1

Video Kajian

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-141 dalam seri Kitab Bulughul Maram 2 yang membahas tentang jangan ngarang hari raya. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Jangan Ngarang Hari Raya

Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى

🗓️ Selasa 2 September 2025

🏢 Masjid Ulil Albab UII Yogyakarta

Melanjutkan pembahasan hadits dalam Kitab Bulughul Maram, perihal jangan membuat hari raya, berikut sabda Nabi ﷺ

وَعَنْ أَنَسٍ قَالَ: ( قَدِمَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم اَلْمَدِينَةَ, وَلَهُمْ يَوْمَانِ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا. فَقَالَ: "قَدْ أَبْدَلَكُمُ اَللَّهُ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا: يَوْمَ اَلْأَضْحَى, وَيَوْمَ اَلْفِطْرِ ) أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ, وَالنَّسَائِيُّ بِإِسْنَادٍ صَحِيحٍ

Dari Anas Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ tiba di Madinah dan mereka (penduduk Madinah) mempunyai dua hari untuk bermain-main. Maka beliau bersabda: "Allah telah menggantikan dua hari tersebut dengan dua hari yang lebih baik, yaitu hari raya Adlha dan Fithri." Dikeluarkan oleh Abu Dawud dan Nasa'i dengan sanad yang shahih.

Dalam hadits tersebut menunjukkan bahwasanya Allah yang menetapkan 2 hari raya bagi umat islam. Perlu diketahui bahwasanya biasanya hari raya orang kafir itu diperingati karena melihat peristiwa sejarah masa lalu, sebagaimana dilakukan oleh kaum Yahudi & Nasrani. Di kalangan kaum muslimin hari raya ditetapkan bukan karena peristiwa bersejarah namun karena Allah yang menetapkan dan ridho dijadikan bagian dari agama islam.

Di zaman Amirul Mukminin, dari Thoriq bin Syihab, dia berkata: Seseorang dari kaum Yahudi berkata kepada Umar Bin Khattab: wahai Amirul Mukminin, Kalian membaca satu ayat dalam kitab kalian, yang seandainya ayat itu diturunkan kepada orang-orang Yahudi niscaya kami akan menjadikan hari diturunkannya sebagai hari raya.

Umar menjawab: demi Allah, sungguh aku mengetahui pada hari apa, kapan dan di mana ayat ini diturunkan kepada Rasulullah, dan di mana Rasulullah ketika ayat ini diturunkan. Ayat ini diturunkan pada petang hari di hari Arafah yang bertepatan dengan hari Jumat, dan demi Allah ketika itu kami berada di padang Arafah dan Rasulullah sedang berdiri di Arafah. Dan alhamdulillah keduanya (hari Arafah dan hari Jumat) merupakan hari raya bagi kami.[Shahih Bukhari, kitab al-magahzi, bab haji wada', no. 4145. Shahih Muslim, tafsir 2312/4, 3017/4.][ Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah surat-al-maidah-ayat-3.]

Sehingga menjadi ciri khas agama islam adalah bahwa hari raya ditetapkan oleh Allah, tidak seperti hari raya orang kafir yang ditetapkan berdasarkan peristiwa sejarah.

Wallahu 'alam

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."