Mengetahui Sifat Kejiwaan Manusia (Kitab Tazkiyatun Nafs)
Kitab Tazkiyatun Nafs - Ustadz Feri Septianto, Dosen PUTM & Anggota Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Hafidzahullahu Ta'ala
Video Kajian
Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.
Tentang Kajian Ini
Kajian pertemuan ke-1 dalam seri Kitab Tazkiyatun Nafs yang membahas tentang mengetahui sifat kejiwaan manusia (kitab tazkiyatun nafs). Ustadz Feri Septianto, Dosen PUTM & Anggota Majelis Tabligh PP Muhammadiyah memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.
Isi Ceramah Lengkap
Allahumma shalli wasallim
Amma ba'da
Bismillah
bismillah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
innalhamdulillah nahmaduhu wastainuhu Wa nastagfiruh wa naudubillah minuri anfusina Wamin sayiati aalina Man yahdihillahu Fala mudillalah, Wam yudlil Fala hadiyaalah wa Asyhadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah, wa Ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh
Allohumma sholli 'ala Muhammad wa'ala 'alihi wasohbihi
Alhamdulillah hadirin jemah salat magrib masjid aljamalah rahimakumullah yang Semoga selalu sehat walafiat di pertemuan kali ini di hari rabu ya malam kamis kita akan kembali mengulas kitab yang kecil ukurannya kecil tapi ilmunya sangat luas yaitu ""Kitab Tazkiyyatun Nafs" 10 kaidah penyucian jiwa
dan terakhir ya Pekan lalu di hari Rabu kita
membahas kaidah yang ke berapa hadirin semilan belum selesai tinggal
dikit Insyaallah kita nanti akan Selesaikan hari ini lalu kita akan
memasuki kaidah yang terakhir yaitu al-qaidah al-asyirah yang
ke-10 hadirin yang semoga Dis Allah subhanahu wa taala kaidah yang kesembilan itu adalah
alhar Minal ujbi waltirar binfs Jadi kalau seseorang itu ingin
hatinya bersih maka hati-hati jangan kita
ini gurur gurur itu apa jemaah gurur itu kita
tertipu dengan amal kita yang sedikit terus kita
pamerkan tidak boleh juga ujub kita
bangga dengan apa dengan amal saleh kita padahal banyak sekali
kekurangan-kekurangan daripada kelebihan yang kita miliki dalam salat kita dalam ibadah
apapun yang kita kerjakan kita seringki mengalami sebuah
problem yaitu apa jemaah kadang gila kadang kita tidak bisa
khusyuk sebabnya apa karena pikiran kita ke mana-mana sebabnya apa karena kita lupa
di depan siapa kita ini sedang bermunajat kita lupa
hadirin kita ini bukan sedang ber apa ya
sedang berbicara berdoa kepada zat
yang tidak mendengarkan kita tapi kita bermunajat kepada
Assami yang maha mendengar albashir Yang Maha Melihat alalim yang
maha tahu segala-galanya bahkan yang menciptakan
kita memberikan fasilitas kepada kita semuanya artinya kekurangan kita
sangatlah banyak ketimbang hanya sebatas kebaikan-kebaikan yang kita kerjakan loh
yang sedikit tersebut manusia sudah sombong yang sedikit tersebut manusia
sudah ujub ini diingatkan oleh Syekh Abdur roazak untuk kita semuanya agar kita
jangan sampai punya sifat namanya
Uju Abu Bakar ashiddiq pertama saat beliau terpilih
padahal beliau tidak pernah menyalonkan sebagai seorang khalifah beliau berdiri di atas
mimbar berkhotbah di hadapan kaum muslimin mengatakan begini
jemah lastu bhairikum wahai sahabat Rasulullah
Sallallahu Alaihi Wasallam kata Abu Bakar Aku bukan lebih baik daripada
kalian sekelas Abu Bakar asiddiq yang sudah dijamin masuk surga oleh Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam yang menggantikan Nabi Ketika Nabi tidak bisa menjadi imam mengatakan kepada
sahabat-sahabat nabi apa jemaah lastu bikhairikum aku ini tidak lebih baik
daripada kalian ini potret dari Salaf kita
semuanya para sahabat kita semua itu Abu Bakar asiddiq
dan orang-orang Saleh yang lainnya mereka diajarkan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam agar tetap memiliki
sifat tawadu kita lanjutkan di potongan yang
terakhir kalau di sini ini dua paragraf terakhir di kaidah yang
keesemb waqala Abdullah Ibnu Abi mulaikah rahimahullah
ini adalah seorang tabiin yang bernama Abdullah bin Abi
mulaikah atau biasa disebut sebagai Ibnu Abi mulaikah Beliau
[Musik]
mengatakan ini seorang tabiin hadirin mengatakan begini yang belum unentu kita mengatakan
itu beliau mengatakan aku bertemu lebih dari 30 sahabat Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam tabiin itu kan berarti tidak bersama dengan nabi tapi mereka belajarnya kepada murid
Nabi yaitu [Musik] sahabat beliau mengatakan aku bertemu
Lebih dari 30-an sahabat maksudnya adalah sahabat Rasulullah Sallallahu
Alaihi Wasallam
semuanya mereka itu apa khawatir kalau dirinya itu tergolong dalam kategori
orang-orang munafik jadi 30 lebih orang tadi itu
mereka takut kalau kalau mereka itu termasuk orang-orang munafik
jeemah Padahal mereka ini ketemu nabi mendengarkan
Sallallahu Alaihi Wasallam melihat nabi salat bisa bertanya nabi
langsung tapi mereka tetap takut kalau seandainya mereka itu apa
munafik ini pelajaran yang luar biasa sekali
dari seorang Ibnu Abi mulaikah seorang tabiin yang gurunya itu ya para sahabat
yang Ibnu Abi mulaikah berguru kepadanya itu memberikan
sebuah penanaman ilmu yaitu apa kita semuanya harus takut jangan sampai kita
terjatuh dalam sifat munafik ini juga yang kedua jemaah
pelajaran yang bisa kita petik mau tidak mau murid itu pasti akan
mengambil ilmu dari gurunya mau tidak mau murid itu pasti
tidak hanya belajar ilmu tapi belajar akhlak jemaah itu yang didapatkan di sini Ibnu
Abi mulika tidak hanya tidak hanya menyatakan dulu saya belajar a b c d ya
kalau kita belajar Mungkin beberapa pelajaran kita lupakan jemaah atau mungkin enggak sengaja lupa ya
manusia tapi kadang ada beberapa yang tidak kita lupakan Apa itu jemaah sikap
guru kita kadang yang tidak bisa kita dilupakan apa ya akhlaknya itu kadang
yang tidak bisa dihapus misalnya ada anak SD Dia belajar
matematika ditanya Mas Dulu ketika SD belajar apa matematikan Oh saya lupa
tapi gurunya saya ingat apa yang kamu ingat dulu ketika masuk kelas guru itu pasti mengucapkan
salam itu akhlaknya amaah gurunya enggak ngajarin kalau kamu masuk kelas ucapin
salam tapi itu direkam sama gurunya sama sama muridnya contoh yang
lain misalnya ada seorang murid ditanya
pelajaran apa Yang diingat Oh lupa tapi dia ingat ada akhlak gurunya
yang tidak pernah dilupakan itu apa jemah Kalau ada yang jawab dipuji sama
gurunya kalau ada yang salah L enggak disalahin tapi tetap ucapin Terima kasih
Terima kasih sudah menjawab itu kan yang didapatkan oleh siapa murid karena belajar dari
gurunya yang itu mungkin tidak masuk dalam kurikulum lah kalau bahasa sekarang Tapi itu
dipelajari Ibnu Abi mulaikah mengatakan kepada kita semuanya
dulu belajar kepada 30 lebih para sahabat nabi sallallahu alaihi wasallam dan yang didapatkan apa Iman
jemaah yakin kepada Allah subhanahu wa taala yang didapatkan Apa takut jangan
sampai dirinya masuk ke dalam sebuah kemunafikan sampai Umar Bin Khattab
hadirin rahimakumullah itu kan saking takutnya masuk ke dalam golongan
orang-orang munafik itu tanya kepada hudzaifah bin alyaman Kenapa kau tanya kepada
hudzaifah karena hudzaifah ini tahu daftar-daftar orang-orang yang masuk kategori
munafikin tapi tidak diberikan kepada sahabat selain hudzaifah jadi nabi hanya memberikan
informasi ini kepada hudzaifah karena beliau digelari shahibu sirir
Rasul jadi apa namanya yang dipercayai
untuk memiliki rahasia-rahasia jadi ini istilahnya
kayak tangan kanannya nabi informasi-informasi penting itu tidak disebarkan kepada
siapapun apalagi terkait dengan fitnah itu daftarnya
ada dipegang oleh siapa hudzaifah karena Umar Bin Khattab tahu
hudzaifah bin alyaman ini diberikan informasi oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam siapa saja daftar orang-orang
munafik maka Umar Kemudian datang kepada hudzaifah wahai hudzaifah
Saya ingin bertanya apakah diriku disebut oleh Nabi Sallallahu alaii wasallam tergolong orang-orang munafik
ini yang bertanya siapa hadirin Umar Bin Khattab yang setan aja takut sama
Umar yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
tapi Umar Bin Khattab sampai mengatakan begini halani rasulullahallahu Alaihi
Wasallam Apakah Rasulullah itu menyebutkan Namaku termasuk orang-orang itu awalnya
hudzaifah tidak mau menjawab karena ini rahasia tapi karena ditanya berkali-kali
akhirnya apa disampaikan wahai Umar engkau tidak termasuk golongan orang-orang munafik yang disebutkan oleh
Rasulullah Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam tenang di situ Umar hadirin
Alhamdulillah kita tidak termasuk gitu kan orang-orang yang munafik Umar Bersyukur kepada allah
subhanahu wa taala karena kalau seseorang itu di dalam dirinya terdapat benih-benih kemunafikan
itu harus segera dibersihkan dan setiap kita pasti ada potensi untuk punya
benih-benih tersebut kalau tidak dirawat Ini hatinya kalau tidak
diopeni tidak dijaga maka itu nanti akan muncul benih-benih nifakq
kemunafikan waqal Hasan Al bashri Hasan albasri ini seorang tabiin juga
rahimahullah semoga Allah merahmatinya Beliau mengatakan
almukminu jama ihsanan wasyafqah Wal munafi jama isaatan Wa
amnan Ta alhan
innalladinaahum Min khtibihim Mus kata Hasan Al Basri
orang yang beriman itu menggabungkan antara amal saleh dengan perasaan
takut ini kalau dalam istilah lain ada namanya khauf dan raja jemah jadi orang itu kalau
beribadah dua hal ini harus ada perasaan kita rajak kepada Allah berharap kepada
Allah Allah semoga mengampuni dan menerima amal saleh kita tapi di satu
sisi juga kita ada perasaan khauf kalau Allah tidak menerima amal saleh yang kita kerjakan jadi ada
syafaqah ada Ihsan bahasa lainnya ada raja dan
khauf seseorang Mukmin ketika beribadah kepada Allah ya itu betul amal
saleh tapi jangan pernah dia lupa untuk berdoa kepada Allah agar Allah menerima amal
salehnya Oleh karena itu hadirin Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi
Wasallam kita diajarkan beliau ketika selesai salat
yang diucapkan pertama kali bukan Alhamdulillah jemaah yang pertama kali diucapkan
Setelah salam bukan Subhanallah bukan pula Lailahaillallah
tapi kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam atau kata para sahabat nabi ketika melihat nabi selesai salat yang
pertama kali diucapkan nabi setelah salam kanan kiri setelah salat adalah
istagfar salatan beliau ber istigfar tiga kali kenapa kok istigfar karena
beliau ingin mengajari kita semuanya ketika kita beribadah mungkin ada
kekurangan mungkin khusyuknya enggak sempurna dengan istigfar itulah kita
ingin memohon kepada Allah agar Allah mengampuni kekurangan-kekurangan dan
kesalahan-kesalan kita semuanya istigfar tiga
kali Nabi Ibrahim alaih salam bersama dengan Nabi Ismail alaih
salam ketika mereka berdua selesai membangun kembali ya maksudnya bukan
membangun pertama kali tapi sudah ada pondasinya sudah ada qawaidnya hanya
saja Kemudian rusak kemudian dibangun kembali oleh Nabi Ibrahim dan nabi
Ismail Jadi yang pertama kali memohon Ka'bah bukan Nabi Ibrahim dan Ismail beliau hanya beliau berdua hanya bangun
kali Allah
[Musik] berfirman Dan ingatlah tatkala keduanya Maksudnya Nabi Ibrahim dan nabi Ismail
itu meninggikan kali pondasi Kabah setelah mereka selesai mka
Allah Terimalah amal saleh yang kami kerjakan inak anulim Sesungguhnya engkau yang
mahaam maha mendengar alalim yang maha
mengetahui artinya beliau berdua doanya diabadikan oleh Allah
subhanahu wa taala mengajarkan kepada kita semuanya
Mari kita memohon kepada Allah subhanahu wa taala agar Allah menerima amal saleh yang kita kerjakan Dan Kita kita memohon
kepada Allah agar Allah mengampuni kesalahankesalahan selama kita berbuat
baik itu orang yang beriman di satu sisi dia yakin kepada Allah pasti akan
mengampuni dan menerima amal salehnya tapi dia takut kalau seandainya amal salehnya itu sama sekali tidak diterima
Allah nauzubillah sebalainnya orang munafik hadirin Wal munafik sedangkan orang
munafik itu jemaah isaatan wa
amnan ketika beribadah itu dia beramal Maaf Dia berbuat buruk tapi dia merasa
aman ini sudah berbuat dosa tapi tetap merasa aman ada jemaah ada siapa itu
orang munafik jelas jelas bermaksiat tapi dia merasa dirinya aman
W enggak mendapatkan siksa Allah
jelas-jelas berbuat maksiat tapi dia tidak mau untuk beristigfar kepada Allah itu ciri-ciri apa jemah orang yang
munafik kata Imam Hasan albashri Wal Mafi jamaah isaatan wa amnan Dia berbuat
maksiat tapi dia tidak merasa bersalah dia jauh dari Allah subhanahu
wa taala tapi hatinya mati hatinya
sakit tidak merasakan kesedihan ketika ada amal saleh yang dia
tinggalkan tidak ada perasaan bersalah ketika dia itu melakukan
kemaksiatan berarti sudah Allah cabut perasaan itu hadirin kemudian disebutkan dalam sebuah
ayat innalladina Hum Min khyatibihim musfiquun orang-orang yang beriman itu
memiliki syafakah khasyah takut kepada Allah subhanahu wa taala Oleh karena itu Imam
Ahmad mengatakan inti dari ilmu yang kita pelajari itu adalah
khasyatullah inti dari ilmu yang kita pelajari itu adalah ilmu yang membuat kita semakin takut kepada Allah
subhanahu wa taala itu ilmu jeemaah loh kok ada ilmu misalnya membuat seseorang
jauh dari Allah subhanahu wa taala silakan kita memperbaiki niat sebab kata Imam Ahmad
rahimahullah buah dari ilmu yang kita pelajari itu adalah hadirnya
khasyatullah innama yaksallaha Min ibadihil ulama karena sesungguhnya
orang-orang yang takut kepada Allah itu adalah orang-orang yang tahu Siapa itu Allah subhanahu wa taala nah ini bab
yang keesemb kita lanjutkan di bab yang ke-10 qala As Syekh Abdur razq
hafidahullah Syekh Abdul roazak semoga Allah menjaganya mengatakan dalam ini Al
alqaidah al-asyirah kaidah yang ke-10 makrifatun
nafs tangga yang ke-10 dan ini adalah tangga yang terakhir kalau kita ingin menyucikan
hati kita dari noda noda
dosa maka tangga terakhir yang harus kita lewati adalah marifatu
annafs kita harus tahu hakikat diri
kita kita harus tahu hakikat jiwa
kita kita Yakin Mungkin ada orang yang rutin untuk cek kesehatan jemaah betul
ya jemaah ya mungkin datang ke mana klinik atau rumah sakit atau ke dokter
untuk cek kesehatan tapi ternyata kita juga perlu untuk ngecek kesehatan hati kita
jemaah kita juga untuk perlu untuk medical check up nafs kita jiwa
kita sudah sampai mana ini kalau sakit sudah sampai mana parahnya itu apakah itu masih bisa diobati atau
itu sudah enggak bisa Oleh karena itu kita harus tahu
yang disebut sebagai annafs kita harus kenalan siapa dan apa itu
jiwa dan di antara yang perlu untuk kita pelajari dalam tazkiat nafs itu adalah
mengenal hakikat jiwa kita harus mengenal hakikat diri
kita Watu sifatiha dan mengenal
[Musik] sifatsifatnya agar apa agar kita mudah
untuk merawatnya warayata dan
menjaganya waudawa minalti alaiha dan kita juga mudah untuk
mengobati jiwa tersebut Kalau ada penyakit yang
dideritanya Ibnu alqayyim rahimahullah Beliau mengatakan jihad itu ada empat macam
jemaah jihad itu ada empat macam tentunya selain jihad yang itu di Medan
peperangan yang pertama kata beliau adalah jihadu annafs
Jadi kita apa jemaah kita melawan diri kita sendiri itu yang paling
berat jihadun nafs itu yang paling berat kita melawan diri kita sendiri dan yang kedua adalah jihadu
alhawa kita melawan hawa nafsu
kita keinginan yang pertama tadi kita melawan diri kita sendiri Yang kedua kita
melawan hawa nafsu di apa namanya Keinginan kita dan yang ketiga adalah
jihadusan kita melawan setan yang keempat kata beliau jihadu
adunya kita mengalahkan dunia ini seringki banyak di antara
manusia yang kalah kalahnya bukan dengan musuh jemah bukan dengan musuh yang
membawa kedang yang membuah senjata pistol Bukan tapi kalahnya dengan apa
sesuatu yang mungkin enggak terlihat nafs jiwa kita hawa nafsu setan
dunia itu ternyata adalah musuh dan musuh terbesar kita adalah
ternyata adalah apa jemaah diri kita sendiri kalau kita tidak berhasil untuk
mengalahkannya makanya jiwa kita ini seperti pedang
kalau kita bisa mengendalikan kita akan selamat tapi kalau kita tidak bisa
mengendalikan kita akan binasa hancur jadi itu
perumpamaan makanya beliau menegaskan kepada kita semuanya agar kita semuanya belajar mengenal jiwa manusia hakikat
dari jiwa manusia
[Musik] Nufus Wah kata Syekh Abdul roq
hafidahullah Allah subhanahu wa taala telah memberikan sifat ya Ada tiga
sifat jadi ada jiwa namanya jiwa Mutmainah ya annafs almutmainah kemudian ada annafs
alawwamah ada anfs
alar jadi ada tiga macam hakikat jiwa manusia yang harus kita ketahui
bersama yang itu semuanya disebutkan di dalam Alquran Saya ulangi lagi jamaah jadi ada
tiga ada nafs Mutmainah nafsu Mutmainah kemudian ada
nafs yang ketiga ada nafs u annafsul
Mutmainah jiwa yang Mutmainah yang tenang wahiallati itmaanat Bil Imani
waikrillahi taala wa ibadatihi wa husnil
Iqbal ini hakikat jiwa yang pertama yang
disebut sebagai nafsu ee nafsu Mutmainah Maaf itu adalah
jiwa yang tenang dengan iman kepada Allah
wikrillah dan mengingat Allah subhanahu wa taala wa ibadatihi dan beribadah
kepadanya wa husnil Iqbal dan ibadah juga dengan
semangat Jadi kalau seseorang punya nafs yang seperti ini jiwa yang
seperti ini adanya itu cuma semangat dan semangat ibadah
karena dia merasakan ketenangan hari ini Allah letakkan di dalam hati kita kita enggak usah cari
jauh-jauh sebab Allah tidak Letakkan kebahagiaan itu di dalam sebuah
materi tidak tapi Allah letakkan kebahagiaan itu di dalam hati
kita terlalu jauh jamaah Kalau kita harus mencari kebahagiaan di luar diri kita
sendiri hanya saja kita belum menem bukan ternyata Allah titipkan kebahagiaan di dalam hati
kita banyak orang yang sekarang bingung hadirin ini hidup mau ngapa untuk apa
ini hidup banyak orang yang bingung kenapa kok
usahanya Kenapa keluarganya kenapa ini Kenapa ini dan seterusnya bingung
jemah padahal allah subhanahu wa taala menegaskan kebahagiaan itu adalah milik
semua orang orang yang beriman kepada Allah Itulah
orang-orang yang paling bahagia tapi kebahagiaan itu bukan
berarti orang tersebut tidak mendapatkan apa ujian nah itu yang keliru
jemaah keliru kalau orang mengatakan Oh Bahagia itu enggak pernah susah oh salah
Bahagia itu enggak pernah sedih keliru jemah Bahagia itu enggak pernah nangis
Enggak pernah sakit bukan Coba lihat hadirin Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam itu orang yang paling bahagia apakah apakah tidak pernah merasakan ujian Oh ujiannya yang paling
banyak ujiannya yang paling berat tapi tetap bahagia karena apa Nabi
Muhammad punya Allah subhanahu wa taala hari ini orang orang kehilangan sesuatu Wah itu seakan-akan dunia sudah
meninggalkan dia tapi orang yang beriman mengatakan
baik Allah cabut sesuatu yang saya miliki tapi yang penting Allah tidak
cabut keimanan yang Allah titipkan di dalam hati Wah bahagia di
situ bersyukur bersabar itulah kebahagiaan kita anfsul Mutmainah yang
itu tenang dengan iman yang dimilikinya banyak orang yang [Musik]
ragu kalau dulu jamaah ada istilahnya mungkin ateis ya
Sekarang berkembang lagi bukan hanya ateis ada Istilahnya agnostik ya orang
yang ragu dan sebagainya ada orang yang hari Senin Selasa meyakini agama
tertentu kemudian apa jemaah Rabu Kamis ganti lagi wah itu ada
jemah saya menemukan itu ada dan itu cerita yang saya dapatkan
beneran dan itu Di Jogja bukan di tempat
lain Nah maka jemahimullah manusia saat ini sangat
membutuhkan kebahagiaan manusia saat ini sangat sangat membutuhkan arahan
Wahyu saat mereka sudah gagal menemukan kebahagiaan di dalam sebuah benda
Seharusnya Kita sadar kebahagiaan itu bukan Allah letakkan dalam sebuah benda dan materi tapi kebahagiaan itu Allah
letakkan dalam hati kita semua iman kepada Allah iman kepada
Allah yang membuat kita tenang yang membuat kita kuat yang
membuat kita Tegar sebab apa kita memiliki annafsul
Mutmainah jiwa yang tenang kamaqala taala sebagaimana firman
Allah subhanahu wa taala alladina amanu [Musik]
dalam surat arraad ayat 27 orang-orang yang beriman kepada Allah
Subhanahu Wa [Musik]
taalaikillah dan hati mereka itu tenang ketika mengingat Allah subhanahu wa taala Kenapa orang sedih karena dia lupa
Allah dan ingat masalahnya Kenapa orang ini kecewa karena dia
ingat dunia tapi dia dia lupa Allah subhanahu wa
taala itu yang bikin kita sedih ala
bikrillahiullub tapi Allah subhanahu wa taala menegaskan dalam al-quran surat arraad ayat 27 ketahuilah bahwasanya
dengan kita mengingat Allah hati akan menjadi
tenang kita dihina sama orang jemah kita kita enggak usah balas cukup
kita mengucapkan tasbih Subhanallah Tahmid
Alhamdulillah berzikir buka mushaf baca Quran ikut pengajian Dar kita daripada
kita duduk di rumah kita sibuk untuk apa Balas orang tersebut habis waktu kita
habis berjam-jam Hanya Untuk apa Bas orang tapi kalau orang berzikir kepada
Allah subhanahu wa taala t itu akan hadir hadirin rahimakumullah Allah
menyebutkan di dalam surat arraad ayat 27 dengan Maaf 28 Oh ya 28 Mohon maaf saya
koreksi ayat 28 jazakumullah Khairan surat arraad ayat 28
jazakumahhair Allah berfirman di situ Al
bikrillahiulub jadi Allah subhanahu wa taala menegaskan kepada kita semuanya akan mendapatkan
tumakninah beda tumakninah dengan Sakinah jemah kalau tumakninah
itu itu lebih sifatnya batin ya batin kan banyak orang yang kelihatannya
senang tapi batinnya apa bergejela dia dia pintar ya
berkamuflason jadi kelihatan wajahnya berseri-seri tapi hatinya n apa jemah hancur
itu ini ini enggak tumaninah ini tapi kalau tumaninah itu apa hatinya
tenang hatinya tenang dia bisa mengatur hatinya yang sedang
sedih itu orang-orang yang beriman karena dia punya Allah subhanahu wa
taala Dia kehilangan dunia tapi dia bersyukur tidak
kehilangan Allah Subhanahu waala Dia kehilangan dunia yang itu pasti nanti akan Allah ganti dengan yang lebih
baik tapi yang penting jangan sampai dia kehilangan akhirat jangan sampai dia kehilangan
ibadah yang biasa dia lakukan Jangan sampai dia kehilangan semangat untuk
bermunajat kepada Allah subhanahu wa taala jangan sampai dia kehilangan air mata yang biasa dia teteskan ketika
mengingat mengingat Allah ala bikrillahiul Qulub
jadi jemaah kalau kita sedang sedih kita sedang dapat masalah yang pertama kali
kita ingat bukan teman bukan manusia tetapi Allah
subhanahu wa taala dunia hancur yang penting ibadah
kita jangan sampai hancur dunia hilang Jangan sampai iman kita ikutan
hilang Jangan sampai iman kita sampai hilang maka maka di sini jamaah ingat
kita harus memiliki ansul mah jiwa yang itu selalu tenang kuat
ketika menghadapi ujian dari Allah subhanahu wa taala waq taala dan
dalam ayat yang lain ini dalam surat alfajr Allah subhanahu wa taala berfirman yasul
[Musik]
[Musik] dalam Sur alaj 27 S
30 jiwa
yang kalilah kepadaabmu
Allah keada keadaan PU
lagi dirid dia puas dengan amal saleh yang dia kerjakan dan Allah Rida dengan orang
tersebut ini siapa Jah orang yang memiliki
An hati yang
tenangah masuklah engkau dalamlongan
hamba-hambu dan Masuklah ke dalam Surgaku kata Allah subhanahu wa
taala artinya orang kalau memiliki hati yang tenang dengan imannya tidak ada
syukuk tidak ada keraguan sama sekali tidak ada RB maka Orang itulah yang layak untuk
disebut sebagai fadkhuli jannati fadkhuli Fi ibadi
wadkuli jannati Allah yang perintahkan orang
tersebut agar masuk ke dalam surga Allah subhanahu wa taala yang arduh samawat
Wal ARD dalam ayat yang lain arduha
kaard Wal ARD jadi Allah pesankan kepada kita
semuanya untuk ingat bahwa surga Allah itu sangatlah
luas tapi ketika kita ingin mendapatkan surga tersebut modalnya adalah kita harus memiliki hati yang tenang
yaitu anfsul Mutmainah Semoga kita termasuk golongan
orang-orang yang memiliki anfsul mutah tenang dengan iman semangat beribadah kepada Allah
subhanahu wa taala karena kita ingin mendapatkan surga Allah subhanahu wa
taala yang luasnya Seluas Langit Dan Bumi dan yang
kedua kita ingin berkenalan dengan jiwa yang kedua yaitu
jiwa yang disebut laamah yaitu sukan
menyesali itu laamah J sukanya
menyesali sukan menyalahkan dan
lainnya
[Musik]
amah orang yang memiliki jiwa lawamah ini hadirin ketika dia beramal baik maka dia
nyesal Kenapa kok nyesal misalnya dia bersedekah Kenapa kok yang dikeluarkan cuma 10.000 enggak
20 itu namanya apa Lawah jadi menyesal kenapa tidak lebih
banyak ketika ada orang yang memulai berbuat baik kemudian jiwanya menyesal
kenapa kok dari baru sekarang mulainya kenapa enggak dari dulu ketika dia ingin membantu orang
lain dia bantu kemudian dirinya mengatakan Kenapa kok cuma
segitu Itu namanya apa nafsul lawamah jadi penyesalan ketika berbuat
baik kenapa kok tidak maksimal yang kedua adalah penyesalan Kenapa dia berbuat
maksiat ini kira-kira Baik atau tidak
jemaah kira-kira baik atau tidak Ya baik tapi tentunya levelnya masih di bawah
yang pertama tadi yaitu nafsu Mutmainah itu yang paling tinggi
tenang tapi kalau yang kedua ini ya dia masih ber usaha Masih proses
untuk mencapai nafs yang Mutmainah yang tenang dan perasaan bersalah itu harus
kita rawat hadirin tapi tentunya
juga tidak boleh kita berlebihan gitu Ya maksudnya jangan sampai kemudian kita
selalu merasa bersalah sehingga apa yang ada ketakutan nanti
malah kalau seseorang memiliki perasaan ketika kita bersalah kemudian kita
menyesal itu bagus karena orang-orang yang makukan melakukan kesalahan Kok
tidak menyesali ya itu yang dia harus menangisi dirinya sendiri orang tidak menangis ketika dia
berbuat salah orang tidak bersalah ketika dia berbuat maksiat wah ini dia
harus apa ibki ala nafsih atau ala nafsika silakan nangis atas dirinya
sendiri karena ini sudah menjadi sakam penyakit yang harus
segera diatasi kalau tidak diatasi maka akan menjadi hatinya itubun mayit yang
mati ketika dia berbuat maksiat menyesal kenapa kok melakukan
itu ketika dia meninggalkan kewajiban dirinya
menyesali ini yang disebut sebagai annafsul lawwamah
[Musik] dan yang terakhir yaitu
an jiwa yang selalu mengajak untuk berb kebur
itu adalah jiwa yang selalu mengajak kita untuk berbuat
keburukan mungkin kita tidak mendengarkan suara itu tapi kenapa dorongan itu sangat
kuat mungkin gak kedengar tapi seseorang ketika berbuat buruk itu kok seakan-akan
dimudahkan Nah itu ada dorongan dari mana
yang menggiring kita menggiring kita untuk melakukan
suatu kemungkaran menggiring kita untuk melakukan ibadah yang itu misalnya tidak
diajkan menggiring kita untuk melakukan seb kemaks
[Musik] karenau
ci jadi setiap manusia pasti punya
salah karena sesungguhnya jiwa kita itu selalu mengajak untuk berbuat kemaksiatan kecuali jiwa yang dirahmati
oleh Allah subhanahu wa taala Semoga kita semuanya memiliki jiwa yang selalu
mendapatkan kasih sayang Allah subhanahu wa taala sehingga kita dimudahkan untuk beramal dan allahah kitaang kita jauhkan
kita semuanya dari perbuatan munkar amin ya rabbal alamin
jadi kitab ini kita cukupkan sampai di sini Insyaallah kita akan lanjutkan di
pertemuan yang akan datang kita Jelaskan apa itu tiga jiwa tadi melanjutkan
bahasan yang ada dalam buku ini semoga ini menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita
semuanya dan semua kebenaran datangnya dari Allah sub subhahu wa taala dan
kesalahan itu datangnya dari kami dan dari setan Semoga Allah subhanahu wa taala mengampuni kesalahan-kesalahan
kita semuanya wasallallahu wasallam ala Nabina Muhammad waa alihi wasahbihi ajmain subhanak subhanakallahum wihamdik
asadua ilaha illa Anta astagfirukaub ilaih wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Mutiara Hari Ini
"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."