1

Video Kajian

Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-88 dalam seri Kitab Riyadhus Shalihin yang membahas tentang semakin dekat semakin terhormat. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Semakin Dekat Semakin Terhormat

Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى

🗓️ Kamis, 02 Mei 2024

🏢 Masjid As Salam, Minomartani, Yogyakarta

Allah سبحانه و تعالى memerintahkan para hambaNya apapun kondisinya untuk mendekat kepada Allah, ketika kita takut pada sesuatu normalnya kita akan menjauh namun kepada Allah malah justru semakin mendekat, karena tidak akan ada yang bisa melindungi dirinya dari hukuman Allah kecuali Allah سبحانه و تعالى

Mughirah lantas mendiktekan kepadaku dengan menuturkan; aku mendengar Nabi ﷺ sehabis shalat mengucapkan LAA-ILAAHA-ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIIKA LAHU, ALLAAHUMMA LAA MAANI'A LIMAA A'THAITA WALAA MU'THIYA LIMAA MANA'TA WALAA YANFA'U DZAL JADDI MINKAL JADD (tiada sesembahan yang hak (diibadahi dengan benar) selain Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya, Ya Allah, tiada yang bisa menghalangi apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang bisa memberi apa yang Engkau cegah, dan tidak memberi faidah orang yang memiliki kekayaan, dari-Mu lah kekayaan itu. (Hadits Shahih Al-Bukhari No. 6125 - Kitab Qadar)

Ketika mendekat kepada Allah maka Allah akan memberikan balasan sebagaimana firman Nya dalam Surat Al-Isra Ayat 7;

نْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا ۚ فَإِذَا جَآءَ وَعْدُ ٱلْءَاخِرَةِ لِيَسُۥٓـُٔوا۟ وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا۟ ٱلْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا۟ مَا عَلَوْا۟ تَتْبِيرًا

Artinya: Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.

Pembahasan hadits selanjutnya adalah sebagai berikut:

96 - الثاني عن أنس - رضي الله عنه - عن النَّبيّ - صلى الله عليه وسلم - فيما يرويه عن ربّه - عز وجل - قَالَ «إِذَا تَقَربَ العَبْدُ إلَيَّ شِبْرًا تَقَربْتُ إِلَيْه ذِرَاعًا، وَإِذَا تَقَرَّبَ إلَيَّ ذِرَاعًا تَقَربْتُ مِنهُ بَاعًا، وِإذَا أتَانِي يَمشي أتَيْتُهُ هَرْوَلَةً» رواه البخاري.

96. Kedua Dari Anas radhiyallahu'anhu dari Nabi ﷺ dalam sesuatu yang diriwayatkan dari Tuhannya 'Azzawajalla, firmanNya -ini juga hadis Qudsi Jikalau seorang hamba itu mendekat padaKu sejengkal, maka Aku mendekat padanya sehasta dan jikalau ia mendekal padaKu sehasta, maka Aku mendekat padanya sedepa. Jikalau hamba itu mendatangi Aku dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan bergegas-gegas. (Riwayat Bukhari)

Hadis yang tercantum di atas itu adalah sebagai perumpamaan belaka, baik bagi Allah atau bagi hambaNya. Jadi maksudnya ialah barangsiapa yang mengerjakan ketaatan kepada Allah sekalipun sedikit, maka Allah akan menerima serta memperlipat-gandakan pahalanya, juga pelakunya itu diberi kemuliaan olehNya selama di dunia sampai di akhirat. Makin besar dan banyak ketaatannya, makin pula besar dan bertambah-tambah pahalanya. Manakala cara melakukan ketaatan itu dengan perlahan-lahan, Allah bukannya memperlahan atau memperlambatkan pahalanya, tetapi bahkan dengan segera dinilai pahalanya itu dengan penilaian yang luar biasa tingginya.

Bentuk ketaatan:

1. Ibadah (mengadu, berdoa, berharap) maka hatinya bergantung hanya kepada Allah

2. Taat dalam memenuhi aturan, ada halal haram dalam semua aktivitas manusia mencakup fiqih, adab, muamalah, dst

Kemudian hadits berikutnya adalah

97 - الثالث عن ابن عباس رضي الله عنهما، قَالَ قَالَ رَسُول الله - صلى الله عليه وسلم «نِعْمَتَانِ مَغبونٌ فيهما كَثيرٌ مِنَ النَّاسِ الصِّحَّةُ، وَالفَرَاغُ». رواه البخاري.

97. Ketiga Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma, katanya Rasulullah ﷺ bersabda Ada dua macam kenikmatan yang keduanya itu disia-siakan oleh sebagian besar manusia yaitu kesehatan dan kelapangan waktu. (Riwayat Bukhari)

Wallahu 'alam

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."