Mengetahui Sifat Kejiwaan Manusia (Kitab Tazkiyatun Nafs)
Kitab Tazkiyatun Nafs - Ustadz Feri Septianto, Dosen PUTM & Anggota Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Hafidzahullahu Ta'ala
Video Kajian
Tentang Kajian Ini
Kajian pertemuan ke-1 dalam seri Kitab Tazkiyatun Nafs yang membahas tentang mengetahui sifat kejiwaan manusia (kitab tazkiyatun nafs). Ustadz Feri Septianto, Dosen PUTM & Anggota Majelis Tabligh PP Muhammadiyah memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.
Isi Ceramah Lengkap
Allahumma shalli wasallim
Amma ba'da
Bismillah
bismillah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
innalhamdulillah nahmaduhu wastainuhu Wa nastagfiruh wa naudubillah minuri anfusina Wamin sayiati aalina Man yahdihillahu Fala mudillalah, Wam yudlil Fala hadiyaalah wa Asyhadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah, wa Ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh
Allohumma sholli 'ala Muhammad wa'ala 'alihi wasohbihi
Alhamdulillah hadirin jemah salat magrib masjid aljamalah rahimakumullah yang Semoga selalu sehat walafiat di pertemuan kali ini di hari rabu ya malam kamis kita akan kembali mengulas kitab yang kecil ukurannya kecil tapi ilmunya sangat luas yaitu ""Kitab Tazkiyyatun Nafs" 10 kaidah penyucian jiwa
dan terakhir ya Pekan lalu di hari Rabu kita membahas kaidah yang ke berapa hadirin semilan belum selesai tinggal dikit Insyaallah kita nanti akan Selesaikan hari ini lalu kita akan memasuki kaidah yang terakhir yaitu al-qaidah al-asyirah yang ke-10 hadirin yang semoga Dis Allah subhanahu wa taala kaidah yang kesembilan itu adalah alhar Minal ujbi waltirar binfs Jadi kalau seseorang itu ingin hatinya bersih maka hati-hati jangan kita ini gurur gurur itu apa jemaah gurur itu kita tertipu dengan amal kita yang sedikit terus kita pamerkan tidak boleh juga ujub kita bangga dengan apa dengan amal saleh kita padahal banyak sekali kekurangan-kekurangan daripada kelebihan yang kita miliki dalam salat kita dalam ibadah apapun yang kita kerjakan kita seringki mengalami sebuah problem yaitu apa jemaah kadang gila kadang kita tidak bisa khusyuk sebabnya apa karena pikiran kita ke mana-mana sebabnya apa karena kita lupa di depan siapa kita ini sedang bermunajat kita lupa hadirin kita ini bukan sedang ber apa ya sedang berbicara berdoa kepada zat yang tidak mendengarkan kita tapi kita bermunajat kepada Assami yang maha mendengar albashir Yang Maha Melihat alalim yang maha tahu segala-galanya bahkan yang menciptakan kita memberikan fasilitas kepada kita semuanya artinya kekurangan kita sangatlah banyak ketimbang hanya sebatas kebaikan-kebaikan yang kita kerjakan loh yang sedikit tersebut manusia sudah sombong yang sedikit tersebut manusia sudah ujub ini diingatkan oleh Syekh Abdur roazak untuk kita semuanya agar kita jangan sampai punya sifat namanya Uju Abu Bakar ashiddiq pertama saat beliau terpilih padahal beliau tidak pernah menyalonkan sebagai seorang khalifah beliau berdiri di atas mimbar berkhotbah di hadapan kaum muslimin mengatakan begini jemah lastu bhairikum wahai sahabat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kata Abu Bakar Aku bukan lebih baik daripada kalian sekelas Abu Bakar asiddiq yang sudah dijamin masuk surga oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang menggantikan Nabi Ketika Nabi tidak bisa menjadi imam mengatakan kepada sahabat-sahabat nabi apa jemaah lastu bikhairikum aku ini tidak lebih baik daripada kalian ini potret dari Salaf kita semuanya para sahabat kita semua itu Abu Bakar asiddiq dan orang-orang Saleh yang lainnya mereka diajarkan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam agar tetap memiliki sifat tawadu kita lanjutkan di potongan yang terakhir kalau di sini ini dua paragraf terakhir di kaidah yang keesemb waqala Abdullah Ibnu Abi mulaikah rahimahullah ini adalah seorang tabiin yang bernama Abdullah bin Abi mulaikah atau biasa disebut sebagai Ibnu Abi mulaikah Beliau [Musik] mengatakan ini seorang tabiin hadirin mengatakan begini yang belum unentu kita mengatakan itu beliau mengatakan aku bertemu lebih dari 30 sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tabiin itu kan berarti tidak bersama dengan nabi tapi mereka belajarnya kepada murid Nabi yaitu [Musik] sahabat beliau mengatakan aku bertemu Lebih dari 30-an sahabat maksudnya adalah sahabat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam semuanya mereka itu apa khawatir kalau dirinya itu tergolong dalam kategori orang-orang munafik jadi 30 lebih orang tadi itu mereka takut kalau kalau mereka itu termasuk orang-orang munafik jeemah Padahal mereka ini ketemu nabi mendengarkan Sallallahu Alaihi Wasallam melihat nabi salat bisa bertanya nabi langsung tapi mereka tetap takut kalau seandainya mereka itu apa munafik ini pelajaran yang luar biasa sekali dari seorang Ibnu Abi mulaikah seorang tabiin yang gurunya itu ya para sahabat yang Ibnu Abi mulaikah berguru kepadanya itu memberikan sebuah penanaman ilmu yaitu apa kita semuanya harus takut jangan sampai kita terjatuh dalam sifat munafik ini juga yang kedua jemaah pelajaran yang bisa kita petik mau tidak mau murid itu pasti akan mengambil ilmu dari gurunya mau tidak mau murid itu pasti tidak hanya belajar ilmu tapi belajar akhlak jemaah itu yang didapatkan di sini Ibnu Abi mulika tidak hanya tidak hanya menyatakan dulu saya belajar a b c d ya kalau kita belajar Mungkin beberapa pelajaran kita lupakan jemaah atau mungkin enggak sengaja lupa ya manusia tapi kadang ada beberapa yang tidak kita lupakan Apa itu jemaah sikap guru kita kadang yang tidak bisa kita dilupakan apa ya akhlaknya itu kadang yang tidak bisa dihapus misalnya ada anak SD Dia belajar matematika ditanya Mas Dulu ketika SD belajar apa matematikan Oh saya lupa tapi gurunya saya ingat apa yang kamu ingat dulu ketika masuk kelas guru itu pasti mengucapkan salam itu akhlaknya amaah gurunya enggak ngajarin kalau kamu masuk kelas ucapin salam tapi itu direkam sama gurunya sama sama muridnya contoh yang lain misalnya ada seorang murid ditanya pelajaran apa Yang diingat Oh lupa tapi dia ingat ada akhlak gurunya yang tidak pernah dilupakan itu apa jemah Kalau ada yang jawab dipuji sama gurunya kalau ada yang salah L enggak disalahin tapi tetap ucapin Terima kasih Terima kasih sudah menjawab itu kan yang didapatkan oleh siapa murid karena belajar dari gurunya yang itu mungkin tidak masuk dalam kurikulum lah kalau bahasa sekarang Tapi itu dipelajari Ibnu Abi mulaikah mengatakan kepada kita semuanya dulu belajar kepada 30 lebih para sahabat nabi sallallahu alaihi wasallam dan yang didapatkan apa Iman jemaah yakin kepada Allah subhanahu wa taala yang didapatkan Apa takut jangan sampai dirinya masuk ke dalam sebuah kemunafikan sampai Umar Bin Khattab hadirin rahimakumullah itu kan saking takutnya masuk ke dalam golongan orang-orang munafik itu tanya kepada hudzaifah bin alyaman Kenapa kau tanya kepada hudzaifah karena hudzaifah ini tahu daftar-daftar orang-orang yang masuk kategori munafikin tapi tidak diberikan kepada sahabat selain hudzaifah jadi nabi hanya memberikan informasi ini kepada hudzaifah karena beliau digelari shahibu sirir Rasul jadi apa namanya yang dipercayai untuk memiliki rahasia-rahasia jadi ini istilahnya kayak tangan kanannya nabi informasi-informasi penting itu tidak disebarkan kepada siapapun apalagi terkait dengan fitnah itu daftarnya ada dipegang oleh siapa hudzaifah karena Umar Bin Khattab tahu hudzaifah bin alyaman ini diberikan informasi oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam siapa saja daftar orang-orang munafik maka Umar Kemudian datang kepada hudzaifah wahai hudzaifah Saya ingin bertanya apakah diriku disebut oleh Nabi Sallallahu alaii wasallam tergolong orang-orang munafik ini yang bertanya siapa hadirin Umar Bin Khattab yang setan aja takut sama Umar yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tapi Umar Bin Khattab sampai mengatakan begini halani rasulullahallahu Alaihi Wasallam Apakah Rasulullah itu menyebutkan Namaku termasuk orang-orang itu awalnya hudzaifah tidak mau menjawab karena ini rahasia tapi karena ditanya berkali-kali akhirnya apa disampaikan wahai Umar engkau tidak termasuk golongan orang-orang munafik yang disebutkan oleh Rasulullah Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam tenang di situ Umar hadirin Alhamdulillah kita tidak termasuk gitu kan orang-orang yang munafik Umar Bersyukur kepada allah subhanahu wa taala karena kalau seseorang itu di dalam dirinya terdapat benih-benih kemunafikan itu harus segera dibersihkan dan setiap kita pasti ada potensi untuk punya benih-benih tersebut kalau tidak dirawat Ini hatinya kalau tidak diopeni tidak dijaga maka itu nanti akan muncul benih-benih nifakq kemunafikan waqal Hasan Al bashri Hasan albasri ini seorang tabiin juga rahimahullah semoga Allah merahmatinya Beliau mengatakan almukminu jama ihsanan wasyafqah Wal munafi jama isaatan Wa amnan Ta alhan innalladinaahum Min khtibihim Mus kata Hasan Al Basri orang yang beriman itu menggabungkan antara amal saleh dengan perasaan takut ini kalau dalam istilah lain ada namanya khauf dan raja jemah jadi orang itu kalau beribadah dua hal ini harus ada perasaan kita rajak kepada Allah berharap kepada Allah Allah semoga mengampuni dan menerima amal saleh kita tapi di satu sisi juga kita ada perasaan khauf kalau Allah tidak menerima amal saleh yang kita kerjakan jadi ada syafaqah ada Ihsan bahasa lainnya ada raja dan khauf seseorang Mukmin ketika beribadah kepada Allah ya itu betul amal saleh tapi jangan pernah dia lupa untuk berdoa kepada Allah agar Allah menerima amal salehnya Oleh karena itu hadirin Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam kita diajarkan beliau ketika selesai salat yang diucapkan pertama kali bukan Alhamdulillah jemaah yang pertama kali diucapkan Setelah salam bukan Subhanallah bukan pula Lailahaillallah tapi kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam atau kata para sahabat nabi ketika melihat nabi selesai salat yang pertama kali diucapkan nabi setelah salam kanan kiri setelah salat adalah istagfar salatan beliau ber istigfar tiga kali kenapa kok istigfar karena beliau ingin mengajari kita semuanya ketika kita beribadah mungkin ada kekurangan mungkin khusyuknya enggak sempurna dengan istigfar itulah kita ingin memohon kepada Allah agar Allah mengampuni kekurangan-kekurangan dan kesalahan-kesalan kita semuanya istigfar tiga kali Nabi Ibrahim alaih salam bersama dengan Nabi Ismail alaih salam ketika mereka berdua selesai membangun kembali ya maksudnya bukan membangun pertama kali tapi sudah ada pondasinya sudah ada qawaidnya hanya saja Kemudian rusak kemudian dibangun kembali oleh Nabi Ibrahim dan nabi Ismail Jadi yang pertama kali memohon Ka'bah bukan Nabi Ibrahim dan Ismail beliau hanya beliau berdua hanya bangun kali Allah [Musik] berfirman Dan ingatlah tatkala keduanya Maksudnya Nabi Ibrahim dan nabi Ismail itu meninggikan kali pondasi Kabah setelah mereka selesai mka Allah Terimalah amal saleh yang kami kerjakan inak anulim Sesungguhnya engkau yang mahaam maha mendengar alalim yang maha mengetahui artinya beliau berdua doanya diabadikan oleh Allah subhanahu wa taala mengajarkan kepada kita semuanya Mari kita memohon kepada Allah subhanahu wa taala agar Allah menerima amal saleh yang kita kerjakan Dan Kita kita memohon kepada Allah agar Allah mengampuni kesalahankesalahan selama kita berbuat baik itu orang yang beriman di satu sisi dia yakin kepada Allah pasti akan mengampuni dan menerima amal salehnya tapi dia takut kalau seandainya amal salehnya itu sama sekali tidak diterima Allah nauzubillah sebalainnya orang munafik hadirin Wal munafik sedangkan orang munafik itu jemaah isaatan wa amnan ketika beribadah itu dia beramal Maaf Dia berbuat buruk tapi dia merasa aman ini sudah berbuat dosa tapi tetap merasa aman ada jemaah ada siapa itu orang munafik jelas jelas bermaksiat tapi dia merasa dirinya aman W enggak mendapatkan siksa Allah jelas-jelas berbuat maksiat tapi dia tidak mau untuk beristigfar kepada Allah itu ciri-ciri apa jemah orang yang munafik kata Imam Hasan albashri Wal Mafi jamaah isaatan wa amnan Dia berbuat maksiat tapi dia tidak merasa bersalah dia jauh dari Allah subhanahu wa taala tapi hatinya mati hatinya sakit tidak merasakan kesedihan ketika ada amal saleh yang dia tinggalkan tidak ada perasaan bersalah ketika dia itu melakukan kemaksiatan berarti sudah Allah cabut perasaan itu hadirin kemudian disebutkan dalam sebuah ayat innalladina Hum Min khyatibihim musfiquun orang-orang yang beriman itu memiliki syafakah khasyah takut kepada Allah subhanahu wa taala Oleh karena itu Imam Ahmad mengatakan inti dari ilmu yang kita pelajari itu adalah khasyatullah inti dari ilmu yang kita pelajari itu adalah ilmu yang membuat kita semakin takut kepada Allah subhanahu wa taala itu ilmu jeemaah loh kok ada ilmu misalnya membuat seseorang jauh dari Allah subhanahu wa taala silakan kita memperbaiki niat sebab kata Imam Ahmad rahimahullah buah dari ilmu yang kita pelajari itu adalah hadirnya khasyatullah innama yaksallaha Min ibadihil ulama karena sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Allah itu adalah orang-orang yang tahu Siapa itu Allah subhanahu wa taala nah ini bab yang keesemb kita lanjutkan di bab yang ke-10 qala As Syekh Abdur razq hafidahullah Syekh Abdul roazak semoga Allah menjaganya mengatakan dalam ini Al alqaidah al-asyirah kaidah yang ke-10 makrifatun nafs tangga yang ke-10 dan ini adalah tangga yang terakhir kalau kita ingin menyucikan hati kita dari noda noda dosa maka tangga terakhir yang harus kita lewati adalah marifatu annafs kita harus tahu hakikat diri kita kita harus tahu hakikat jiwa kita kita Yakin Mungkin ada orang yang rutin untuk cek kesehatan jemaah betul ya jemaah ya mungkin datang ke mana klinik atau rumah sakit atau ke dokter untuk cek kesehatan tapi ternyata kita juga perlu untuk ngecek kesehatan hati kita jemaah kita juga untuk perlu untuk medical check up nafs kita jiwa kita sudah sampai mana ini kalau sakit sudah sampai mana parahnya itu apakah itu masih bisa diobati atau itu sudah enggak bisa Oleh karena itu kita harus tahu yang disebut sebagai annafs kita harus kenalan siapa dan apa itu jiwa dan di antara yang perlu untuk kita pelajari dalam tazkiat nafs itu adalah mengenal hakikat jiwa kita harus mengenal hakikat diri kita Watu sifatiha dan mengenal [Musik] sifatsifatnya agar apa agar kita mudah untuk merawatnya warayata dan menjaganya waudawa minalti alaiha dan kita juga mudah untuk mengobati jiwa tersebut Kalau ada penyakit yang dideritanya Ibnu alqayyim rahimahullah Beliau mengatakan jihad itu ada empat macam jemaah jihad itu ada empat macam tentunya selain jihad yang itu di Medan peperangan yang pertama kata beliau adalah jihadu annafs Jadi kita apa jemaah kita melawan diri kita sendiri itu yang paling berat jihadun nafs itu yang paling berat kita melawan diri kita sendiri dan yang kedua adalah jihadu alhawa kita melawan hawa nafsu kita keinginan yang pertama tadi kita melawan diri kita sendiri Yang kedua kita melawan hawa nafsu di apa namanya Keinginan kita dan yang ketiga adalah jihadusan kita melawan setan yang keempat kata beliau jihadu adunya kita mengalahkan dunia ini seringki banyak di antara manusia yang kalah kalahnya bukan dengan musuh jemah bukan dengan musuh yang membawa kedang yang membuah senjata pistol Bukan tapi kalahnya dengan apa sesuatu yang mungkin enggak terlihat nafs jiwa kita hawa nafsu setan dunia itu ternyata adalah musuh dan musuh terbesar kita adalah ternyata adalah apa jemaah diri kita sendiri kalau kita tidak berhasil untuk mengalahkannya makanya jiwa kita ini seperti pedang kalau kita bisa mengendalikan kita akan selamat tapi kalau kita tidak bisa mengendalikan kita akan binasa hancur jadi itu perumpamaan makanya beliau menegaskan kepada kita semuanya agar kita semuanya belajar mengenal jiwa manusia hakikat dari jiwa manusia [Musik] Nufus Wah kata Syekh Abdul roq hafidahullah Allah subhanahu wa taala telah memberikan sifat ya Ada tiga sifat jadi ada jiwa namanya jiwa Mutmainah ya annafs almutmainah kemudian ada annafs alawwamah ada anfs alar jadi ada tiga macam hakikat jiwa manusia yang harus kita ketahui bersama yang itu semuanya disebutkan di dalam Alquran Saya ulangi lagi jamaah jadi ada tiga ada nafs Mutmainah nafsu Mutmainah kemudian ada nafs yang ketiga ada nafs u annafsul Mutmainah jiwa yang Mutmainah yang tenang wahiallati itmaanat Bil Imani waikrillahi taala wa ibadatihi wa husnil Iqbal ini hakikat jiwa yang pertama yang disebut sebagai nafsu ee nafsu Mutmainah Maaf itu adalah jiwa yang tenang dengan iman kepada Allah wikrillah dan mengingat Allah subhanahu wa taala wa ibadatihi dan beribadah kepadanya wa husnil Iqbal dan ibadah juga dengan semangat Jadi kalau seseorang punya nafs yang seperti ini jiwa yang seperti ini adanya itu cuma semangat dan semangat ibadah karena dia merasakan ketenangan hari ini Allah letakkan di dalam hati kita kita enggak usah cari jauh-jauh sebab Allah tidak Letakkan kebahagiaan itu di dalam sebuah materi tidak tapi Allah letakkan kebahagiaan itu di dalam hati kita terlalu jauh jamaah Kalau kita harus mencari kebahagiaan di luar diri kita sendiri hanya saja kita belum menem bukan ternyata Allah titipkan kebahagiaan di dalam hati kita banyak orang yang sekarang bingung hadirin ini hidup mau ngapa untuk apa ini hidup banyak orang yang bingung kenapa kok usahanya Kenapa keluarganya kenapa ini Kenapa ini dan seterusnya bingung jemah padahal allah subhanahu wa taala menegaskan kebahagiaan itu adalah milik semua orang orang yang beriman kepada Allah Itulah orang-orang yang paling bahagia tapi kebahagiaan itu bukan berarti orang tersebut tidak mendapatkan apa ujian nah itu yang keliru jemaah keliru kalau orang mengatakan Oh Bahagia itu enggak pernah susah oh salah Bahagia itu enggak pernah sedih keliru jemah Bahagia itu enggak pernah nangis Enggak pernah sakit bukan Coba lihat hadirin Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam itu orang yang paling bahagia apakah apakah tidak pernah merasakan ujian Oh ujiannya yang paling banyak ujiannya yang paling berat tapi tetap bahagia karena apa Nabi Muhammad punya Allah subhanahu wa taala hari ini orang orang kehilangan sesuatu Wah itu seakan-akan dunia sudah meninggalkan dia tapi orang yang beriman mengatakan baik Allah cabut sesuatu yang saya miliki tapi yang penting Allah tidak cabut keimanan yang Allah titipkan di dalam hati Wah bahagia di situ bersyukur bersabar itulah kebahagiaan kita anfsul Mutmainah yang itu tenang dengan iman yang dimilikinya banyak orang yang [Musik] ragu kalau dulu jamaah ada istilahnya mungkin ateis ya Sekarang berkembang lagi bukan hanya ateis ada Istilahnya agnostik ya orang yang ragu dan sebagainya ada orang yang hari Senin Selasa meyakini agama tertentu kemudian apa jemaah Rabu Kamis ganti lagi wah itu ada jemah saya menemukan itu ada dan itu cerita yang saya dapatkan beneran dan itu Di Jogja bukan di tempat lain Nah maka jemahimullah manusia saat ini sangat membutuhkan kebahagiaan manusia saat ini sangat sangat membutuhkan arahan Wahyu saat mereka sudah gagal menemukan kebahagiaan di dalam sebuah benda Seharusnya Kita sadar kebahagiaan itu bukan Allah letakkan dalam sebuah benda dan materi tapi kebahagiaan itu Allah letakkan dalam hati kita semua iman kepada Allah iman kepada Allah yang membuat kita tenang yang membuat kita kuat yang membuat kita Tegar sebab apa kita memiliki annafsul Mutmainah jiwa yang tenang kamaqala taala sebagaimana firman Allah subhanahu wa taala alladina amanu [Musik] dalam surat arraad ayat 27 orang-orang yang beriman kepada Allah Subhanahu Wa [Musik] taalaikillah dan hati mereka itu tenang ketika mengingat Allah subhanahu wa taala Kenapa orang sedih karena dia lupa Allah dan ingat masalahnya Kenapa orang ini kecewa karena dia ingat dunia tapi dia dia lupa Allah subhanahu wa taala itu yang bikin kita sedih ala bikrillahiullub tapi Allah subhanahu wa taala menegaskan dalam al-quran surat arraad ayat 27 ketahuilah bahwasanya dengan kita mengingat Allah hati akan menjadi tenang kita dihina sama orang jemah kita kita enggak usah balas cukup kita mengucapkan tasbih Subhanallah Tahmid Alhamdulillah berzikir buka mushaf baca Quran ikut pengajian Dar kita daripada kita duduk di rumah kita sibuk untuk apa Balas orang tersebut habis waktu kita habis berjam-jam Hanya Untuk apa Bas orang tapi kalau orang berzikir kepada Allah subhanahu wa taala t itu akan hadir hadirin rahimakumullah Allah menyebutkan di dalam surat arraad ayat 27 dengan Maaf 28 Oh ya 28 Mohon maaf saya koreksi ayat 28 jazakumullah Khairan surat arraad ayat 28 jazakumahhair Allah berfirman di situ Al bikrillahiulub jadi Allah subhanahu wa taala menegaskan kepada kita semuanya akan mendapatkan tumakninah beda tumakninah dengan Sakinah jemah kalau tumakninah itu itu lebih sifatnya batin ya batin kan banyak orang yang kelihatannya senang tapi batinnya apa bergejela dia dia pintar ya berkamuflason jadi kelihatan wajahnya berseri-seri tapi hatinya n apa jemah hancur itu ini ini enggak tumaninah ini tapi kalau tumaninah itu apa hatinya tenang hatinya tenang dia bisa mengatur hatinya yang sedang sedih itu orang-orang yang beriman karena dia punya Allah subhanahu wa taala Dia kehilangan dunia tapi dia bersyukur tidak kehilangan Allah Subhanahu waala Dia kehilangan dunia yang itu pasti nanti akan Allah ganti dengan yang lebih baik tapi yang penting jangan sampai dia kehilangan akhirat jangan sampai dia kehilangan ibadah yang biasa dia lakukan Jangan sampai dia kehilangan semangat untuk bermunajat kepada Allah subhanahu wa taala jangan sampai dia kehilangan air mata yang biasa dia teteskan ketika mengingat mengingat Allah ala bikrillahiul Qulub jadi jemaah kalau kita sedang sedih kita sedang dapat masalah yang pertama kali kita ingat bukan teman bukan manusia tetapi Allah subhanahu wa taala dunia hancur yang penting ibadah kita jangan sampai hancur dunia hilang Jangan sampai iman kita ikutan hilang Jangan sampai iman kita sampai hilang maka maka di sini jamaah ingat kita harus memiliki ansul mah jiwa yang itu selalu tenang kuat ketika menghadapi ujian dari Allah subhanahu wa taala waq taala dan dalam ayat yang lain ini dalam surat alfajr Allah subhanahu wa taala berfirman yasul [Musik] [Musik] dalam Sur alaj 27 S 30 jiwa yang kalilah kepadaabmu Allah keada keadaan PU lagi dirid dia puas dengan amal saleh yang dia kerjakan dan Allah Rida dengan orang tersebut ini siapa Jah orang yang memiliki An hati yang tenangah masuklah engkau dalamlongan hamba-hambu dan Masuklah ke dalam Surgaku kata Allah subhanahu wa taala artinya orang kalau memiliki hati yang tenang dengan imannya tidak ada syukuk tidak ada keraguan sama sekali tidak ada RB maka Orang itulah yang layak untuk disebut sebagai fadkhuli jannati fadkhuli Fi ibadi wadkuli jannati Allah yang perintahkan orang tersebut agar masuk ke dalam surga Allah subhanahu wa taala yang arduh samawat Wal ARD dalam ayat yang lain arduha kaard Wal ARD jadi Allah pesankan kepada kita semuanya untuk ingat bahwa surga Allah itu sangatlah luas tapi ketika kita ingin mendapatkan surga tersebut modalnya adalah kita harus memiliki hati yang tenang yaitu anfsul Mutmainah Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang memiliki anfsul mutah tenang dengan iman semangat beribadah kepada Allah subhanahu wa taala karena kita ingin mendapatkan surga Allah subhanahu wa taala yang luasnya Seluas Langit Dan Bumi dan yang kedua kita ingin berkenalan dengan jiwa yang kedua yaitu jiwa yang disebut laamah yaitu sukan menyesali itu laamah J sukanya menyesali sukan menyalahkan dan lainnya [Musik] amah orang yang memiliki jiwa lawamah ini hadirin ketika dia beramal baik maka dia nyesal Kenapa kok nyesal misalnya dia bersedekah Kenapa kok yang dikeluarkan cuma 10.000 enggak 20 itu namanya apa Lawah jadi menyesal kenapa tidak lebih banyak ketika ada orang yang memulai berbuat baik kemudian jiwanya menyesal kenapa kok dari baru sekarang mulainya kenapa enggak dari dulu ketika dia ingin membantu orang lain dia bantu kemudian dirinya mengatakan Kenapa kok cuma segitu Itu namanya apa nafsul lawamah jadi penyesalan ketika berbuat baik kenapa kok tidak maksimal yang kedua adalah penyesalan Kenapa dia berbuat maksiat ini kira-kira Baik atau tidak jemaah kira-kira baik atau tidak Ya baik tapi tentunya levelnya masih di bawah yang pertama tadi yaitu nafsu Mutmainah itu yang paling tinggi tenang tapi kalau yang kedua ini ya dia masih ber usaha Masih proses untuk mencapai nafs yang Mutmainah yang tenang dan perasaan bersalah itu harus kita rawat hadirin tapi tentunya juga tidak boleh kita berlebihan gitu Ya maksudnya jangan sampai kemudian kita selalu merasa bersalah sehingga apa yang ada ketakutan nanti malah kalau seseorang memiliki perasaan ketika kita bersalah kemudian kita menyesal itu bagus karena orang-orang yang makukan melakukan kesalahan Kok tidak menyesali ya itu yang dia harus menangisi dirinya sendiri orang tidak menangis ketika dia berbuat salah orang tidak bersalah ketika dia berbuat maksiat wah ini dia harus apa ibki ala nafsih atau ala nafsika silakan nangis atas dirinya sendiri karena ini sudah menjadi sakam penyakit yang harus segera diatasi kalau tidak diatasi maka akan menjadi hatinya itubun mayit yang mati ketika dia berbuat maksiat menyesal kenapa kok melakukan itu ketika dia meninggalkan kewajiban dirinya menyesali ini yang disebut sebagai annafsul lawwamah [Musik] dan yang terakhir yaitu an jiwa yang selalu mengajak untuk berb kebur itu adalah jiwa yang selalu mengajak kita untuk berbuat keburukan mungkin kita tidak mendengarkan suara itu tapi kenapa dorongan itu sangat kuat mungkin gak kedengar tapi seseorang ketika berbuat buruk itu kok seakan-akan dimudahkan Nah itu ada dorongan dari mana yang menggiring kita menggiring kita untuk melakukan suatu kemungkaran menggiring kita untuk melakukan ibadah yang itu misalnya tidak diajkan menggiring kita untuk melakukan seb kemaks [Musik] karenau ci jadi setiap manusia pasti punya salah karena sesungguhnya jiwa kita itu selalu mengajak untuk berbuat kemaksiatan kecuali jiwa yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala Semoga kita semuanya memiliki jiwa yang selalu mendapatkan kasih sayang Allah subhanahu wa taala sehingga kita dimudahkan untuk beramal dan allahah kitaang kita jauhkan kita semuanya dari perbuatan munkar amin ya rabbal alamin jadi kitab ini kita cukupkan sampai di sini Insyaallah kita akan lanjutkan di pertemuan yang akan datang kita Jelaskan apa itu tiga jiwa tadi melanjutkan bahasan yang ada dalam buku ini semoga ini menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semuanya dan semua kebenaran datangnya dari Allah sub subhahu wa taala dan kesalahan itu datangnya dari kami dan dari setan Semoga Allah subhanahu wa taala mengampuni kesalahan-kesalahan kita semuanya wasallallahu wasallam ala Nabina Muhammad waa alihi wasahbihi ajmain subhanak subhanakallahum wihamdik asadua ilaha illa Anta astagfirukaub ilaih wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Mutiara Hari Ini
"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."