بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Ketika Hati Terasa Sangat Lelah
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
🗓️ Rabu, 3 September 2025
🏢 Studio ANB Channel, Krajan, Yogyakarta
Melanjutkan pembahasan Kitab Tazkiyatun Nafs, perihal ketika hati terasa sangat lelah, kita akan membahas tentang kelelahan hati yang dialami Nabi ﷺ dan manusia pada umumnya, lelah batin lebih berat dibandingkan lelah fisiknya, jika lelah batin sampai tingkat stres akan lama pemulihannnya karena unsur non fisik lebih dominan. Semangat orang yang berjihad fi sabilillah, mereka lelah namun karena bahagia maka sekalipun terluka akan cepat pulih.
Nabi ﷺ mengalami lelah batin karena memikirkan masyarakatnya, sebagaimana firman Allahسبحانه و تعالى dalam Surat Al-Kahfi Ayat 6;
لَعَلَّكَ بَٰخِعٌ نَّفْسَكَ عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِمْ إِن لَّمْ يُؤْمِنُوا۟ بِهَٰذَا ٱلْحَدِيثِ أَسَفًا
Artinya: Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Quran).
Serta firman Allah سبحانه و تعالى dalam Surat Asy-Syu’ara Ayat 3;
عَلَّكَ بَٰخِعٌ نَّفْسَكَ أَلَّا يَكُونُوا۟ مُؤْمِنِينَ
Artinya: Boleh jadi kamu (Muhammad) akan membinasakan dirimu, karena mereka tidak beriman.
kemudian firman Allah سبحانه و تعالى
فَمَن زُيِّنَ لَهُۥ سُوٓءُ عَمَلِهِۦ فَرَءَاهُ حَسَنًا ۖ فَإِنَّ ٱللَّهَ يُضِلُّ مَن يَشَآءُ وَيَهْدِى مَن يَشَآءُ ۖ فَلَا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرَٰتٍ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌۢ بِمَا يَصْنَعُونَ
Artinya: Maka apakah orang yang dijadikan (syaitan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh syaitan)? Maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya; maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.[Surat Fatir Ayat 8];
Nabi ﷺ adalah orang yang amanah tidak pernah berbuat salah terhadap masyarakatnya, namun ketika berdakwah masyarakatnya menolak bahkan dituduh macam-macam, hal ini membuat beliau sedih.
Dari Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā-, ia bertanya kepada Nabi -ﷺ-, "Pernahkah engkau mengalami penderitaan yang lebih berat dari perang Uhud?" Beliau menjawab, "Sungguh, aku telah mendapat penderitaan karena (perbuatan) kaummu, sedangkan yang paling berat adalah pada hari Aqabah. Ketika itu aku menawarkan diriku untuk mengajak putra Abdu Yālail bin Abdi Kulāl, ia tidak menyambutku sebagaimana harapanku. Kemudian aku pergi dengan perasaan sedih sekali, dan aku tidak sadar kecuali ketika sudah sampai di Qarnu Aṡ-Ṡa'ālib, lalu aku mengangkat kepalaku, ternyata saat itu ada awan yang menaungiku. Aku memandangnya, ternyata Jibril -'Alaihissalām