Innalhamdalillah, nahmaduhu wanasta'inuhu wanastaghfiruh. Segala puji bagi Allah, kita memohon pertolongan dan ampunan-Nya. Sholawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga, dan para sahabatnya.
Kaum muslimin yang dimuliakan Allah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas satu topik penting dalam akidah, yaitu mengenai Kekufuran Kecil atau Kufr Asghar. Penting bagi kita untuk memahami pembagian ini agar kita tidak mudah menjatuhkan vonis kafir kepada sesama Muslim, namun di saat yang sama kita tetap waspada agar tidak terjatuh ke dalam dosa-dosa yang disebut sebagai kekufuran.
Secara garis besar, para ulama membagi kufur menjadi dua: Kufur Besar (Akbar) yang mengeluarkan seseorang dari Islam, dan Kufur Kecil (Asghar) yang tidak mengeluarkan seseorang dari Islam namun merupakan dosa yang sangat besar.
Berikut adalah beberapa macam kekufuran kecil yang disebutkan dalam dalil-dalil syar'i:
- Kufur Nikmat (Kufrun Ni'mah)
Ini adalah bentuk kekufuran yang paling sering terjadi, yaitu ketika seseorang mendapatkan nikmat dari Allah, namun ia tidak mensyukurinya, atau ia menyandarkan nikmat tersebut kepada selain Allah. Allah berfirman dalam surat An-Nahl ayat 112 mengenai suatu negeri yang kufur terhadap nikmat-nikmat Allah, maka Allah pun menimpakan kepada mereka bencana kelaparan dan ketakutan. - Memerangi Sesama Muslim
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Mencela seorang muslim adalah kefasikan, dan memeranginya adalah kekufuran." (HR. Bukhari & Muslim). Kata 'kufur' di sini oleh para ulama dijelaskan sebagai kufur kecil, karena memerangi sesama muslim adalah dosa besar, namun pelakunya masih dianggap bersaudara dalam iman selama tidak menghalalkan darahnya.
- Mencela Nasab dan Meratapi Mayit
Dalam hadits lain, Nabi bersabda: "Dua hal yang ada pada manusia yang keduanya merupakan kekufuran: mencela nasab (garis keturunan) dan meratapi kematian (niyahah)." (HR. Muslim). Meratapi mayit dengan teriakan atau tidak ridha terhadap takdir Allah disebut sebagai kufur kecil. - Bersumpah dengan Selain Nama Allah
Rasulullah bersabda: "Barangsiapa bersumpah dengan selain nama Allah, maka ia telah kafir atau berbuat syirik." Para ulama menjelaskan bahwa jika sumpah tersebut hanya sekadar ucapan lisan tanpa meyakini keagungan makhluk yang dijadikan sumpah menyamai Allah, maka itu termasuk syirik/kufur kecil.
Kesimpulannya, meskipun perbuatan-perbuatan di atas tidak membatalkan keislaman seseorang secara total, namun pelakunya terancam dengan azab Allah yang pedih dan imannya menjadi cacat (tidak sempurna). Kewajiban kita adalah terus belajar dan menjauhi segala pintu yang dapat menyeret kita ke dalam lubang kekufuran.
Semoga Allah Ta'ala senantiasa menjaga iman dan tauhid kita hingga akhir hayat. Barallahu fikum.