بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Berlomba Dalam Kebaikan
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
🗓️ Kamis, 14 Maret 2024
🏢 Masjid As Salam, Minomartani, Yogyakarta
Semangat dalam melakukan kebaikan dan tidak ragu, maka kuatnya niat tergantung dari kekuatan tekad sebagaimana Allah سبحانه و تعالى berfirman dalam Surat Yunus Ayat 71;
۞ وَٱتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ نُوحٍ إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِۦ يَٰقَوْمِ إِن كَانَ كَبُرَ عَلَيْكُم مَّقَامِى وَتَذْكِيرِى بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ فَعَلَى ٱللَّهِ تَوَكَّلْتُ فَأَجْمِعُوٓا۟ أَمْرَكُمْ وَشُرَكَآءَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُنْ أَمْرُكُمْ عَلَيْكُمْ غُمَّةً ثُمَّ ٱقْضُوٓا۟ إِلَىَّ وَلَا تُنظِرُونِ
Artinya: Dan bacakanIah kepada mereka berita penting tentang Nuh di waktu dia berkata kepada kaumnya Hai kaumku, jika terasa berat bagimu tinggal (bersamaku) dan peringatanku (kepadamu) dengan ayat-ayat Allah, maka kepada Allah-lah aku bertawakal, karena itu bulatkanlah keputusanmu dan (kumpulkanlah) sekutu-sekutumu (untuk membinasakanku). Kemudian janganlah keputusanmu itu dirahasiakan, lalu lakukanlah terhadap diriku, dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku.
أَجْمِعُوٓا۟ أَمْرَكُمْ
(karena itu bulatkanlah keputusanmu)
Kuatkanlah tekad dalam rencana kalian ini.
Urusan manusia ada 2:
1. Dunia diperintahkan untuk jangan berlomba-lomba
2. Akhirat diperintahkan untuk berlomba-lomba
Maka hendaknya kita renungkan sabda Rasulullah ﷺ berikut,
وَاللَّهِ لَا الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ وَلَكِنْ أَخَشَى عَلَيْكُمْ أَنْ تُبْسَطَ عَلَيْكُمُ الدُّنْيَا كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا وَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُمْ
Demi Allah, bukanlah kefakiran yang aku khawatirkan atas kalian. Tetapi aku khawatir atas kalian jika dunia dihamparkan atas kalian sebagaimana telah dihamparkan atas orang-orang sebelum kalian, kemudian kalian akan saling berlomba (meraih dunia) sebagaimana mereka saling berlomba (meraih dunia), kemudian dunia itu akan membinasakan kalian, sebagaimana telah membinasakan mereka.” [HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, dan lainnya dari Amr bin Auf Al-Anshari]
Kemudian firman Allah سبحانه و تعالى dalam Surat Ali ‘Imran Ayat 133;
۞ وَسَارِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
Artinya: Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,
133. وَسَارِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ
(Dan bersegeralah kamu kepada ampunan)
Ini merupakan perintah bagi orang-orang beriman untuk bergegas dalam menjalankan kebaikan dan tidak menunda-nunda.(Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir)
Berikut hadits pertama dalam Riyadhus Shalihin bab Berlomba dalam Kebaikan
87. Pertama Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda Bersegeralah engkau sekalian untuk melakukan amalan-amalan yang bagus-bagus sebelum datangnya bermacam-macam fitnah yang diumpamakan sebagai potongan-potongan dari malam yang gelap gulita.[10] Berpagi-pagi seorang itu menjadi orang mu'min dan bersore-sore menjadi orang kafir, ada lagi yang bersore-sore masih sebagai seorang mu'min, tetapi berpagi-pagi telah menjadi seorang kafir. Orang itu menjual agamanya dengan harta dari keduniaan. (Riwayat Muslim)
[10] hadis ini memberikan suatu isyarat bahwa pada akhir zaman nanti akan banyak sekali terjadi berbagai macam fitnah dan datang secara beruntun-runtun. Setiap satu macam fitnah telah lenyap, lalu disusul pula oleh fitnah yang lainnya. Semoga kita dikaruniai keselamatan oleh Allah.
Wallahu 'alam