بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Merasa Munafik
Kitab Riyadhus Shalihin - Ammi Nur Baits, S.T., B.A. Hafidzahullahu Ta'ala
Video Kajian
Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.
Tentang Kajian Ini
Kajian pertemuan ke-62 dalam seri Kitab Riyadhus Shalihin yang membahas tentang merasa munafik. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.
Isi Ceramah Lengkap
wamawalah, wa Ashadu Alla ilahaillallah
wa asadu Anna muhammadan 'abduhu warasuluh, shallallallahu Alaihi wa'ala alihi
wasohbih waman tabiahum biihsanin Ila
yaumiddin.
Alhamdulillah puji syukur kita
haturkan kehadirat Allah subhanahu wa taala di kesempatan pagi ini kembali
kita melanjutkan kajian dengan membaca kitab Riyadus shalihin.
Insyaallah kita akan membaca hadis nomor
151, waan Abi rii handalata bin Rabi
alusayyidi-dari Abu ri'i, beliau adalah handalah Ibnu Rabi
alusayidi alkatib yang mencatat Wahyu
Ahadi k rasulillahi Sallallahu Alaihi Wasallam salah satu pencatat wahyu
Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan nampaknya ini berbeda
dengan handalah ghasilul malaikah. mungkin Bapak Ibu sudah pernah mendengar
cerita jenazah sahabat yang dimandikan malaikat ketika Perang Uhud namanya handalah yang digelari
dengan gasilul malaikah karena kalau ul malaikah kholah
bin Abi Amir di sini handolah bin Rabi alusayidi nampaknya berbeda
orangnya qala beliau bercerita lqiani
Abu bakrin Abu Bakar ketemu aku faqala
Kaifa Anta ya khalah lalu Abu Bakar tanya kepada
handalah Bagaimana kabarmu wahai handalah klu Aku
menjawab nafaqo handolah handolah munafik Q Subhanallah
Maul Abu Bakar kemudian mengatakan Subhanallah kamu ini ngomong
apalu aku sampaikan nakun rasulillahi Shallallahu
Alaihi wasallamakir janar kita kalau berada di dekat nabi
sallallah was dan beliau mengingatkan kita dengan surga dan
neraka, kainin Fa khajna Mini rasulillahi
Shallallahu Alaihi wasallamnal azwaj Wal aulad
Wat Nasina k kataalah-kita kalau berada di dekat Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam beliau Ingatkan tentang surga dan neraka kaana....-seolah-olah kita melihat dengan mata
kepala sendiri keberadaan Surga itu seperti surga dan neraka ada di depan
kita kita lihat di sini footnote 2 Q Nawawi Naroh
Ainin seolah-olah kita melihat surga dengan mata kepala kita sendiri Fa khajna rasulillahi
Shallallahu Alaihi Wasallam dan saat kita meninggalkan Rasulullah Sallallahu Alaihi
Wasallam lalu kita membersamai istri membersamai anak membersamai aneka harta
Nasina kaatstiran kita banyak lupa tentang surga dan neraka sampai beliau khawatir
jangan-jangan ini ciri munafik kok enggak sama
keadaannya sehingga para sahabat memahami sebagian sahabat memahami kalau ada orang yang kondisi
nya enggak sama antara lahir batin enggak sama di satu tempat dengan tempat
yang lain itu mereka curiga jangan-jangan mereka munafik sebab mukmin itu lahir batinnya
sama di depan salah ketika di belakang mereka juga
Saleh
sehingga tidak ada di depan umum pura-pura nangis ketika di belakang
ternyata mereka menyimpan aneka pengkhianatan terhadap masyarakat
misalnya atau di depan umum dia pura-pura Saleh di belakang ternyata dia
penjahat qala Abu Bakar Abu Bakar radhiallahu Anhu mengatakan
fawallahi Inna lanalq Mla H demi
Allah aku juga jumpai kondisi semacam ini fantalaqtu Ana Wa Abu bakrin Hatta
dakhalna ala rasulillahi Shallallahu Alaihi Wasallam maka aku dan Abu
Bakar kemudian berangkat hingga aku dan beliau menemui Rasulullah Sallallahu
Alaihi Wasallam faqulu nafqalah Ya Rasulullah handalah
munafik ya Rasulullah faqala Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian Nabi Sallallahu
Ali wasallam bertanya W apa yang terjadi ada apa
ini qulu ya Rasulullah nakunuaka tuzakiruna binnari Wal
Jannah Ya Rasulullah kami ketika berada di dekat Anda Anda mengingatkan kepada kami
tentang surga dan neraka Kana ral Aini seolah-olah kami melihat surga dan
neraka itu dengan mata kepala kami faidza kharajna minik
ketika kami meninggalkan anda asfnal azwaj Wal aulad Wat Nasina
ktiran kami bermain bersama dengan istri anak-anak bercengkerama bersama mereka
kemudian bersinggungan dengan harta dan kami lupa banyak hal tentang agama lupa
banyak hal tentang takwa faqala Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Nah di sini sebuah pesan
yang membuat yang bersangkutan kemudian merasa
tenang walladzi Nafsi biyadih demi zat yang jiwaku berada di tangannya artinya
apa? demi Allah! demi zat, yang jiwaku
berada di tanganNya. demi Allah karena jiwa kita semuanya ada di tangan Allah
dan ini sumpah yang sangat serius ya Karena
ketika kita menyatakan demi dzat yang jiwaku berada di tanganNya Aku siap jiwaku dicabut kalau
sampai dusta karena dia bersumpah dengan menyebut nama Dzat
yang memiliki kuasa untuk mencabut jiwa hambaan
kalian selalu dalam kondisi sebagaimana ketika kalian berada di
dekatku dan selalu mengingat Allah subhanahu wa taala di semua keadaan
tanpa putusofahatkumul malaikah maka malaikat
akan menyalami kalian Malaikat akan mengajak salaman
kalian ala furusikum waikum ketika kalian berada di tempat
tidur ketika kalian berada di jalan lakin ya handalah saatan saatan
saatan saatan tetapi wahai handalah saatan saatan ada saatnya iman itu naik dan ada
saatnya iman itu turun Sal Martin Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengulanginya sebanyak tiga kali rawahu muslim hadis
riwayat Muslim asfna di sini maknanya AD ajna wabna
bersinggungan berinteraksi adat maknanya adalah
almaayis kehidupan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam rasanya surga dan neraka ada di
depan mata begitu kita kumpul sama keluarga berinteraksi dengan harta
seolah-olah lupa semuanya demikian pengakuan yang disampaikan oleh handalah dan sampai
beliau curiga jangan-jangan itu ciri kemunafikan
Tayib, Bapak Ibu yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala kita akan berbicara
tentang suudzan kepada diri sendiri boleh enggak suudan kepada diri
sendiri ya ada
husnudon husnudon ada yang hukumnya wajib husnudan yang hukumnya wajib ini
husnudan kepada siapa husnudan kepada
Allah suuzan kepada Allah haram karena Allah tidak punya keinginan buruk kepada
hambaNya kemudian husnudan kepada siapa lagi Rasulullah Sallallahu Alaihi
Wasallam lalu husnu kepada siapa lagi yang hukumnya
wajib kepada orang yang tidak punya potensi jahat ketika
berinteraksi misalnya kita sebut para sahabat para
sahabat yang
mulia karena husnudon kepada orang yang mulia kepada
orang yang baik adalah sebagai konsekuensi dari interaksi kita kepada yang bersangkutan sebaliknya seudon
kepada orang yang mulia berarti kita berbuat zalim kepada yang
bersangkutan selanjutnya ada
suuzon suuzon suuzan kepada diri sendiri boleh
Enggak boleh ya ya sehingga orang seuzan
kepada diri sendiri ini karena salah saya ini karena aku yang salah dan
seterusnya bagian inilah yang bisa mengantarkan seseorang jadi lebih bisa
mengevaluasi dirinya suudan kepada diri sendiri akan menyebabkan dia lebih bisa
evaluasi terhadap perbuatan
sehingga biar dia bisa selalu evaluasi terhadap perbuatannya maka berawal dari saya yang
salah Nah selanjutnya dia melakukan hisab terhadap
amalnya Dan inilah yang eh diajarkan oleh sahabat
umaribu an anabu hisablah diri kalian sebelum
kalian dihisab apa yang terjadi pada hanzalah
beliau seuzon kepada dirinya dan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak melarang Tapi beliau tanya Kenapa kau
seperti itu sehingga menyebut dirinya Saya telah bersikap
munafik Kemudian dari hadis ini juga terdapat pelajaran berkaitan dengan
ee Bagaimana seorang mukmin itu merasa
takut jangan-jangan adanya perbedaan kondisi itu tanda kemunafikan.
Di antara
ciri munafik beda lahir
batin, Di antara ciri munafik adalah, beda lahir
batin beda lahir batin. Gimana pak? di depan umum dia seperti orang Saleh tapi
hatinya menyimpan kejahatan.
lahir Saleh lahirnya baik lahiriah
lahiriah baik tapi batin menyimpan
menyimpan kejahatan orang munafik juga memiliki
ciri beda
kondisi saat di tempat yang
lain di tempat umum bisa jadi dia menampakkan kebaikan
Saleh di tempat tersembunyi dia menyimpan
kejahatan ini ciri
kemunafikan dan ada ciri munafik yang merupakan ciri lahiriah misalnya malah shalat kalau
salat RI wkurunallaha illa Qila kalau ngomong
suka berdusta sebagaimana yang disebutkan oleh Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam nah yang dikhawatirkan khala itu yang kedua ini beda kondisi saat di depan Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam rasanya seperti di depan surga dan neraka begitu
pulang Hilang suasana seperti itu hilang maka handalah takut jangan2
saya munafik. namun beliau tidak munafik dan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
menyampaikan Andaikan kau bisa seperti itu terus nanti kau diajak salaman sama
malaikat kemudian hadis ini juga dalil
bahwa kebersamaan kebersamaan dengan orang
Saleh itu bisa nambah iman
saat Nabi Sallallahu alaihi wasallam bersama handalah saat handala bersama Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam beliau
merasa imannya naik hal yang sama juga dirasakan oleh Abu
Bakar sehingga ketika sedang kajian sedang mendengarkan
tausiah umumnya itu bisa membuat iman naik ya
beda kalau ngantuk ya yang naik apanya kalau ngantuk yang naik
apanya baik sehingga bersama dengan orang Saleh
dalam rangka untuk ibadah itu bisa nambah Iman karena itu
kajian bisa menambah iman sehingga dulu Muad Bin Jabal u
apabila Ngajak orang untuk kajian Beliau mengatakan Haya
nminu saatan kata Muad kalau beliau ngajak
kajian orang maka Beliau mengatakan haminu saatan Mari kita ngces Iman
sesaat karena dalam kegiatan kajian itu ada apa saat kajian
turun sakinah dan sakinah ini yang bisa
nambah Iman hualladzi anzalas sakinata Fi qulubil
mukminin liyasdadu imanan Ma imanihim dialah zat
yang menurunkan asakinah di hati orang yang beriman untuk menambah iman mereka
selain iman yang sudah ada pada hati mereka
karena itu dalam situasi orang hadir di majelis taklim mendengarkan al-qur'an
dan hadis dibacakan secara umum bisa nambah Iman
wallahuam baik sampai di sini ada yang mau
disampaikan kita lanjutkan ya berikutnya kita akan beralih ke hadis
Nomor 105 52 wa Ibni abbasin radhiallah anhuma
dari Ibnu Abbas radiallah anhuma beliau berceritaainam Nabi Shallallahu Alaihi
Wasallam yakb ketika Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sedang berkhotbah Za huaulin
qimin tiba-tiba di di luar masjid ada orang yang dengarin khbah sambil
ber Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam di depan mimbar Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam di atas
mimbar dan beliau bisa melihat orang yang berada di di luar Masjid Nabawi
ketika itu tidak sebesar Berapa luas Masjid Nabawi ketika itu Masjid Nabawi pasta pasca penaklukan
khaibar itu kurang lebih 1000 m² perluasan yang pertama di zaman Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam beliau melihat ada orang yang berdiri di luar
masjid fasaala Anhu Kemudian beliau bertanya ketika sedang berkhotbah beliau
tanya faqalu kemudian para sahabat menjawab Abu Israil dia namanya Abu
Israil nadar ayakuma fiyamsi wala yaqud wala yastadil wala yatakallam waasuma
dia bernazar untuk terus berdiri di bawah terik matahari tidak mau duduk tidak mau
berteduh tidak mau bicara dan Puasa. sudah pernah kita sampaikan hadis
ini ada berapa ibadah yang dia lakukan ada berapa ibadah yang dia
lakukan puasa satu terus apa lagi berdiri
kemudian tidak mau berteduh enggak mau bicara empat jenis Nazar yang
dia lakukan faqal nabiu Shallallahu Alaihi
Wasallam lalu Nabi Sallallahu alaih wasallam bersabda muruhu falatakallam perintahkan dia untuk bicara
walyastadil suruh dia untuk berteduh walqud suruh dia untuk duduk
walutimmaumahu dan lanjutkan puasanya
sehingga ini jadi dalil apabila
ibadah yang sesuai sunah dicampur dengan
ibadah tanpa dalil maka ini dipertahankan yang ini
dihilangkan ini
dipertahankan yang ini dihilangkan
Begini ya ini bimbingan yang diberikan
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ketika Abu Israil itu melakukan
Nazar Nazar kan berarti ibadah ya untuk puasa kemudian diam mogok bicara terus
berdiri kemudian
berjemur yang ada syariatnya yang mana puasa ini yang ada
dalilnya ini semuanya enggak ada dalil tidak
berdalil lalu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam merintahkan Ini
dibatalkan dibatalkan dan beliau perintahkan yang
puasa
dilanjutkan demikian cara yang Belu ajar kan ketika ada ibadah yang sesuai dalil
bercampur dengan ibadah yang tidak sesuai dalil maka ibadah yang tidak ada dalilnya dibatalkan yang ada dalilnya
dilanjutkan sudah selanjutnya sebagian orang ketika
melakukan seperti ini ada ibadah sunah berdasarkan dalil kemudian ditambahi
dengan ibadah yang tidak ada dalil terus mereka
beralasan dengan ibadah sunahnya ininya
disembunyikan yang bagian kedua ini disembunyikan kita kasih contoh ya
Misalnya baca Quran baca
al-qur'an sudah plus ee apa
misalnya setelah baca Quran plus biasanya kegiatan pengiringnya
apa ada banyak misalnya misalnya baca Quran Habis baca
Quran anda tahu
serokalan yang pakai ketimplungan misalnya kemudian setelah baca Quran
nyanyi-nyanyi nah sudah baca Qurannya
bagus habis itu selesai kemudian kegiatan ini ini lebih lama daripada
yang pertama nah ketika dilarang mereka beralasan baca Quran kok
dilarang jadi dia menggunakan amal yang sunah sebagai
alasan untuk membela amal yang tidak ada dalilnya. makanya jadinya sulit untuk
diingatkan di situlah kita dilarang oleh Allah subhanahu wa taala wala talbisul
haqqo Bil batil jangan kau campuri kebenaran dengan
kebatilan. contoh takbiran dengan
dangdutan, dia takbiran keliling pakai apa? aneka alat musikgak karuan ya,
ono sing nganggo gitar, ono sing nganggo beduk, ono sing nganggo dan aneka alat
musik yang lain. ada yang bawa organ tunggal keliling
takbiran ketika dilarang mereka beralasan dengan apa takbiran takbiran
kok dilarang yang larang takbiran itu siapa enggak ada tapi kalau ini kan gak
boleh wqq Bil batilq jangan kau mencampur adukkan
kebenaran dengan kebatilan, maka kebatilan itu akan menutupi
kebenaran. karena biasanya yang dominan adalah kebatilannya
watantumamun lalu kalian menyembunyikan kebenaran itu padahal
kalian atau misalnya selawatan ditambah dengan
ee ketimplungan
ketimlungan ini kan enggak ada dalam syariat kita ya kita sepakat alat-alat
seperti itu gak ada di zaman Nabi Sallallahu alaii wasallam juga enggak pernah ngajarin model kayak gitu itu muncul
belakangan
nah ketika seperti ini diingatkan ini gak boleh boleh alasannya apa selawatan kok dilarang? Kalau ini kan
amalan Syari ini amalan yang tidak Syari ya kalau mau berbuat baik jangan
dicampuri dengan yang jelek agar yang baik tetap murni jadi
yang baik sehingga yang jelek ditinggalkan baik Insyaallah kalau kayak
gini bisa diterima enggak pak Hm bisa ya Bisa itu di sini pak
mungkin akan berbeda responnya Kalau di tempat yang berbeda cuman ya kita menggunakan alasan
kayak gini agak komple kasus yang agak kompleks misalnya jadi eh apa
namanya untuk e di sana kan isinya semua
boleh. Iya tapi ada pihak yang
Iya mau dibahas ini mau dibahas ini enggak apaapa ya baik
Ee Kita mau membahas ini ya peringatan
kematian dan isinya begini Pak ya
isinya jadi ada kegiatan ada isi kegiatan ini kegiatan ya
ada isi kegiatan
ya Dan kita akui bahwasanya masyarakat kita berbeda pendapat dalam hal ini dan itu sudah lama sekali ya ya Meskipun
isunya naik turun kadang naik kadang turun sehingga saya saya masih
kecil ketika saya berada di kampung masyarakat kami ya sudah berbeda
pendapat seperti ini ya mewakili dua ormas ya antara yang setuju dengan yang tidak
setuju
baik nah di situ ada kegiatan dan ada isi
kegiatan misalnya Pak kegiatannya bermasalah isi kegiatannya baik itu
jadinya apa misalnya saya buat kayak gini
Natalan diisi dengan Yasin misalnya ya Kamu kenapa ini ya ini
Natal isinya apa baca Yasin dikirim ke Nabi Isa misalnya misalnya ya anda setuju
atau tidak
kenapa kenapa enggak setuju yang bermasalah Yang
mana natalannya natalannya Saya enggak setuju masa
Natalan tapi ini isinya bagus baca Yasin
Tahlil dikirim ke Nabi Isa Ila hadrati anab Isa alaih salam
Alfatihah antara ini ada si Mbah kita meninggal ada Nabi Isa yang lebih mulia
yang mana y enggak enggak jangan dibandingkan Pak itu Seorang nabi ya boleh enggak kita ngirim Alfatihah untuk
Nabi Isa sebagaimana ngirim Alfatihah untuk Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam ya kalau kaidah itu berlakuan
berarti boleh Jadi pas 25 Desember kita adakan Natalan namanya
Natalan acara Natalan kegiatannya baca Yasin Tahlil
zikir dan seterusnya jadi ada kegiatan dan ada isi
kegiatan kira-kira kalau seperti ini dipermasalahkan orang alasan yang mana
ini kok dilarangkan gitu kan ini kan yasinan ini tahlil baca
Lailahaillallah apa yang salah mungkin dia akan beralasan dengan ini Nah masalahnya kegiatan kamu ini
enggak benar perbuatan kamu ini niru
kebiasaan atau niru agamanya orang lain itu agama orang lain
bukan dalam ajaran kita kita.
nah peringatan kematian itu datang
dari mana? karena budaya itu sebenarnya budaya yang sudah terjadi sebelum ada Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam mereka punya kebiasaan kalau ada orang yang mati
dikenang dan kebiasaan itu turun temurun dari generasi ke generasi
berikutnya orang Nasrani melakukan itu demikian pula orang-orang musyrikin. nah
sebagian kaum muslimin melakukannya walaupun isi kegiatannya
kita ee Anggaplah misalnya sepakat isinya hanya baca Quran baca
tahlil kemudian doa. enggak ada yang bermasalah kalau dilihat dari isinya jika di situ
sifatnya hanya kalimat-kalimat thayibah terlepas dari perbedaan
pendapat ulama Apakah Yasin itu sampai kepada orang yang meninggal ataukah
tidak jika dihadiahkan, ada dua mazhab besar kan kayak gitu ada yang sampai dan
ada yang tidak sampai. yang mengatakan sampai itu mazhab Hambali dan Hanafi
yang mengatakan tidak sampai itu Mazhab Syafi'i dan Maliki ya berkaitan dengan menghadiahkan
bacaan Quran, menghadiahkan
bacaan Quran. Nah begini ada yang mengatakan sampai yang sampai ini
pendapatnya siapa tadi? Hambali dan
Hanafi, pembelaan mazhab Hanafi Bahwa amal
itu sampai cukup kuat di buku Syarah akidah wasitiah atau
Syarah akidah Thaha ya Ibnu Abil a
al-hanafiasan yang cukup panjang untuk mengatakan bahwa menghadiahkan bacaan Quran itu bisa sampai ke
mayit dan ada yang mengatakan tidak sampai yang mengatakan tidak sampai ini
Syafi'i dan Maliki bahkan kalau Maliki
dilarang kalau malikiyah enggak boleh tidak sampai dan tidak
boleh
baik, terlepas dari perbedaan ini kan masih ada ulama yang Bolehkan
misalnya sehingga saya sepakat dengan Hambali atau dengan Hanafi bahwa
menghadiahkan bacaan Quran itu bisa sampai Iya kita anggap ini amalan yang
tidak ada masalah. nah tapi kalau kegiatannya masalah kan n jadi Ternilai
bermasalah kalau kayak gini diterima enggak? nah peringatan kematian inilah
yang pernah dinyatakan oleh Imam assyafi'i wa
akrahul ma'dam dan aku membenci praktik ma'dam. Coba kita Tuliskan
Q Nawawi rahimahullah fil majmu berkata Imam annawawi rahimahullah dalam kitab
almajmu almajmu syarah muhadzab kitab
almuhadzab salah satu referensi mazhab syafi'iah karya
asyirazi wa ammal julusu lziah duduk-duduk untuk
takziahyafii ditegaskan oleh Imam asyafi'i Wal musonif musonif di sini Siapa penulis maksudnya penulis Kitab
almuhadzab wasairul Ashab dan seluruh
ulama mazhab ala karahatihi hukumnya
makruh. makruh bagi bahasa ulama ya bukan nyuruh ya tapi
dihindari lalu Beliau mengatakan qala Syafi'i fil Um Imam assyafi'i dalam
kitab Al Um mengatakan dan aku membenci prakk Ma
prk bentuknya adalah kumpul-kumpul meskipun Gak pakai acara
nangis-nangis karena itu mengulang
kesedihanb lain juga pengaruh yang sudah ada pada
kondisi keluarga mayit dia sudah tertimpa musibah dengan meninggalnya
salah satu anggota keluarganya ditambah harus ngeragati orang yang datang ke sana, maksudnya begitu pertimbangan Imam Syafi'i had lafzuhu fil Um demikian
keterangan beliau dalam Al Um wataabaahu alashhab dan diikuti oleh
alashhab para ulama Syafi'iyah Alaihi terhadap hal ini
baik jadi ee pertimbangan bahwa peringatan
kematian itu mengulang kesedihan, kemudian membebani keluarga
duka, ini sudah disampaikan oleh Imam asyafi'i rahimahullah. makanya beliau tidak menyukai praktik seperti
itu dan yang namanya musibah itu kan tidak dikenang ya yang diperintahkan
Untuk Dikenang itu apa wa Amma
binikmatibikaadit nikmat itu yang diperintahkan Untuk Dikenang. Maka kalau kita mengenang-mengenang nikmat itu
silakan sebagaimana Bani Israil mengenang nikmat
Allah dengan diselamatkannya dari Firaun lalu Bani Israil ngapain
puasa Asyura mereka ditanya oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kalian puasa
apa lalu mereka menjawab ini adalah hari di mana Allah menyelamatkan Musa dari
kejaran Firaun lalu Nabi Sallallahu alaii wasallam mengatakan Ana ahqu Bi Musa minkum aku lebih berhak untuk
mengenang nikmat Musa dibandingkan kalian sehingga Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam juga ikut puasa
Asyura. maka ada dua hal ya
ada kenikmatan dan ada
kesedihan yang dikenang yang mana Ini?
dikenang? kemudian yang ini diapain
Hah? kesedihan itu diapain? di
dilupakan, kesedihan perlu dilupakan enggak? dilupakan! Jangan dibalik, kesedihan musibah
dikenang
siapa kelompok yang paling kuat dalam
mengenang kesedihan? Syiah, Syiah itu yang paling kuat
mengenang kesedihan sehingga sampai ketika 10
Asyura yang dilakukan oleh Syiah ini mengenang kesedihan matinya Husein batu
dibacoi ya kepalanya dipukuli pakai senjata ya sampai
berdarah-darah mungkin Bapak Ibu sudah pernah melihat ya Bagaimana praktik
Syiah ya Bagaimana praktik Syiah ketika hari
Asyura ini penuh dengan darah dan ini alat yang mereka
buat untuk bacok-bacok dirinya ada yang ngemplang-ngemplang dirinya ini kira-kira gimana Pak ini pisau loh ini
Pak dilempar ke
punggung Hah Enggak kelihatan enggak usah
diperlihatkan ini pedang dan kepala mereka siap dipukul dengan
pedang ngapain mereka melakukan seperti iniang kesedihan Kami merasa sedih
kenapa dulu tidak bisa membela Husain waktu Husin dibunuh oleh orang-orang yang melawannya ya kami belum lahir
kalian. Iya kenapa kami dulu belum lahir mau protes sama siapa
coba terus dipukul-pukul badannya sebagai bentuk mengenang kesedihan Nah
kayak gini penuh berdarah-darah sebagai bentuk mengenang Husain bin Ali radhiallahu anhuma
dibantah oleh para ulama siapa sih orang Saleh yang mati
dibunuh banyak sekali Husain bin Ali salah satunya Hasan kakaknya
diracun Hasan bin Ali kan mati di racun Ali Bin Abi Thalib dibunuh dibunuh oleh
orang khawarij Siapa lagi yang mati dibunuh Utsman bin Affan mati dibunuh oleh para
pemberontak termasuk Umar Bin Khattab radhiallahu Anhu juga mati dibunuh oleh siapa orang
majusi siapa yang lebih mulia Husain Ali
Utsman atau Umar tentu sepakat khulafa Rasyidin
lebih mulia dibandingkan Husein. Terus kenapa kalian begitu sedih mengenang kematian Husein tapi kematian orang
Saleh sebelumnya kalian Biarkan saja
kalau mau adil kan mengenang
kematian Husein dengan bacok-bacok mengenang kematian Hasan menelan
racun mengenang kematian Ali juga sama dengan
berdarah-darah nanti ee Utsman juga sama bahkan yang lebih tinggi daripada
itu mengenang kematian para nabi yang dibunuh oleh orang
Yahudi seb an kalian bunuh dan sebagian kalian
ingkari jadi upaya yang dilakukan oleh orang Syiah Ini bukti bahwasanya mereka
tidak Rida dengan takdir Allah dengan adanya kematian orang-orang Saleh orang
Saleh yang mati dibunuh bagi kita ada dua kacamata dilihat dari sisi takdir itu
adalah takdir Allah maka musibah dilihat dari Sisi syariat itu
pelanggaran dan Allah subhanahu wa taala akan memberikan balasan yang setimpal
bagi mereka yang menzalimi kekasih-kekasihnya
baik karena itu kita tidak diajarkan mengenang
kesedihan tapi kita diajarkan mengenang kenikmatan wa Amma binikmati
rabbika fahaddit wa Amma binikmati
bika fahadit Adapun dengan nikmat rabmu maka
Ceritakanlah, maksudnya dikenang sampaikan sehingga ketika kita punya nikmat mengenang nikmat itu
dipersilakan. wallahuam
baik, ada yang mau
disampaikan? baik mungkin itu yang bisa kita bacakan di kesempatan kali ini
dan kita sudah menyelesaikan satu bab Insyaallah nanti akan kita bahas
berikutnya bab baru kalau di sini diberi judul oleh penulis babun fil muhafadti
Alal Aal bab menjaga
amal baik. selanjutnya kami persilakan Monggo Pak Ki ada yang mau disampaikan?
nah gimana? nah Pak Nur
silakan? sampun! yang belakang ada yang mau
disampaikan? tidak ada? sudah, demikian Semoga apa yang kita
bahas ini bermanfaat
washallahu ala nabiyina Muhammadin waa Alihiwasahbihi wasalam
wa akiri da'wana anilhamdulillahibbil alamin wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh
Mutiara Hari Ini
"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."