Aasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Asyhadu alla ilaha illalah lasyarikalah wa asadu Anna muhammadan abduhuahu Alaihi Wa alihim
waihiahin ba ikhwillah Wati fidinahahimakumahu jam alhamdulillah
kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala atas segala limpahan nikmat yang Allah berikan kepada kita semua
dan kita Yakin sepenuh hati kita bahwa seluruh nikmat datangnya dari Allah
begitu juga nikmat kita beribadah kepadanya Taufik dan hidayah yang Allah subhanahu wa taala berikan kepada hati
kita semua sehingga hati kita tergerak untuk melaksanakan ketaatan demi ketaatan kebaikan demi kebaikan amal
saleh demi amal saleh ya maka itu semua bisa kita lakukan teman-teman sekalian
atas dasar nikmat dari Allah bukan karena kita orang hebat bukan karena kita adalah orang yang ya berjuang
berkeringat untuk melakukan itu semua ya maka alfadlulillahi Wahdah keutamaan dan
kenikmatan itu hanya dari Allah subhanahu wa taala dan juga Insyaallah
Pada kesempatan kali ini ya kita akan melanjutkan pembahasan dari Syarah akidah Al wasitiyah karya syekhul Islam
Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala dan pembahasan kita pada
kesempatan pada sesi kali ini adalah ya dengan tema Allah Maha dekat
Allah Maha dekat kita akan baca apa yang disbutkan
oleh sikhul Islam ibnuimah dalam kitabnyaqidah wasah kata belia
inumabi
Beliau mengatakan dan termasuk dalam hal ini ber bahwa allahkat kepada
makluknya dan menjawab doa Mere sebagim Allah mengabkan Diara itu firnya
danabila hahut kep Wah t aku makaesuhnya ak akuabkan permohonan orang
yangila dia kepadaku dan sabda Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sesungguhnya
zat yang kalian berdoa kepadanya lebih dekat kepada salah seorang dari kalian daripada leher Hewan
tunggangannya apa yang disebutkan di dalam Alquran dan asunah tentang kedekatan dan kebesertaannya dengan
makhluk tidak bertentangan dengan apa yang disebutkan tentang ketinggiannya dan keberadaannya di atas sana karena
Allah subhanahu wa taala tidak ada sesuatun yang menyamainya dalam seluruh sifat-sifatnya dia tinggi dalam
kedekatannya dan dekat dalam ketinggiannya teman-teman sekalian yang
dimuliakan Allah subhanahu wa taala ikhwan dan akhwat di antara akidah ahlusunah Wal
Jamaah adalah mereka meyakini bahwa Allah subhanahu wa taala memiliki sifat
dekat ya Allah subhanahu wa taala memiliki sifat dekat dengan
hamba-hambanya ini adalah satu keyakinan ya akidah yang
penting untuk kita yakini ya bahwa Allah subhanahu wa taala itu dekat bahkan di
antara nama-nama Allah di antara Asmaul Husna adalah bahwa Allah subhanahu wa
taala adalah alqarib yang artinya Maha
dekat Allah itu adalah alqarib yang artinya Maha
dekat ya
tiib ya Sehingga ee banyak dalil yang
menjelaskan tentang hal ini ya banyak dalil yang menjelaskan tentang hal ini
ya di antaranya adalah surah hud ayat
61 di anara dalil yang menjelaskan tentang kedekatan Allah subhanahu wa taala dengan hamba-hambanya adalah ya
surat hud ayat 61 dan sebelumnya teman-teman sekalian perlu dipahami ya bahwa pada saat kita
membahas tentang kebersamaan Allah maiatullah di pertemuan yang lalu kita sebutkan
bahwa ersamaan Allah subhanahu wa taala itu ada dua macam ya E maiah
Amah ya yaitu kebersamaan Allah secara umum dan juga maiatun KH dan juga
kebersamaan secara umum Sebagian ulama menyebutkan ya kebersamaan yang ketiga
yaitu Ma khul KH ya E kebersamaan Allah yang
lebih khusus lagi ya maksudnya samaan Allah untuk para nabi dan rasul ya Tapi
maksudnya adalah bahwa kebersamaan Allah itu ada secara umum ada secara khusus umum itu maksudnya untuk orang yang
beriman dan juga orang yang kafir sebagaimana sudah kita Jelaskan kemarin ya wahua maakumtum dalam surat alhid
ayat 4 kemudian dalam surat almujadilah ayat 7 ya bahwa Allah subhanahu wa taala
bersama kalian di mana pun kalian berada Apa maksud dari ee kebersamaan di sini
maksud dari kebersamaan di in adalah maiyatun Amah kebersamaan Allah secara umum ya dan maksud dari kebersamaan
Allah secara umum adalah ya yakt apa
Al alilmu Wal ihathah yaitu pengetahuan dan ilmunya Allah jadi Allah ilmunya di
mana-mana Ya Allah ilmunya meliputi segala sesuatu Allah mengetahui apa yang
dikerjakan oleh seluruh makhlukNya yang beriman maupun yang kafir semua allah mengetahuinya ini adalah maiah Amah ya
kebersamaan Allah secara umum Adapun kebersamaan Allah secara khusus sebagaimana yang kita sudah jelaskan
kemarin bahwa E itu adalah kebersamaan Allah dengan
dukungannya dengan pertolongannya dengan taufiknya dengan hidayahnya dan ini
khusus bagi orang-orang yang beriman bagi orang-orang yang beramal saleh ya
Oleh karena itu Allah subhanahu wa taala mengatakan apa inallaha mairin Sesungguhnya Allah bersama orang-orang
yang sabar maksudnya adalah bahwa orang-orang yang sabar akan didukung oleh Allah Ya akan dimudahkan oleh Allah
urusan-urusannya akan ditolong oleh Allah subhanahu wa taala ya Sehingga ini adalah maiah khasah kebersamaan Allah
yang sifatnya itu khusus Nah kalau kita bicara tentang ya sifatul qurb lillah
sifat kedekatan Allah maka ini tidak terbagi menjadi dua ya teman-teman sekalian jadi sifat kedekatan Allah ini
adalah khusus untuk orang-orang yang beriman khusus orang
yang bertakwa khusus orang-orang yang beramal saleh yamaka kedekatan Allah subhanahu wa taala ini adalah kedekatan yang khusus bagi orang-orang yang
e bertakwa kepadanyaib sehingga kita lihat ya dalil-dalil yang menjelaskan tentang hal
ini diantaranya adalah surat hud ayat 61 surat hud ayat 61 Allah subhanahu wa
taala berfirman
yang artinya Allah berfirman Dan kepadaud kami utus saudara
Mere berkata Wah kaumku beribadahlah kalian kepada allahahlah
allahungguhnya Tidak ada Tuhan yang berhak disah kec Allah Hua ansyaakum
Minal ardhi wastaarakum fiha dia telah menciptakanmu dari bumi dari tanah dan
menjadikan kalian penduduk bumi yang memakmurkan bumi
fastagfiru maka beristigfarlah kepadanya tumma tubu ilaih bertaubatlah kepadanya
innabi qoribun Mujib sesungguhnya Tuhanku amat dekat
lagi suka menjawab lagi memperkenankan doa hamba-hambanya ya innabi qibun Mujib
sesungguhnya Tuhanku qib lihat ya maha dekat Mujib Maha
memperkenankan doa ya Subhanallah lihat ya teman-teman
sekalian ini adalah dalil yang menjelaskan bahwa Allah itu maha dekat
ya dekat kepada siapa di sini disebutkan kepada orang-orang beristigfar orang-orang bertobat kepada Allah
dan ini Subhanallah ya nama Allah qarib ini ya menghidupkan hati seseorang
teman-teman sekalian dan nanti akan kita sebutkan ya Apa saja buah dari keimanan
kepada sifat kedekatan Allah kemudian dalil yang kedua yang
menjelaskan tentang hal ini adalah surat Albaqarah ayat
186 surat Albaqarah ayat 186 Allah subhanahu wa taala berfirman
wa saalaka ibadini
dan hamb
kep tent akuak ak perohonan orang yang apabilaohon
kepad hendaklah mereka itu memenuhi segala perintahku dan hendaknya mereka
beriman kepadaku agar mereka selalu berada di atas Hidayah ya Sehingga ini adalah ya ayat
yang agung teman-teman sekalian yang menjelaskan tentang kedekatan Allah subhanahu wa taala dengan
hamba-hamb-anya ya kemudian juga dalil yang
ketiga yaitu dalam surat Saba ayat 50 Allah subhanahu wa taala
berfirman wuhamma aku sesnya aku Ses at
ya kemudaniku
sendiriika
akuendkan wahyukan kepadaku Allahu
Akbar Ya innahu Samiun qarib sesungguhnya Dia
Maha Mendengar lagi maha dekat ya lihat ya bagaimana Allah subhanahu wa taala mengajarkan Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam untuk tidak menyandarkan hidayah itu dari dirinya sendiri tapi menyandarkan hidayah kepada
siapa kepada Allah subhanahu wa taala dan ini penting teman-teman sekalian
ya perhatikan lagi ayatnya Qul inolaltu fainnamaillu Nafsi waadaitu fabima Yuha
ilaibi Katakanlah wahai Muhammad jika aku sesat sesungguhnya kesesatan itu atas ya mudarat untuk diriku ya atas
keburukan yang ada pada diriku tapi kalau aku mendapatkan hidayah maka hidayah itu adalah
berdasarkan Wahyu yang Allah berikan kepadaku ya Dan ini satu keyakinan yang
penting untuk hadir di hati setiap orang yang berbuat baik ya melakukan amal saleh bahwa amal saleh yang dia lakukan
itu Taufik dari Allah kebaikan yang dia kerjakan itu Taufik dari Allah subhanahu
wa taala ya sehingga kalau bukan karena Allah teman-teman sekalian kita enggak
mungkin bisa belajar akidah wasatiah kalau bukan karena Allah Allah kita tidak akan mendapatkan hidayah kalau
bukan karena Allah kita tidak akan salat kalau bukan karena Allah kita tidak akan puasa
Ramadan sehingga amal saleh yang kita kerjakan seluruhnya adalah murni karunia
dan nikmat yang Allah berikan kepada kita secara cuma-cuma ya jangan pernah berpikir
bahwa kita Hebat kita rajin ya jangan jangan ya hilangkan perasaan-perasaan
seperti itu kembalikan semuanya kepada Allah dan ini yang di katakan oleh Allah
subhanahu wa taala kepada Nabi Muhammad dalam surat Saba ayat 50 Bahkan dalam sebuah hadis Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam mengatakan laulallah mna kalau bukan karena Allah kami tidak
akan salat Kami tidak akan puasa Allahu akbar Kami tidak akan mendapatkan hidayah Antum bayangkan sekelas Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam orang yang paling bertakwa orang yang paling dekat dengan Allah orang yang pasti masuk surga masih mengatakan bahwa kalau bukan
karena Allah saya enggak dapat Hidayah enggak akan salat enggak akan
sedekah ya tapi sebagian orang zaman sekarang kalau kisah hijrahnya
gimana Saya mencari saya belajar saya baca buku saya saya saya saya enggak
disisakan buat Allah subhanahu wa taala ya Aki Allah yang memberikan Hidayah kepada
kita bukan karena kita rajin bukan karena kita Hebat ya jadi jangan pernah menyandarkan
nikmat kepada diri sendiri ya jangan pernah menyandarkan Hidayah kepada diri
sendiri menyandarkan ketaatan istikamah kepada diri sendiri ya saya berjuang
saya begini saya begitu jangan jangan jangan dibiasakan seperti ini katakan bahwa ini adalah nikmat yang Allah
berikan kepada saya kalau bukan karena Allah saya enggak akan salat kalau bukan karena Allah saya enggak akan hijrah
kalau bukan karena Allah saya enggak akan bisa istikamah di atas agama ya kalau bukan karena Allah Ya
saya enggak bisa ya nutup aurat dengan sempurna seperti ini misalnya pakai hijab yang Syari ini semuanya karena
Allah subhanahu wa taala memberikan Hidayah kepada kita ya Dan ini eh
meleburkan sifat ujub yang ada di hati seseorang ujub adalah bangga diri dengan amalan
yang dia lakukan dan ini berbahaya kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam salatun Minal muhlikat ada tiga hal yang bisa
menghancurkan diri seseorang ya syuhun Mut Wawan muttaba wa yajabal Maru
binafsih ya rasa kikir yang diikuti hawa nafsu yang diikuti dan pada saat seseorang
berbangga dengan apa yang dia lakukan berbangga dengan dirinya sendiri jangan teman-teman sekalian ya kita sandarkan
semuanya kepada Allah subhanahu wa taala sehingga maksudnya adalah bahwa di dalam surah Saba ayat 50 Allah
menyebutkan innahu Samiun qib Sesungguhnya Allah itu maha mendengar lagi maha dekat
ya tib kemudian dalil yang lain dari asunah
dari hadis-hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tadi dalil-dalil dari al-qur'an ya sekarang kita Sebutkan dalil dari asunah di antaranya adalah bahwa
em Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pernah sedang berjalan bersama sahabat-sahabatnya ya di salah satu
peperangan disebutkan dalam sebuah riwayat perang khaibar ya kemudian sebagian sahabat ya
mengeraskan suara mereka dalam berdoa atau berzikir maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
mengatakan IRB anfusikum pelan-pelan inakum WBA
inakum ya sesungguhnya kalian tidak sedang berdoa kepada zat yang tuli dan
juga tidak ada
ya akan tapi kalian berdoa kepada zat yang maha mendengar dan maha dekat ya
ya dan ini adalah Dalil yang menunjukkan bahwa kita pada saat berdoa itu pelan-pelan ya gak perlu kemudian
berteriak ya mengeraskan suara saat berdoa ya engak perlu ya ini biasanya
terjadi di di mana di Makkah ya pada saat sebagian orang tawaf Ya sebagian
orang Sai Subhanallah teriak-teriak ya dikeraskan suaranya
nabiatan kepada sahatsan doa kepada zat yang tuli dan
juga tidak ada innama Tad Saman qiba kalian berdoa kepada Tuhan kepada Allah
yang Maha mendengar dan maha dekat ya ya dan subhanallah ya doa pada saat
dengan suara lirih ya pelan-pelan gitu itu lebih masuk ke hati biasanya teman-teman sekalian dan juga seorang
bisa lebih khusyuk pada saat dia melirihkan Suaranya pada saat doa ya Sehingga ini sunah yang diajarkan oleh
Nabi Sallallahu alaihi wasallam pada saat berdoa
Iya kemudian juga dalil yang lain menjelaskan tentang hal ini
adalah dalam surah dalam hadis riwayat Tirmidzi bahwa nabi Sallahu wasallam mengatakan aqru Ma yakunbu Minal Abdi Fi
jafilil akhir sesungguhnya kondisi yang paling dekat antara Allah dengan
hambanya adalah pada saat di ya
sepertiga Malam Terakhir jaufil lailil akhir maksudnya adalah di malam bagian
akhir Ya maksudnya sepertiga Malam Terakhir Subhanallah ini adalah waktu
yang sangat dekat antara Allah subhanahu wa taala dengan hambanya
ya Sehingga manfaatkan betul ya waktu ini teman-teman sekalian karena dalam hadis lain dan ini
bisa jadi tambahan dalil bahwa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
mengatakan wa taun Sesungguhnya Allah itu
turun setiap malamnya ke langit yang paling
rendahil akhir pada saat malam hanya tersisa sepertiga
saja ya lihat Allah subhanahu wa taala turun di sepertiga Malam Terakhir ke
langit yang paling rendah
ya Barang siapa yang berdoa kepadaku pasti aku akan kabulkanang siapa mema kepadaku pasti
aku ak perkenkanapa mohon ampunan kepadaku
pasti aku akan ampuni ya Subhanallah ini adalah Dalil yang menunjukkan bahwa Allah subhanahu
wa taala itu ya dekat dengan hamba-hambkat dengan si yang
dengan yang memohon kepada Allah subhanahu wa taala ya Sehingga ini satu Hadis yang
sangat Agung teman-teman sekalian yang menjadikan hati kita hidup menjadikan kita termotivasi untuk beribadah
menjadikan kita bertawakal kepada Allah menjadikan kita khusyuk pada saat
beribadah ya bahwa Allah subhanahu wa taala turun di sepertiga Malam Terakhir ke langit yang paling rendah sekali lagi
kita terapkan kaidah dalam memahami nama dan sifat Allah pada hadis ini dan ini
sudah kita bahas sebelumnya ya teman-teman sekalian tentang sifat turunnya Allah subhanahu wa taala bahwa Allah subhanahu wa taala memiliki sifat
turun ya sebagaimana yang disebutkan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan kita tidak merubah Makna tersebut kita
tidak menolak ee sifat tersebut ya karena ini adalah
hadis yang sahih yang Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pernah mengucapkannya sehingga kita beriman bahwa Allah
subhanahu wa taala itu memiliki sifat turun Allah turun di sepertiga malam terakhir ya Coba kita praktikkan
kaidahnya pada saat kita bicara tentang sifat turunnya Allah maka yang pertama apa
kaidahnya ada tiga landasan dalam memahami nama-nama dan sifat-sifat Allah Ayo siapa yang bisa jawab silakan rest
hand Indahsari
silakan bismillah izin menjawab ya Ustaz yang pertama mengimani seluruh
nama-nama dan seluruh sifat-sifat Allah yang terdapat dalam al-quran dan asunah itu yang pertama coba
perhatikan kita memahami meyakini bahwa jika tertera dalam al-qur'an dalam asunah maka kita yakini sebagaimana dia
tertera tib Allah subhanahu wa taala dikatakan oleh Nabi memiliki sifat turun Allah turun di sepertiga Malam Terakhir
berarti kita yakini bahwa Allah subhanahu wa taala itu turun ya dan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam adalah orang
yang ing mengerti tentang Allah yang Nabi ucapkan adalah wahyu dari
Allah yang diucapkan oleh Nabi adalah bukan dari hawa nafsunya akanapi Wahyu yang Allah berikan kepadanya sehingga
kita yakin bahwa allah subhanahu wa taala memiliki sifat turun Kemudian yang kedua
apa yang kedua men Allah Dar menyai maklukala
siatsatnyaang bayangkan bahwa Allah subhanahu wa taala itu sama seperti
makhlukNya dalam seluruh sifat dan sekarang pembahasan kita dalam sifat turunnya Allah subhanahu wa taala
sifatun nuzul sebagian orang sudah membayangkan bahwa Allah sama seperti makhlukNya akhirnya apa
Oh kita enggak bisa terima hadis ini sekali lagi dia sudah membayangkan
bahwa Allah sama seperti makhluk Allah sama seperti manusia akhirnya Apa yang terjadi dia menolak sifat ini atau dia
merubah maknanya yang turun bukan Allah tapi rahmatnya padahal rahmat Allah itu turun 24 jam teman-teman sekalian jangan
dibatasi rahmat Allah bukan cuma turun di sepertiga Malam Terakhir sebagian lagi mengatakan yang turun itu malaikat
loh malaikat Masa bilang apa Barang siapa yang berdoa kepadaku pasti aku akan kabulkan Barang siapa yang beristigfar kepadaku pasti aku akan
berikan ampun pada barang siapa yang meminta kepadaku pasti aku akan perkenankan Ya enggak mungkin malaikat mengatakan itu
ya sehingga mereka berusaha untuk merubah makna dari turunnya Allah karena
apa Karena sudah menyamakan antara Allah dengan dengan manusia berdasarkan
akalnya ya makanya banyak yang sebagian mengatakan bahwa kalau Allah turun di Indonesia ya kemudian 1u jam kemudian
Allah akan turun lagi di tempat lain kemudian satu jam yang lain Allah akan turun lagi di tempat loh kita katakan
yang dipikirkan itu adalah sifat makhluk ya sama seperti pembahasan kita
kemarin ya teman-teman sekalian masih ingat Antum pada saat Allah subhanahu wa taala
ya mengatakan kepada setiap orang yang menyebutkan surat Alfatihah ya hamidani
abdina alai Abdi majjadani Abdi H baini waaina Abdi ya hambaku memujiku hambaku
memujaku hambaku memuliakanku ini adalah Antara Aku Dengan hambaku setiap kali ayat dibaca Allah mengatakan sesuatu
ayat dibaca Allah mengatakan sesuatu nah ini ini kalau kita mau samakan Allah dengan makhluk enggak mungkin bisa ya
karena yang baca Alfatihah itu banyak ya di satu waktu yang baca
Alfatihah banyak sehingga kalau kita samakan Allah dengan makhlukNya kita enggak bisa ya memahami konsep e asma
was sifat dengan sebagaimana mestinya Sehingga ini adalah landasan Yang kedua
bahwa pada saat kita memahami dan meyakini bahwa Allah subhanah kalau memiliki sifat turun Maka
jangan pernah disamakan dengan makhlukNya antara makhluk dengan makhluk saja
berbeda Betul tidak apalagi antara Allah dengan makhluk enggak mungkin bisa sama
teman-teman sekalian ya Ana kasih ilustrasi mudah Si Fulan Katakanlah seorang
Namanya Muhammad atau Abdullah dia turun dari lantai atas ke lantai
bawah kira-kira Gimana cara turunnya teman-teman sekalian Hah turun pakai tangga betul enggak ya
Atau dia turun naik lift tapi pada saat Ana katakan bahwa ada burung turun dari
lantai atas ke lantai bawah kira-kira turunnya Seperti apa dia turun tangga gitu satu langkah
satu langkah ya atau masuk Lif kemudian di pencet lifnya enggak ya mungkin dia
terbang antara makhluk sama makhluk berbeda ya bagaimana dengan antara Allah
subhanahu wa taala dengan makhluk ya pasti berbeda dan kita Yakin
keagungan Allah kita yakin tentang kebesaran Allah kita yakin tentang kemuliaan Allah kita yakin tentang
keindahan Allah sehingga sifat-sifat ini menjadikan kita meyakini bahwa Allah turun dengan segala kesempurnaannya
keindahannya kemuliaannya keagungannya Seperti apa turunnya Allah caranya
seperti apa masuk ke landasan yang ketiga Apa landasan yang ketiga
ya menutup keinginan untuk mengetahui bentuk hakikat-hakikat sifat-sifat Allah
tersebut ini adalah yang ketiga kalau kita sudah meyakini berdasarkan dalil
kemudian kita tidak menyamakan antara Allah dengan makhlukNya dan yang ketiga adalah menutup keinginan untuk
mengetahui seperti apanya bagaimananya itu
ditutup Kenapa karena Allah tidak memberitahukan kita dalam al-quran dan Sunah Allah tidak memberitahukan kita
dalam al-quran tentang seperti apanya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam juga tidak memberitahukan kepada kita tentang
hal tersebut Di dalam sunahnya paham teman-teman sekalian ya
Sehingga ini dia bisa kita praktikkan dalam seluruh sifat-sifat Allah dan juga sifat kedekatan Allah ya dan jangan
dibayangkan bahwa kedekatan Allah di sini adalah sebagaimana yang kita bahas kemarin ya
bahwa berarti Allah itu bersatu dengan hamba-hambanya tidak mesti seperti itu atau berkumpul dengan hamba-hambanya
bercampur dengan hamba-hambanya tidak mesti seperti itu oleh karena Oleh karena itu sikhul Islam di sini menyebutkan ya tentang sifat kedekatan
Allah setelah beliau menyebutkan tentang kebersamaan Allah karena sifat kebersamaan dan kedekatan ini ya Ee
banyak disalah pahami ya banyak di ee salah pahami atau sebagian orang salah
paham tentang hal ini ya Sehingga ini tidak menafikan ya ketinggian Allah ini
tidak menafikan atau tidak bertentangan ya tidak kontradiksi dengan ketinggian Allah subhanahu wa taala Maha Tinggi Ya
Allah di atas arasynya dan Allah dekat dengan hamba-hambanya dan Allah subhanahu wa
taala teman-teman sekalian Maha Besar Allah Maha Agung Ya Allah subhanahu wa
taala ee langit dan bumi itu enggak ada apa-apanya bagi Allah subhanahu wa taala ya Allah meliputi segala
sesuatu ya sehingga maksudnya adalah bahwa ini ya dalil tentang kedekatan
Allah subhanahu wa taala kemudian dalil yang berikutnya adalah sabda Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam aqrabu Ma yakunu bainal Abdi wabih wahua sajid faakiru fihid dua
faqominun an yustajaba lakum sesungguhnya ya kondisi yang paling
dekat antara Hamba dengan Allah adalah pada saat dia sujud ya adalah pada saat dia sujud
maka Perbanyaklah doa faqominun an yustajaba lakum karena doa-doa kalian
pasti akan dikabulkan oleh Allah subhanahu wa taala ya Jadi ini juga Dalil yang menunjukkan bahwa Allah
subhanahu wa taala dekat ya kepada hamba-hambanya di antaranya pada saat seseorang itu
sujud
ya kemudian dalil yang lain dari asunah ini sudah
berapa kita sebutkan dalilnya 1 2 3
empat ya Empat dalil dari asunah kemudian yang
berikutnya yang kelima adalah hadis Aisyah ya bahwa Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam mengatakan
kata eh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sesungguhnya tidak ada hari seperti hari
arafah di mana Allah subhanahu wa taala ya sangat banyak membebaskan hamba-hambanya dari api neraka Allahu
akbar jadi hari Arafah teman-teman sekalian bagi orang-orang yang haji ya
ini adalah ya momentum yang sangat spesial bagi
mereka sangat spesial bagi mereka Kenapa demikian kata nabi kata Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam wa innahu ladnu Sesungguhnya Allah subhanahu wa taala mendekatma yubahi bihimul malaikah
kemudian Allah membangga-banggakan hamba-hambanya yang datang ke Padang Arafah untuk berwukuf kemudian Allah
subhanahu wa taala mengatakan Ma Ar Haula apa yang ingin mereka
inginkan ya apa yang mereka inginkan Ya maksudnya adalah setiap doa
yang mereka panjatkan pasti dikabulkan oleh Allah subhanahu wa taala setiap doa yang mereka panjatkan
pasti dikabulkan oleh Allah subhanahu wa taala ya makanya wukuf di Arafah ini
adalah amalan haji yang paling mulia yang paling Afdal yang paling penting ya jemah haji dari pagi ya
sampai terbenam matahari mereka wukuf di Arafah berdiam diri di Arafah apa yang
mereka lakukan mereka minta apapun yang mereka inginkan dan pasti dikabulkan oleh Allah dalam hadis lain Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan bahwa Allah subhanahu wa taala mengatakanzuru Ila ibadi
atauanubro lihatlah kepada hamba-hambaku mereka datang kepadaku dalam kondisi berdebu dan rambut mereka tidak
bersisir ya Subhanallah dijanjikan oleh Allah subhanahu wa
taala bahwa mereka yang berdoa pasti akan dikabulkan dan kondisinya Subhanallah ya di hari
Arafah ini di tanggal 9 ya para jemah Haji sudah mulai haji dari hari kemarin
ya mereka di tanggal 8 itu berangkat ke mina ya menginap di mina pakai ihram kemudian lanjut ke Arafah ya dalam
kondisi masih pakai ihram bayangkan enggak boleh pakai wewangian ya Enggak boleh ee apa namanya larangan-larangan
ihram itu berlaku ya Banyak hal yang sifatnya itu terbatas dalam apa namanya
menjalankan ee kesehariannya dalam kondisi capek letih ya datang ke Arafah
kemudian angkat tangan dan berdoa pasti dikabulkan makanya dalam sebuah hadis
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan Al haajju Arafah haji adalah wukuf di Arafah Padahal kita tahu bahwa
haji itu banyak ya rangkaiannya bukan cuma wukuf di Arafah ada nginap di mina ada menginap di Muzdalifah ada tawaf
ifadah ada Sai ya banyak amalan-amalan haji itu ada lempar jumrah tapi nabi mengatakan alhajju Arafah haji adalah
Arafah kata para ulama ini menunjukkan keistimewaan wukuf di Arafah pada saat
seseorang itu berhaji dan bahwa Wukuf adalah amalan yang paling
Afdal ya makanya kita selalu ya sarankan dan kita anjurkan kita himbau para jemah
Haji pada saat mereka Wukuf apa yang harus mereka lakukan enggak usah kenal
dengan satu sama yang lainnya sama rombongan jemah haji enggak usah kenal di hari Arafah diwukuf enggak usah
masing-masing menghadap kepada allah masing-masing minta sama Allah apa yang dia butuhkan di dunia silakan minta apa
yang dia butuhkan di akhirat nanti silakan minta pasti dikabulkan oleh Allah ya semoga Allah subhanahu wa taala
mudahkan kita semua untuk ya melaksanakan ibadah
haji ya Sehingga maksudnya adalah bahwa Allah subhanahu wa taala mendekat kepada orang-orang yang sedang berwukuf di
Arafah ya Allahu Akbar seperti itu
ya kemudian teman-teman sekalian ee di antara pembahasan penting tentang
hal ini yang perlu diketahui juga adalah bahwa ada beberapa ayat di dalam
al-qur'an yang dikira bahwa ayat tersebut menunjukkan tentang kedekatan
Allah padahal tidak demikian ayat-ayat yang dikira
bahwa menunjukkan kedekatan Allah padal tidak demikian di antaranya adalah dalam surah qf ayat
ke-16
ya ayat ke-16 apa kata Allah subhanahu wa taala Allah subhanahu wa taala berfirman
wqqnal ins
nanuqai kata Allah subhanahu wa taala dan Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang
dibisikkan oleh hatinya kemudian Allah mengatakan dan kami lebih dekat kepadanya daripada urat
lehernya Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya ya Apa maksud dari kami lebih
dekat kepadanya daripada urat lehernya ya maksud dari kedekatan di dalam ayat ini adalah kedekatan para malaikat Allah
dan ya para apa namanya kedekatan para malaikat Allah
sebagaimana yang dijelaskan oleh syikhul Islam Ibnu Taimiyah ya syikh Islam Ibnu taimiyyah rahimahullah Beliau mengatakan
ya ammaullahi taala Adapun firman Allah subhanahu wa taala
wahuai dan kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya maksud kata dekat di atas adalah kedekatan zat para
malaikat dan kedekatan ilmu Allah Azza wa dari umat
manusia ya karena Allah subhanahu wa taala itu adalah Pengu raja
dari RAB ya dari para malaikat dan ruh
ya maka ee Oleh karena itu di ayat berikutnya
Antum Perhatikan ya surat qaf tadi ayat 16 ya di ayat berikutnya Allah mengatakan QQ
malaqianiam waim qid Ma minin
illa ya ketika eh Ingatlah pada saat
dua Malaikat mencatat amal perbuatannya yang satu duduk di sebelah kanan dan yang satu lagi di duduk di sebelah kiri
Anil yamini waimali qaid yang satu di kanan yang satu di kiri Ma yalfidu Min
qulin illa ladahi raqibun Atid tidaklah suatu ucapan yang diucapkannya melainkan
ada malaikat yang rqib mengawasi Atid
selalu hadir ya sebagian orang salah paham ya akhirnya
dinamakan malaikat yang kanan rqib yang kiri Atid ya padahal maksud dari rqibun
Atid dalam ayat ini adalah rqib artinya yang mengawasi Atid artinya yang selalu
hadir ya Jadi ada malaikat di kanan dan di kirinya yang selalu mengawasi dan
selalu hadir seperti itu bukan namanya rqib dan Atid ya hati-hati teman-teman ya dan itu
yang kita ketahui dulu ya waktu kita masih ee masih kecil mungkin ya yang diajarkan seperti itu ya Sehingga
ee lihat bahwa penjelasan e Allah subhanahu wa taala dalam ayat yang ke17
dan 18 adalah berkaitan dengan malaikat ya Sehingga syikhul Islam Ibnu Taimiyah
mengatakan bahwa pada saat Allah mengatakan wahnuuaiiil warid ya kami lebih dekat ya
kepadanya daripada urat lehernya Maksudnya nahnu di sini kami di sini adalah para malaikat
ya demikian juga firman Allah subhanahu wa taala dalam surat alwaqi'ah ayat 83
sampai 85 ini juga sama ya ayat yang
dikira bahwa ini adalah kedekatan Allah padahal tidak
demikian ya dalam surat alwaqiah ayat 83 sampai 85 Allah berfirman
maka ya Mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan
ya pada saat itu ya kalian ketika itu melihat ketika itu kalian melihat
menyaksikan dan kami lebih dekat kepadanyaahum kami lebih dekat
kepadanya akanapi kalian tidak melihat ya jadi pada saat dicabut
nyawanya Allah mengatakan Kami lebih dekat kepada kepadanya kepada orang tersebut daripada kalian akan tapi
kalian tidak melihat ya maksud dari lebih dekat kedekatan di dalam ayat ini adalah kedekatan para malaikat Allah ya
sama seperti ayat sebelumnya ya jadi malaikat maut itu lebih dekat
kepada orang yang akan mati daripada keluarganya sendiri Subhanallah ya mungkin sekitarnya ada
keluarga di sekitarnya ada orang-orang yang menemaninya ya malaikat maut itu lebih dekat kepada orang tersebut
daripada orang-orang yang ada di
sekitarnyab Nah jadi teman-teman sekalian di sini kita lihat ya bahwa yang pertama
tadi apa kata Allah di surat qf wahnu a Kami lebih dekat kepada daripada urat
lehernya kemudian dalam surah alwaqiah Allah mengatakan wahnu aqru ilaihinkum
Kami lebih dekat kepadanya daripada kalian wakinsirun Tapi kalian tidak melihat lihat Allah menyebutkan kata
nahnu nahnu itu artinya kami ya Kenapa disebutkan malaikat di
sini teman-teman Sekalian karena secara bahasa Arab ya Em secara bahasa Arab bahwa ada yang
disebut dengan nunulamah ya Nun yang menunjukkan kebesaran dan keagungan pada
saat Allah menamakan diri nya dengan nahnu ee atau Afwan ya Afwan bukan nunul
adamah ya tapi pada saat Allah Subhanahu taala menyebutkan kami ya nahnu maka ee
maksudnya adalah para malaikat karena hal ini dikuatkan dengan konteks ayat-ayat yang lain ya hal ini pemahaman
ini dikuatkan dengan konteks ayat-ayat yang lain di antaranya adalah surat al-qasas ayat 3 Allah mengatakan natlu
alaika ya kami membacakan kepadamu wahai Muhammad kemudian juga dalam Surah Yusuf
ya ayat ke3 Allah mengatakan nahnu naqusu Alaika kami menceritakan kepadamu
wahai Muhammad kemudian dalam surat alqiyamah ayat 18 faidza qahu fattabi
quranah apabila Kami selesai membacakannya maka Ikutilah bacaan
tersebut ya kata para ulama ya ini Faza qahu fattabi Quran yang membacakan
al-qur'an kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam itu siapa Jibril paham antum
Allah subhanahu wa taala menyampaikan wahyu ini kepada Jibril supaya disampaikan kepada Nabi Muhammad
sehingga pada saat Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam ya mendapatkan Wahyu dari Jibril Allah
mengatakan ya Fa qahu Kalau kami sudah membacakan kepadamu Alqur'an fattabi
qurana maka Ikutilah bacaan tersebut paham teman-teman ya maksudnya
Ya jadi di sini yang membaca siapa Jibril tapi Allah menamakan ya hal
tersebut dengan nahnu yaitu
kami ya jadi bacaan di sini Ketika Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mendengarnya adalah dari siapa dari malaikat
jibril ya dan juga tadi ya surat al-qasas ayat 3 kemudian Surat Yusuf ayat 2 ayat 3 yaitu yang menyampaikan
kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam al-qur'an adalah Jibril ya karena Jibril adalah perantara ya antara Allah subhanahu wa taala dengan Nabi Muhammad
Sallallahu Alaihi Wasallam
seperti itu ya Sehingga ini
adalah ee keyakinan para ulama ahlusunah Wal Jamaah ya bahwa Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam yang mendengarkan al-qur'an dari Jibril ya dan Jibril mendengarnya dari Allah subhanahu wa
taala seperti itu
Tayib dan syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyebutkan bahwa ini adalah bentuk dalam perkataan orang-orang Arab Ya bagi
seorang yang ee apa namanya seorang yang agung gitu ya yang memiliki kekuasaan
kemudian dia memiliki pasukan ya
maka pada saat pasukannya itu telah melakukan sesuatu seringki pimpinan itu
mengatakan kami yang telah melakukannya paham Antum dan ini ee apa
namanya berlaku di apa namanya kebiasaan orang-orang Arab ya berlaku di kebiasaan orang-orang
Arab dan ini juga saya rasa berlaku juga untuk bahasa kita ya pada saat seorang presiden misalnya mengatakan kami akan
kejar penjahatnya kami akan kejar para koruptor ya kami akan penjarakan para
koruptor ya tapi bukan presiden yang mengejar Siapa yang mengejarnya ya
menteri-menterinya mungkin kemudian lembaga-lembaga yang ada di bawah ee
kekuasaan pimpinan tersebut paham Antum Maksudnya ya Sehingga ini ee berlaku
dalam bahasa Arab pada saat Allah subhanahu wa taala mengatakan Inna ala
eh Fa qahuattabi quranah ya Kalau kami sudah membacakannya maka Ikutilah bacaan
tersebut ya padahal yang membaca siapa Jibril ya bukan Allah subhanahu wa taala langsung kepada nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam ya jadi sebagaimana tadi
pimpinan ya yang mengatakan kami yang melakukannya padahal yang melakukannya adalah pasukannya maka begitu juga pada
saat Allah subhanahu wa taala ya menyebutkan di dalam al-qur'an ya bahwa kami melakukannya itu Ya maksudnya
adalah bisa jadi ya Allah subhanahu wa taala menyebut ee sehingga perkataan
Allah terhadap perkara yang dilakukan oleh para malaikatnya kami melakukan ya lebih berhak dan lebih pantas daripada
perkataan para raja-raja dunia atau pimpinan-pimpinan dunia seperti itu ya teman-teman
sekalian Tayib ya Sehingga ini adalah
ee sifat dekat bagi Allah subhanahu wa
taala ya dan juga dalam perkara ini ya tadi dua ayat yang disebutkan ya bahwa
ini adalah malaikat yang mengatakannya ya Ada khilaf di kalangan para ulama ahlusunah ya dalam memahami Ayat
tersebut akan tapi mereka semuanya sepakat bahwa Allah memiliki sifat dekat
mereka semua sepakat bahwa Mere Allah subhanahu wa taala memiliki sifat dekat
ya jadi kalaupun ada khilaf maka khilafnya itu di makna ayatnya saja ya tapi untuk menetapkan sifat kedekatan
Allah subhanahu wa taala sebagaimana yang tertera dalam ayat-ayat yang lain ya tadi dalil-dalil yang kita sebutkan
Ya semua meyakini bahwa Allah subhanahu wa taala itu maha dekat Semoga bisa dipahami teman-teman
sekalian kemudian pembahasan terakhir adalah
em Apa manfaat atau buah
dari keimanan kepada sifat Allah subhanahu wa taala yang maha
dekat ya Sehingga ini penting teman-teman sekalian ya bahwa nama-nama Allah dan sifat-sifat Allah subhanahu wa
taala ini Seharusnya menumbuhkan Amal ya dan ini adalah bagian yang sangat
penting sekali lagi dalam mempelajari nama-nama Allah subhanahu wa taala dan sifat-sifatnya kenapa Allah subhanahu wa
taala mengenalkan kita dengan nama-namanya dengan sifat-sifatnya bahwa Allah adalah alqarib yang maha dekat
Allah adalah arrahim yang maha penyayang Allah adalah almalik Yang Maha Kuasa
Allah adalah em ya alatif Yang Maha lembut alkabir
yang maha besar aladim yang Maha Agung ya kenapa Allah mengenalkan kita dengan
nama-nama dan sifat-sifatnya jawabannya adalah agar kita beramal sehingga para ulama mengatakan setiap nama-nama Allah
itu mengandung sifat dan setiap nama dan sifat-sifat Allah itu mengandung
amal ya Sehingga apa nih yang bisa kita lakukan teman-teman sekalian pada saat
kita mempelajari bahwa Allah adalah alqarib yang maha dekat pada saat kita meyakini kedekatan Allah kepada
hamba-hambanya yang bertakwa kepadanya yang beriman kepadanya Apa buah dari
meyakini hal tersebut ya Sehingga buah dari keimanan kepada sifat
Allah subhanahu wa taala yang maha dekat adalah di antaranya yang pertama menumbuhkan kecintaan kepada Allah
subhanahu wa taala ya hal ini menumbuhkan kecintaan kita kepada Allah subhanahu wa
taala ya pada saat kita tahu bahwa Allah itu subhanahu wa taala itu alqib yang
maha dekat maka tumbuh kec can pada di hati kita kepada Allah subhanahu wa
taala ya Jangankan Allah ya orang yang dekat sama kita itu adalah orang-orang yang
paling kita ingat yang paling kita sayangi ya orang tua kita pasangan
anak-anak ya Kakak Adik kita kenapa karena mereka orang-orang yang dekat sama kita nah ternyata Allah subhanahu
wa taala adalah alqim yang maha dekat dengan hamba-hamb yang bertakwa yang beriman yang salat yang puasa Bagaimana
mungkin kita tidak cinta kepada Allah kemudian di antara buah
keimanan dari kepada sifat ee kedekatan Allah ini adalah bahwa yang kedua yang
menumbuhkan sifat khusyuk di hati seseor seorang hamba saat beribadah menumbuhkan sifat khusyuk di hati seorang hamba saat
beribadah kepada Allah
ya seingga pada saat kita Yakin ketika seorang itu beribadah kepada Allah ya
Allah itu dekat dengannya maka ini akan menumuhkan sifat khusyuk yang luar biasa teman-teman sekalian ya Sehingga itulah
yang dikatakan oleh Allah oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kepada sahabat-sahabatnya Ir anusikum
pelan-pelan
yaakum sesungguhnya kalian tidak sedang berdoa kepada zat yang tuli dan tidak
ada Wa Inama t Saman qiba akan tapi kalian sedang berdoa kepada Tuhan Yang
Maha mendengar dan maha dekat ya Sehingga ini menumbuhkan kekhusyukan
kita dalam beribadah pada saat kita salat ya kita akan lebih khusyuk pada saat kita berdoa kepada Allah itu juga
akan lebih khusyuk karena kita tahu bahwa Allah subhanahu wa taala itu
dekat ya kemudian yang ketiga
adalah menguatkan rasa harap kepada Allah subhanahu wa taala menguatkan rasa
harap kepada Allah subhanahu wa taala ya atau yang biasa disebut dengan
arra ya ibadah berupa berharap kepada Allah ini akan sangat
besar ya bayangkan dalam surah Albaqarah tadi kita sebutkan ya ayat
186 Allah subhanahu wa taala berfirman
ada Diara hamba-hambu yang bertanya tentangiku maka katakanlah
sesungguhnya aku dekat
k aku akan menjawab orang-orang yang Ma kepadu ini Jani dari Allah subhahu wa ta
dan kita yakin bahwa Allah ucapannya lebih benar daripada Allah.
Siapa yang ucapannya lebih jujur daripada Allah enggak
ada ya sehingga Allah subhanahu wa taala pada saat mengatakan ia Maha dekat ya dan mengabulkan doa
hamba-hambanya maka ini yang menumbuhkan rasa harap kita kepada Allah subhanahu wa taala jadi kalau kita butuh sesuatu
kita mintanya kepada Allah kenapa Karena Allah Maha dekat ya Allah adalah alqarib
ya Sehingga ini penting ya dan juga dalam sebuah hadis ya
disebutkan bahwa ee sababun nuzul
ya sebab turunnya ayat ini Albaqarah 186 tadi
adalah bahwa sebagian sahabat bertanya kepada Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam sebagian sahabat nabi bertanya kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam aqoribun rbuna funaji am baidun funadi
wahai Rasulullah Apakah Tuhan kita ini dekat sehingga kita melirihkan suara
kita pada saat berdoa atau Tuhan kita ini jauh sehingga kita memanggilnya dengan suara yang keras
nah perhatikan nih adab dalam berdoa teman-teman sekalian sahabat yang bertanya bahwa Apakah Tuhan kita dekat
sehingga kita melirihkan suara kita ya ya atau Tuhan kita ini jauh sehingga
kita memanggilnya dengan suara yang keras maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pun diam sampai Allah menurunkan Ayat tersebut wa saalaka
ibadi faainni qib ujibu daw daastajibi walahum yarudun kalau ada di antara
hamba-hambaku yang bertanya tentang diriku maka sesungguhnya aku dekat kata Allah Allahu
akbar ya Sekali lagi ini lebih ya lebih khusyuk lebih
baik ya untuk hati kita ya pada saat kita melirihkan suara kita ya biar yang mendengar hanya diri kita saja ya
silakan diperdengarkan kedua telinga kita enggak perlu diperdengarkan orang yang ada di sekitar kita enggak perlu
apalagi sampai teriak-teriak ya apalagi sampai mengeraskan suara semua orang tahu enggak perlu ya pelan-pelan berdoa
ini adalah sunah yang diajarkan oleh Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam ya dan disebutkan oleh Allah subhanahu wa taala
dalam al-quran sebagaimana yang tadi kita sebutkan kemudian buah yang keempat
adalah bahwa sifat Allah Yang Maha dekat ini teman-teman sekalian memutus
keterikatan hati seorang hamba kepada manusia ya memutus keterikatan hati
seorang hamba kepada manusia sekarang kalau antum beribadah
Antum berdoa kemudian kondisinya Antum dekat sama Allah ya Apakah Antum masih
berharap kepada ya ya Apakah kemudian kita berharap sama
Fulan sama Fulan kita berharap sama seorang pejabat berharap sama orang kaya
ya berharap sama pasangan berharap sama orang tua itu enggak bakal terjadi kalau
kita mengerti betul tentang nama Allah alqarib yang Maha dekat
ya Sehingga ini akan melegakan hati kita melapangkan hati kita menjadikan kehdup
kita lebih tenang lebih bahagia pada saat kita mempelajari tentang nama Allah
alqarib sifat Allah alqurb yaitu Yang Maha
dekat ya karena teman-teman sekalian Orang yang berharap kepada manusia dia pasti
kecewa orang yang berharap kepada manusia berharap kepada makhluk dia pasti kecewa karena manusia itu penuh
dengan kekurangan manusia itu penuh dengan aib manusia itu penuh dengan dosa manusia
itu penuh dengan kesalahan ya enggak ada satuun manusia yang bersih dari dosa dan kesalahan enggak ada ya
jadi memang ya manusia itu bukan objek untuk kita bergantung kepadanya bukan ya
manusia itu adalah orang-orang yang hidup bersama kita sama-sama berjuang sama-sama beribadah kepada Allah tapi
jangan dijadikan sebagai tujuan ya bisa kacau hidup kita kalau kita jadikan manusia itu sebagai
tujuan ya sehingga Jangan pernah menjadikan tujuan
kita adalah manusia Jangan pernah jadikan ya
Em puncak dari kehidupan kita adalah Rida manusia
jangan entah itu pasangan atau itu orang tua atau itu anak kita gagak Allah subhanahu
wa taala Qul Inna shati wusuki waahyaya Wati lillahibabbil alamin la syarikalah
sesungguhnya salatku sembelihanku hidup dan matiku untuk siapa untuk Allah
rabbul alamin Tuhan alam semesta la syarikalah tidak tidak ada sekutu baginya bayangkan Allah yang Maha Agung
yang maha besar yang maha kaya yang maha mampu atas segala sesuatu ternyata memiliki sifat Apa Maha
dekat dengan hamba-hambanya yang beribadah kepadanya Maha dekat dengan hamba-hambanya yang berdoa kepadanya
Maha dekat dengan hamba-hambanya yang beristigfar kepadanya Maha dekat dengan hamba-hambanya yang
bertaubat kepadanya ya Sehingga Inilah yang dikatakan oleh Nabi Saleh tadi dalil
yang tadi kita sebutkan dalam surat hud ayat 61 Allah mengatakan dan kepada tsamud kami utus
saudara mereka salehh berkata Wahai kaumku sembahlah
Allah sekali-kali tidak ada Bagimu Tuhan selain
Allahnya Allah yang menciptakan kalian dari tanah dan Allah yang menjadikan kalian tinggal di bumi fastagfiru maka
beristigfarlah kepadanyaumma tubu ilaih dan bertaubatlah kepadanya Kenapa Inna rbi
qoribun Mujib sesungguhnya Tuhanku amat dekat dan senantiasa memperkenankan doa
hamba-hambanya ya lihat Bagaimana Allah subhanahu wa taala menyebutkan di sini surat hud ayat 61 ya jadi nabi Saleh
memerintahkan kaumnya untuk beristigfar dan bertobat kepada Allah Karena Allah itu maha dekat ya jadi hati kita terikat kepada
Allah kita bertawakal kepada Allah hati kita selalu menuju kepada Allah dan kita
tidak berharap Apun kepada manusia dan ini adalah sifatnya para ahli surga
Allah mengatakan dalam alquranum Jauk pada saat mereka masuk ya surga
mereka adalah penghuni surga yang mengatakan
atereka memberikan makan ya kepada orangorang mereka mengatakan apa
Sesungguhnya kami memberikan makanan ini kepada kalian untuk Allah subhahu wa
taal untuk mendapatkan Dar Allahi tidakghapkan balasan dari kalian
dan tidak mengharapkan
Tera berharap apapun dari manusia entah itu balasan ataupun terima
kasih dan subhanallah sebagian orang luput untuk memahami ini akhirnya apa orang enggak bilang terima kasih
tersinggungnya luar biasa marah-marah kenapa enggak Terima kasih ya akhi
Jangan berharap terima kasih kita berharap balasan dari Allah kita enggak berharap dari manusia walaupun sekedar
ucapan terima kasih dan kita perlu mendidik diri kita untuk melakukan hal ini teman-teman
sekalian bahwa pada saat kita bersedekah pada saat kita memberikan makan memberikan bantuan kepada orang lain ingat-ingat
bahwa kita enggak mau balasan dari orang itu dan kita enggak mau terima kasih dari orang itu itu bukan yang kita
harapkan Ya tentu kita senang ya kalau orang berterima kasih kalau kemudian orang tersebut adalah orang yang
berakhlak beradab ya mengerti tentang bagaimana berterima kasih kepada orang lain kemudian kita diberikan e bukan
imbalan ya Dia memberikan rasa hormat kepada kita karena karena kita membantunya kita senang pasti tapi bukan
itu Tujuan kita bukan itu yang kita harapkan yang kita harapkan apa Rida Allah pahala dari Allah surga dari
Allah ya Sehingga ini ya Buah yang keempat dari meyakini tentang kedekatan
Allah bahwa memutus keterikatan hati kepada manusia
ya tiib kemudian yang terakhir yang kelima adalah bahwa meyakini tentang
kedekatan Allah ini memotivasi seorang hamba agar senantiasa memperbanyak ibadah kepada Allah subhanahu wa
taala ya agar senantiasa memperbanyak ibadah kepada Allah subhanahu wa taala
karena semakin kita beribadah kita akan semakin dekat kepada Allah kita melaksanakan puasa maka
berarti kita sedang mendekat kepada Allah kemudian kita melaksanakan salat berarti kita mendekat kepada Allah pada
saat kita berdoa Kita lagi semakin dekat kepada Allah kita hadir di majelis ilmu
kita belajar ilmu agama dan ini adalah bagian dari beribadah kepada Allah maka kita akan semakin dekat kepada Allah
subhanahu wa taala ya semakin banyak ibadah yang kita lakukan maka kita akan semakin dekat dengan Allah subhanahu wa
taala ya Dan ini sekali lagi menumbuhkan ya motivasi dan juga semangat untuk
senantiasa beribadah kepadanya ya kemudian membaca al-qur'an
juga ya kalau kita terus membaca al-quran berusaha untuk memperbanyak baca al-qur'an dan ini adalah bagian
dari amal saleh yang harus kita perjuangkan di bulan Ramadan maka semakin banyak bacaan al-quran yang kita
lakukan kita akan semakin dekat kepada Allah ya lihat ya bagaimana ahlusunah Wal Jamaah mereka adalah orang yang
paling termotivasi untuk beramal Kenapa karena keyakinan-keyakinan mereka tentang asma was sifat itu mendukung
mereka untuk melakukan amalan-amalan saleh
ya meyak bahwa Allah itu maha dekat meyakini bahwa Allah subhanahu wa
taala itu adalah asyakur yang maha pembalas amalan hamba-hambanya dengan
balasan yang lebih besar daripada apa yang mereka kerjakan ya Sehingga maksudnya adalah bahwa ini buah dari
keimanan kepada kedekatan Allah subhanahu wa taala terhadap hamba-hambanya yang beriman dan
bertakwa barakallahu fikum teman-teman sekalian ya semoga apa yang disampaikan
bermanfaat dan sekali lagi ya Bahwa ini tidak menafikan ee ketinggian Allah
subhanahu wa taala ya di atas arasynya sebagaimana kemarin yang sudah kita
bahas ya bahwa ini adalah sifat yang Allah sebutkan dalam al-qur'an sehingga dalam al-qur'an itu tidak ada
kontradiksi ya kemudian juga pada saat ya kita memahami bahwa saakan ada
kontradiksi maka kita yakini bahwa yang kita pahami adalah antara makhluk dengan makhluk
ya atau sifat-sifat makhluk yang kita pahami tapi kita berbicara tentang sifat Allah yang tidak sama seperti makhlukNya
ya dan juga sekali lagi bahwa ya secara bahasa Arab Bahwa ini tidak melazimkan
ya bahwa ya kedekatan Allah subhanahu wa taala itu kemudian bertentangan dengan
em Apa sifat ketinggian Allah subhanahu wa taala ya Sehingga syekhul Islam Ibnu
Taimiyah di sini mengatakan apa wahua aliyun Fi dunuihi
ya dia tinggi dalam kedekatannya dan dekat dalam
ketinggiannya barakallahu fikum teman-teman sekalian Sekali lagi semoga semoga apa yang disampaikan bermanfaat
wasallallahu ala nabi Muhammad waa alihibihi ajmain kita tutup sampai di
sini Insyaallah kita ketemu lagi besok ya mempelajari e yang hal-hal yang lain ya melanjutkan
pembahasan Syarah akidah wasatiyah
Subhanakallahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa
atubu ilaik.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh