1

Video Kajian

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-1 dalam seri Kajian Tematik yang membahas tentang salah sangka ternyata dosa. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Salah Sangka Ternyata Dosa

Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى

🗓️ Sabtu, 22 Juni 2025

🏢 Masjid Baitul Malik, Mungkid

Pembahasan kajian pagi ini perihal salah sangka ternyata dosa, yakni praktek muamalah yang dikira halal namun ternyata haram, kita ketahui bahwasanya ada 2 istilah yang sering disinggung para ulama, dalam rangka membangun sensitifitas ketika bermuamalah yakni ;

1. Zuhud

2. Wara'

Ibnul Qayyim mendengar gurunya, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata,

لزُّهْدُ تَرْكُ مَالاَ يَنْفَعُ فِي الآخِرَةِ وَالوَرَعُ : تَرْكُ مَا تَخَافُ ضَرَرَهُ فِي الآخِرَةِ

“Zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat untuk akhirat. Sedangkan wara’ adalah meninggalkan sesuatu yang membawa mudarat di akhirat.”

Ibnul Qayyim lantas berkata, “Itulah pengertian zuhud dan wara’ yang paling bagus dan paling mencakup.” (Madarij As-Salikin, 2:10, dinukil dari Minhah Al-‘Allam, 3:138)

Manusia yang zuhud itu hari-harinya dihiasi dengan amal shalih, sedikit sekali kegiatan muamalah duniawinya. Pekerjaan Nabi ﷺ itu adalah berdakwah, setelah sebelumnya adalah berdagang. Setelah diangkat sebagai Nabi maka beliau ﷺ fokus untuk berdakwah. Berdagang bukanlah sunnah Nabi ﷺ, karena dikerjakan Nabi ﷺ sebelum diangkat sebagai Nabi, disebut Sunnah apabila dikerjakan Nabi ﷺ setelah diangkat sebagai Nabi.

Dalam urusan dunia Nabi ﷺ bersabda,

الي وللدنيا إنما مثلي ومثلُ الدُّنيا كراكبٍ استظلَّ تحت شجرةٍ ثم راحَ وتركها

“Ada apa gerangan antara diriku dengan dunia ini. Tidaklah perumpamaan aku dengan dunia, kecuali seperti seorang pengendara/ penempuh perjalanan yang berteduh di bawah sebatang pohon, lalu istirahat sejenak, dan kemudian meninggalkannya.” (HR. Tirmidzi, disahihkan Al-Albani)

Sumber pendapatan Nabi ﷺ setelah diangkat sebagai Nabi adalah dukungan dari isterinya Khadijah dengan hartanya & harta dari ghanimah

Imam Ahmad pernah ditanyakan mengenai seorang yang kerjaannya hanya duduk di rumah atau di masjid. Orang yang duduk-duduk tersebut pernah berkata, ”Aku tidak mengerjakan apa-apa. Rizkiku pasti  akan datang sendiri.” Imam Ahmad lantas mengatakan, ”Orang ini sungguh bodoh. Nabi ﷺ sendiri telah bersabda,

نَّ اللَّه جَعَلَ رِزْقِي تَحْت ظِلّ رُمْحِي

”Allah menjadikan rizkiku di bawah bayangan tombakku.”[12]

[12] HR. Ahmad, dari Ibnu ‘Umar. Sanad hadits ini shahih sebagaimana disebutkan Al ‘Iroqi dalam Takhrij Ahaditsil Ihya’, no. 1581. Dalam Shahih Al Jaami’ no. 2831, Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.

wallahu 'alam

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."