1

Video Kajian

Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-24 dalam seri Kitab Riyadhus Shalihin yang membahas tentang dialog bid'ah hasanah. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Dialog Bid'ah Hasanah

Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى

🗓️ Kamis, 1 Mei 2025

🏢 Masjid As Salam, Minomartani, Yogyakarta

Melanjutkan pembahasan hadits dalam Kitab Riyadhus Shalihin, tentang dialog bid'ah hasanah, ada sebagian ulama membolehkan bid'ah hasanah namun dalam makna bahasa, sebagian bahkan ada yang berdalil dengan amalan sahabat yang dilakukan tanpa panduan dari Nabi ﷺ

نْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَالَ لِبِلاَلٍ «يَا بِلاَلُ، حَدِّثْنِي بِأَرْجَى عَمَلٍ عَمِلْتَهُ فِي الإِسْلاَمِ، فَإنِّي سَمِعْتُ دَفَّ نَعْلَيْكَ بَيْنَ يَدَيَّ في الجَنَّةِ» قَالَ مَا عَمِلْتُ عَمَلًا أَرْجَى عِنْدِي مِنْ أَنِّي لَمْ أَتَطَهَّرْ طُهُوْرًا فِي سَاعَةٍ مِنْ لَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ إِلاَّ صَلَّيْتُ بِذَلِكَ الطُّهُورِ مَا كُتِبَ لِي أَنْ أُصَلِّ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ،وَهَذَا لَفْظُ البُخَارِي.
«الدَّفُّ» بِالفَاءِ صَوْتُ النَّعْلِ وَحَرَكَتُهُ عَلَى الأَرْضِ، واللهُ أعْلَم.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ berkata kepada Bilal, “Wahai Bilal, ceritakanlah kepadaku tentang satu amalan yang engkau lakukan di dalam Islam yang paling engkau harapkan pahalanya, karena aku mendengar suara kedua sandalmu di surga.” Bilal menjawab, “Tidak ada amal yang aku lakukan yang paling aku harapkan pahalanya daripada aku bersuci pada waktu malam atau siang pasti aku melakukan shalat dengan wudhu tersebut sebagaimana yang telah ditetapkan untukku.” (Muttafaqun ‘alaih. Lafal hadits ini adalah milik Bukhari) [HR. Bukhari, no. 443 dan Muslim, no. 715].

Kemudian dalil berikutnya riwayat yang shahih, dari sahabat Rifa’ah bin Rafi’ Az Zuraqi radhiyallahu ‘anhu berkata, “Pada suatu hari kami sholat di belakang Nabi ﷺ. Ketika mengangkat kepalanya dari rukuk beliau mengucapkan ‘SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH (Semoga allah mendengar pujian orang yang memuji-Nya) ‘. Kemudian ada seorang laki-laki yang berada di belakang beliau membaca; ‘RABBANAA WA LAKAL HAMDU HAMDAN KATSIIRAN THAYYIBAN MUBAARAKAN FIIHI (Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala pujian, aku memuji-Mu dengan pujian yang banyak, yang baik dan penuh berkah)'”

Selesai shalat beliau bertanya, “Siapa orang yang membaca kalimat tadi” Orang itu menjawab, “Saya.” Beliau bersabda, “Aku melihat lebih dari tiga puluh Malaikat berebut siapa di antara mereka yang lebih dahulu untuk menuliskan kalimat tersebut” [HR Bukhori 757]

Pendalilan yang tidak tepat jika riwayat-riwayat diatas dijadikan dalil bolehnya bid'ah hasanah dilihat dari beberapa sisi ;

1. Kejadian itu masih di zaman wahyu sehingga para sahabat diawasi wahyu dan dikoreksi wahyu walaupun Rasulullah ﷺ tidak menyaksikan namun Allah menyaksikan.

2. Amalan itu telah disetujui oleh Nabi ﷺ sehingga menjadi sunnah taqririyah, setelah Nabi ﷺ wafat tidak ada yang berhak menyetujui amalan.

3. Tidak semua amalan sahabat disetujui Nabi ﷺ, sehingga dikoreksi beliau ﷺ semisal doa sebelum tidur dari al Barra bin Adzib, doa ketika shalat. Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dia berkata yang artinya “Semula, apabila kami shalat bersama Nabi ﷺ, kami mengucapkan “Semoga keselamatan untuk Allah dari para hambanYa, semoga keselamatan untuk si Fulan dan si Fulan, maka Nabi ﷺ bersabda” “Janganlah kamu mengucapkan “Assalamu ‘Alallah, karena sesungguhnya Allah adalah As-Salam.””

4. Para sahabat mengingkari bid'ah, dalam Kitab at-Tirmidzi, dari Ibnu Umar radiyallahu ‘anhu, Bahwasanya seorang laki-laki bersin ke arah sampingnya (Ibnu Umar) seraya berkata, 'Alhamdulillah wa as-Salam ala Rasulillah' (segala puji bagi Allah dan semoga salam terlimpahkan untuk Rasulullah), Ibnu Umar berkata, 'Dan saya juga mengatakan, 'Alhamdulillah wa as-Salam ala Rasulillah,' tapi tidak seperti ini yang diajarkan oleh Rasulullah kepada kami. Rasulullah ﷺ mengajarkan kepada kami untuk mengucapkan, 'Alhamdulillah ala Kulli Hal' (segala puji bagi Allah pada segala kondisi).

Wallahu 'alam

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."