Balasan Ibadurrahman (Sifat Ibadurrahman)
Kitab Shifatu Ibadi Ar Rahman - Ustadz Feri Septianto, Dosen PUTM & Anggota Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Hafidzahullahu Ta'ala
Video Kajian
Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.
Tentang Kajian Ini
Kajian pertemuan ke-1 dalam seri Kitab Shifatu Ibadi Ar Rahman yang membahas tentang balasan ibadurrahman (sifat ibadurrahman). Ustadz Feri Septianto, Dosen PUTM & Anggota Majelis Tabligh PP Muhammadiyah memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.
Isi Ceramah Lengkap
Allahumma shalli wasallim
Amma ba'da
Kita berharap kita juga tergolong diantara orang-orang yang masuk dalam kategori siapa abadurrahman hamba-hamba ar-rahman yang mereka sifatnya ada berapa jamaah ada seterusnya itu ada 8 kriteria yang dimiliki oleh Rahman yang kita bahas sifat yang pertama dan sifat yang kedua disebutkan yaitu orang tersebut menjaga salat terutama sholat lain yang kedua lalu kemudian yang nomor 3 atau Assyifa Mereka takut dan mereka khawatir dari azab neraka setelah mereka itu tawaduk kemudian mereka itu rajin salat bukan hanya salat yang satu tapi nambahnya juga dengan salat salat lain salat sunnah mereka yang ketiga memiliki kekhawatiran kalau tidak diterima amal salehnya oleh Allah subhanahu wa ta'ala kemudian yang ke-5 yang keempat ya yang keempat mereka itu proporsional adil tidak terlalu berlebihan dalam membelanjakan harta dan juga tidak pelit artinya pertengahan untuk dirinya sendiri juga ada porsinya untuk orang lain juga ada porsinya jadi bukan terus untuk dirinya sendiri sehingga lupa kanan kirinya juga bukan semuanya diberikan kepada orang lain sehingga orang yang ada di dalam keluarganya tidak punya apa-apa bukan seperti itu tapi tawasut artinya proporsional dia bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya anjing kemudian yang kelima mereka itu meninggalkan dosa-dosa besar ada 70 ya yang disebutkan oleh Imam Azhari ada 70 dosa besar dan yang paling besar di antara itu apa jamaah yaitu menyebutkan atau syirik kepada Allah subhanahu wa ta'ala lalu yang ke-6 karat mereka itu meninggalkan Sorong Sorong atau tempat-tempat artinya mereka itu selalu menjaga dirinya tidak ingin ya bertemu ataupun berkumpul dengan orang-orang yang mereka melakukan perbuatan dosa kenapa jamaah Karena yang namanya akhlak itu nular coba ya kebaikan itu bisa tertularkan begitu juga keburukan pun bisa kartu lakukan makanya kita berusaha untuk menjaga diri kita agar terhindar dari perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah subhanahu wa ta'ala kemudian yang ketujuh mereka itu mengagungkan dalam Allah firman Allah subhanahu wa taala dan mengamalkan isi kandungannya jadi bukan hanya membaca bukan hanya menghafal tapi dipahami kemudian diamalkan itu yang dimaksud dengan di badurrahman apalagi hadirin sebentar lagi ya kurang berapa hari lagi Ramadan kurang dari 2 bulan sekarang kita sudah masuk di bulan rajabnya kita sudah masuk di bulan Rajab artinya satu setengah bulan lagi kita akan bertemu dengan tapi sejak sekarang kita sudah biasakan diri untuk membaca Alquran berapapun jumlahnya berapapun ayatnya sehingga nanti kalau kita sudah bertemu dengan bulan ramadhan kita enggak kaget loh kok tiba-tiba sudah tiba-tiba sudah Ramadan jadi sekarang kita berusaha untuk membiasakan diri membaca Alquran kemudian yang ke-8 yang terakhir mereka itu sangat peduli dengan doa robbana Alhamdulillah sifat orang-orang yang merupakan ibadah Rahman mereka mereka ini adalah orang-orang yang dicintai oleh Allah subhanahu wa ta'ala di situ halaman berapa nih 60
Dan seterusnya hari ini kita akan habiskan yang kita akan selesaikan dua ayat terakhir yang terdapat dalam surah al-furqon pertama Allah subhanahu wa ta'ala mengakhiri mubaraknya rangkaian atau susunan-susunan ayat yang penuh berkah ini dengan menyebutkan jasa dengan menyebutkan balasan bagi orang yang memiliki sifat-sifat yang terdahulu yang kita sebutkan ada berapa tadi biasanya kan orang dapat bayaran di depan atau di akhir zaman orang nanti akan mendapatkan surga atau neraka bukan sekarang tapi nanti masuk surga ada syaratnya masuk neraka juga apa ada syaratnya apa syaratnya untuk mereka saja meninggalkan apa perintah ada syaratnya juga jadi masuk surga itu ada syaratnya masuk neraka pun juga ada syaratnya tapi semoga ya kita dimudahkan untuk menjalankan syarat masuk surga amin ya rabbal alamin saat kita berdoa semoga Allah jauhkan kita sejauh-jauhnya dari sebab-sebab yang bisa menjerumuskan kita dari azab neraka amin apa saja balasan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah ini ayat seperti ini masuk dalam kategori ayat yang disebut sebagai ayat parasit itu artinya adalah sebuah dorongan tarsip itu artinya adalah sebuah motivasi kita ini kalau misalnya melakukan sebuah perintah kemudian anak kecil anak kecil bapaknya bilang tolong belikan sabun di warung nanti tak dikasih berapa 5000 bisa wah itu anak senang banget kenapa tahu ketika menjalankan perintah bapaknya tadi dia akan diberi berapa rp5.000 kalau untuk anak kecil ukurannya 5000 sudah cukup nah itulah yang membuat kemudian anak itu apa terdorong meskipun anak ini mungkin sudah nurut meskipun tidak dikasih rp5.000 tapi bapak ini ingin memberikan reward Bapak ini ingin memberikan sebuah apresiasi karena apa sudah mau nurut ini namanya apa ini artinya adalah sebuah motivasi agar kita menjalankan itu penuh dengan semangat anak tadi kalau hanya diminta lain tolong berikan sabun biasa jalannya mungkin hanya sambil mungkin mampir ke tempat temannya dulu nanti baru belikan sabun tapi ketika mendengar bapaknya bilang saya nanti tolong berikan saya pun tak kasih rp5.000 itu langsung dikerjakan karena apa dia tahu balasan yang akan didapatkan atas menjalankan perintah orang tuanya tadi sebaliknya kalau tadi ada juga namanya tarhid jamaah tarhim itu artinya adalah ancaman memberi peringatan siapa yang mengerjakan ini maka dia mendapatkan dosa siapa yang melakukan ini maka dia terancam mendapatkan siksa Allah subhanahu wa ta'ala kalau tadi bedanya kalau yang merupakan motivasi itu thg h r i d tarjimeter THR c HIV sedangkan kalau yang itu sifatnya ancaman THR HIV jadi bedanya H dan c a kalau yang sifatnya ancaman itu memberikan ancaman jangan melakukan ini loh kalau ini nanti apa hukumannya ini nah ini yang disebut
Perbuatan ahli surga di dalam Alquran juga ada perbuatan-perbuatan ahli neraka contohnya apa jamaah perbuatan Ali neraka tidak mau beriman kepada Allah tidak mau beriman kepada nabi misalnya tidak mau beriman kepada Al Quran itu disebutkan dalam Alquran berarti inilah yang disebut sebagai ayat-ayat tarhib siapa yang mengerjakan ini maka dia akan muflih untuk maka ini ayat-ayat yang sifatnya jadi dorongan motivasi agar kita semuanya semangat untuk beramal bi Allah subhanahu wa ta'ala janjikan dengan balasan dan balasan itu bukan balasan yang murah bukan balasan yang ringan tapi disebutkan di sini balasannya itu apa azim azim itu besar agung lalu Allah subhanahu wa ta'ala berfirman Allah subhanahu wa ta'ala kemudian Allah subhanahu wa ta'ala melanjutkan ayatnya mulai nikah itu artinya mereka mereka itu yang disebutkan sebelumnya yang memiliki 8 sifat mereka itu diberikan balasan mereka itu diberikan oleh karena itu surga itu adalah pemberian Allah surga itu didapat bukan dengan usaha kita surga itu bukan didapatkan hanya dengan amal saleh yang kita kerjakan tapi surga itu adalah jasa apa itu jaza hadirin balasan dari Allah subhanahu wa ta'ala mereka diberi berarti ada yang memberi siapa yang memberi jamaah Allah subhanahu wa ta'ala pasti maka dalam sebuah hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam pernah bersabda Ya tidak ada seseorang itu yang masuk surga hanya karena amal salehnya kemudian para sahabat bertanya wahai Rasulullah bahkan engkau juga sama seperti itu ya kata Nabi sallallahu alaihi wasallam kecuali karena diriku kata Nabi shallallahu alaihi wasallam mendapatkan rahmat Allah subhanahu wa ta'ala artinya Nabi shallallahu alaihi wasallam ingin menegaskan kepada kita semuanya amal saleh kita kalau kita hanya mengandalkan amal saleh kita tidak bisa kita masuk surga sebab masuk surga itu karena apa jamaah rahmat Allah subhanahu wa ta'ala terus kenapa kita beramal saleh jemaah apa manfaatnya kita beramal saleh ngapain kita salat ngapain kita siang ngapain Kita di dalam Alquran ngapain kita apalagi shodaqoh ngapain kita melakukan kebaikan-kebaikan yang lain untuk mendapatkan rahmat Allah subhanahu wa taala itulah dengan amal saleh jadi kalau kita urutkan zaman seseorang itu masuk surga karena rahmat Allah dan rahmat Allah itu didapatkan dengan amal saleh kenapa kok berbunyian jamaah karena amal saleh Kita sendirian itu tidak cukup untuk mendapatkan surga lebih mahal jemaah enggak cukup hadirin amal saleh kita tuh kita salat apakah kita yakin dalam salat kita 100% kita khusuk pasti ada saja gangguan-gangguan itu ketika kita beribadah kepada Allah azza wajar siapa yang menjamin bahwasanya kita ini sudah melakukannya sempurna tanpa ada cacat satu sama sekali godaannya banyak jemaah bisa jadi karena kita lalai atau kita kemudian untuk pikiran apa begitu itu manusia sifat manusia oleh sebab itu sekali lagi untuk mendapatkan surga Allah subhanahu wa ta'ala itu adalah dengan mendapatkan rahmat Allah subhanahu wa ta'ala mereka itulah yang diberikan al-qur'an jemaah Alquran itu kamar Alquran itu kamar maksudnya di sini ada tempat tinggal yang tinggi tempat tinggal yang tinggi di mana itu di surga di surga lima sobaru mereka diberikan tempat tinggal yang
Jadi surga diberikan kepada orang tersebut karena orang ini yang pertama sabar menjalankan perintah yang kedua sabar meninggalkan larangan atau maksiat yang kedua yang ketiga sabar menjalani ataupun menghadapi ujian dari Allah subhanahu wa ta'ala 3 jenisnya yang pertama sabar menjalankan perintah Allah dan yang kedua sabar meninggalkan larangan Allah subhanahu wa ta'ala dan yang ketiga adalah sabar dalam melewati musibah dan ujian Allah subhanahu wa ta'ala dari ketika sahabat ini kira-kira mana yang paling berat mana yang paling berat apakah ketika menjalankan perintah meninggalkan larangan atau sien hadirin kira-kira mana yang paling berat jadi para ulama menyebutkan dari tiga kesabaran itu yang paling berat adalah kesabaran dalam menjalankan perintah sabar dalam menjalankan perintah karena kalau meninggalkan larangan itu berarti kita tidak melakukan apa-apa sudah diam saja kita tidak boleh untuk apa jamaah untuk menyembah selain Allah Ya sudah kita diam saja sembah Allah subhanahu wa ta'ala sedangkan kalau menjalankan perintah itu apa kita melakukan suatu hal yang itu sebelumnya tidak ada menjadi Aceh misalnya jamaah kita diperintahkan untuk salat berarti kan kita melakukan sesuatu yang sebelumnya enggak ada menjadi ada kita berdiri kita ambil air wudhu dulu setelah itu kemudian kita kalau ingin berjamaah datang ke masjid pakaian dan yang terakhir yang bersih yang suci kemudian kita takbir dan seterusnya nanti akhirnya kalau kita dilarang sesuatu yang sudah berarti kita diam saja tidak ada perbuatan yang kita lakukan kita dilarang misalnya untuk minum Ya sudah berarti kita cari minum yang lainnya tidak mau minum itu dia tapi kalau kita menjalankan perintah berarti ada hal yang harus kita kerjakan oleh sebab itulah para ulama kemudian mengatakan menjalankan perintah Allah itu kesabarannya lebih berat ketimbang kesabaran dalam meninggalkan maksiat ataupun menjalani ataupun melewati musibah dan ujian dari Allah subhanahu wa ta'ala dan orang yang berhasil melewati kesabaran ini maka yang lain pun akan mudah jadi kalau seseorang itu sedang berhasil untuk sabar dalam menjalankan perintah Allah maka insyaallah dia akan dimudahkan untuk sabar dalam meninggalkan larangan Allah subhanahu wa taala dan sabar melewati ujian Allah subhanahu wa ta'ala tapi kalau kesabaran yang pertama ini gagal maka sulit juga untuk melewati kesabaran kesabaran yang berikutnya berarti kesabaran kesabaran Ya yang berikutnya hadirin yang semoga dirahmati Allah subhanahu wa ta'ala kita lanjutkan pula kayu jazakumullah mereka mendapatkan tempat tinggal yang tinggi di surga disebabkan karena kesabaran mereka dan mereka itu diberikan sekali lagi mereka diberi oleh Allah subhanahu wa ta'ala mereka mendapatkan penghormatan wasalaman dan ucapan selamat dan mereka masuk ke dalam surga mereka diberikan sambutan yang bagus sambutan yang baik bukan seperti orang yang masuk ke dalam neraka Mereka disalah-salahkan kenapa dulu kalian ketika turun nabi enggak mau ikut kenapa dulu ketika datang Alquran tidak mau beriman kenapa dulu ketika diingatkan tidak mau menerima nasihat tersebut kenapa dulu pilih yang ini teman ini yang selalu dan seterusnya sedangkan orang yang masuk ke dalam surga mereka akan disambut dengan sambutan yang begitu sedangkan orang-orang untuk neraka ada orang yang tersungkur dan diseret oleh malaikat dan lain sebagainya bahkan di neraka ya malaikat-malaikat yang tidak malaikat-malaikat yang keras yang penjaga neraka tidak pernah apa coba tidak pernah senyum bayangkan hadirin masuk ke dalam ruangan ya dijaga oleh
Kita ibaratkan membayangkan peristiwa itu sedangkan orang yang masuk dalam surga untuk puluhan dengan teman masuklah dengan selamat jadi ketika diawal pun mereka sudah sangat disambut dengan sambutan yang baik sekali wassalaman mereka mendapatkan penghormatan mereka mendapatkan keselamatan mereka mendapatkan kedudukan tinggi di sisi allah subhanahu wa ta'ala sebab apa sebab ketika mereka di dunia dulu mengagungkan Allah subhanahu wa ta'ala sehingga ketika di akhirat mereka mendapatkan kedudukan yang tinggi itu artinya balasan itu sesuai dengan perbuatan yang kita lakukan selama di dunia kalau hari ini kita mengagungkan Allah subhanahu wa ta'ala insyaallah kalau Allah akan akan angkat derajat kita di sisinya kalau hari ini kita menjalankan perintah Allah subhanahu wa taala maka balasannya tadi adalah mereka akan mendapatkan pembahasan-balasan yang setimpal dari Allah subhanahu wa ta'ala di dalamnya orang kalau sudah masuk surga tidak mungkin keluar jamaah sebaliknya orang yang masuk neraka bisa keluar ada orang yang beriman Qadar Allah selama hidupnya ahli Mas ya tapi masih beriman belum bertobat sampai akhir Allah bisa ampuni orang tersebut Allah bisa azab orang tersebut bisa disiksa terlebih dahulu kalau sudah bersih dosa-dosanya barulah masuk ke dalam surga artinya orang kalau masuk neraka bisa keluar selama dia masih beriman kepada Allah subhanahu wa ta'ala tapi kalau orang yang tidak beriman sama sekali kepada Allah ketika masuk neraka maka tidak bisa keluar oleh sebab itu Abu Thalib namanya Nabi shallallahu alaihi wasallam yang punya andil begitu besar terhadap dakwah Nabi ketika Nabi ingin memintakan ampun kepada Allah subhanahu wa ta'ala tapi Allah tidak izinkan akhirnya Allah berikan izin kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam untuk memberikan syafaat itu di ringankan siksanya tetap disiksa di neraka tapi diringankan siksaannya itu Abu Thalib jamaah itu apa pakai sendal kemudian mendidih kepalanya saja itu ringan paling ringan itu siksaan yang paling ringan kita pakai sandal kemudian kepala kita apa anjing kalau kepala mendidik berarti di bawah kepala kan seperti apa ini siapa ini bukan terus yang kepala mendidih kemudian badannya enggak bukan ya hancur semuanya jadi seseorang ketika masuk neraka selama dia beriman kepada Allah subhanahu wa ta'ala maka ketika sudah selesai dosa-dosanya habis selesainya izinkan untuk masuk ke dalam surga tapi ada juga orang yang beriman dan dia masuk surga di kiri bisa tanpa hisab dan juga di antara 70.000 orang yang masuk surga tanpa bisa mereka itu adalah orang-orang yang tidak pernah apa bergantung kepada selain Allah subhanahu wa Ta'Ala kepada Allah mereka tidak berharap kepada makhluk mereka-mereka inilah yang dijamin oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam masuk surga semoga kita termasuk di antara orang-orang yang masuk surga tanpa hisap Amin sedangkan orang yang masuk surga maka tidak ada ceritanya seorang masuk surga kemudian mereka kekal di dalamnya surat dan surga itu adalah tempat yang paling baik kediaman yang paling baik itu adalah surga makanan jasa umin jinsil amal lalu disebutkan oleh maka balasan itu sesuai dengan perbuatan yang kita lakukan salam makanan untuk alamin ketika mereka itu memiliki kedudukan yang tinggi mereka itu memiliki sifat-sifat yang luhur di dunia maka telah di akhirat Allah juga akan membalas dengan kedudukan yang tinggi di surga
Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam menjelaskan kepada kita semuanya kamar-kamar yang tinggi itu seperti apa bentuknya beliau mengatakan sesungguhnya penduduk surga itu saling melihat orang-orang yang berada di surga di atasnya karena surga itu bertingkat-tingkat tingkatan surga itu ada 100 pintunya ada 8 dan tingkatan surga ada 100 ada 100 tingkatan jarak antara satu tingkatan dengan tingkatan yang lain seperti jarak antara langit dan bumi ini subhanallah Nabi shallallahu alaihi wasallam ingin menjelaskan kepada kita betapa luasnya surga Allah subhanahu wa ta'ala yang sungguh sangat rugi kalau kita tahu surga itu luas artis samawati kemudian kita tidak ingin memasukinya di surga tidak ada ceritanya apa tempatnya apa penuh luasnya seluas langit Dan bumi Kita enggak tahu ujung dari langit ini mana ada teleskop bahkan yang paling mutakhir pun paling modern pun itu belum bisa menjangkau di mana ujung pangkal dari langit terbatas teknologi kita terbatas bagaimana dengan surga Allah subhanahu wa ta'ala yang lebih luas daripada langit dan bumi antar satu tingkatan dengan tingkatan yang lain seperti jarak antara bumi dan langit arti ini sangat jauh sekali dan surga yang paling tinggi adalah surga firdaus mereka itu adalah para nabi para rasul orang-orang Saleh para syuhada orang-orang yang luhur dilihat disabilillah mereka ini orang-orang yang membenarkan dan mengimani Allah subhanahu wa ta'ala mengimani nantinya rasulnya dan seterusnya mereka-mereka inilah yang layak untuk mendapatkan surga firdaus ini nama masjid di tahap atau di Madinah beliau ingin menggambarkan kepada kita bagaimana orang-orang penduduk surga yang itu paling bawah Mereka ingin melihat penduduk surga yang di mana Jawa yang di atas ibaratkan oleh Nabi seakan-akan orang yang sedang melihat bintang-bintang yang ada di langit entah itu di timur atau di Mereka ingin menyaksikan betapa nikmatnya yang Allah berikan kepada mereka padahal mereka sudah mendapatkan kenikmatan tapi yang di atas lebih mendapatkan kenikmatan dari Allah subhanahu wa ta'ala dan setiap tingkatan itu ada ahlul jannahnya dan tentunya tidak sama amalan yang dilakukan oleh orang yang berada di surga paling tinggi dengan amalan orang yang berada di surga paling rendah kira-kira adil atau tidak jawab kalau dari 100 tingkatan tadi semuanya sama kan tidak adil itu adalah ketika setiap tingkatan itu diisi oleh orang yang sesuai dengan sifat-sifatnya surga yang dihuni oleh para nabi tentunya tidak sama dengan surga orang yang dia beriman tapi imannya apa masih belum kuat nikmat yang paling digambarkan oleh orang yang beriman kepada Allah subhanahu wa ta'ala kemudian para sahabat ada yang bertanya lanjutan dari hadis ini wahai Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang bisa menempati surga yang paling tinggi itu apakah khusus hanya para nabi dan rasul kemudian nabi mengatakan bukan itu untuk siapapun yang mau beriman kepada Allah subhanahu wa ta'ala dan membenarkan nabinya itu dia masalahnya apabila mursalin mereka beriman kepada Allah dan mereka itu membenarkan Rasul jadi kalau kita ingin mendapatkan surga yang paling tinggi
Dan kita juga membenarkan semua yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam
Jujur itu membuat kita tenang dalam kata lain amal saleh itu membuat kita tenang dan sebaliknya mereka mendapatkan salam mendapatkan keselamatan di situ tidak pernah sedih mengingat masa lalu dan tidak pernah khawatir ketika membicarakan masa depan kita itu muncul dari masa lalu dan masa depan ada orang yang sudah menikah misalnya besok tinggal di mana ya dan seterusnya berarti problem kita itu bisa muncul karena kita mengingat masa lalu kesedihan itu atau kita punya kekhawatiran dengan apa masa depan sedangkan Allah subhanahu wa ta'ala jamin kebahagiaan entah itu bahagia di masa lalu dan bahagia di masa akan datang ketika kita semuanya komitmen Istiqomah dengan syariat Allah subhanahu wa ta'ala makanya perintah Allah hanya dalam alquranna illa wa antum muslimun ini ketika kita ingin mendapatkan keselamatan kebahagiaan dan surga maka pantang meninggal dunia kecuali dalam keadaan beriman kepada Allah subhanahu wa taala kita memohon setiap saat agar Allah wafatkan kita agar Allah subhanahu wa taala wafatkan kita dalam keadaan kita beriman kepada Allah beriman kepada nabinya dalam keadaan khusnul khotimah dan itu hadiah dari Allah mohon maaf kita tidak bisa mengandalkan Istiqomah kita hari ini tapi kita harus anda lakukan kepada Allah bahkan kalaupun kita bisa meneteskan air mata kita tunjukkan bahwasanya kita ini lemah di hadapan Allah kita enggak bisa datang ke masjid ya karena kita di mudahkan Allah azza wa jalla meskipun rumah kita dekat jemaah tapi yang membuat ini semuanya mudah bukan kita tapi adalah Allah subhanahu wa ta'ala saat kita bisa bisa untuk menjawab panggilan azan ini adalah sebuah nikmat dari Allah azza wa jalla yang ketika kita tidak bersyukur bisa jadi Allah subhanahu wa ta'ala cabut dan memberikan kepada orang yang sudah kita sampaikan di rangkaian atau silsilah sifat-sifat ibadah Rahman ada 8 sifat yang semoga kita tetap pelajari setelah kita pelajari Monggo kita amalkan kita ajarkan kepada saudara kita kita ajarkan kepada keluarga yang kita cintai masyarakat yang kita tinggal di sekitarnya sehingga kita semuanya tergolong diantara orang-orang yang masuk dalam kategori oleh saudara semoga ini bermanfaat dan semoga Allah subhanahu wa ta'ala menerima kita semuanya dan semoga Allah subhanahu wa ta'ala mengampuni kesalahan-kesalahan kita dan juga kita berharap semoga Allah azza wa jalla memberikan kemudahan kita semuanya untuk bisa beribadah dan bertemu dengan bulan Ramadhan Amin ya robbal alamin terima kasih wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Mutiara Hari Ini
"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."