بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Pahala Berdakwah
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
🗓️ Kamis, 24 Juli 2025
🏢 Masjid As Salam, Minomartani, Yogyakarta
Melanjutkan pembahasan Kitab Riyadhus Shalihin, perihal pahala berdakwah, yakni hadits motivasi berbuat kebaikan
نْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ«مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا، وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا».
[صحيح] - [رواه مسلم] - [صحيح مسلم 2674]
Abu Hurairah raḍiyallāhu 'anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,Siapa yang mengajak kepada petunjuk (kebajikan), maka ia mendapatkan pahala yang semisal dengan pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Sebaliknya, siapa yang mengajak kepada kesesatan, maka ia menanggung dosa yang semisal dengan dosa orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa-dosa mereka sedikit pun.[Sahih] - [HR. Muslim] - [Sahih Muslim - 2674]
Nabi ﷺ menerangkan bahwa siapa yang mengarahkan dan menunjuki orang lain ke jalan yang mengandung kebenaran dan kebaikan, baik dengan ucapan maupun perbuatan, maka ia akan mendapatkan pahala yang semisal dengan pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Sebaliknya, siapa yang mengarahkan dan menunjuki orang lain ke jalan kebatilan dan keburukan yang mengandung dosa atau perkara yang tidak halal, baik dengan ucapan maupun perbuatan, maka ia akan ikut menanggung dosa yang semisal dengan dosa orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.
نْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَوْمَ خَيْبَرَ«لَأُعْطِيَنَّ هَذِهِ الرَّايَةَ رَجُلًا يُحِبُّ اللهَ وَرَسُولَهُ، يَفْتَحُ اللهُ عَلَى يَدَيْهِ» قَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ مَا أَحْبَبْتُ الْإِمَارَةَ إِلَّا يَوْمَئِذٍ، قَالَ فَتَسَاوَرْتُ لَهَا رَجَاءَ أَنْ أُدْعَى لَهَا، قَالَ فَدَعَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ، فَأَعْطَاهُ إِيَّاهَا، وَقَالَ «امْشِ، وَلَا تَلْتَفِتْ، حَتَّى يَفْتَحَ اللهُ عَلَيْكَ» قَالَ فَسَارَ عَلِيٌّ شَيْئًا ثُمَّ وَقَفَ وَلَمْ يَلْتَفِتْ، فَصَرَخَ يَا رَسُولَ اللهِ، عَلَى مَاذَا أُقَاتِلُ النَّاسَ؟ قَالَ «قَاتِلْهُمْ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ فَقَدْ مَنَعُوا مِنْكَ دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ، إِلَّا بِحَقِّهَا وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللهِ».
[صحيح] - [رواه مسلم] - [صحيح مسلم 2405]
Abu Hurairah raḍiyallāhu 'anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,Sungguh, aku akan memberikan panji ini kepada seorang lelaki yang mencintai Allah dan Rasul-Nya. Allah akan memberi kemenangan melalui tangannya. Umar bin Al-Khaṭṭāb raḍiyallāhu 'anhu berkata, Tidak pernah aku menginginkan sebuah kepemimpinan kecuali pada hari itu. Sehingga aku pun menampakkan wajahku dengan harapan agar aku dipanggil untuk menerima panji itu. Ternyata Rasulullah ﷺ memanggil Ali bin Abi Ṭālib lalu memberikan panji itu kepadanya seraya bersabda, Berangkatlah dan jangan menoleh hingga Allah memberimu kemenangan! Lantas Ali berjalan sedikit kemudian berhenti tanpa menoleh seraya berseru, Wahai Rasulullah! Atas dasar apa aku memerangi orang-orang itu Beliau menjawab, Perangilah mereka hingga mereka mau bersaksi bahwa tiada sembahan yang benar kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah! Jika mereka telah melaksanakan hal itu, mereka telah melindungi darah dan harta mereka darimu, kecuali yang menjadi haknya (Islam), sedang hisab (perhitungan amal) mereka ada pada Allah.[Sahih] - [HR. Muslim] - [Sahih Muslim - 2405]
Wallahu 'alam