1

Video Kajian

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-1 dalam seri Tanya Jawab Seputar Ramadhan yang membahas tentang tanya jawab seputar ramadhan. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan Kajian

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

🗓️ Selasa, 25 Februari 2025
🏢 Masjid Al Furqon, Godean, Sleman

Pembahasan kajian pagi ini adalah berkaitan dengan persiapan ramadhan, dimana pintu surga dibuka pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu, tidak ditemui kondisi ini kecuali di bulan ramadhan, maka jika ingin berbuat lebih baik ramadhan adalah kesempatan terbaik, sehingga jadikan ramadhan untuk melebur dosa-dosa kita. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

“Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu.” (HR. Bukhari no. 1899 dan Muslim no. 1079).

Pertanyaan #1: Siapakah orang yang boleh menerima zakat ? Allah tetapkan dalam Al Quran Surat At-Taubah Ayat 60

۞ إِنَّمَا ٱلصَّدَقَٰتُ لِلْفُقَرَآءِ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْعَٰمِلِينَ عَلَيْهَا وَٱلْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَٱلْغَٰرِمِينَ وَفِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Artinya: Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Ada 3 macam terkait zakat;
1. Orang kaya ; muzakki
2. Orang miskin ; mustahiq
3. Orang yang cukup (Pertengahan) ; bukan muzakki dan bukan mustahiq

Definisi miskin adalah penghasilannya tidak mencukupi untuk dirinya dan keluarganya sesuai kondisi normal masyarakat, Allah berfirman dalam Surat Al-Kahfi Ayat 79

أَمَّا ٱلسَّفِينَةُ فَكَانَتْ لِمَسَٰكِينَ يَعْمَلُونَ فِى ٱلْبَحْرِ فَأَرَدتُّ أَنْ أَعِيبَهَا وَكَانَ وَرَآءَهُم مَّلِكٌ يَأْخُذُ كُلَّ سَفِينَةٍ غَصْبًا

Artinya: Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera.

Pertanyaan #2: Shalat diluar masjid, di halaman padahal dalam masjid masih longgar, pada saat shalat berjamaah bermakmum dengan imam, apakah sah? selama masih dalam lingkungan masjid maka dianggap shalat di dalam masjid, bedakan antara tidak menyambung shaf dengan tidak menyambung jamaah. Semisal ; bapak-bapak membangun 2 shaf lalu ada 1 jamaah buat shaf sendiri, maka batal shalat 1 jamaah tersebut kecuali shaf depan telah full maka boleh karena ada udzur. Jika beda jenis kelamin, semisal bapak-bapak di shaf depan, ibu-ibu sendirian di shaf belakang maka tidak masalah. Tidak menyambung jamaah ; beda lokasi antara imam dengan jamaah, imam di masjid sedangkan jamaah di rumah, maka tidak dianggap shalat jamaah.

Pertanyaan #3: Maksud setan di belenggu selama ramadhan, karena masih ada kemaksiatan? sebab maksiat adalah hawa nafsu & setan, bisa jadi bermaksiat karena hawa nafsu.

۞ وَمَآ أُبَرِّئُ نَفْسِىٓ ۚ إِنَّ ٱلنَّفْسَ لَأَمَّارَةٌۢ بِٱلسُّوٓءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّىٓ ۚ إِنَّ رَبِّى غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Artinya: Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.[Yusuf Ayat 53]

Beberapa pendapat ulama ; setan yang dibelenggu hanya yang besar, setan dibelenggu tapi masih bisa menggoda namun terbatas, setan dibelenggu tapi masih bisa membisikkan untuk maksiat.

Wallahu'alam

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."