1

Video Kajian

Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-85 dalam seri Kitab Riyadhus Shalihin yang membahas tentang sabar menghadapi pemimpin yang tidak ideal. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Sabar Menghadapi Pemimpin yang Tidak Ideal

Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى

🗓️ Kamis, 15 Juni 2023

🏢 Masjid As Salam, Minomartani, Yogyakarta

Fenomena interaksi diantara Pemimpin dengan Rakyat adalah hal yang perlu menjadi perhatian, karena pemimpin itu fitnah bagi rakyat dan rakyat itu fitnah bagi pemimpinnya sebagaimana Allah سبحانه و تعالى berfirman;

Surat Al-Furqan Ayat 20;

مَآ أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ إِلَّآ إِنَّهُمْ لَيَأْكُلُونَ ٱلطَّعَامَ وَيَمْشُونَ فِى ٱلْأَسْوَاقِ ۗ وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ ۗ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيرًا

Artinya: Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. Maukah kamu bersabar; dan adalah Tuhanmu maha Melihat.

Ketika rakyat diuji dengan pemimpinnya, maka wajib bersabar dengan melihat keseimbangan antara hak dan kewajiban.

Dari Ibnu Mas'ud raḍiyallāhu 'anhu secara marfū',

عن ابن مسعود رضي الله عنه مرفوعًا «إِنَّها سَتَكُون بَعدِي أَثَرَة وأُمُور تُنكِرُونَها!» قالوا يا رسول الله، فَمَا تَأمُرُنَا؟ قال «تُؤَدُّون الحَقَّ الذي عَلَيكم، وتَسأَلُون الله الذِي لَكُم».

[صحيح] - [متفق عليه]

Sesungguhnya akan ada (penguasa) yang egois setelahku dan hal-hal yang kalian mengingkarinya. Para sahabat bertanya, Wahai Rasulullah, apa yang engkau perintahkan kepada kami Beliau menjawab, Tunaikanlah hak yang ada pada kalian dan mohonlah kepada Allah agar memberikan hak kalian!

(Hadis shahih - Muttafaq 'alaih)

Hadis ini mengandung peringatan terhadap hal besar yang berhubungan dengan interaksi dengan para penguasa. Yaitu kezaliman para penguasa dan tindakan mereka memonopoli harta umum tanpa (melibatkan) rakyat. Nabi ṣhallallāhu 'alaihi wa sallam mengabarkan bahwa akan ada para penguasa yang menguasai kaum Muslimin, mereka memonopoli harta benda kaum Muslimin, menggunakannya sesuka hati mereka dan menahan hak kaum Muslimin untuk mendapatkan harta tersebut. Ini merupakan sifat egois dan kezaliman para penguasa yang memonopoli harta benda kaum Muslimin di mana mereka memiliki hak terhadap harta itu.

Mereka menguasai harta tersebut sendirian tanpa (melibatkan) kaum Muslimin. Hanya saja para sahabat yang diridhai memohon arahan dari Nabi mengenai hal yang harus mereka lakukan, bukan dalam hal yang berkaitan dengan kezhaliman. Mereka bertanya, Apa yang engkau perintahkan kepada kami Ini menunjukkan (kecerdasan) akal mereka. Nabi ṣhallallāhu 'alaihi wa sallam menjawab, Tunaikanlah hak yang ada pada kalian, yakni, tindakan mereka memonopoli harta tidak boleh menghalangi kalian untuk menunaikan kewajiban kalian kepada mereka berupa mendengar, patuh, tidak berontak dan tidak terperosok ke dalam fitnah. Namun bersabarlah, dengarkanlah, patuhilah dan janganlah kalian memakzulkan kekuasaan yang Allah berikan kepada mereka. Dan mohonlah kepada Allah agar memberikan hak kalian. Yakni, mohonlah kepada Allah agar menunjukkan mereka sehingga mereka menunaikan hak yang menjadi kewajiban mereka untuk kalian. Ini merupakan sifat bijaksana Nabi ṣhallallāhu 'alaihi wa sallam.

Sesungguhnya Nabi ṣhallallāhu 'alaihi wa sallam mengetahui bahwa jiwa manusia itu tidak sabar untuk mendapatkan haknya dan tidak rela terhadap orang yang memonopoli hak mereka. Akan tetapi Nabi ṣhallallāhu 'alaihi wa sallam membimbing mereka untuk melakukan kebaikan dan kemaslahatan bagi mereka, serta mencegah berbagai kejahatan dan fitnah di belakangnya. Yaitu dengan cara kita menunaikan kewajiban kita terhadap mereka berupa mendengar, patuh, tidak memperselisihkan perintah dan lain sebagainya, sedang kita memohon hak kita kepada Allah.

Wallahu 'alam

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."