بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Tawakal Sebelum Tidur
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
🗓️ Kamis, 18 Januari 2024
🏢 Masjid As Salam, Minomartani, Yogyakarta
Melanjutkan Pembahasan Hadits Riyadhus Shalihin masih pada Bab Yakin & Tawakal
80 - السابع عن أبي عُمَارة البراءِ بن عازب رضي الله عنهما، قَالَ قَالَ رسولُ الله - صلى الله عليه وسلم «يَا فُلانُ، إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فراشِكَ، فَقُل اللَّهُمَّ أسْلَمتُ نَفْسي إلَيْكَ، وَوَجَّهتُ وَجْهِي إلَيْكَ، وَفَوَّضتُ أَمْري إلَيْكَ، وَأَلجأْتُ ظَهري إلَيْكَ رَغبَةً وَرَهبَةً إلَيْكَ، لا مَلْجَأ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إلاَّ إلَيْكَ، آمنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أنْزَلْتَ؛ وَنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ. فَإِنَّكَ إِنْ مِتَّ مِنْ لَيلَتِكَ مِتَّ عَلَى الفِطْرَةِ، وَإِنْ أصْبَحْتَ أَصَبْتَ خَيرًا» مُتَّفَقٌ عَلَيهِ. وفي رواية في الصحيحين، عن البراءِ، قَالَ قَالَ لي رَسُول الله - صلى الله عليه وسلم «إِذَا أَتَيْتَ مَضْجِعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءكَ للصَّلاةِ، ثُمَّ اضْطَجعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيمَنِ، وَقُلْ ... وذَكَرَ نَحْوَهُ ثُمَّ قَالَ وَاجْعَلْهُنَّ آخِرَ مَا تَقُولُ».
80. Ketujuh Dari Abu 'Umarah, yaitu Albara' bin 'Azib radhiallahu 'anhuma, katanya Rasulullah ﷺ bersabda Hai Fulan, jikalau engkau bertempat di tempat tidurmu maksudnya jikalau hendak tidur maka katakanlah doa yang artinya Ya Allah, saya menyerahkan diriku padaMu, saya menghadapkan mukaku padaMu, saya menyerahkan urusanku padaMu, saya menempatkan punggungku padaMu, karena loba -berharap akan pahalaMu dan takut siksaMu, tiada tempat bersembunyi dan tiada pula tempat keselamatan kecuali kepadaMu. Saya beriman kepada kitab yang Engkau turunkan serta kepada Nabi yang Engkau rasulkan utuskan-. Sesungguhnya engkau -hai Fulan, jikalau engkau mati pada malam harimu itu, maka engkau akan mati menetapi kefithrahan -agama Islam dan jikalau engkau masih dapat berpagi-pagi, -masih tetap hidup sampai pagi harinya-, maka engkau dapat memperoleh kebaikan. (Muttafaq 'alaih). Disebutkan pula dalam kedua kitab shahih -Bukhari dan Muslim-, dari Albara', katanya Rasulullah ﷺ bersabda kepada-ku Jikalau engkau mendatangi tempat pembaringanmu -maksudnya hendak tidur, maka berwudhu'lah sebagaimana berwudhu'mu untuk bershalat, kemudian berbaringlah atas lambung kananmu, kemudian ucapkanlah....... Lalu diuraikannya sebagaimana yang tertera di atas, selanjutnya pada penutupnya Rasulullah ﷺ bersabda Jadikanlah ucapan tersebut di atas itu sebagai penghabisan sesuatu yang engkau ucapkan -maksudnya sehabis berdoa di atas, jangan lagi berkata yang lain-lain.
Terkadang seorang hamba melakukan dosa yang tidak disadari maka bisa jadi Allah akan memberikan hukuman, oleh karena itu nama Allah itu Latif (Maha Lembut), bentuknya adalah hukuman kepada hamba tidak langsung diwujudkan hingga hamba itu mati baru diwujudkan sesuai perbuatannya. Manusia digambarkan dalam Al Quran sebagaimana dijelaskan dalam Surat al-‘Adiyat;
نَّ ٱلْإِنسَٰنَ لِرَبِّهِۦ لَكَنُودٌ
6. sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya,
إِنَّهُۥ عَلَىٰ ذَٰلِكَ لَشَهِيدٌ
7. dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya,
Maka itu hamba sangat membutuhkan untuk taubat dan kembali kepada Allah karena dosa-dosanya. Terkadang sebelum tidur manusia dipenuhi pikiran, masalah, maupun kekhawatiran tentang esok harinya maka kita menyerahkan segala urusan kepada Allah.
Wallahu 'alam