بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Pengantar Tentang Istiqomah
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
🗓️ Kamis, 08 Februari 2024
🏢 Masjid As Salam, Minomartani, Yogyakarta
Allah سبحانه و تعالى berfirman dalam Surat Fussilat Ayat 30;
نَّ ٱلَّذِينَ قَالُوا۟ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسْتَقَٰمُوا۟ تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا۟ وَلَا تَحْزَنُوا۟ وَأَبْشِرُوا۟ بِٱلْجَنَّةِ ٱلَّتِى كُنتُمْ تُوعَدُونَ
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan Tuhan kami ialah Allah kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu.
Mujahid berkata bahwa maknanya adalah “terhadap apa yang akan kalian hadapi berupa perkara akhirat (dan janganlah kamu merasa sedih) terhadap apa yang kalian tinggalkan berupa perkara dunia, seperti perkara anak, keluarga, harta, dan hutang, karena sesungguhnya Kami akan menggantikan kalian dalam mengurusnya (dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu) Mereka menyampaikan kabar gembira kepada mereka akan lenyapnya keburukan dan memperoleh kebaikan. Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Al-Barra, dia berkata bahwa sesungguhnya para malaikat berkata kepada ruh orang mukmin, Keluarlah, wahai jiwa yang baik, dari tubuh yang baik yang sebelumnya kamu huni, keluarlah menuju kepada ampunan dan nikmat serta Tuhan yang tidak murka (Tafsir Ibnu Katsir)
Maka manusia diperintahkan istiqomah untuk beribadah hanya kepada Allah hingga ajal menjemput sebagaimana firman Nya dalam Surat Al-Hijr Ayat 99;
ٱعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ ٱلْيَقِينُ
Artinya: Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).
emudian Allah berfirman dalam Surat Al-Ahqaf Ayat 13;
نَّ ٱلَّذِينَ قَالُوا۟ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسْتَقَٰمُوا۟ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan Tuhan kami ialah Allah, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.
Hadist dalam bab istiqomah sebagai berikut:
85 - وعن أبي عمرو، وقيل أبي عَمرة سفيان بن عبد الله - رضي الله عنه - قَالَ قُلْتُ يَا رَسُول الله، قُلْ لي في الإسْلامِ قَولًا لاَ أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا غَيْرَكَ. قَالَ «قُلْ آمَنْتُ بِاللهِ، ثُمَّ اسْتَقِمْ». رواه مسلم.
85. Dari Abu 'Amr, ada yang mengatakan namanya Abu 'Amrah, Sufyan bin Abdullah radhiyallahu'anhu, katanya Saya bertanya Ya Rasulullah, katakanlah padaku dalam Islam tentang suatu ucapan yang saya tidak akan menanyakan lagi pada seorang selain Tuan. Rasulullah ﷺ bersabda Katakanlah, saya beriman kepada Allah kemudian bertindak luruslah berpegang teguhlah pada kebenaran. (Riwayat Muslim). Maksudnya bertindak lurus itu ialah Kalau kita telah mengaku beriman pada Allah, hendaklah kita jangan segan berlaku yang benar dan jujur, misalnya benar-benar memperjuangkan cita-cita Islam. Maka jangan hanya menamakan dirinya itu seorang Islam sekedar hanya pengakuan kosong belaka, tetapi berlakulah yang benar sebagai seorang Muslim.
Ujian untuk istiqomah bagi hamba adalah ujian syahwat berupa perkara cinta dunia dan ujian syubhat yang menyebabkan iman goyah karena pemahaman yang menyimpang, puncaknya adalah fitnah Dajjal.
86. Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, katanya Rasulullah ﷺ bersabda Biasakanlah kalian dalam mendekatkan diri kepada Allah dan berpegang teguhlah kepada keyakinan kalian. Ketahuilah! Bahwasanya tidak seorangpun yang dapat selamat karena amal perbuatannya. Para sahabat bertanya Sekalipun Tuan sendiri juga tidak dapat diselamatkan oleh amalnya ya Rasulullah. Beliau ﷺ. menjawab Sayapun tidak dapat, kecuali jikalau Allah menutupi diriku memberikan karunia padaku dengan kerahmatan dariNya serta dengan keutamaanNya. (Riwayat Muslim).
Wallahu 'alam