بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Wasiat Perpisahan
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
🗓️ Kamis, 10 April 2025
🏢 Masjid As Salam, Minomartani, Yogyakarta
Melanjutkan pembahasan Kitab Riyadhus Shalihin, pada bab Perintah Memelihara Sunnah Dan Adab-adabnya, masuk hadits berikutnya yakni tentang wasiat perpisahan
157. Kedua Dari Abu Najih al-'Irbadh bin Sariyah radhiyallahu'anhu, katanya Rasulullah ﷺ pernah memberikan wejangan kepada kita semua, yaitu suatu wejangan yang mengesankan sekali, hati dapat menjadi takut karenanya, matapun dapat bercucuran. Kita lalu berkata Ya Rasulullah, seolah-olah itu adalah wejangan seseorang yang hendak bermohon diri. Oleh sebab itu, berilah wasiat kepada kita semua! Beliau ﷺ bersabdaSaya berwasiat kepadamu semua, hendaklah engkau semua bertaqwa kepada Allah, juga suka mendengarkan dan mentaati -pemerintahan - sekalipun yang memerintah atasmu itu seorang hambasahaya Habsyi. Karena sesungguhnya saja, barangsiapa yang masih hidup panjang di antara engkau semua itu ia akan melihat berbagai perselisihan yang banyak sekali. Maka dari itu hendaklah engkau semua menetapi sunnahku dan sunnah para Khalifah Arrasyidun yang memperoleh petunjuk - Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali radhiallahu 'annum; gigitlah sunnah-sunnah itu dengan gigi-gigi taringmu - yakni pegang teguhlah itu sekuat-kuatnya. Jauhilah olehmu semua dari melakukan perkara-perkara yang diada-adakan, karena sesungguhnya segala sesuatu kebid'ahan itu adalah sesat. [Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan Termidzi dan Termidzi mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.]
Sunnah dalam hadits ini maknanya adalah ajaran islam yang dibawa oleh Nabi ﷺ, hadits ini mengandung prinsip dalam beragama bagi seorang muslim. Dalam hadits dijelaskan tentang metode dakwah islam salah satunya adalah dengan nasehat, selain itu metode dakwah juga dijelaskan dalam firman Allah Surat An-Nahl Ayat 125;
ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ ۖ وَجَٰدِلْهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ
Artinya: Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
Ada 3 metode dakwah yang dijelaskan dalam ayat tersebut di atas yakni ;
1. Bil hikmah - penjelasan tentang perintah, larangan, dan hukum syariat
2. Mau'idzah hasanah (nasehat yang baik) - targhib (motivasi) wa tarhib (ancaman)
3. Jidal (debat) - ada yang membantah kebenaran karena sebab fitnah syubhat & syahwat
Wallahu 'alam