1

Video Kajian

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-1 dalam seri Kajian Tematik yang membahas tentang mengejar amal jariyah. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

🗓️ Senin, 30 Juni 2025

🏢 Studio ANB Channel, Yogyakarta

Pembahasan kajian siang ini adalah perihal mengejar amal jariyah, yakni pahala yang mengalir terus menerus setelah kita tiada sehingga bermanfaat di akhirat kelak, semisal sedekah jariyah, namun demikian terdapat juga dosa jariyah sehingga harus dihindari seorang hamba.

Jangan meremehkan amal shalih sekecil apapun, karena apabila Allah berkehendak maka Allah dapat memberikan pahala yang besar baginya di akhirat kelak, semisal hadits yang disampaikan Rasulullah ﷺ hanya kepada 1 orang sahabat, namun hadits tersebut tersebar hingga saat ini ke seluruh penjuru dunia.

Milikilah prinsip bahwa yang kita sampaikan adalah kebenaran terlepas berapa orang yang mau menerimanya, sehingga jika nanti akhirnya banyak yang menerima atas izin Allah maka itu bukan urusan kita, karena hidayah taufik dari Allah.

Nabi ibrahim عَلَيْهِ ٱلسَّلَامُ‎ ketika menyeru agar berhaji tidak didengar oleh satu pun manusia, namun Nabi Ibrahim عَلَيْهِ ٱلسَّلَامُ‎ tetap diperintahkan Allah, sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى

أَذِّن فِى ٱلنَّاسِ بِٱلْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ

Artinya Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh,[Surat Al-Hajj Ayat 27]

Sehingga apabila Allah telah berkehendak untuk memberikan hidayah taufik & melanggengkan amal shalih seorang hamba, tidak ada yang sulit bagi Allah.

نَّا نَحْنُ نُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا۟ وَءَاثَٰرَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَىْءٍ أَحْصَيْنَٰهُ فِىٓ إِمَامٍ مُّبِينٍ

Artinya Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).[Surat Yasin Ayat 12]

Firman Allah سبحانه و تعالى (dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan) yaitu semua amal perbuatan, dalam firmanNya سبحانه و تعالى (dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan) dua pendapat, yaitu yang pertama, bahwa Kami mencatat amal perbuatan yang mereka kerjakan dengan diri mereka sendiri, dan jejak-jejak mereka yang dijadikan suri teladan setelah mereka tidak ada, maka Kami membalas hal itu juga, jika kebaikan, maka balasannya kebaikan, dan jika keburukan, maka balasannya keburukan.[Tafsir Ibnu Katsir]

Wallahu 'alam

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."