1

Video Kajian

Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-19 dalam seri Kitab Riyadhus Shalihin yang membahas tentang cara mengendalikan emosi ketika marah. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Cara Mengendalikan Emosi Ketika Marah

Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى

🗓️ Kamis, 25 Mei 2023

🏢 Masjid As Salam, Minomartani, Yogyakarta

Hadis berikut ini tentang Orang kuat itu bukanlah orang yang menang bergulat, namun orang kuat ialah orang yang dapat menahan dirinya ketika marah.

ن أبي هريرة رضي الله عنه مرفوعاً «ليس الشديد بالصُّرَعة، إنما الشديد الذي يملك نفسه عند الغضب».

[صحيح] - [متفق عليه]

Abu Hurairah raḍiyallāhu 'anhu meriwayatkan secara marfū’ Orang kuat itu bukanlah orang yang menang bergulat, namun orang kuat ialah orang yang dapat menahan dirinya ketika marah.

(Hadis sahih - Muttafaq 'alaih)

Kekuatan yang sebenarnya bukanlah kekuatan otot dan fisik. Orang yang tangguh dan kuat bukan pula yang selalu menang bergulat melawan orang-orang kuat. Akan tetapi, orang kuat dan tangguh yang sebenarnya adalah mereka yang bersungguh-sungguh melawan nafsunya dan menundukkannya tatkala amarahnya memuncak, karena ini menunjukkan kekuatannya dalam mengendalikan diri dan mengalahkan bisikan setan.

Kita diperintahkan untuk:

1. Jangan mendekati emosi,

2. Jangan melampiaskan amarah,

Karena marah itu adalah dari setan sebagaimana hadits berikut ini

ن سليمان بن صُرَدٍ رضي الله عنه قال كنت جالسًا مع النبي صلى الله عليه وسلم ورجلان يَسْتَبَّانِ، وأحدهما قد احْمَرَّ وجْهُه، وانْتَفَخَتْ أَوْدَاجُهُ، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم «إِنِّي لأعلم كلمة لو قالها لذهبَ عنه ما يجد، لو قال أعُوذ بالله من الشَّيطان الرجيم، ذهبَ منه ما يَجد». فقالوا له إن النبي - صلى الله عليه وسلم - قال «تَعَوَّذْ بالله من الشيطان الرجيم».

[صحيح] - [متفق عليه]

Dari Sulaimān bin Ṣurad -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, “Aku pernah duduk bersama Nabi ﷺ sedangkan dua orang laki-laki sedang saling mencaci, wajah salah seorang dari keduanya memerah dan urat-urat lehernya menegang, maka Nabi ﷺ bersabda, “Sesungguhnya aku tahu satu kalimat yang kalau diucapkan niscaya kemarahan yang dialaminya akan hilang, yaitu kalau dia mengucapkan, A'ūżu billāhi min asy-syaiṭānir-rajīm, (Saya berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk) niscaya kemarahan yang dirasakannya akan hilang.” Lalu para sahabat berkata kepada orang yang marah tersebut, Sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda, “Berlindunglah kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.

(Hadis sahih - Muttafaq 'alaih)

Wallahu 'alam

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."