بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
🗓️ Rabu, 2 Juli 2025
🏢 Masjid Al Hidayah, Purwosari, Sleman
Melanjutkan pembahasan kitab Khudz Aqidataka karya Syaikh Muhammad Jamil Zainu رَحِمَهُ الله تعالى, tentang apakah mayit bisa mendengar suara orang hidup
▪️Soal Apakah orang yang sudah mati bisa mendengar doa
Jawaban Mereka tidak bisa mendengar. Allah سبحانه و تعالى berfirman;
نَّكَ لَا تُسۡمِعُ ٱلۡمَوۡتَىٰ
Sesungguhnya kamu tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati mendengar. (QS.An-Naml 80)
مَآ أَنتَ بِمُسۡمِعٍ مَّن فِى ٱلۡقُبُورِ
Dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar. (QS. Fathir 22)
Perlu dibedakan antara 3 hal ;
1. Mendengar
2. Merespon
3. Mendapatkan manfaat, contoh bacaan Al Quran yang disimak akan menghasilkan pahala
Para ulama berbeda pendapat ;
1. Mayit sama sekali tidak mendengar suara orang yang hidup, ini jumhur mayoritas ulama, dalilnya adalah QS.An-Naml 80, karena Allah telah cabut pendengaran orang yang telah mati, konteksnya perumpamaan hidayah kepada orang kafir yang tidak mau mendengar nasehat ibarat mayit yang tidak mungkin mendengar.
2. Mayit bisa mendengar secara umum tapi tidak setiap saat, diantaranya peristiwa khusus ketika Nabi ﷺ berceramah kepada mayat perang badr, kemudian hadis Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda;
لعَبْدُ إذَا وُضِعَ في قَبْرِهِ، وتُوُلِّيَ وذَهَبَ أصْحَابُهُ حتَّى إنَّه لَيَسْمَعُ قَرْعَ نِعَالِهِمْ، أتَاهُ مَلَكَانِ
“Ketika seorang hamba baru dikuburkan, dan orang-orang mulai pergi dari kuburnya, maka ia akan mendengar suara hentakan sandal mereka. Setelah itu akan datang dua Malaikat“ (HR. Al-Bukhari no.1338, Muslim no.2870). Kesimpulan:
1. Poin aqidah yang diperselisihkan, namun tidak mengeluarkan dari lingkup Ahlus sunnah
2. Mayit tidak bisa merespon adalah perkara yang disepakati
3. Mayit mendapatkan manfaat jika bentuknya doa, namun tidak dapat manfaat pahala karena mati itu memutus peluang pahala
Terkadang dalam masalah aqidah ada khilaf di kalangan ulama ahlus sunnah.
Wallahu 'alam