikat
jibril Alaihissalam Jibril adalah malaikat yang paling dekat dengan Allah subhanahu wa
taala Ruhul kdus pemimpinnya para malaikat maka Jibril diizinkan oleh
Allah subhanahu wa taala untuk mendengar firman Allah secara langsung juga siapa-siapa saja yang
diizinkan oleh Allah subhanahu wa taala dari kalangan para malaikat dan rasul-rasulnya nanti saya akan rincikan
kita lihat dalilnya siapa saja malaikat Bagaimana malaikat mendengar firman
Allah dan bagaimana para rasul sebagian mereka mendengar firman Allah subhanahu
wa taala Namun kita bahas terlebih dahulu dari paragraf ini secara umum poin apa yang bisa kita simpulkan
tentang sifat kalamullah yang pertama sudah saya
sampaikan Allah subhanahu wa taala wajib kita beriman Bahwasanya Allah subhanahu wa taala memiliki sifat kalam Allah
berbicara dengan yang sesuai dengan keagungan dan kesempurnaan Allah tidak sama
berbicaranya Allah dengan berbicaranya kita semua ini wajib bagi kita untuk beriman
Pak karena perlu kita ketahui ada kelompok dalam umat Islam yang
Mereka menolak sifat kalam mereka mengatakan Allah tidak memiliki sifat
kalam Allah tidak berbicara Allah tidak ber Firman ini
anggapan sekelompok umat Islam di antaranya adalah yang berpahaman demikian kelompok
yang disebut dengan kelompok jahmiyah dan juga kelompok yang disebut dengan muktazilah muktazilah J
jahmiah mereka beranggapan Bahwasanya Allah tidak berfirman Allah tidak
berbicara Lalu bagaimana mereka ketika mereka
mendengar ayat-ayat yang menyatakan Allah milemiliki sifat kalam hadis-hadis yang
menceritakan Bahwasanya Allah berfirman kemudian didengar oleh para malaikat bagaimana mereka menanggapi Nas tersebut
ayat dan hadis tersebut maka perlu diketahui di antara anggapan jahmiyah dan muktazilah mereka punya akidah
bahwasanya yang namanya kalam itu bukan sifat Allah tapi makhluk Allah ini Pak
bagaimana mereka mengakali ya Karena Mereka menolak Allah mililiki sifat kalam Allah
tidak mungkin berbicara kata mereka apa logikanya karena kalau berbicara nanti sama dengan makhluk logika awalnya
seperti ini kalau Allah berbicara sama dengan kita kita juga berbicara makanya kata mereka tidak mungkin Allah itu
berbicara Lalu bagaimana dengan ayat-ayat yang mengatakan bahwanya
misal surbah Allah katakan biarkan mereka sampai mereka itu mendengar
firman Allah Apa maksud firman Allah akidahnya orang
jahmiahilah kalamah itu makhluk Jadi maksudnya k mereka Allah menciptak
makhluk tertentu di atas langit sana Allah ciptakan makhlukah maka makhluk inilah yang
kemudian didengar oleh makhlukin
ineng ar oleh Jibril makhluk inilah kemudian yang didengar oleh para malaikat yang lainnya demikian akidahnya
muktazilah dan jahmiah tidak dengan Akidah kita akidah
ahlusunah Wal Jamaah ahlusunah Wal Jamaah menetapkan Allah subhanahu wa taala berbicara Allah berfirman namun
tentunya firman Allah tidak sama dengan firman kita semua tidak sama dengan pembicaraan kita semua ini yang
pertama yang kedua keimanan Kita di antara rincian
keimanan terkait sifat Allah yaitu Allah memiliki sifat kalam Allah berbicara sebagaimana tadi dikatakan oleh penulis
kalam tersebut bisa didengar Pak kalam tersebut bisa didengar oleh
makhluk-makhluk pilihan makhluk-makhluk yang diizinkan oleh Allah maka mereka
akan mampu untuk mendengar firman Allah subhanahu wa taala
ini akidah kita ahlusunah Wal Jamaah sehingga firman Allah itu bisa
didengar Kenapa perlu kita garis bawahi hal ini kenapa Ibnu qudamah sampai menyebutkan
bahwasanya kalamullah itu bisa didengar karena ada kelompok di dalam tubuh umat
Islam yang mereka punya akidah Allah memiliki sifat kalam diterima Oke
allahiki sifat kalam kami terima Namun kata mereka Allah itu tidak bisa
didengar mereka punya istilah kalam Allah adalah kalam Nafsi Apa itu kalam
Nafsi Pak kata mereka Allah berfirman pada dirinya sendiri tidak ada
kalimatnya tidak ada suaranya yang bisa didengar Allah berfirman di dalam dirinya sendiri namun yang membahasakan
adalah Jibril yang membahasakan adalah nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam tidak ada kalimat yang bisa
didengar namun ini bahasa dibahasakan oleh Jibril dan dibahasakan oleh nabi
kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam atau dibahasakan oleh Musa atau dibahasakan oleh makhluk-makhluk yang
lainnya maka tidak demikian akidah kita ahlusunah Wal Jamaah ahlusunah Wal
Jamaah berkeyakinan Allah subhanahu wa taala memiliki sifat berbicara yang sesuai dengan kadar keagungan dan
kesempurnaannya tidak sama dengan makhlukNya dan firman Allah subhanahu wa taala bisa didengar oleh makhluk-makhluk
yang diizinkan oleh Allah subhanahu wa taala kita akan lihat banyak sekali
dalil-dalilnya yang menunjukkan hal tersebut baik kemudian saya rincikan
tadi kata
penulis bahwasanya di antara yang
mendengar ya di antara dalil ya penulis menunjukkan bahwasanya firman Allah itu
bisa didengar di antara makhluk yang pernah mendengar firman Allah adalah musa musa
berbicara langsung dengan Allah subhanahu wa taala nanti kita lihat ayatnya banyak sekali terkait hal ini
yang kedua adalah Jibril yang ketiga adalah para malaikat
kita baca hadisnya Tidak dibawakan oleh penulis saya tambahkan riwayat yang mengisahkan tentang bagaimana para
malaikat mereka mendengar firman Allah subhanahu wa taala dalam sebuah hadis yang
diriwayatkan oleh imam muslim nabi kita muhammadahu shallallahu alaihi wassalam mengatakan kita apabila telah menetapkan
sesuatu maka para malaikat pemikul Arsy akan Bertasbih yang kemudian akan
diikuti tasbih tersebut oleh seluruh penghuni langit yang berada di bawah
merekaunun sampai kemudianasbih itu bergem sampai kepada para malaikat yang
ada di terbawah yaitu lapis langit kita langit dunia para malaikat yang ada di
lapis langit dunia juga ikut Bertasbih ketika Allah telah menetapkan
sesuatu maka para malaikat yang ada di bawah para malaikat pemikul Arsy ini
Jadi Malaikat yang tinggi yaitu para malaikat pemikul ars mereka yang tinggi yang berada di bawah mereka para
malaikat ini akan bertanya kepada kepada para malaikat pemikul Arsy
maqbukum apa yang telah difirmankan oleh Rabb
kalian fayukbirunahum kemudian para malaikat pemikul Arsy mengabarkan kepada para
malaikat yang ada di bawahnya tentang apa yang mereka dengar
atas keputusan-keputusan Allah subhanahu wa taala para malaikat Pak mereka saling bertanya apa yang telah ditetapkan oleh
Allah subhanahu wa taala apa yang difirmankan oleh Allah subhanahu wa taala sehingga di sini hadis sahih
riwayat Imam muslim sangat jelas menunjukkan bahwasanya para malaikat
mereka mendengar firman Allah subhanahu wa taala inilah yang menyebabkan mereka
saling bertanya apa yang difirmankan oleh Allah subhanahu wa taala nanti akan kita lihat
ada riwayat-riwayat lainnya baik kita baca paragraf
berikutnya
Allah subhanahu wa taala berbicara dengan orang-orang beriman di akhirat dan mereka
jugaikian dia mengizink mereka mengunjunginya Allah subhanahu wa taala
berfirman Allah berbicara kepada Musa dengan sebenarnya
baik di antara konsekuensi kita mengatakan Allah subhanahu wa taala memiliki sifat kalamadim maksudnya
adalah kalam qim qim dan Azari maksudnya Allah senantiasa memiliki sifat kalam
dari zaman dulu dan seterusnya sifat kalam tidak akan terpisah dari Allah subhanahu wa
taal memiliki sifat berbicara tidak
berhenti di antara konsekuensinya dan di antara dalilnya adalah bagaimana Allah
subhanahu wa taala Nanti pada hari kiamat akan berbicara dengan orang-orang
beriman berbicaranya dua arah Pak makanya di situ kata Ibnu qudamah Allah
subhanahu wa taala berbicara dengan orang berorang beriman di akhirat dan mereka juga demikian artinya orang-orang
beriman akan mengajak akan menjawab firman Allah subhanahu wa taala
banyak sekali dalilnya di anaranya dalilnya adalah bagaimana ketika Allah
subhanahu wa taala mendatangi para penduduk surga Allah menawarkan kepada para penduduk surga Maukah kalian aku
berikan nikmat yang lebih besar daripada nikmat yang telah kalian rasakan di
surga Allah berfirman demikian artinya Allah miliki sifat kalam Allah berbicara kepada penduduk surga Maukah kalian aku
berikan nikmat yang lebih besar daripada nikmat yang telah kalian
rasakan maka penduduk surga kemudian terheran-heran mereka menjawab firman
Allah subhanahu wa taala tersebut dengan mengatakan Ya Allah apakah masih ada nikmat yang lebih besar dari apa yang
telah kami rasakan selama ini mereka sudah menetap di surga selama beberapa waktu sehingga mereka sudah merasakan
nikmat-nikmat yang ada di dalam surga makanya mereka terheran-heran Apakah masih ada nikmat yang lebih besar dari
hal ini akhirnya disebutkan dalam hadis tersebut Allah kemudian membuka hijabnya
Allah membuka tabirnya kemudian orang-orang penduduk surga mereka
diizinkan untuk melihat keindahan wajah Allah subhanahu wa taala makanya
kenikmatan terbesar yang dirasakan oleh para penduduk surga adalah kenikmatan
melihat wajah Allah tidak ada kenikmatan yang lebih besar yang dirasakan oleh penduduk surga melebihi nikmat ini yaitu
nikmat melihat wajah Allah subhanahu wa taala namun pelajaran utamanya dari
hadis yang saya bawakan tadi secara makna tadi adalah menunjukkan bahwasanya ada pembicaraan ada komunikasi antara
Allah dengan makhluk-makhluknya dengan para penduduk surga nanti dan saling
berbalas makanya tadi Ibnu qudamah mengatakan Allah subhanahu wa taala berbicara dengan orang-orang yang
beriman Begitu juga dengan orang-orang beriman mereka berbicara dengan Allah Subhanahu waala jadi ada komunikasi dua
arah kemudian
wayanuahum fayazurunahu Bahwasanya Allah akan
mengizinkan orang-orang beriman untuk mengunjunginya untuk mengunjungi Allah
Subhanahu ya terdapat hadis dalam hal
ini baik namun menurut Sebagian ulama hadis ini adalah hadis yang lemah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
bersabda yang artinya sesungguhnya jika penghuni
surga ketika mereka telah masuk surga maka mereka tinggal sesuai dengan amal
atan Mereka kemudian mereka diizinkan dalam waktu yang sepadan dengan hari Jumat di dunia lalu mereka mengunjungi
Tuhan mereka yaitu mereka mengunjungi Allah subhanahu wa taala setiap hari
Jumat di dalam surga mereka mengunjungi Allah subhanahu wa taala hadis ini
diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan juga at-tirmidzi at-tirmidzi mengatakan hadis ini garib dan juga ee Syekh nasruddin
alalbani menilai hadis ini adalah hadis yang lemah ya hadis ini adalah hadis yang
lemah Namun bukan itu pelajaran utama kita ya pelajaran utama kita Kita Sedang membahas tentang sifat kalam Bahwasanya
Allah subhanahu wa taala berbicara maka di sini penulis membawakan dalil yang
pertama dari al-qur'an yaitu dari surah Annisa ayat 164 ketika Allah subhanahu wa taala
berfirman wamallahu Musa takliman ini dalil yang sangat tegas Bapak Ibu
sekalian dalil yang sangat tegas di mana Allah subhanahu wa taala mengatakan
Allah berbicara kepada Musa dengan sebenar-benar
pembicaraan Allah berbicara kepada Musa dengan sebenar-benar
pembicaraan kalau ingin melihat mengetahui kisah lengkapnya silakan buka sirah Musa
Bagaimana kehidupan Musa ya ringkas cerita Musa ketika
dia terdesak di Mesir dia pergi ke
madyan ya ke negeri madyan di madyan inilah kemudian dia bertemu dengan calon
istrinya menikah dengan istrinya akhirnya dengan mahar di dipekerjakan
oleh EE Bapak mertuanya nya selama 8 atau 10 tahun maka
Selesai mengerjakan mahar ini Musa kemudian berkeinginan untuk kembali ke
Mesir dia memboyong istrinya dari negeri madyan menuju Mesir
Nah maka dalam perjalanan dari madian menuju Mesir inilah Musa kemudian di bukit Tursina kejadiannya Di Bukit
Tursina Musa berbicara langsung dengan Allah subhanahu wa taala Inilah dia yang
Allah firmankan dalam surat Annisa tadi ayat
164ah dalam kejadian itulah Allah berbicara dengan Musa dengan
sebenar-benar pembicaraan dengan sebenar-benar pembicaraan baik kita baca
ayat
berikutnya Sesungguhnya Allah telah memilihmu atas seluruh manusia dengan
risalahku dan kalamku al'raf ayat 144 baik yang menjadi pelajaran utama kita
dari ayat ini yaitu dari surah al-'raf 144 adalah bagaimana Allah subhanahu wa
taala mengatakan Allah memilih Musa dengan risalahnya dan juga dengan
kalamnya Allah muliakan Musa dengan Allah angkat Musa menjadi rasul dan yang
kedua Allah muliakan Musa dengan Allah ajak Musa berbicara secara
langsung maka ini di antara keutamaan Nabi Musa yaitu Nabi Musa bergelar
kalimullah orang atau manusia yang pernah berbicara secara langsung dengan
Allah subhanahu wa taala rasul yang pernah berbicara langsung dengan Allah subhanahu wa taala ada dua yaitu Nabi
Musa yang yang kedua adalah nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam
juga pernah berbicara langsung dengan Allah subhanahu wa taala pada kejadian
apa Pak pada kejadian Isra dan Mikraj Ketika Nabi dimikrajkan oleh Allah
subhanahu wa taala dinaikkan ke langit ketujuh maka di antara kejadiannya
adalah Allah subhanahu wa taala berbicara secara langsung dengan nabi
kita Muhammad sallallahu
berikutnyaah juga FirmanNya Subhana di antara mereka para nabi ada yang Allah
ajak bicara jelas sekali ayat 253 baik jelas sekali juga dari surah Albaqarah
ayat 253 ini kita beriman berdasarkan ayat ini dan ayat-ayat yang lainnya
Bahwasanya Allah memiliki sifat kalam kata Allah subhanahu wa taala yang artinya di antara
nabi itu ada yang Allah ajak bicara jelas sekali Allah katakan di
antara para nabi ada yang mereka diajak bicara secara langsung oleh Allah
Subhanahu Wa taal ayat
berikutnyaa manusia untuk Allah berbicara kepadanya kecuali lewat Wahyu
atau dari belakang tabir Asyura ayat 51
baik ini juga di antara dalil lainnya Bahwasanya Allah subhanahu wa taala
memiliki sifat Kana di mana Allah subhanahu wa taala mengatakan
wasarinyukimahahu tidak patut bagi manusia untuk Allah
berbicara kepadanya kecuali lewat Wahyu atau dari belakang tab yang menjadi
pelajaran adalah ya k Allah taal tidak patut bagi
manusia untuk Allah berbicara kepadanya Kecu dengan dua cara lewat Wahyu atau
atau lewat belakang tadi
maka kita lihat sekarang saya bawakan ayat yang berbicara tentang
ee Musa
Bagaimana Musa alaih salam beliau diajar berbicara langsung
oleh Allah subhanahu wa taala
baik di dalam surah ala'raf ayat 143 sebelum ayat yang kita baca tadi
kalau kita baca tadi di atas ayat al'f ayat 144 maka kisah lebih lengkapnya
Bagaimana Musa diajak berbicara oleh Allah subhanahu wa taala ada pada ayat yang sebelumnya Allah subhanahu wa taala
mengatakan Allah subhanahu wa taala mengisahkan tentang perkataan Musa kata
Allah Musa mema kepada k Allah subhanahu wa taala dalam perjalanannya dari negeri Madan menuju Mesir tadi di dekat bukit
Tursina Musa meminta kepada Allah ya Allah tampakkanlah dirimu kepadaku agar
aku bisa melihat secara langsung kepadamu apa jawab Allah subhanahu wa
taala Q l Wakin
Jabal kata Allah subhanahu wa taala wahai Musa Kamu sekali-kali tidak akan
sanggup untuk melihatku Kamu sekali-kali tidak akan sanggup untuk melihatku akan tetapi k
Allah subhanahu wa taala Lihatlah ke bukit itu kalau kamu tetap atau kalau
Bukit tersebut diaihih tetap di tempatnya seperti sediakala niscaya kamu akan mampu untuk
melihatku ada Bukit di sana k Allah subhahu wa taa lihat ke buit itu kamu melihat bukit itu masih berada
di dekat tempatnya tersebut maka kamu akan mampu melihatku maka ternyata falamma tajallabuhu Lil jabali
jaalahu Dakka tatkala Tuhannya menampakkan diri
kepada Gunung itu maka ternyata Gunung itu hancur luluh ya Musa melihat bukit
itu ternyata kemudian Bukit tersebut menjadi hancur lebuh menjadi luluh
maka ikhwani fillah wa akhwati Fin rahimani warahimakumullahu
Jamian pelajaran utamanya dari ayat tersebut dari surat al'raf 143 ada dua
pelajaran yang pertama adalah Allah subhanahu wa taala dalam ayat tersebut dan dalam lanjutan ayatnya 144 tadi
menunjukkan Bahwasanya Allah subhanahu wa taala berbicara secara langsung dengan Musa Allah memiliki sifat Kalam
dan kalam Allah didengar langsung oleh Musa sehingga kita berkeyakinan yang
namanya firman Allah itu bisa didengar oleh makhluk-makhluk yang
diizinkannya lalu yang kedua di antara keimanan yang benar
tentang rukyatullah nanti akan kita bahas Bagaimana keimanan terkait melihat
Allah Apakah makhluk apakah kita semua manusia itu bisa melihat Allah ataukah
tidak maka kesimpulannya manusia di dunia mereka
tidak akan mampu untuk melihat Allah subhanahu wa taala manusia di dunia
tidak akan mampu untuk melihat Allah subhanahu wa taala Adapun di akhirat
manusia diizinkan oleh Allah subhanahu wa taala untuk melihat
Allah makanya saya ulangi
lagi sudah pernah saya sampaikan tubuh kita ini Pak
nanti akan dibangkitkan oleh Allah subhanahu wa taala pada hari kiamat di padang mahsyar Allah akan berikan kepada
kita tubuh kembali namun kata para ulama tubuh yang Allah berikan kepada kita di
hari kiamat adalah tubuh yang berbeda dengan tubuh kita sekarang tubuh pada
hari kiamat itu adalah tubuh yang lebih kuat lebih tahan banting apa dalilnya minimalnya ada
tiga lebih tahan banting yang pertama ketika matahari didekatkan 1
mil tubuh tidak hancur meskipun tetap sengsara tetap menderita tetap
orang-orang kepanasan tetap bermandi keringat tapi tubuhnya tidak leleh ya kalau standar tubuh kita sekarang jelas
tidak sampai 1 mil bergeser beberapa kilometer saja matahari itu sudah hancur Mungkin kita tubuh kita sudah kita
kepanasan tidak karuan ini dalil yang pertama dalil yang kedua manusia berdiri
sangat lama di mana satu hari ketika itu Lamanya 50.000 tahun bahkan
disebutkan manusia di padang mahsyar tidak berkedip selama 50.000
tahun tubuh kita sekarang bisa tidak berkedip 50.000 tahun tidak bisa
lalu yang ketiga Pak dalil menunjukkan bahwasanya tubuh kita adalah tubuh yang berbeda masalah kemampuan untuk melihat
Allah subhanahu wa taala tubuh kita yang sekarang itu tidak mampu untuk melihat
wujud Allah secara langsung tidak bisa makanya
gunung luluh leleh hancur ya ketika Allah
menampakkan wujudnya kepada gunung gunung tersebut langsung hancur makanya
Musa tidak diizinkan oleh Allah subhanahu wa taala tidak dikabulkan oleh Allah subhanahu wa taala permintaannya
untuk melihat wujud Allah secara langsung kenapa karena karena tubuh Musa sekarang yang di dunia standarnya
seperti itu untuk melihat Allah subhanahu wa taala tubuh Musa akan langsung
hancur gunung yang kokoh tersebut saja langsung hancur lebur ketika Allah
menampakkan wujudnya kepada gunung tersebut maka bagaimana lagi dengan manusia yang jauh lebih lemah daripada
gunung tersebut sehingga pelajaran di antara pelajaran lainnya dari kisah tadi adalah
bahwasanya tubuh kita adalah tubuh yang berbeda dengan tubuh di hari kiamat
nanti makanya di antara akidah kita bahwasanya kita nanti di hari akhir akan
melihat Allah subhanahu wa taala maka ini di antara pembahasan yang
bisa kita bahas pada kesempatan malam hari ini sebagian ayat sudah kita baca
Bagaimana keyakinan ahlusunah Wal Jamaah kita beriman Allah memiliki sifat Kalam
dan kita tidak menolak Allah miliki sifat kalam dengan catatan kita menetapkan kalamnya Allah adalah kalam
yang sempurna yang sama sekali tidak ada kesamaannya dengan kalam kita semua dengan pembicaraan kita semua dan kalam
Allah adalah kalam yang bisa didengar oleh makhluk-makhluk yang diizinkan oleh
Allah subhanahu wa taala Insyaallah akan kita lanjutkan pada pertemuan berikutnya kita akan melanjutkan nanti melihat
ayat-ayat yang lainnya dan juga ditambahkan hadis-hadis yang dibawakan oleh Ibnu qudamah al-maqdisi
rahimahullah taala terkait sifat kalamullah hadza wallahuam wasallallahu
ala Nabina Muhammad wa ala alihi wasahbihi wasallam subhanakallahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta
astagfiruka wa atubu ilaik wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh waumsm
wasallallahu ala Nabina Muhammad wa
ala alihi wasahbihi wasallam subhanakallahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa
atubu ilaik su asalamualaikum warahmatullahi mwabarakatuh
Mutiara Hari Ini
"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."