1

Video Kajian

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-105 dalam seri Kitab Bulughul Maram 2 yang membahas tentang shalat musafir dan orang sakit. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Shalat Musafir dan Orang Sakit

Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى

🗓️ Selasa, 30 Juli 2024

🏢 Masjid Ulil Albab UII Yogyakarta

Dalam syariat islam terdapat keringanan dan tidak ada kesulitan, sebagaimana Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman dalam Surat Al-Baqarah Ayat 286;

َا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ

Artinya Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya

Kemudian firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى dalam Surat Al-Baqarah Ayat 185;

ۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ

Artinya .. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.

Selain itu dalam sebuah hadits dijelaskan

نِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

أَأَيُّ الْأَدْيَانِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ الْحَنِيفِيَّةُ السَّمْحَةُ

Artinya “Ditanyakan kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم, “Agama manakah yang paling dicintai oleh Allah Maka beliau bersabda al-haanifiyyah as-samhah.” (HR. Imam Ahmad dari Ibnu ‘Abbas). Dalam redaksi hadis lainnya Nabi bersabda, “Wa inni ursiltu bi-hanifiyati as-samhah”, bahwa “Sesungguhnya aku diutus untuk agama yang lurus dan lapang hati” (HR Imam Ibn Hanbal).

Berdasarkan dalil-dalil tersebut maka dalam syariat islam terdapat rukhshah bagi mereka yang mendapatkan udzur syar'i, semisal safar, sakit, keterbatasan fisik, atau keterbatasan waktu. Terdapat kaidah fiqih

لمَشَقَّةُ تَجْلِبُ التَّيْسِيْرَ

Adanya kesulitan akan memunculkan adanya kemudahan

Kaidah ini termasuk kaidah fiqih yang sangat penting untuk dipahami. Karena, seluruh rukhshah dan keringanan yang ada dalam syari’at merupakan wujud dari kaidah ini.

Shalat untuk musafir sebagaimana diterangkan oleh Ibunda Aisyah radhiyallahu’anha, yang termaktub dalam Shahih Bukhori, beliau menceritakan,

رِضَتْ الصَّلَاةُ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ هَاجَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَفُرِضَتْ أَرْبَعًا وَتُرِكَتْ صَلَاةُ السَّفَرِ عَلَى الْأُولَى

“Pada awalnya, shalat itu diwajibkan dua rakaat. Kemudian setelah beliau

  • صلى الله عليه وسلم – hijrah, shalat diwajibkan menjadi empat rakaat. Hanya saja ketentuan sholat untuk orang yang safar, seperti ketentuan sholat sebelumnya (yakni 2 rakaat untuk sholat yang 4 raka’at)“[5. HR. Bukhari (3935)].
  • Wallahu 'alam

    Mutiara Hari Ini

    Abu Zubair Hawaary

    "Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

    QS. Al-Jumu'ah (62:10)

    "Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."