1

Video Kajian

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-91 dalam seri Kitab Bulughul Maram 2 yang membahas tentang teknis mengikuti imam. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Teknis Mengikuti Imam

Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى

🗓️ Selasa, 27 Februari 2024

🏢 Masjid Ulil Albab UII Yogyakarta

Berikut ini adalah pembahasan hadits tentang teknis mengikuti imam oleh makmum

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «إِنَّمَا جُعِلَ الإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ، فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا، وَلاَ تُكَبِّرُوا حَتَّى يُكَبِّرَ، وَإِذَا رَكَعَ فَارْكَعُوا، وَلاَ تَرْكَعُوا حَتَّى يَرْكَعَ،وَإِذَا قَالَ سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، فَقُولُوا اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ، وَإِذَا سَجَدَ فاسْجُدُوا، وَلاَتَسْجُدُوا حَتَّى يَسْجُدَ، وَإِذَا صَلَّى قَائِماً فَصَلُّوا قِيَاماً، وَإِذَا صَلَّى قَاعِداً فَصَلُّوا قُعُوداً أَجْمَعِينَ». رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ، وَهذَا لَفْظُهُ، وَأَصْلُهُ فِي الصَّحِيحَيْنِ.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya imam itu diangkat untuk diikuti. Maka apabila imam telah bertakbir, bertakbirlah kalian dan jangan bertakbir sebelum imam bertakbir. Apabila imam rukuk, maka rukuklah kalian dan jangan rukuk sebelum imam rukuk. Apabila imam mengucapkan ‘sami’allahu liman hamidah’, maka ucapkanlah ‘ALLAHUMMA ROBBANAA LAKAL HAMDU’. Apabila imam sujud, maka sujudlah kalian dan jangan sujud sebelum ia sujud. Apabila imam shalat berdiri, maka shalatlah dengan berdiri. Apabila imam shalat sambil duduk, maka shalatlah kalian semua sambil duduk.” (HR. Abu Daud, lafaz hadits ini dari shahihain, Bukhari dan Muslim). [HR. Abu Daud, no. 603, juga diriwayatkan oleh Al-Bukhari, no. 734, 722 dan Muslim, no. 416, 417].

Dalam kehidupan kita ada aturan yang mengatur hubungan antar manusia, antara penguasa dengan rakyatnya, kemudian antara suami dengan isterinya, maka perlunya mempelajari dan memahami fiqih masing-masing sesuai posisinya, termasuk interaksi di antara imam dengan makmum.

Niat untuk bermakmum kepada imam yang didepan menentukan keabsahan shalat jamaah makmum tersebut, ketika mendapati imam sedang shalat maka makmum langsung mengikuti sesuai keadaan imam shalat.

Niat yang menentukan dalam shalat jamaah adalah niat makmum bukan niat imam.

Menyalahi Imam ada 3 kondisi

1. Mendahului imam, bisa membatalkan shalat

2. Gerakan bersamaan dengan imam (secara bersama)

3. Terlalu ketinggalan dengan imam

Ada kaedah yang disampaikan oleh Imam Asy Syafi’i mengenai masalah niat ini. Beliau rahimahullah berkata,

نية كل مصل نية نفسه لا يفسدها عليه أن يخالفها نية غيره وإن أمه

“Niat setiap orang yang melaksanakan shalat adalah niat bagi dirinya sendiri. Niat orang lain yang mengimaminya jika berbeda tidak membuat cacat ibadahnya.” (Al Umm, 1 201)

Wallahu 'alam

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."